Mei 2026 - LP2M IAIN PONTIANAK
Tingkatkan Keamanan Mahasiswa KKL, LP2M Upayakan Jaminan Sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan

Tingkatkan Keamanan Mahasiswa KKL, LP2M Upayakan Jaminan Sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan

 

Pontianak – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar audiensi dan sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK). Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Rapat LP2M, sebagai langkah awal untuk memberikan jaminan perlindungan bagi ratusan mahasiswa yang akan segera melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I, Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud, serta Koordinator Pusat (Korpus) Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd. Sementara dari pihak BPJS Ketenagakerjaan, hadir Tri Aji Pamungkas dan Muhammad Ikram selaku narasumber.

Dalam pemaparannya, Tri Aji Pamungkas menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan 5 program jaminan sosial utama, yaitu:

  • JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)
  • JKM (Jaminan Kematian)
  • JHT (Jaminan Hari Tua)
  • JP (Jaminan Pensiun)
  • JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan)

Ia menegaskan bahwa kepesertaan BPJS TK terbagi menjadi segmen formal dan informal. Menariknya, perlindungan ini tidak hanya menyasar pekerja kantoran, tetapi juga tahanan asimilasi hingga mahasiswa magang atau Kuliah Kerja Nyata (KKN/KKL) yang masuk dalam kategori pekerja temporary (informal).

"Untuk segmen informal seperti mahasiswa KKL, sistemnya sangat fleksibel. Jika sedang aktif berkegiatan maka membayar iuran, dan jika sudah selesai maka tidak perlu membayar lagi. Jadi, karena mahasiswa KKL ini turun ke lapangan selama 40 hari, mereka cukup membayar iuran untuk masa 2 bulan saja," jelas Tri Aji.

Lebih lanjut, ia memberikan kabar baik bahwa pada tahun ini terdapat program diskon iuran sebesar 50% yang berlaku hingga Desember 2026. Pihak BPJS TK pun secara terbuka mengajak institusi kampus untuk menjalin kerja sama demi keselamatan akademik ini. Tak lupa, mereka juga mengedukasi tata cara klaim yang mudah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.

Menanggapi tawaran kerja sama tersebut, Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud., menyambut positif dan akan mengupayakan slot edukasi bagi mahasiswa setelah mendapatkan persetujuan dari pimpinan.

"Kebetulan dalam waktu dekat akan ada agenda pembekalan KKL. Kami mempersilakan bapak-bapak dari BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir memberikan sosialisasi langsung kepada mahasiswa. Mengenai pembiayaan, sebenarnya jika masuk dalam penganggaran institusi akan sangat baik. Namun, karena anggaran tahun ini sudah disahkan tahun lalu, untuk periode ini belum bisa dicover kampus. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita anggarkan agar tidak membebani mahasiswa," urai Andry.

Di sisi lain, Korpus Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd., ikut mengatur teknis pelaksanaan sosialisasi agar berjalan efektif bagi 1.055 mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kabupaten Mempawah tersebut.

"Rencananya sosialisasi akan dilaksanakan seminggu atau H-3 sebelum penerjunan lapangan. Namun, jika dirasa waktunya terlalu mepet, kita bisa kondisikan alternatif lain menggunakan Zoom Meeting. Intinya, kami menyambut baik agenda ini karena manfaat perlindungannya sangat besar bagi mahasiswa," kata Dr. Budiyono.

Di akhir pertemuan, Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I, menegaskan pentingnya keberlanjutan program perlindungan ini. Mengingat medan dan risiko di lokasi KKL Kabupaten Mempawah cukup dinamis, keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas utama.

"Kami berharap kolaborasi dan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat terus berjalan secara legal dan berkelanjutan, walaupun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di LP2M. Semua ini demi memastikan keselamatan dan ketenangan mahasiswa kita saat berbakti di tengah masyarakat," pungkas Dr. Usman.

Writer: Jazilatul Adawiyah, M.Pd



GEDEBUK #EPISODE 6 : MENGHIDUPKAN KEMBALI RUANG REFLEKSI LEWAT PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

GEDEBUK #EPISODE 6 : MENGHIDUPKAN KEMBALI RUANG REFLEKSI LEWAT PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA


Pontianak, 21 Mei 2026 – Dalam rangka merawat nalar kritis dan memperkuat akar pendidikan bangsa, LP2M IAIN PONTIANAK kembali GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) Episode 6 yang bertajuk "Pemikiran Ki Hadjar Dewantara ". Acara yang berlangsung di Rumah Jurnal LP2M IAIN Pontianak yang dipenuhi aroma khas Roti Kebeng dan Kopi Pancong, kegiatan dihadiri oleh Dewan Pendidikan Kalbar, Sekretaris LP2M, Dosen, Tendik dan Mahasiswa.

Gerakan Dedah Buku kali ini secara khusus mengupas tuntas mahakarya dan kumpulan esai yang merangkum buah pikir Sang Bapak Pendidikan Nasional. Buku ini dinilai sangat relevan untuk dihadirkan kembali di tengah derasnya arus digitalisasi dan komersialisasi pendidikan modern saat ini.

Diskusi berjalan hangat yang dipandu oleh Jazilatul Adawiyah, M. Pd berlangsung dengan menghadirkan pemateri yang luar bisa yang merupakan mahasiswa S2 IAIN Pontianak. Dalam sesi bedah buku, narasumber menegaskan bahwa konsep ikonik Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani selama ini sering kali hanya dihafal sebagai slogan tanpa diresapi maknanya.



Resta Tutuffia Sari, S. Pd., selaku pemateri, menekankan bahwa " Ki Hadjar Dewantara tidak pernah memandang pendidikan sebagai pabrik pencetak pekerja. Melalui buku ini, kita diingatkan bahwa esensi pendidikan adalah 'menuntun' segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat," ujarnya.

Ditengah-tengah diskusi Bapak Dr. Syamsul Kurniawan, M. S. I selaku K Wadir Pasca & Dewan Pendidikan Kalbar menambahkan bahwa dalam buku ini “Sekolah sebagai ruang hidup bersama untuk membentuk manusia merdeka religius-humanis, dan mampu mengelola perbedaan secara demai melalui keteladanan, kultur sosial, dialog dan pengalaman nyata, dan dianggap perlu dalam dunia pendidikan menerapkan 5 pilar pedekatan dalam kontek pemikiran Ki Hadjar Dewantara diantaranya Humanisasi, Kodesistensi, Keteladanan Sosial, Kebudayaan dan Kemerdekaan Bertanggung Jawab,” ungkapnya.

Peserta yang hadir tampak sangat antusias, terbukti dari beberapa pertanyaan dan dialektika yang terjadi selama sesi tanya jawab, salah satunya ada ibu Ida yang mempertanyaakan “apakah pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini juga bisa di terapkan di sekolah terhadap guru-guru sebagai bentuk dari sarana cara mendidik siswa di ruang lingkup sekolah?” dan begitu pula pertanyaan dari ibu Ratna Devi yang mempertanyakan” apakah ada strategi yang bisa digunakan pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini bagi pembebasan berfikir dan menyampaikan argumen dalam lingkungan sekolah?”.

Pertanyaan ini dijawab oleh pemateri dengan cermat bahwa bisa saja pemikiran ini di terapkan pada sekolah-sekolah hanya saja masih diupayakan oleh penulis untuk pengaplikasiannya. Begitu pula ditambah oleh Dewan Pendidikan Kalbar menambahkan bahwa stretegi praktis mengajar bagi guru bisa berupa Guru sebagai Kurator Atmosfer Moral, Pedagogi Pertemuan, Hidden Curriculum Moderari, Metode Tafsir Sosial, Pendidikan Narasi, Pendidikan “Rasa”, selain itu strategi yang bisa digunakan dengan menggunakan strategi oprasional berupa ASIH (Afirmasi, Simulasi, Interaksi dan Habituasi) menjadi Gerakan Dedah Buku ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana di dalam ruangan saja.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian buku gratis kepada beberapa peserta yang aktif memberikan tanggapan kritis sepanjang diskusi berlangsung.

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak