Edisi Spesial, GEDEBUK Kupas Diaspora Madura
- Benturan atau perbedaan kultural.
- Kelemahan institusional.
- Persaingan ekonomi.
Download SK Juknis Penelitian Tahun 2026
Pontianak – Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LP2M) menggelar audiensi dan sosialisasi bersama BPJS
Ketenagakerjaan (BPJS TK). Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Rapat
LP2M, sebagai langkah awal untuk memberikan jaminan perlindungan bagi ratusan mahasiswa
yang akan segera melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Rapat
koordinasi ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I,
Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud, serta Koordinator Pusat (Korpus)
Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd. Sementara dari pihak
BPJS Ketenagakerjaan, hadir Tri Aji Pamungkas dan Muhammad Ikram selaku narasumber.
Dalam
pemaparannya, Tri Aji Pamungkas menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan
menyelenggarakan 5 program jaminan sosial utama, yaitu:
Ia
menegaskan bahwa kepesertaan BPJS TK terbagi menjadi segmen formal dan
informal. Menariknya, perlindungan ini tidak hanya menyasar pekerja kantoran,
tetapi juga tahanan asimilasi hingga mahasiswa magang atau Kuliah Kerja Nyata
(KKN/KKL) yang masuk dalam kategori pekerja temporary (informal).
"Untuk
segmen informal seperti mahasiswa KKL, sistemnya sangat fleksibel. Jika sedang
aktif berkegiatan maka membayar iuran, dan jika sudah selesai maka tidak perlu
membayar lagi. Jadi, karena mahasiswa KKL ini turun ke lapangan selama 40 hari,
mereka cukup membayar iuran untuk masa 2 bulan saja," jelas Tri Aji.
Lebih
lanjut, ia memberikan kabar baik bahwa pada tahun ini terdapat program diskon
iuran sebesar 50% yang berlaku hingga Desember 2026. Pihak BPJS TK pun
secara terbuka mengajak institusi kampus untuk menjalin kerja sama demi
keselamatan akademik ini. Tak lupa, mereka juga mengedukasi tata cara klaim
yang mudah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.
Menanggapi
tawaran kerja sama tersebut, Sekretaris LP2M, Andry Fitrianto, M.Ud.,
menyambut positif dan akan mengupayakan slot edukasi bagi mahasiswa setelah
mendapatkan persetujuan dari pimpinan.
"Kebetulan
dalam waktu dekat akan ada agenda pembekalan KKL. Kami mempersilakan
bapak-bapak dari BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir memberikan sosialisasi
langsung kepada mahasiswa. Mengenai pembiayaan, sebenarnya jika masuk dalam
penganggaran institusi akan sangat baik. Namun, karena anggaran tahun ini sudah
disahkan tahun lalu, untuk periode ini belum bisa dicover kampus. Mudah-mudahan
tahun depan bisa kita anggarkan agar tidak membebani mahasiswa," urai
Andry.
Di
sisi lain, Korpus Pengabdian pada Masyarakat, Dr. Budiyono, M.Pd., ikut
mengatur teknis pelaksanaan sosialisasi agar berjalan efektif bagi 1.055
mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kabupaten Mempawah tersebut.
"Rencananya
sosialisasi akan dilaksanakan seminggu atau H-3 sebelum penerjunan lapangan.
Namun, jika dirasa waktunya terlalu mepet, kita bisa kondisikan alternatif lain
menggunakan Zoom Meeting. Intinya, kami menyambut baik agenda ini karena
manfaat perlindungannya sangat besar bagi mahasiswa," kata Dr. Budiyono.
Di
akhir pertemuan, Ketua LP2M, Dr. Usman, M.Pd.I, menegaskan pentingnya
keberlanjutan program perlindungan ini. Mengingat medan dan risiko di lokasi
KKL Kabupaten Mempawah cukup dinamis, keselamatan mahasiswa harus menjadi
prioritas utama.
"Kami
berharap kolaborasi dan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat terus
berjalan secara legal dan berkelanjutan, walaupun nantinya terjadi pergantian
kepemimpinan di LP2M. Semua ini demi memastikan keselamatan dan ketenangan
mahasiswa kita saat berbakti di tengah masyarakat," pungkas Dr. Usman.
Writer: Jazilatul Adawiyah, M.Pd
Pontianak, 21 Mei 2026 – Dalam rangka merawat nalar kritis dan memperkuat akar pendidikan bangsa, LP2M IAIN PONTIANAK kembali GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) Episode 6 yang bertajuk "Pemikiran Ki Hadjar Dewantara ". Acara yang berlangsung di Rumah Jurnal LP2M IAIN Pontianak yang dipenuhi aroma khas Roti Kebeng dan Kopi Pancong, kegiatan dihadiri oleh Dewan Pendidikan Kalbar, Sekretaris LP2M, Dosen, Tendik dan Mahasiswa.
Gerakan Dedah Buku kali ini secara khusus mengupas tuntas
mahakarya dan kumpulan esai yang merangkum buah pikir Sang Bapak Pendidikan
Nasional. Buku ini dinilai sangat relevan untuk dihadirkan kembali di tengah
derasnya arus digitalisasi dan komersialisasi pendidikan modern saat ini.
Diskusi berjalan hangat yang dipandu oleh Jazilatul Adawiyah, M. Pd berlangsung dengan menghadirkan pemateri yang luar bisa yang merupakan mahasiswa S2 IAIN Pontianak. Dalam sesi bedah buku, narasumber menegaskan bahwa konsep ikonik Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani selama ini sering kali hanya dihafal sebagai slogan tanpa diresapi maknanya.
Resta Tutuffia Sari, S. Pd., selaku pemateri, menekankan
bahwa " Ki Hadjar Dewantara tidak pernah memandang pendidikan sebagai
pabrik pencetak pekerja. Melalui buku ini, kita diingatkan bahwa esensi
pendidikan adalah 'menuntun' segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik
sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat," ujarnya.
Ditengah-tengah diskusi Bapak Dr. Syamsul Kurniawan, M. S. I
selaku K Wadir Pasca & Dewan Pendidikan Kalbar menambahkan bahwa dalam buku
ini “Sekolah sebagai ruang hidup bersama untuk membentuk manusia merdeka
religius-humanis, dan mampu mengelola perbedaan secara demai melalui
keteladanan, kultur sosial, dialog dan pengalaman nyata, dan dianggap perlu
dalam dunia pendidikan menerapkan 5 pilar pedekatan dalam kontek pemikiran Ki
Hadjar Dewantara diantaranya Humanisasi, Kodesistensi, Keteladanan Sosial, Kebudayaan
dan Kemerdekaan Bertanggung Jawab,” ungkapnya.
Peserta yang hadir tampak sangat antusias, terbukti dari beberapa
pertanyaan dan dialektika yang terjadi selama sesi tanya jawab, salah satunya
ada ibu Ida yang mempertanyaakan “apakah pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini juga
bisa di terapkan di sekolah terhadap guru-guru sebagai bentuk dari sarana cara
mendidik siswa di ruang lingkup sekolah?” dan begitu pula pertanyaan dari ibu
Ratna Devi yang mempertanyakan” apakah ada strategi yang bisa digunakan pada
pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini bagi pembebasan berfikir dan menyampaikan
argumen dalam lingkungan sekolah?”.
Pertanyaan ini dijawab oleh pemateri dengan cermat bahwa bisa
saja pemikiran ini di terapkan pada sekolah-sekolah hanya saja masih diupayakan
oleh penulis untuk pengaplikasiannya. Begitu pula ditambah oleh Dewan
Pendidikan Kalbar menambahkan bahwa stretegi praktis mengajar bagi guru bisa
berupa Guru sebagai Kurator Atmosfer Moral, Pedagogi Pertemuan, Hidden
Curriculum Moderari, Metode Tafsir Sosial, Pendidikan Narasi, Pendidikan
“Rasa”, selain itu strategi yang bisa
digunakan dengan menggunakan strategi oprasional berupa ASIH (Afirmasi,
Simulasi, Interaksi dan Habituasi) menjadi Gerakan Dedah Buku ini diharapkan
tidak berhenti sebagai wacana di dalam ruangan saja.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian buku gratis kepada beberapa peserta yang aktif memberikan tanggapan kritis sepanjang diskusi berlangsung.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara
perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna memastikan program KKL berjalan
efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, LP2M IAIN Pontianak memaparkan rencana
pelaksanaan KKL 2026 yang dirancang lebih terarah dan berbasis kebutuhan
masyarakat. Program KKL akan difokuskan pada beberapa aspek utama, antara lain
pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan
literasi digital di tingkat desa.
Ketua LP2M IAIN Pontianak, Dr. Usman, menyampaikan bahwa KKL tidak
hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai
wadah kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat. “Kami ingin mahasiswa
tidak hanya hadir sebagai peserta KKL, tetapi benar-benar mampu memberikan
dampak nyata melalui program yang solutif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Asisten I, Jamila, menyambut baik
rencana pelaksanaan KKL 2026. Ia menilai kehadiran mahasiswa dapat menjadi
mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya
dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kehidupan sosial
keagamaan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, LP2M bersama pihak Pemerintah
Kabupaten Mempawah akan melakukan survei lapangan guna menentukan lokasi
penempatan mahasiswa secara lebih tepat.
Pontianak, 09 Februari 2026 – LP2M IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang ke-5 di Ruang Rumah Jurnal dengan disuguhkan Roti Kebeng dan Kopi Pancong. Kesempatan ini membedah buku dengan judul “Reset Indonesia” ditulis oleh tim lintas generasi dari Ekpedisi Indonesia Baru, yaitu Farid Gaban, Dandhy Dwi Laksono, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu kegiatan ini telah sukses diselenggarakan sebagai ruang diskusi intelektual yang membahas arah baru pembangunan bangsa di tengah tantangan global dan dinamika nasional yang terus berkembang. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Ya’kub, S. Kom.I dan dihadiri oleh Dosen lingkungan IAIN Pontianak, mahasiswa, serta staf LP2M juga ikut terlibat.
Bapak Noviansyah, S. Pd. I., M. E selaku pemateri menyampaikan bahwa buku ini disusun dari hasil perjalanan ke berbagai pelosok Indonesia untuk merekam realita yang terabaikan oleh narasi-narasi yang dibagun oleh beberapa pemilik kebijakan, Reset yang dimaksud bukanlah menggantikan negara, melainkan menata ulang aturan main agar Indonesia kembali pada tujuan keadilan sosial. “Sebenarnya Isi dari buku ini bukan hanya sekedar mengkritik ketimpangan, kerusakan serta polemik lainnya, melainkan mengajak bangsa untuk menekan tombol reset bagi yang kebhabisan napas ditengah perlombaan modernitas”.
Dalam kegiatan ini, “Reset Indonesia” dibedah secara komprehensif dengan menyoroti gagasan utama tentang perlunya pembaruan cara berpikir, tata kelola, serta strategi pembangunan nasional agar Indonesia mampu beradaptasi dan bangkit menghadapi perubahan zaman, ditengah-tengah diskusi peserta antusias menyampaikan pendapat bahwa konsep “reset” bukan sekadar perubahan teknis, melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan kritis dan reflektif dari peserta. Isu-isu strategis seperti kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, inovasi, serta peran generasi muda menjadi fokus utama dalam dialog. Peserta juga diajak untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia ke depan, sekaligus merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan dari lingkup individu hingga kebijakan publik.
Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih mendalam serta kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan paradigma demi mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Acara ini menjadi bukti bahwa literasi dan diskusi publik memiliki peran penting dalam membangun optimisme dan arah baru bagi masa depan bangsa.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat LP2M. Kegiatan ini diikuti oleh para Koordinator Pusat dan staf di lingkungan LP2M IAIN Pontianak.
Kegiatan Pra Raker dan RTM ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi serta perumusan perencanaan strategis program kerja LP2M dengan mengusung tema besar “Review Program Kerja LP2M Tepat Sasaran Menunjang PERKIN Rektor.” Jalannya kegiatan dipandu oleh Sekretaris LP2M, Andry Fitriyanto, M.Ud, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, LP2M menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Ali Hasmy, M.Si, menyampaikan materi terkait Arah Kebijakan LP2M, yang menjadi dasar dan pedoman dalam penguatan serta pengembangan program kerja LP2M ke depan.
Selanjutnya, Perencana Ahli Madya, Suhaimi, S.Ag., M.Pd, memaparkan materi mengenai Penyusunan Anggaran dan Kegiatan, yang bertujuan untuk memastikan keselarasan antara perencanaan program dengan kebijakan serta alokasi anggaran yang tersedia.
Materi terkait Pelaporan dan Pertanggungjawaban Kegiatan disampaikan oleh Kepala Satuan Pengawas Internal, Dr. Fauziah, S.Pd., MM, yang menekankan pentingnya akuntabilitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan setiap kegiatan LP2M.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LP2M, Omar Mukhtar Al Assad, S.E., M.Ak., Ak, menyampaikan paparan mengenai Pengeluaran Anggaran Kegiatan, khususnya terkait mekanisme pengelolaan dan tata kelola keuangan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Melalui pelaksanaan Pra Raker dan Rapat Tinjauan Manajemen ini, pimpinan LP2M IAIN Pontianak berharap para jajaran LP2M memiliki kesamaan persepsi dan komitmen dalam menyusun serta melaksanakan program kerja yang terarah, efektif, dan tepat sasaran. Dengan sinergi yang kuat antarunit, LP2M diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pencapaian Perjanjian Kinerja (PERKIN) Rektor IAIN Pontianak.
Penulis. Fathaniah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), memperpanjang batas waktu pengajuan proposal penelitian berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) tahun 2026.
Perpanjangan ini diberikan untuk memberikan kesempatan tambahan bagi dosen dan peneliti dalam menyempurnakan proposal mereka. Batas waktu pengajuan proposal telah diperpanjang hingga 15 Februari 2026. Pengajuan proposal dapat dilakukan melalui LITAPDIMAS. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi LP2M IAIN Pontianak.
Dengan perpanjangan ini, diharapkan para peneliti dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan proposal penelitian yang berkualitas dan sesuai dengan standar SBK 2026.
Pontianak, 15 Januari 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GeDeBuk (Gerakan Dedah Buku) Episode 4, Kamis (15/1), bertempat di Ruang Rumah Jurnal, Gedung Rektorat lantai dasar. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB ini membedah buku Logika Adalah Senjata karya Soe Tjen Marching.
Kegiatan bedah buku ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur civitas akademika, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa. Keberagaman latar belakang peserta turut memperkaya diskusi dan pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung.
Bedah buku menghadirkan Andry Fitriyanto, M.Ud. sebagai narasumber dengan Adi Santoso, S.Pd.I. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengulas pentingnya kemampuan berpikir logis dan kritis dalam menyikapi informasi di era digital.
Buku Logika Adalah Senjata dipaparkan sebagai panduan praktis untuk melatih cara berpikir rasional melalui pengenalan logika sederhana, pembongkaran trik retorika seperti ethos, pathos, dan logos, serta pengenalan berbagai kesalahan logika (fallacies) yang kerap digunakan dalam politik, media, dan iklan. Buku ini juga menawarkan sudut pandang logika yang beragam dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta diskusi, Eka Hendry, M.Si., menyampaikan pandangannya bahwa keberanian berpikir berbeda merupakan bagian penting dari proses intelektual. “Jangan takut berpikiran aneh, karena kita tidak tahu apakah pikiran aneh itu akan menjadi kebenaran di masa yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan GeDeBuk, LP2M IAIN Pontianak berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, diskusi, dan berpikir kritis di lingkungan kampus, serta mendorong sivitas akademika menjadikan logika sebagai senjata dalam menghadapi kompleksitas informasi di era modern.
Penulis: Fathaniah
Pontianak — Dalam rangka memperingati Hari Pantun Dunia, LP2M bekerja sama dengan Serumpun Berpantun menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi Hari Pantun Dunia pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Theater FTIK Lantai 5, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.
Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Character Building Melalui Pantun”, yang bertujuan untuk memperkuat peran pantun sebagai warisan budaya tak benda dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.
Pemateri pertama, Eka Hendry, menyampaikan bahwa pantun memiliki nilai edukatif yang sangat kuat dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurutnya, pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra tradisional, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai moral, etika, kearifan lokal, serta identitas budaya bangsa. Pantun dapat dijadikan sarana efektif dalam pendidikan karakter karena mengajarkan kesantunan berbahasa, kreativitas berpikir, serta kepekaan sosial.
Sementara itu, pemateri kedua, H. Nur Iskandar, M.Si., menegaskan bahwa pantun memiliki kekuatan untuk menghegemoni dunia melalui filsafat yang dikandungnya. Ia menjelaskan bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan refleksi pemikiran mendalam masyarakat Melayu tentang kehidupan. Di dalam pantun terkandung nilai kebijaksanaan, etika, serta pandangan hidup yang bersifat universal, sehingga pantun mampu menjadi jembatan dialog antarbudaya di tingkat global.
Melalui kegiatan ini, LP2M berharap pantun tidak hanya dilestarikan sebagai tradisi budaya, tetapi juga diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pantun diharapkan dapat menjadi media strategis dalam penguatan karakter, pelestarian nilai-nilai kebudayaan lokal, serta pembangunan identitas nasional di lingkungan akademik.
Struktur Organisasi LP2M