GEDEBUK #5 “Reset Indonesia” Dorong Refleksi dan Arah Baru Pembangunan Bangsa
Pontianak, 09 Februari 2026 – LP2M IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang ke-5 di Ruang Rumah Jurnal dengan disuguhkan Roti Kebeng dan Kopi Pancong. Kesempatan ini membedah buku dengan judul “Reset Indonesia” ditulis oleh tim lintas generasi dari Ekpedisi Indonesia Baru, yaitu Farid Gaban, Dandhy Dwi Laksono, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu kegiatan ini telah sukses diselenggarakan sebagai ruang diskusi intelektual yang membahas arah baru pembangunan bangsa di tengah tantangan global dan dinamika nasional yang terus berkembang. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Ya’kub, S. Kom.I dan dihadiri oleh Dosen lingkungan IAIN Pontianak, mahasiswa, serta staf LP2M juga ikut terlibat.
Bapak Noviansyah, S. Pd. I., M. E selaku pemateri menyampaikan bahwa buku ini disusun dari hasil perjalanan ke berbagai pelosok Indonesia untuk merekam realita yang terabaikan oleh narasi-narasi yang dibagun oleh beberapa pemilik kebijakan, Reset yang dimaksud bukanlah menggantikan negara, melainkan menata ulang aturan main agar Indonesia kembali pada tujuan keadilan sosial. “Sebenarnya Isi dari buku ini bukan hanya sekedar mengkritik ketimpangan, kerusakan serta polemik lainnya, melainkan mengajak bangsa untuk menekan tombol reset bagi yang kebhabisan napas ditengah perlombaan modernitas”.
Dalam kegiatan ini, “Reset Indonesia” dibedah secara komprehensif dengan menyoroti gagasan utama tentang perlunya pembaruan cara berpikir, tata kelola, serta strategi pembangunan nasional agar Indonesia mampu beradaptasi dan bangkit menghadapi perubahan zaman, ditengah-tengah diskusi peserta antusias menyampaikan pendapat bahwa konsep “reset” bukan sekadar perubahan teknis, melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan kritis dan reflektif dari peserta. Isu-isu strategis seperti kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, inovasi, serta peran generasi muda menjadi fokus utama dalam dialog. Peserta juga diajak untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia ke depan, sekaligus merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan dari lingkup individu hingga kebijakan publik.
Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih mendalam serta kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan paradigma demi mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Acara ini menjadi bukti bahwa literasi dan diskusi publik memiliki peran penting dalam membangun optimisme dan arah baru bagi masa depan bangsa.

.jpeg)



.jpeg)






















