LP2M IAIN PONTIANAK
Dialog Inspiratif di Masjid Jamiahtul Sholihin: Syaifullah dan Tokoh-tokoh Keagamaan

Dialog Inspiratif di Masjid Jamiahtul Sholihin: Syaifullah dan Tokoh-tokoh Keagamaan


 Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 19 Agustus 2024 – Menjelang senja di Pontianak, suasana di Masjid Jamiahtul Sholihin tetap khusyuk usai pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah. Di sudut ruangan, Syaifullah, mahasiswa IAIN Pontianak, terlibat dalam diskusi hangat dengan dua sosok terhormat di kalangan jamaah, Doyok dan Meng.

Sebagai tokoh sentral di masjid, Doyok dan Meng selalu menjadi rujukan bagi jamaah. Syaifullah, dengan penuh semangat, mengajukan berbagai pertanyaan seputar sejarah masjid, kegiatan keagamaan yang pernah diselenggarakan, dan kisah inspiratif dari tokoh agama terdahulu.

"Bapak Doyok, Bapak Meng, saya sangat kagum dengan sejarah panjang masjid ini. Bagaimana bisa masjid ini tetap kokoh berdiri dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar selama bertahun-tahun?" tanya Syaifullah.

Dengan senyum khas, Doyok memulai ceritanya, "Masjid ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak perjuangan dilakukan oleh pendahulu kita untuk menjaga agama Islam di tanah ini. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan dakwah."

Meng menambahkan, "Keharmonisan dan kekompakan para jamaah juga merupakan kunci keberlangsungan masjid ini. Kita semua bertanggung jawab untuk merawat masjid agar tetap menjadi rumah bagi seluruh umat Islam."

Perbincangan semakin hangat saat Syaifullah menceritakan tentang kegiatan keagamaan di kampus IAIN Pontianak. Ia juga berbagi pengalamannya mengikuti kajian dan diskusi ilmu agama. Doyok dan Meng mengapresiasi semangat belajar Syaifullah dan memberikan dorongan agar ia terus aktif dalam kegiatan keagamaan.

"Syaifullah, kamu adalah generasi penerus bangsa. Jagalah ilmu agama yang kamu miliki dan sebarkan kepada orang-orang di sekitarmu. Jadilah generasi muda yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi agama dan bangsa," pesan Doyok.

Syaifullah merasa sangat beruntung dapat berdiskusi dengan tokoh-tokoh yang sangat menginspirasi. Ia semakin termotivasi untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agamanya. Di akhir pertemuan, Syaifullah mengucapkan terima kasih kepada Doyok dan Meng atas waktu dan ilmu yang telah mereka berikan.

Dengan hati penuh rasa syukur, Syaifullah melangkah keluar dari masjid. Cahaya bulan malam ini menyinari langkahnya menuju masa depan yang penuh harapan.

Penulis : Syaifullah Alivia


Kelompok KKL 49 Buat Tumpeng untuk Lomba di Desa Merarai Satu

Kelompok KKL 49 Buat Tumpeng untuk Lomba di Desa Merarai Satu

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 17 Agustus 2024 – Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, kelompok KKL 49 dari IAIN Pontianak menunjukkan dedikasi dan kreativitas mereka dengan ikut serta dalam lomba tumpeng yang diadakan di lapangan Desa Merarai Satu. Lomba ini dilaksanakan setelah upacara bendera dan diikuti oleh berbagai RT serta komunitas di desa tersebut.

Persiapan kelompok KKL 49 dimulai sejak malam hari, dengan anggota kelompok yang bekerja sama dalam menyiapkan tumpeng tersebut. Proses pembuatan tumpeng berlangsung intensif, dimulai dari memilih bahan-bahan, memasak, hingga menghias tumpeng dengan berbagai lauk pauk tradisional seperti ayam goreng, telur dadar, dan tempe orek. Setelah berjam-jam bekerja tanpa henti, tumpeng mereka akhirnya siap menjelang subuh, sekitar pukul 5 pagi.

"Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Meski lelah, semangat kebersamaan membuat kami mampu menyelesaikan tumpeng ini dengan baik," ujar Della, CO Konsumsi KKL 49. Tumpeng yang dibuat oleh kelompok ini dihiasi dengan hiasan sayuran yang artistik dan menarik, menjadikannya salah satu peserta yang cukup diperhitungkan dalam lomba tersebut.

Lomba tumpeng ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan kuliner, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKL dan warga desa. Meski hasil akhirnya belum diumumkan, usaha dan kerja keras kelompok KKL 49 patut diapresiasi. Mereka berharap, melalui partisipasi dalam lomba ini, hubungan mereka dengan warga desa semakin erat dan penuh dengan kebersamaan.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Merarai 01 Persiapkan Acara Pentas Seni di TK Bunga Bangsa

Mahasiswa KKL Merarai 01 Persiapkan Acara Pentas Seni di TK Bunga Bangsa

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) Selasa 20 Agustus 2024 – Pada Selasa, 20 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Merarai 01 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mempersiapkan acara pentas seni di Taman Kanak-Kanak (TK) Bunga Bangsa. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat, memberikan mahasiswa kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas komunitas.

Persiapan acara dimulai beberapa minggu sebelumnya, dengan mahasiswa KKL Merarai 01 terlibat dalam perencanaan acara yang mencakup desain program dan pengaturan teknis. Angga, ketua KKL Merarai 01, menjelaskan bahwa mahasiswa bekerja sama dengan guru dan staf TK Bunga Bangsa untuk memastikan acara berjalan lancar. Mereka terlibat dalam pembuatan dan penataan dekorasi panggung yang ceria dan menarik, serta dalam pembuatan kostum untuk pertunjukan seni, memastikan bahwa kostum sesuai dengan tema dan nyaman untuk anak-anak.

“Di sini kami bekerja sama untuk memeriahkan acara dengan berkolaborasi dengan para dewan guru, mulai dari konsep acara, dekorasi panggung, hingga pembuatan kostum,” ungkap Angga.

Selain aspek dekorasi dan kostum, mahasiswa juga mengurus logistik acara, termasuk koordinasi jadwal pertunjukan dan pengaturan teknis. Mereka memastikan perlengkapan audio-visual berfungsi dengan baik dan melakukan uji coba sebelum hari-H untuk menghindari masalah teknis. Dengan keahlian dan ketelitian mereka, mahasiswa KKL Merarai 01 membantu menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan lancar bagi semua peserta.

Partisipasi aktif mahasiswa dalam acara ini tidak hanya memperkuat keterampilan organisasi dan manajerial mereka, tetapi juga mempererat hubungan dengan komunitas lokal. Melalui kerja keras dan komitmen mereka, mahasiswa ini menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak dan memberikan dampak positif dalam komunitas. Interaksi mereka dengan anak-anak dan orang tua selama persiapan acara memperlihatkan bagaimana kegiatan ini memfasilitasi pembelajaran praktis yang bermanfaat.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Gotong Royong di TK Darma Kartini

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Gotong Royong di TK Darma Kartini

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) Rabu 21 Agustus 2024 – Mahasiswa dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak terlibat dalam kegiatan gotong royong di Taman Kanak-Kanak (TK) Darma Kartini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perbaikan fasilitas dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak di sekolah tersebut.

Selama kegiatan, mahasiswa KKL tidak hanya membantu pembersihan area sekitar sekolah, tetapi juga terlibat dalam pengecatan dinding, perbaikan mainan, dan penataan ruang kelas. Angga, ketua KKL, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. “Kami berharap, kontribusi kami dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di TK Darma Kartini,” ujar Angga.

Kepala TK Darma Kartini, Yatik, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKL dan mengapresiasi bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Gotong royong ini tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat,” ungkap Yatik.

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam masyarakat, serta mengembangkan empati dan keterampilan kerja sama. Diharapkan, kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini, memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis : Siti farida


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Adakan Kegiatan Belajar Mengajar di SD 38 Desa Punggur Kapuas

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Adakan Kegiatan Belajar Mengajar di SD 38 Desa Punggur Kapuas

 


Punggur (lp2m.iainptk.ac.id) 21 Agustus 2024 – Pada tanggal 21 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan kegiatan belajar mengajar berpusat pada pelajaran agama di SD 38 Desa Punggur Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi pelajaran agama, sekaligus menyegarkan suasana kelas.

Kegiatan dimulai dengan metode pengajaran interaktif yang meliputi diskusi dan kegiatan praktik untuk membantu siswa memahami materi pelajaran agama. Agar suasana kelas tetap menyenangkan, mahasiswa KKL menambahkan sesi ice-breaking di tengah pembelajaran. Sesi ini melibatkan permainan edukatif seperti kuis keagamaan, dirancang untuk meningkatkan semangat siswa dan memperdalam pemahaman mereka dengan cara yang menyenangkan.

Selain itu, mahasiswa juga berbagi cerita yang relevan dan inspiratif untuk memotivasi siswa. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa, yang tampak antusias dan berpartisipasi aktif dalam sesi belajar serta ice-breaking. Pendekatan yang diterapkan berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Sekolah SD 38 Desa Punggur Kapuas mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKL yang telah membantu meningkatkan pengalaman belajar di sekolah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memahami pendidikan agama dan mendorong siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar.

 Penulis: Syarifah Aida Kel 20 


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Senam Bersama Anak-Anak TK Kasih Bunda

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Senam Bersama Anak-Anak TK Kasih Bunda

 


Punggur Kapuas (lp2m.iainptk.ac.id) 20 Agustus 2024 – Pada tanggal 20 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak melaksanakan kegiatan senam bersama anak-anak TK Kasih Bunda di Desa Punggur, Kapuas. Kegiatan ini adalah bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada komunitas lokal.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB di halaman TK Kasih Bunda dan diikuti oleh 22 anak usia dini, serta guru dan orang tua mereka. Mahasiswa KKL IAIN Pontianak mengajarkan gerakan senam sederhana namun menyenangkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan memberikan pengalaman baru kepada anak-anak.

Senam dimulai dengan pemanasan ringan, dilanjutkan dengan rangkaian gerakan senam yang dirancang khusus untuk anak-anak. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan diakhiri dengan sesi permainan interaktif yang semakin memotivasi semangat anak-anak. Selain itu, mahasiswa juga mengajarkan tentang pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak dan masyarakat sekitar. “Anak-anak sangat senang dan antusias mengikuti senam ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu kegiatan sehari-hari di TK Kasih Bunda,” ujar salah satu guru TK.

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak merasa puas dengan hasil kegiatan dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan serupa di masa depan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, tetapi juga mempererat silaturahmi antara kampus dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi upaya lainnya di masa mendatang.

 Penulis: Syarifah Aida Kel 20 


Ibu-ibu Berebut Tangkap Bebek, Meriahkan HUT RI ke-79

Ibu-ibu Berebut Tangkap Bebek, Meriahkan HUT RI ke-79


 Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 bersama ibu-ibu dusun mu’min ikut lomba menangkap bebek dalam rangka HUT RI ke-79 di Desa Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Selasa (20/08/2024).

Suasana meriah menyelimuti Selakau Tua dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79. Salah satu acara yang paling menarik perhatian adalah lomba menangkap bebek yang diikuti oleh para ibu-ibu.

Dengan semangat 45, para peserta lomba berlomba-lomba menangkap bebek yang dilepas di arena yang telah disediakan. Tak jarang, aksi mereka mengundang gelak tawa penonton karena tingkah lucu saat berusaha mengejar bebek yang lincah. Ada yang tergelincir, ada pula yang beradu badan dengan sesama peserta demi meraih kemenangan.

Ibu Uwar, salah seorang peserta lomba mengaku sangat antusias mengikuti lomba ini. "Ini pertama kalinya saya ikut lomba menangkap bebek. Rasanya seru sekali, apalagi bisa kumpul bersama ibu-ibu lainnya. Meskipun agak capek, tapi senang sekali," ujarnya sambil tertawa.

Lomba menangkap bebek ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan perayaan HUT RI, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ketua RT 02, Pak Wandi, mengatakan bahwa lomba ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat.

"Lomba ini memang terlihat sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Selain sebagai hiburan, lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat," ungkap pak Wandi.

Selain lomba menangkap bebek, berbagai lomba lainnya juga digelar untuk memeriahkan acara tersebut, seperti lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba tarik tambang. Semua lomba ini diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia.

Penulis : Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL Kelompok 40 Belajar Pentingnya Bersosialisasi dari Guru Desa

Mahasiswa KKL Kelompok 40 Belajar Pentingnya Bersosialisasi dari Guru Desa

 


Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 belajar bersama guru desa tentang pentingnya bersosialisasi selama hidup yang mana kegiatan tersebut diadakan di posko kelompok 40 di Desa Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Selasa (20/08/2024).

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak yang sedang bertugas di Desa Selakau Tua mendapatkan pelajaran berharga tentang pentingnya bersosialisasi dalam kehidupan. Pelajaran ini mereka dapatkan langsung dari para guru desa yang telah lama berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam sebuah diskusi kelompok, para guru berbagi pengalaman mereka dalam membangun hubungan baik dengan siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar. Mereka menekankan bahwa kemampuan bersosialisasi adalah kunci keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun dalam membangun relasi sosial.

Pak Wandi, seorang guru senior, mengatakan bahwa kemampuan bersosialisasi tidak hanya melibatkan kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan, memahami, dan menghargai perbedaan. "Bersosialisasi itu seperti menanam pohon, kita harus merawatnya dengan baik agar tumbuh subur," ujarnya.

Para mahasiswa KKL sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh para guru. Mereka menyadari bahwa selama ini mereka seringkali kurang memperhatikan pentingnya bersosialisasi.

Nama Mahasiswa], salah satu anggota kelompok KKL, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertantang untuk lebih proaktif dalam bersosialisasi. "Saya baru menyadari bahwa bersosialisasi itu tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa memberikan banyak manfaat. Saya akan berusaha untuk lebih terbuka dan ramah kepada orang-orang di sekitar saya," ungkapnya.

Selain diskusi, para mahasiswa KKL juga diajak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sosial di desa, seperti kerja bakti, arisan, atau pengajian. Melalui kegiatan-kegiatan ini, mereka dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melatih kemampuan bersosialisasi mereka.

Adiansyah, dosen pembimbing KKL kelompok 40 mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. "Melalui kegiatan KKL, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kehidupan sosial. Kemampuan bersosialisasi yang baik akan sangat berguna bagi mereka di masa depan," ujarnya.

Penulis :Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL dan Ibu-ibu Pengajian Nikmati Hangatnya Bubur Catuk Khas Sambas

Mahasiswa KKL dan Ibu-ibu Pengajian Nikmati Hangatnya Bubur Catuk Khas Sambas


 Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 menikmati bubur catuk khas bersama ibu-ibu pengajian di Desa Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Selasa (20/08/2024).

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapanga (KKL) dari IAIN Pontianak yang tengah bertugas di Desa Selakau Tua mendapatkan pengalaman kuliner yang unik. Bersama dengan ibu-ibu pengajian setempat, mereka menikmati sajian tradisional khas Sambas, yaitu bubur catuk.

Bubur catuk, makanan pemulih tenaga yang biasa disajikan setelah acara pernikahan, menjadi hidangan istimewa dalam pertemuan ini. Mahasiswa KKL dan ibu-ibu pengajian duduk bersama di bawah pohon rindang sambil bercerita dan menyantap bubur catuk yang hangat dan gurih.

Riska, salah satu anggota kelompok KKL mengungkapkan kegembiraannya. "Ini adalah pertama kalinya saya mencoba bubur catuk. Rasanya sangat unik dan berbeda dari bubur yang biasa saya makan. Saya senang bisa mengenal lebih dekat kuliner khas Sambas," ujarnya.

Ibu Ladum, salah satu anggota pengajian, menjelaskan makna di balik hidangan bubur catuk. "Bubur catuk ini tidak hanya sekedar makanan, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Dulu, bubur ini selalu disajikan untuk memulihkan tenaga para tamu yang telah membantu dalam acara pernikahan. Ini adalah bentuk terima kasih dan penghargaan," jelasnya.

Selain menikmati bubur catuk, mahasiswa KKL juga belajar banyak tentang tradisi dan budaya masyarakat Sambas dari ibu-ibu pengajian. Mereka diajarkan cara membuat bubur catuk, serta berbagai macam lauk pauk pendampingnya.

Adiansya, dosen pembimbing KKL Kelompok 40 mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. "Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat belajar tentang keberagaman budaya Indonesia. Mereka juga dapat membangun hubungan yang baik dengan masyarakat desa," ujarnya.

Penulis : Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL Kelompok 40 dan Guru Bedah Konsep Penerimaan Kekalahan dan Pentingnya Belajar dari Kegagalan

Mahasiswa KKL Kelompok 40 dan Guru Bedah Konsep Penerimaan Kekalahan dan Pentingnya Belajar dari Kegagalan

 


Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 bedah tentang pemahaman konsep penerimaan kekalahan dan pentingnya belajar dari kegagalan yang bertempat di posko 40 di Desa Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Selasa (20/08/2024).

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak yang tengah bertugas di Desa Selakau Tua menggelar diskusi menarik bersama para guru setempat. Diskusi kali ini berfokus pada topik yang relevan bagi semua kalangan, yaitu bagaimana cara menerima kekalahan dan tidak berpuas diri dengan kemenangan.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan berbagai perspektif, baik dari sisi psikologis maupun filosofis. Para peserta diajak untuk merenung lebih dalam tentang makna kemenangan dan kekalahan, serta bagaimana kedua hal tersebut dapat menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan.

Adiansyah, dosen pembimbing KKL mengatakan bahwa topik ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana persaingan dalam berbagai aspek kehidupan semakin ketat. “Menerima kekalahan dengan lapang dada dan belajar dari kegagalan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar,” ujarnya.

Wandi, salah satu peserta diskusi menambahkan bahwa konsep ini juga sangat penting untuk diajarkan kepada siswa. “Sebagai pendidik, kita harus mengajarkan kepada siswa bahwa kegagalan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Melalui kegagalan, kita bisa belajar untuk lebih kuat dan tangguh,” ungkapnya.

Para mahasiswa KKL turut membagikan pengalaman pribadi mereka terkait dengan penerimaan kekalahan. Mereka juga memberikan contoh-contoh tokoh inspiratif yang berhasil bangkit dari kegagalan dan meraih kesuksesan. 

Ahma, salah satu mahasiswa KKL mengatakan bahwa diskusi ini sangat bermanfaat baginya. “Saya baru menyadari bahwa kekalahan itu sebenarnya adalah peluang untuk belajar dan memperbaiki diri. Saya juga belajar bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa menerima diri kita apa adanya,” ujarnya.

Di akhir diskusi, para peserta sepakat bahwa kemampuan untuk menerima kekalahan dan belajar dari kegagalan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam hidup. Mereka juga berharap agar diskusi seperti ini dapat terus dilakukan untuk menginspirasi lebih banyak orang.

Penulis : Muhammad Aidil


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak