Tingkatkan Keamanan Mahasiswa KKL, LP2M Upayakan Jaminan Sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan
Pontianak – Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LP2M) menggelar audiensi dan sosialisasi bersama BPJS
Ketenagakerjaan (BPJS TK). Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Rapat
LP2M, sebagai langkah awal untuk memberikan jaminan perlindungan bagi ratusan mahasiswa
yang akan segera melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Rapat
koordinasi ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I,
Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud, serta Koordinator Pusat (Korpus)
Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd. Sementara dari pihak
BPJS Ketenagakerjaan, hadir Tri Aji Pamungkas dan Muhammad Ikram selaku narasumber.
Dalam
pemaparannya, Tri Aji Pamungkas menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan
menyelenggarakan 5 program jaminan sosial utama, yaitu:
- JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)
- JKM (Jaminan Kematian)
- JHT (Jaminan Hari Tua)
- JP (Jaminan Pensiun)
- JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan)
Ia
menegaskan bahwa kepesertaan BPJS TK terbagi menjadi segmen formal dan
informal. Menariknya, perlindungan ini tidak hanya menyasar pekerja kantoran,
tetapi juga tahanan asimilasi hingga mahasiswa magang atau Kuliah Kerja Nyata
(KKN/KKL) yang masuk dalam kategori pekerja temporary (informal).
"Untuk
segmen informal seperti mahasiswa KKL, sistemnya sangat fleksibel. Jika sedang
aktif berkegiatan maka membayar iuran, dan jika sudah selesai maka tidak perlu
membayar lagi. Jadi, karena mahasiswa KKL ini turun ke lapangan selama 40 hari,
mereka cukup membayar iuran untuk masa 2 bulan saja," jelas Tri Aji.
Lebih
lanjut, ia memberikan kabar baik bahwa pada tahun ini terdapat program diskon
iuran sebesar 50% yang berlaku hingga Desember 2026. Pihak BPJS TK pun
secara terbuka mengajak institusi kampus untuk menjalin kerja sama demi
keselamatan akademik ini. Tak lupa, mereka juga mengedukasi tata cara klaim
yang mudah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.
Menanggapi
tawaran kerja sama tersebut, Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud.,
menyambut positif dan akan mengupayakan slot edukasi bagi mahasiswa setelah
mendapatkan persetujuan dari pimpinan.
"Kebetulan
dalam waktu dekat akan ada agenda pembekalan KKL. Kami mempersilakan
bapak-bapak dari BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir memberikan sosialisasi
langsung kepada mahasiswa. Mengenai pembiayaan, sebenarnya jika masuk dalam
penganggaran institusi akan sangat baik. Namun, karena anggaran tahun ini sudah
disahkan tahun lalu, untuk periode ini belum bisa dicover kampus. Mudah-mudahan
tahun depan bisa kita anggarkan agar tidak membebani mahasiswa," urai
Andry.
Di
sisi lain, Korpus Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd., ikut
mengatur teknis pelaksanaan sosialisasi agar berjalan efektif bagi 1.055
mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kabupaten Mempawah tersebut.
"Rencananya
sosialisasi akan dilaksanakan seminggu atau H-3 sebelum penerjunan lapangan.
Namun, jika dirasa waktunya terlalu mepet, kita bisa kondisikan alternatif lain
menggunakan Zoom Meeting. Intinya, kami menyambut baik agenda ini karena
manfaat perlindungannya sangat besar bagi mahasiswa," kata Dr. Budiyono.
Di
akhir pertemuan, Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I, menegaskan pentingnya
keberlanjutan program perlindungan ini. Mengingat medan dan risiko di lokasi
KKL Kabupaten Mempawah cukup dinamis, keselamatan mahasiswa harus menjadi
prioritas utama.
"Kami
berharap kolaborasi dan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat terus
berjalan secara legal dan berkelanjutan, walaupun nantinya terjadi pergantian
kepemimpinan di LP2M. Semua ini demi memastikan keselamatan dan ketenangan
mahasiswa kita saat berbakti di tengah masyarakat," pungkas Dr. Usman.
Writer: Jazilatul Adawiyah, M.Pd




.jpeg)



.jpeg)



















