LP2M IAIN PONTIANAK
Kemenangan Bu Sri di Lomba Karaoke Menjadi Puncak Kemeriahan HUT RI ke-79

Kemenangan Bu Sri di Lomba Karaoke Menjadi Puncak Kemeriahan HUT RI ke-79


 Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa, 20 Agustus 2024 – Suasana di halaman rumah Bapak Murdi, Kepala Desa Kalimas, tetap meriah meskipun malam semakin larut. Setelah melewati berbagai lomba seru, akhirnya tiba saat yang dinantikan – pengumuman pemenang lomba karaoke kategori ibu-ibu. Detik-detik menegangkan meliputi seluruh peserta dan hadirin, terutama para ibu-ibu yang telah menampilkan kemampuan vokal mereka.

"Dan pemenang lomba karaoke kategori ibu-ibu adalah..." suara MC menggantung, menambah ketegangan. "Bu Sri dari RT 03!" teriak MC dengan semangat, disertai sorakan gemuruh dari penonton. Bu Sri, dengan wajah merah karena haru dan malu, perlahan berjalan menuju panggung sambil melambai-lambai.

Bapak Camat Sungai Kakap dan Bapak Murdi langsung menyambut Bu Sri dengan hangat. Mereka memberikan selamat dan mengalungkan medali kepada Bu Sri. Tidak hanya itu, Bapak Camat juga menyerahkan hadiah berupa uang tunai sebesar lima puluh ribu rupiah. "Selamat ya, Bu Sri! Suara Ibu sangat merdu," puji Bapak Camat. "Semoga Ibu terus berkarya dan menghibur kita semua."

Bu Sri mengucapkan terima kasih dengan terbata-bata, "Terima kasih banyak, Pak Camat, Pak Kades. Saya tidak menyangka bisa menang," ujarnya dengan tulus. Kemenangan Bu Sri menjadi puncak acara malam itu, memancarkan senyum sumringah dari wajahnya dan kegembiraan di antara seluruh warga yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari para juara lainnya, diiringi tawa dan canda yang lepas. Malam itu, Desa Kalimas benar-benar dipenuhi oleh kebahagiaan dan rasa kebersamaan. Perayaan HUT RI ke-79 menjadi momen yang tak terlupakan, mempererat tali silaturahmi dan menambah semangat kemerdekaan di hati setiap warga.

Penulis : Syaifullah Alivia


Penampilan Memukau Sri di Perayaan HUT RI ke-79 Desa Kalimas

Penampilan Memukau Sri di Perayaan HUT RI ke-79 Desa Kalimas

 


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa, 20 Agustus 2024 – Malam di halaman rumah Bapak Murdi, Kepala Desa Kalimas, dipenuhi dengan semangat dan kehangatan. Cahaya lampu menghiasai langit malam, menerangi wajah-wajah penuh semangat dari warga yang tengah merayakan HUT RI ke-79. Di tengah kemeriahan, terdengar alunan merdu sebuah suara, yaitu suara Sri, siswi SMA Negeri 4 Kalimas, yang tengah menyanyikan lagu "17 Agustus."

Suara emas Sri membahana, menggetarkan hati setiap pendengar dan seakan membawa mereka kembali mengenang perjuangan para pahlawan. Penampilan Sri mengundang tepuk tangan meriah dari penonton, termasuk Bapak Camat Sungai Kakap, yang terlihat terkesima. Senyum haru terukir di wajah Bapak Camat saat Sri menyelesaikan lagu.

Setelah penampilan selesai, Bapak Camat menghampiri Sri dan memberikan hadiah sebesar lima puluh ribu rupiah sebagai apresiasi. "Terima kasih banyak, Bu," ucap Sri dengan suara gemetar, penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, Nak. Suara kamu sangat merdu," puji Bapak Camat sambil tersenyum. "Semoga kamu terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah dan desa kita."

Hadiah yang diberikan Bapak Camat bukan hanya sekadar uang, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Sri untuk terus mengembangkan bakatnya. Sri merasa sangat beruntung dapat tampil di hadapan Bapak Camat dan warga desa. Malam itu, nama Sri menjadi buah bibir di kalangan warga. Mereka kagum akan bakat yang dimiliki gadis muda ini. Sri berharap, suatu saat nanti suaranya dapat menginspirasi banyak orang dan terus berkontribusi dalam memeriahkan acara-acara desa di masa depan.

Penulis : Syaifulah Alivia


Semangat Kemerdekaan di Desa Kalimas: Peringatan HUT RI ke-79

Semangat Kemerdekaan di Desa Kalimas: Peringatan HUT RI ke-79


 Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa, 20 Agustus 2024 – Malam di Desa Kalimas dipenuhi dengan semangat kemerdekaan yang berkobar meskipun mentari telah berpulang. Di halaman rumah Bapak Murdi, Kepala Desa Kalimas, ratusan warga berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 dengan penuh suka cita.

Di tengah kerumunan yang antusias, berdiri tegak Camat Sungai Kakap, sosok pemimpin yang dicintai warganya. Dengan suara yang berwibawa namun hangat, Camat memulai sambutannya. "Malam ini, kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan. Jasa-jasa mereka tidak akan pernah terlupakan," ucapnya, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Beliau melanjutkan, "Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah anugerah yang tak ternilai. Sebagai generasi penerus, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. Mari kita terus membangun desa kita, bekerja sama, dan saling membantu." Sorot mata  Camat beralih ke wajah-wajah antusias warga. "Saya melihat semangat juang yang tinggi di mata kalian semua. Ini adalah modal yang sangat berharga untuk membangun Desa Kalimas menjadi desa yang lebih maju dan sejahtera."

Dalam sambutannya, Camat juga menyoroti berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh Desa Kalimas dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berkontribusi dalam pembangunan desa. Acara malam itu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba makan kerupuk, tarik tambang, dan pertunjukan seni. Suasana dipenuhi dengan tawa anak-anak, nostalgia orang dewasa, dan kebersamaan seluruh warga.

Di penghujung acara, Camat kembali naik ke panggung. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara ini. Semoga semangat kebersamaan kita semakin kuat. Selamat merayakan HUT RI ke-79! Merdeka!" teriaknya dengan semangat. Sorakan merdeka membahana menggema di malam itu, dan cahaya kemerdekaan menerangi wajah-wajah bahagia warga Desa Kalimas. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan bukan hanya sekadar tanggal dalam kalender, tetapi semangat yang harus terus hidup dalam jiwa setiap anak bangsa.

Penulis : Syaifulah Alivia


Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas: Hujan Menambah Keceriaan

Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas: Hujan Menambah Keceriaan

 


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa, 20 Agustus 2024 – Malam itu, langit Desa Kalimas diselimuti awan kelabu, dan rintik hujan mulai turun, membasahi bumi yang haus. Meski cuaca kurang bersahabat, semangat warga tidak surut. Ratusan orang telah berkumpul di lapangan desa, siap merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79.

Lapangan desa, yang biasanya sepi, kini dipenuhi oleh lautan manusia. Payung warna-warni berjejer rapi, melindungi warga dari derasnya hujan. Anak-anak berlarian dengan ceria, tak peduli pakaian mereka yang basah kuyup. Para ibu sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk dibagikan kepada warga, sementara para bapak mengatur segala sesuatunya agar acara tetap berjalan lancar.

Hujan yang awalnya deras mulai reda, memberikan ruang bagi bintang-bintang dan sinar rembulan untuk menembus celah-celah awan. Suasana yang romantis dan menyentuh ini melengkapi perayaan malam itu. Acara dibuka oleh pembawa acara dengan suara lantang, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Berbagai lomba digelar untuk memeriahkan malam itu. Lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba tarik tambang menarik perhatian semua orang. Setiap lomba diiringi sorak sorai penonton, dengan anak-anak berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat, dan para orang tua tertawa riang melihat tingkah lucu anak-anak mereka.

Puncak acara adalah pengundian doorprize, dengan hadiah-hadiah menarik seperti sepeda, kulkas, dan televisi. Setiap nama yang dipanggil disambut dengan sorak sorai yang membahana.

Malam itu, hujan tidak hanya membasahi bumi, tetapi juga membasahi hati seluruh warga Desa Kalimas. Kebersamaan dan kekompakan yang tercipta membuat perayaan HUT RI ke-79 menjadi sangat berkesan. Hujan yang turun seakan menjadi berkah, karena menyatukan mereka dalam semangat persatuan dan kesatuan.

Penulis : Syaifullah Alivia


Meriahnya Tarian Adat Dayak di Halaman Rumah Kepala Desa

Meriahnya Tarian Adat Dayak di Halaman Rumah Kepala Desa


 Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa, 20 Agustus 2024 – Udara malam di Desa Kalimas terasa sejuk dan menyegarkan setelah hujan reda. Bulan yang terang menerangi halaman rumah Kepala Desa Murdi, yang sudah dipenuhi oleh warga desa yang bersemangat merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79. Salah satu acara puncak perayaan adalah pertunjukan tarian adat Dayak yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 4 Kalimas.

Pukul 21.00 WIB, pertunjukan dimulai dengan meriah. Para siswa SMA Negeri 4 Kalimas mengenakan kostum adat Dayak yang berwarna-warni dan berbaris rapi di hadapan panggung sederhana. Semangat dan percaya diri terpancar dari setiap gerakan mereka. Hentakan gendang dan tabuhan gong mengantar dimulainya tarian perang, yang menggambarkan keberanian dan semangat juang para leluhur Dayak.

Penonton, yang terdiri dari warga desa dan mahasiswa IAIN Pontianak yang juga hadir, tampak terpesona dengan penampilan yang memukau. Gerakan-gerakan tarian yang lincah dan sulit dilaksanakan berhasil menyihir seluruh hadirin. "Saya sangat bangga dengan anak-anak kita. Mereka berhasil melestarikan budaya Dayak," ujar Pak Murdi, Kepala Desa Kalimas, dengan wajah sumringah.

Setelah pertunjukan tarian adat, suasana malam semakin semarak dengan berbagai kegiatan seperti lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba tarik tambang. Berbagai jajanan tradisional menambah keceriaan acara, membuat perayaan HUT RI di Desa Kalimas tahun ini menjadi momen yang sangat berkesan.

Acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi ajang penting untuk melestarikan budaya Dayak. Harapannya, generasi muda akan terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur mereka, agar tradisi yang berharga ini tidak hilang ditelan zaman.

Penulis : syaifullah alivia


Euforia Malam Kemerdekaan: Ribuan Warga Desa Kalimas Ramaikan Undian Berhadiah

Euforia Malam Kemerdekaan: Ribuan Warga Desa Kalimas Ramaikan Undian Berhadiah

 


Desa Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) - Malam tanggal 20 Agustus 2024, Desa Kalimas dipenuhi dengan euforia yang tak biasa dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79. Suasana malam itu terasa lebih hangat, bukan hanya karena cuaca, tetapi juga karena antusiasme warga yang berkumpul untuk menyaksikan acara undian berhadiah yang sangat dinantikan.

Lapangan desa yang biasanya sepi kini dipadati oleh ribuan warga yang dengan penuh semangat menyoroti panggung utama. Anak-anak berlarian dengan ceria, kaum ibu berbisik penuh harap, dan para bapak menunggu dengan sabar giliran nama mereka dipanggil. Alunan musik dangdut dari pengeras suara semakin memeriahkan suasana malam tersebut.

Saat yang ditunggu akhirnya tiba, MC mulai membacakan nama-nama pemenang undian dengan suara lantang. Setiap nama yang disebut disambut dengan sorakan gemuruh dari kerumunan. Hadiah-hadiah menarik mulai muncul dari balik panggung, termasuk televisi layar datar, kulkas, sepeda motor, serta berbagai perabotan rumah tangga seperti kipas angin dan panci yang menjadi rebutan utama.

Kebahagiaan terlihat jelas di wajah para pemenang. Seorang nenek tua tak bisa menahan air mata haru saat menerima kipas angin, mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, akhirnya ada yang bisa mengusir panas di rumah." Sementara itu, seorang anak kecil terlihat melonjak kegirangan saat mendapatkan sepeda yang telah lama diimpikannya.

Kegembiraan juga dirasakan oleh para panitia penyelenggara. Mereka merasa puas karena acara ini berhasil membuat masyarakat Desa Kalimas merasa bahagia. Ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih, "Ini semua berkat kerja sama seluruh warga," sambil menyeka keringat di dahinya.

Meski malam semakin larut, kegembiraan warga Desa Kalimas terus berlanjut. Mereka terus berbincang, tertawa, dan menikmati hidangan yang telah disediakan. Malam itu, Desa Kalimas menjadi saksi betapa pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam merayakan kemerdekaan, memperkuat rasa persatuan di antara warga.

Penulis : Syaifullah Alivia


Pendidikan dan Pengembangan Lingkungan: Aktivitas Hari Kesepuluh Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Miftahul Huda

Pendidikan dan Pengembangan Lingkungan: Aktivitas Hari Kesepuluh Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Miftahul Huda

 


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 1 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengisi hari kesepuluh mereka dengan serangkaian kegiatan yang terorganisir dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Miftahul Huda. Kegiatan ini mencerminkan semangat mahasiswa dalam berkontribusi secara langsung kepada masyarakat setempat, terutama dalam bidang pendidikan dan lingkungan.

Mahasiswa yang berasal dari jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mendapatkan tugas untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar di MI Miftahul Huda. Mereka memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi di sekolah tersebut, sekaligus berinteraksi langsung untuk membantu proses pembelajaran. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman mengajar para mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di MI Miftahul Huda.

Selain itu, mahasiswa lainnya melanjutkan proyek pembuatan taman di halaman sekolah. Mereka terlibat dalam penanaman pohon dan perawatan taman, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri di sekolah tersebut. Proyek ini juga bertujuan untuk mendukung pendidikan lingkungan bagi para siswa, sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.

Pada sore hari, sekelompok mahasiswa pergi ke kebun untuk melakukan pencangkokan tanaman buah manis. Mereka belajar tentang teknik bercocok tanam yang benar dan mendalami proses pertumbuhan tanaman. Sementara itu, beberapa mahasiswa lainnya mengumpulkan tanah bekas pabrik karet untuk digunakan sebagai pupuk organik, yang akan diaplikasikan pada proyek penanaman di MI Miftahul Huda.

Menutup hari yang produktif, seluruh mahasiswa KKL Kelompok 1 berkumpul untuk melaksanakan sholat berjamaah dan membaca Yasin bersama setelah maghrib. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara mahasiswa, sekaligus meneguhkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai agama selama menjalani program KKL. 

Melalui berbagai kegiatan ini, mahasiswa IAIN Pontianak diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Miftahul Huda, sambil memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai bidang.

Penulis : Tim PDD


Kebersamaan dalam Gotong Royong dan Pengajian: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Hari Kesembilan di Desa Madu Sari

Kebersamaan dalam Gotong Royong dan Pengajian: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Hari Kesembilan di Desa Madu Sari

 


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak pada hari kesembilan, Jumat, 2 Agustus 2024, melanjutkan kegiatan pembersihan rumput liar sebagai bagian dari program kerja pembuatan taman sekolah Miftahul Huda di Desa Madu Sari.

Dalam kegiatan ini, tidak hanya mahasiswa yang terlibat, tetapi juga siswa-siswi Miftahul Huda. Mereka ikut membantu memotong dan membakar rumput di area yang akan dijadikan taman sekolah. Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, para siswa turut berkontribusi, menjadikan pekerjaan ini selesai lebih cepat.

Kebersamaan antara mahasiswa dan siswa-siswi Miftahul Huda menciptakan suasana gotong-royong yang harmonis, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para siswa dalam berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Setelah kegiatan pagi, pada siang harinya, mahasiswa KKL Kelompok 1, khususnya perempuan, mengikuti kegiatan rutin pengajian yang diadakan setiap Jumat oleh majelis muslimat Fatayat NU An-Nisa Kubu Raya. 

Pengajian ini bertujuan untuk menambah ilmu keagamaan dan mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa perempuan dengan jamaah ibu-ibu di Desa Madu Sari. Melalui pengajian ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat setempat, menciptakan hubungan yang lebih akrab.

Penulis : Tim PDD


Kolaborasi dan Kepedulian: Kontribusi Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Madu Sari

Kolaborasi dan Kepedulian: Kontribusi Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Madu Sari

 


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada hari kedelapan, tanggal 1 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 1 IAIN Pontianak melanjutkan aktivitas mereka di Desa Madu Sari dengan membagi kelompok untuk mengerjakan beberapa agenda penting. 

Sebagian mahasiswa fokus pada kegiatan mengajar di sekolah, di mana mereka berbagi ilmu pengetahuan dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi. Aktivitas ini merupakan upaya untuk mendukung pendidikan di desa tersebut.

Sementara itu, kelompok mahasiswa lainnya melakukan kegiatan pemeliharaan lingkungan dengan memotong dan menebas rumput di halaman sekolah. Pembersihan area ini adalah langkah awal dalam persiapan pembuatan taman sekolah yang direncanakan akan menjadi bagian dari program kerja mereka.

Pada sore hari, mahasiswa melanjutkan pekerjaan dengan memotong sisa-sisa rumput dan membakarnya. Hasil pembakaran ini nantinya akan diolah menjadi pupuk yang akan digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanaman dalam program kerja mendatang. Upaya ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di Desa Madu Sari.

Malam harinya, para mahasiswa laki-laki turut serta dalam acara tahlilan yang rutin diadakan di salah satu rumah warga Madu Sari. Kehadiran mereka dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar partisipasi, tetapi juga menunjukkan minat mereka untuk memahami arti penting dari silaturahmi dan mempererat hubungan dengan warga setempat.

Kehadiran mahasiswa dalam acara ini selama beberapa hari terakhir berjalan dengan lancar dan penuh hikmat, mencerminkan komitmen KKL Kelompok 1 IAIN Pontianak dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat.

Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan, mahasiswa KKL Kelompok 1 IAIN Pontianak terus berupaya memberikan dampak positif dalam aspek pendidikan, lingkungan, dan hubungan sosial di Desa Madu Sari.

Penulis : Tim PDD


Kolaborasi dan Kemandirian: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Madu Sari

Kolaborasi dan Kemandirian: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Madu Sari

 


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 1 IAIN Pontianak memulai hari ketujuh mereka di Desa Madu Sari dengan sarapan pagi bersama. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan melaksanakan program kerja mengajar, yang telah dibahas bersama kepala sekolah pada hari sebelumnya. Sebanyak 8 mahasiswa dari jurusan Pendidikan, khususnya dari program studi PGMI, terlibat langsung dalam agenda mengajar ini.

Kegiatan mengajar ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk berbagi ilmu yang telah mereka dapatkan selama perkuliahan dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi di sekolah setempat. Melalui interaksi ini, mahasiswa memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan di Desa Madu Sari.

Sementara itu, mahasiswa lain yang tidak terlibat dalam kegiatan mengajar turut serta dalam kegiatan gotong royong bersama warga. Mereka membantu mengambil dan mengantarkan mesin molen semen menggunakan pick up ke kantor Desa, sesuai permintaan Kepala Desa. Aktivitas ini membutuhkan kerjasama yang baik antara mahasiswa dan warga agar mesin dapat dipindahkan dengan aman dan tepat waktu.

Pada siang harinya, mahasiswa mengambil inisiatif untuk melakukan pemeliharaan lingkungan dengan memotong rumput liar di sekitar posko menggunakan mesin rumput. Tindakan ini penting untuk menjaga kenyamanan, kebersihan, dan kerapihan area sekitar.

Kemudian, sore harinya, para mahasiswa laki-laki melanjutkan pekerjaan lain dengan membuat tempat cuci piring dari bambu yang telah mereka ambil pada hari sebelumnya. Pembuatan tempat cuci piring ini merupakan upaya mahasiswa untuk menyediakan fasilitas mandiri yang berguna selama berada di posko.

Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, mulai dari pendidikan, kerja sama dengan warga, hingga pemeliharaan lingkungan, mahasiswa KKL Kelompok 1 IAIN Pontianak telah menunjukkan kontribusi yang bermakna dan keterlibatan aktif mereka dalam membantu masyarakat di Desa Madu Sari.

Penulis : Tim PDD


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak