LP2M IAIN PONTIANAK
Akhirussanah TPQ Nurul Huda Ditutup dengan Pengumuman Juara Prestasi dan Absensi Tiap Kelas

Akhirussanah TPQ Nurul Huda Ditutup dengan Pengumuman Juara Prestasi dan Absensi Tiap Kelas


 Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Kamis, 15 Agustus 2024, acara Akhirussanah TPQ Nurul Huda mencapai puncaknya dengan pengumuman juara prestasi dan absensi dari tiap kelas. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh para santri, orang tua, serta para pengajar yang telah setia mendampingi proses belajar mengajar selama satu semester.

Pengumuman juara prestasi dan absensi menjadi momen yang paling dinantikan oleh para santri dan orang tua. Ustadzah Janiati, selaku pembina TPQ Nurul Huda, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para santri. "Kami sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh para santri. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap usaha keras mereka," ujar Ustadzah Janiati dalam sambutannya.

Juara prestasi diberikan kepada santri yang menunjukkan kemajuan akademik luar biasa, sementara juara absensi diberikan kepada mereka yang konsisten hadir dan aktif dalam setiap kegiatan TPQ. Misalnya, Siti dari kelas Jilid 3 berhasil meraih juara prestasi karena kemampuannya dalam menghafal surah-surah pendek dengan sangat baik. Sementara itu, Ahmad dari kelas Jilid 2 menerima juara absensi karena tidak pernah absen selama satu semester penuh.

Para orang tua memberikan dukungan penuh dan kebanggaan terhadap anak-anak mereka yang berhasil meraih penghargaan. Ibu Lina, salah satu orang tua, mengatakan, "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak kami untuk terus belajar dan berprestasi lebih baik lagi."

Acara penutupan ini menandai akhir dari semester yang penuh dengan pembelajaran dan prestasi. TPQ Nurul Huda berharap penghargaan ini dapat memotivasi para santri untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu agama.

Penulis : Siti Farida


Santri Kelas 5 TPQ Nurul Huda Tampilkan Hafalan Aqidatul Awam dalam Akhirussanah

Santri Kelas 5 TPQ Nurul Huda Tampilkan Hafalan Aqidatul Awam dalam Akhirussanah

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Kamis, 15 Agustus 2024, TPQ Nurul Huda mengadakan acara Akhirussanah yang diramaikan oleh penampilan spesial dari Santri Kelas 5 atau Jilid 5, yang menampilkan hafalan Aqidatul Awam. Acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh para santri, orang tua, serta pengajar yang antusias menyaksikan penampilan anak-anak mereka.

Santri Kelas 5 memukau hadirin dengan hafalan Aqidatul Awam, sebuah kitab dasar dalam ilmu tauhid yang mengajarkan tentang keyakinan. Penampilan ini menjadi puncak dari latihan intensif yang dilakukan selama semester berjalan. 

Ustadzah Janiati, pembina TPQ Nurul Huda, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian santri-santrinya. "Hafalan Aqidatul Awam adalah bagian penting dari pembentukan dasar-dasar keimanan anak-anak. Kami bangga dengan kerja keras mereka dalam menguasai hafalan ini," ujar Ustadzah Janiati.

Para santri, seperti Hana dan Ridwan, tampil dengan penuh percaya diri, melantunkan hafalan mereka dengan lancar dan fasih. Orang tua yang hadir memberikan apresiasi melalui tepuk tangan meriah. Salah satu orang tua, Pak Farid, mengungkapkan kebahagiaannya, "Saya sangat terkesan melihat anak saya bisa menghafal Aqidatul Awam dengan baik. Ini bukti bahwa pendidikan di TPQ Nurul Huda berjalan dengan sangat baik."

Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik santri, tetapi juga meneguhkan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Melalui hafalan Aqidatul Awam, para santri diharapkan dapat memahami dan mengamalkan ilmu tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Siti farida


Meriahkan HUT RI ke-79, Desa Pinang Dalam Rayakan dengan Ragam Tradisi dan Apresiasi

Meriahkan HUT RI ke-79, Desa Pinang Dalam Rayakan dengan Ragam Tradisi dan Apresiasi


 Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada tanggal 17 Agustus 2024, Desa Pinang Dalam merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79 dengan berbagai rangkaian kegiatan. Acara dimulai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan di Lapangan Yudha Sakti. 

Upacara ini diikuti oleh warga desa serta mahasiswa KKL yang sedang melakukan program di desa tersebut. Para peserta upacara mengenakan pakaian adat dan profesi sesuai dengan dress code yang telah ditetapkan. Mahasiswa KKL tampil beragam dengan mengenakan baju adat Dayak, baju kurung Melayu, dan baju adat Jawa.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, Desa Pinang Dalam membagikan 100 caping kepada 100 orang pertama yang hadir dalam upacara. Selain itu, panitia juga membagikan nomor undian kepada para peserta untuk mendapatkan doorprize yang akan diumumkan di akhir kegiatan. 

Kepala desa juga memberikan apresiasi khusus kepada warga atau mahasiswa yang mengenakan pakaian adat secara totalitas. Salah satu mahasiswa KKL mendapatkan apresiasi ini karena tampil sempurna dengan baju adat Dayak.

Setelah upacara pengibaran bendera selesai, seluruh peserta diajak untuk makan bersama di rumah Bapak Wawan, salah satu tokoh masyarakat Desa Pinang Dalam. Pada sore harinya, acara dilanjutkan dengan lomba balap karung untuk anak-anak di Lapangan Yudha Sakti. Setelah lomba selesai, peserta kembali menghadiri upacara penurunan bendera.

Malam harinya, warga dan mahasiswa diundang untuk menonton pertunjukan kesenian tradisional jaranan atau kuda lumping yang diadakan di Desa Pinang Dalam blok D. Kesenian ini menambah semarak perayaan HUT RI ke-79, mengakhiri rangkaian kegiatan hari itu dengan meriah dan penuh kegembiraan.

Penulis : Nabila Syeban


Dusun Anggrek Rayakan Tradisi Mengarak Pengantin dengan Meriah

Dusun Anggrek Rayakan Tradisi Mengarak Pengantin dengan Meriah

 


Dusun Anggrek (lp2m.iainptk.ac.id) 17 Agustus 2024 – Suasana meriah mewarnai Dusun Anggrek hari ini saat warga setempat menggelar tradisi mengarak pengantin. Tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini kembali dilaksanakan dengan penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan.

Pasangan pengantin, Ari dan Yossy, menjadi pusat perhatian saat diarak keliling dusun dengan menggunakan tandu yang dihias indah dengan bunga-bunga segar. Iring-iringan warga yang ikut dalam prosesi ini mengenakan pakaian adat, membawa seserahan, serta alat musik tradisional seperti kendang untuk menyemarakkan suasana.

Menurut Kepala Dusun Anggrek, Pak Jamal, tradisi mengarak pengantin ini adalah bentuk rasa syukur dan simbol penghormatan kepada pasangan yang baru menikah. "Tradisi ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga," ujar Pak Jamal.

Prosesi arak-arakan dimulai dari rumah pengantin pria dan berakhir di rumah pengantin wanita. Sepanjang perjalanan, warga menyambut dengan antusiasme, melemparkan beras kuning sebagai simbol doa dan harapan agar pernikahan tersebut langgeng dan penuh berkah. 

Acara ini juga diwarnai dengan penampilan kesenian tradisional seperti tari-tarian dan pencak silat yang ditampilkan oleh para pemuda dusun. Suasana semakin hangat ketika para tetua dusun memberikan petuah dan nasihat kepada pasangan pengantin.

Yossy, pengantin wanita, mengungkapkan rasa harunya mengikuti prosesi ini. "Saya sangat bersyukur bisa melangsungkan pernikahan dengan tradisi yang begitu sakral. Ini adalah momen yang tidak akan terlupakan bagi kami berdua," tuturnya.

Tradisi mengarak pengantin di Dusun Anggrek ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan gotong-royong masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Warga berharap, tradisi ini terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Penulis : Syaifullah Alivia


Lomba Topi Gantung Meriahkan Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas

Lomba Topi Gantung Meriahkan Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas

 


Desa Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 17 Agustus 2024 – Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Desa Kalimas menggelar lomba topi gantung yang berlangsung meriah hari ini. Acara yang digelar di lapangan desa ini diikuti oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Lomba topi gantung, yang telah menjadi tradisi tahunan di Desa Kalimas, menampilkan keseruan para peserta yang berlomba-lomba mengenakan topi yang digantung pada tali yang dipasang cukup tinggi. Tantangan dalam lomba ini adalah peserta harus melompat dan mengenakan topi tanpa menggunakan tangan.

"Ini salah satu lomba favorit warga desa kami. Selain menghibur, lomba ini juga melatih ketangkasan dan kerjasama antar peserta," ujar Ketua Panitia Lomba, Pak Murdi. 

Ratusan warga berkumpul di sekitar lapangan untuk menyaksikan perlombaan tersebut. Sorak sorai dan tawa riuh terdengar setiap kali peserta berusaha mengenakan topi dengan cara yang unik dan kreatif. Beberapa peserta bahkan menambahkan tarian lucu sebelum melompat, yang semakin menambah keseruan acara.

Lomba ini terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Setiap kategori memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, terutama dalam hal ketinggian tali yang menggantungkan topi. 

Selain hadiah menarik, para pemenang lomba juga mendapatkan penghargaan dari Kepala Desa Kalimas, Bapak Murdi. Dalam sambutannya, Bapak Murdi mengungkapkan rasa bangganya terhadap partisipasi warga yang sangat antusias mengikuti lomba.

"Perayaan ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga untuk mempererat persaudaraan dan rasa nasionalisme kita. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga di Desa Kalimas," kata Bapak Murdi.

Lomba topi gantung di Desa Kalimas ini menjadi salah satu acara puncak dari rangkaian kegiatan perayaan HUT RI di desa tersebut. Dengan suasana yang penuh kegembiraan dan semangat gotong royong, warga Desa Kalimas berharap tradisi ini akan terus dilestarikan setiap tahunnya.

Penulis : Syaifullah Alivia


Semangat Kebersamaan di SMPN 5 Desa Kalimas: Momen Keceriaan Setelah Lomba HUT RI ke-79

Semangat Kebersamaan di SMPN 5 Desa Kalimas: Momen Keceriaan Setelah Lomba HUT RI ke-79


 Desa Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 17 Agustus 2024 – Terik mentari sore perlahan mereda, meninggalkan hangatnya di kulit para siswa dan guru SMPN 5 Desa Kalimas. Setelah mengikuti berbagai lomba meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 di lapangan sekolah, semangat para peserta masih membara. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan usaha semua pihak, panitia penyelenggara mengundang seluruh peserta untuk berkumpul di kantor guru.

Di atas meja panjang, terhampar sebakul rujak cingur yang menggugah selera. Irisan buah-buahan segar seperti mangga, nanas, dan kedondong berpadu sempurna dengan bumbu kacang kaya rempah dan potongan cingur yang kenyal. Aroma sedapnya memenuhi ruangan, mengundang siapa saja untuk segera mencicipi.

Para siswa dan guru menyantap rujak cingur dengan lahap sambil bercanda dan berbagi cerita. Suasana kekeluargaan yang hangat tercipta di tengah tawa riang yang terdengar dari berbagai sudut ruangan. Para siswa tampak antusias menceritakan pengalaman mereka selama lomba, mulai dari keseruan lomba estafet karung hingga ketegangan adu cerdas cermat. Para guru dengan sabar mendengarkan cerita mereka sambil memberikan masukan dan motivasi.

"Wah, rujak cingurnya enak banget!" seru Ani, salah seorang siswi kelas IX. "Rasanya bikin ketagihan," timpal Budi, temannya.

"Senang sekali bisa kumpul bersama seperti ini," ujar Bu Dewi, guru Bahasa Indonesia. "Acara makan bersama ini tidak hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa dan guru."

Selain menikmati hidangan, para peserta juga merencanakan kegiatan positif lainnya. Beberapa siswa mengusulkan untuk membuat video pendek tentang sejarah perjuangan bangsa, sementara yang lainnya ingin mengadakan bakti sosial di desa. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap bangsa dan negara.

Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan HUT RI ke-79 tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan masyarakat.

Penulis : Syaifullah Alivia


Malam Keakraban di Dusun Anggrek: Mahasiswa KKL Pontianak dan Warga Desa Kalimas Pererat Tali Silaturahmi Lewat Permainan Kartu Remi

Malam Keakraban di Dusun Anggrek: Mahasiswa KKL Pontianak dan Warga Desa Kalimas Pererat Tali Silaturahmi Lewat Permainan Kartu Remi

 


Dusun Anggrek (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Dusun Anggrek Desa Kalimas pada malam itu. Di posko warga, tawa riuh rendah dan canda tawa mengiringi kegiatan yang berlangsung sejak sore hari. Para bapak-bapak dusun berkumpul dengan membawa sepasang kartu remi dan segelas kopi hangat, bersiap memulai permainan tradisional yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka. (18/08/2024)

Namun, malam ini ada yang istimewa. Di antara mereka yang tengah asyik bermain, terlihat beberapa wajah muda dari mahasiswa Pontianak yang sedang melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di dusun tersebut. 

Syaifullah, Raden, dan Diky, begitu nama mereka, dengan antusias bergabung dalam permainan kartu remi ini. Pada awalnya, ketiga mahasiswa ini hanya menjadi penonton, mengamati dengan seksama setiap gerakan dan strategi yang dilakukan para bapak-bapak. Namun, tak lama kemudian, mereka diajak untuk ikut bermain.

Dengan semangat, para mahasiswa mencoba mengimbangi permainan bapak-bapak yang sudah berpengalaman. Meskipun kartu yang mereka dapatkan tidak selalu menguntungkan, mereka tetap berusaha memberikan perlawanan yang sengit. Tawa dan canda pun pecah ketika salah satu dari mereka melakukan kesalahan kecil, yang justru membuat suasana semakin akrab dan penuh kegembiraan.

Melalui permainan kartu remi ini, terjalinlah hubungan yang erat antara mahasiswa dan warga dusun. Para mahasiswa tidak hanya belajar tentang permainan tradisional, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk lebih mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Dusun Anggrek. 

Mereka mendengarkan cerita-cerita menarik dari para bapak-bapak tentang sejarah dusun, adat istiadat, serta peristiwa penting yang pernah terjadi. Para bapak-bapak pun merasa senang, karena kehadiran mahasiswa telah menghidupkan kembali suasana posko yang sebelumnya terasa sedikit sepi.

Malam semakin larut, tetapi permainan kartu remi terus berlanjut. Cahaya lampu minyak tanah yang redup menerangi wajah-wajah yang penuh semangat. Dalam suasana yang sederhana namun hangat ini, mereka saling berbagi cerita, tawa, dan pengalaman. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dan warga dusun untuk saling memahami satu sama lain dan membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Penulis : Syaifullah Alivia


Inspirasi Pengalaman Seorang Guru Di SMPN 5 Desa Kalimas

Inspirasi Pengalaman Seorang Guru Di SMPN 5 Desa Kalimas


 Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) - Suasana kelas terasa hening seketika ketika Pak Agus, guru Bahasa Indonesia kami, berdiri di depan. Beliau tersenyum ramah, matanya berbinar seolah menyimpan sejuta kisah. Hari ini, beliau ingin berbagi pengalamannya selama masa perkuliahan. Kami, sekelompok remaja penuh semangat, dengan antusias mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir beliau.

“Anak-anak, tahukah kalian? Dulu, saat saya masih kuliah, saya juga pernah berada di posisi kalian. Penuh semangat, ingin sekali mengejar cita-cita. Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Ada kalanya kita merasa lelah, putus asa, bahkan ingin menyerah. Tapi, ingatlah, setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya,” ucap Pak Agus memulai ceritanya.

Beliau melanjutkan, “Saya ingat betul saat itu, saya harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan. Ada kalanya saya merasa kewalahan. Namun, berkat dukungan teman-teman dan dosen, saya bisa melewati semua itu. Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi yang luar biasa.”

Pak Agus kemudian mengajak kami untuk merenungkan tujuan hidup kami. “Apa yang ingin kalian capai di masa depan? Apakah kalian ingin menjadi seorang dokter, guru, pengusaha, atau mungkin seniman? Apapun cita-cita kalian, jangan pernah menyerah untuk mencapainya. Kejarlah terus mimpi kalian setinggi langit!”

Kami semakin termotivasi dengan kata-kata Pak Agus. Beliau tidak hanya menceritakan pengalamannya, tetapi juga memberikan kami nasihat-nasihat berharga. “Kalian adalah generasi penerus bangsa. Tanggung jawab kalian sangat besar. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Manfaatkanlah waktu kalian sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan diri. Jangan sia-siakan kesempatan yang kalian miliki.”

Di akhir cerita, Pak Agus memberikan sebuah pesan yang sangat menyentuh. “Ingatlah, kalian tidak sendirian. Selalu ada orang-orang yang peduli dan mendukung kalian. Keluarga, teman, guru, semuanya ingin kalian sukses. Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bantu sesama dan sebarkan kebaikan.”

Kami berdiri tegak, menatap Pak Agus dengan penuh kekaguman. Kisah beliau telah menginspirasi kami untuk terus berjuang dan meraih mimpi. Kami sadar bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak akan selalu mudah, tetapi dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari orang-orang di sekitar kita, kita pasti bisa mencapai semua yang kita inginkan.

Penulis : Syaifullah Alivia


Warga Desa Olak-Olak Kubu Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Antusias di Tengah Tantangan Alam

Warga Desa Olak-Olak Kubu Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Antusias di Tengah Tantangan Alam

 


Olak-Olak Kubu (lp2m.iainptk.ac.id) - Sabtu, 17 Agustus 2024, warga Desa Olak-Olak Kubu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di lapangan sepak bola desa. Upacara yang penuh khidmat ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ikut serta dalam upacara pagi tersebut. Mulai dari siswa SD, SMP, MTs, hingga anggota Karang Taruna dan lainnya, semuanya hadir dengan mengenakan pakaian yang mencerminkan profesi mereka, menambah semarak perayaan.

Mahasiswa KKL juga turut berperan penting dalam upacara ini dengan bertugas sebagai paduan suara. Bersama ibu-ibu PKK Desa Olak-Olak Kubu, mereka menyanyikan lagu-lagu kebangsaan seperti "Indonesia Raya," "Mengheningkan Cipta," "Hari Kemerdekaan," "Sorak-sorak Bergembira," dan "Syukur," yang menambah suasana khidmat dan semangat dalam upacara.

Namun, ada tantangan yang dihadapi saat pelaksanaan upacara. Kondisi lapangan yang berlumpur dan licin akibat hujan yang turun setiap sore beberapa hari terakhir membuat situasi kurang ideal. Hal ini menyebabkan pakaian dan sepatu para peserta, terutama anggota Paskibraka, menjadi kotor. Meski demikian, semangat masyarakat dan para pengibar bendera tidak surut. Para anggota Paskibraka dengan penuh dedikasi mengibarkan bendera dengan gagah berani, meski harus melawan lumpur di bawah kaki mereka.

Meskipun kondisi lapangan kurang mendukung, upacara tetap berlangsung lancar dan tanpa hambatan berarti. Perayaan HUT RI ke-79 ini menjadi momen penting bagi warga Desa Olak-Olak Kubu untuk menunjukkan rasa cinta tanah air dan merayakan kemerdekaan Indonesia dengan penuh kebanggaan dan semangat.

Penulis : Tim PDD


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak