LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Lomba Kreativitas di TK Kasih Bunda

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Lomba Kreativitas di TK Kasih Bunda

 


Punggur Kapuas  (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menyelenggarakan serangkaian lomba yang melibatkan anak-anak dari TK Kasih Bunda pada Rabu, 14 Agustus 2024. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial dan kreativitas anak-anak sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berkontribusi kepada masyarakat.

Lomba-lomba yang digelar terdiri dari dua kategori, yaitu lomba mewarnai dan lomba memasak, yang diberi nama “Rocket Chicken.” Pada lomba mewarnai, anak-anak diberikan berbagai gambar dan alat mewarnai untuk mengekspresikan kreativitas mereka. 

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah keterampilan motorik halus, tetapi juga untuk mendorong imajinasi anak-anak dalam menciptakan karya yang penuh warna.

Selain lomba mewarnai, mahasiswa KKL juga mengadakan lomba memasak di mana anak-anak diajarkan cara sederhana untuk menggoreng ayam dengan bantuan dari para mahasiswa. Kegiatan memasak ini tidak hanya mengedukasi anak-anak tentang teknik dasar dalam memasak, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk merasakan kesenangan dalam proses memasak.

Acara ini berlangsung dengan semangat dan antusiasme tinggi dari semua peserta. Mahasiswa KKL IAIN Pontianak berperan aktif dalam mendampingi dan membimbing anak-anak selama lomba serta memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di TK Kasih Bunda. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak dapat lebih memahami dinamika masyarakat serta berkontribusi secara langsung pada pendidikan dan perkembangan anak-anak.

Penulis : Syarifah Aida Kel 20 


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Terpukau oleh Keindahan Tradisi Beksan Sabet di Kampung Lintang Batang

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Terpukau oleh Keindahan Tradisi Beksan Sabet di Kampung Lintang Batang

 


Lintang Batang, Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Pasak, anggota Posko 13 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mendapatkan kesempatan langka untuk menyaksikan secara langsung tradisi Beksan Sabet, sebuah seni tradisional Madura yang memukau. Tradisi ini merupakan perpaduan dari tari, silat, dan seni musik yang mencerminkan kekayaan budaya Madura.

Acara yang berlangsung pada Sabtu malam, 3 Agustus 2024, di Kampung Lintang Batang, Dusun Madu Jaya, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya ini dimulai pada pukul 20:00. Para mahasiswa disambut dengan hangat oleh warga yang turut meramaikan acara tersebut. Sejak awal pertunjukan, para mahasiswa langsung terpukau oleh keindahan gerakan-gerakan silat yang dipadukan dengan iringan musik tradisional, menciptakan suasana yang meriah dan penuh energi.

Tradisi Beksan Sabet tidak hanya menampilkan keindahan gerakan tari dan silat, tetapi juga memperlihatkan kemampuan luar biasa para warga dalam memainkan seni bela diri tersebut. Beberapa penonton bahkan ikut serta dalam aktivitas "nyawer" sebagai bentuk apresiasi kepada para penari. 

Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi para mahasiswa KKL. Mereka semakin menghargai kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam dan belajar tentang pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur. Tradisi seperti Beksan Sabet adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

Penulis : Halimah Tusadiah


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berperan Aktif dalam Pengajaran di MTS Bustanul Ulum

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berperan Aktif dalam Pengajaran di MTS Bustanul Ulum

 


Pasak, Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Posko 13 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memulai kegiatan pengajaran di MTS Bustanul Ulum, Dusun Lintang Batang, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Sebelum kegiatan dimulai, Koordinator 1 dan 2 bersama beberapa anggota KKL lainnya mendapatkan izin dari Kepala Sekolah MTS Bustanul Ulum setelah mengajukan permohonan kepada Ustaz Werdi, Kepala Dusun sekaligus Kepala Yayasan Bustanul Ulum.

Dengan sambutan hangat dan persetujuan penuh dari Ustaz Werdi, seluruh anggota KKL Kelompok 13 diberi kepercayaan untuk turut andil dalam kegiatan belajar mengajar di MTS Bustanul Ulum. Kegiatan mengajar dimulai pada siang hari, pukul 13:00. Para siswa menyambut kedatangan mahasiswa KKL dengan antusiasme tinggi, siap untuk memulai sesi pembelajaran.

Pembelajaran dimulai dengan sesi perkenalan antara mahasiswa KKL dan para siswa. Selanjutnya, materi pembelajaran disampaikan dengan menerapkan berbagai metode yang bervariasi untuk menjaga minat dan semangat belajar siswa. Proses pembelajaran berjalan lancar hingga akhir sesi, ditutup dengan pembacaan doa penutup dan lafaz hamdalah secara bersama-sama.

Kegiatan berlanjut ke sesi pembelajaran berikutnya di kelas-kelas lain, di mana mahasiswa KKL kembali menjalankan tugas mengajar. Pada jam ketiga, pembelajaran berakhir pada pukul 16:14, menandai selesainya kegiatan sekolah hari itu.

Dengan kehadiran mahasiswa KKL di MTS Bustanul Ulum, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pendidikan di sekolah tersebut dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Mahasiswa KKL Posko 13 berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam setiap kegiatan selama masa pengabdian mereka di Desa Pasak.

Penulis : Halimah Tusadiah


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Serta dalam Kepanitiaan Lomba HUT RI Ke-79 Bersama Mahasiswa UMP dan UGM

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Serta dalam Kepanitiaan Lomba HUT RI Ke-79 Bersama Mahasiswa UMP dan UGM


Punggur Kapuas (lp2m.iainptk.ac.id) 14 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak telah bergabung dalam kepanitiaan untuk menyelenggarakan lomba dalam rangka merayakan HUT RI ke-79. Acara ini akan dilaksanakan bersama mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebagai bagian dari kepanitiaan, mahasiswa KKL IAIN Pontianak terlibat dalam berbagai aspek persiapan, termasuk perencanaan, pengaturan lomba, dan koordinasi acara. Beberapa lomba yang direncanakan meliputi tepuk bantal, makan kerupuk, cukurukuk, dan lomba-lomba tradisional lainnya yang diharapkan dapat menambah semarak perayaan kemerdekaan.

Koordinator kegiatan dari IAIN Pontianak menyatakan, “Kami sangat bersemangat untuk berkontribusi dalam kepanitiaan acara ini. Ini adalah kesempatan yang baik untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari UMP dan UGM serta belajar lebih banyak tentang pengorganisasian acara. Selain itu, kami berharap acara ini bisa menjadi ajang yang mempererat persaudaraan di antara mahasiswa dari berbagai universitas.”

Melalui partisipasi ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak tidak hanya membantu menyukseskan acara, tetapi juga memperkuat rasa kebangsaan dan solidaritas. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak yang terlibat.

penulis : syarifah aida 


Sanggar Belajar di Desa Jangkang 1 Menumbuhkan Minat Bahasa Asing Sejak Dini

Sanggar Belajar di Desa Jangkang 1 Menumbuhkan Minat Bahasa Asing Sejak Dini

 


Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) – Di tengah perkembangan zaman yang semakin global, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu keahlian yang sangat dibutuhkan. Memahami hal ini, tim KKL Desa Jangkang 1 berinisiatif untuk mengadakan bimbel belajar di sanggar yang fokus pada pengajaran bahasa Arab dan Inggris (1/8)

Bimbel belajar ini hadir sebagai wadah bagi anak-anak muda, untuk mengembangkan kemampuan berbahasa asing mereka. Dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, para peserta diajak untuk belajar sambil bermain. Materi yang diajarkan pun disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta.

Pilihan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa yang diajarkan di sanggar ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Bahasa Arab memiliki nilai religius yang tinggi dan menjadi bahasa Al-Quran, sedangkan bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang banyak digunakan dalam berbagai bidang.

"Dengan menguasai bahasa Arab dan Inggris, anak-anak kita akan memiliki peluang yang lebih luas untuk meraih masa depan yang cerah," ujar Muhammad Sohib, selaku Kepala Desa Jangkang 1.

Keberadaan sanggar belajar ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Jangkang 1. Banyak orang tua yang antusias mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan belajar di sanggar ini. Mereka berharap agar anak-anak mereka dapat menguasai bahasa asing sejak dini.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari masyarakat," ujar Mba Atun, salah satu orang tua anak yang mengikuti bimbel di sanggar. "Semoga sanggar belajar ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat."

Penulis : Carisa Putri


MTQ ke-X Kubu Raya Sukses Digelar, Kafilah Sungai Kakap Juarai Umum Kubu Raya

MTQ ke-X Kubu Raya Sukses Digelar, Kafilah Sungai Kakap Juarai Umum Kubu Raya

 


Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X tingkat Kabupaten Kubu Raya yang diselenggarakan di Kecamatan Kubu resmi ditutup pada hari Kamis, 1 Agustus 2024. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kubu Raya. (1/8)

Selama beberapa hari, para peserta telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah melalui berbagai babak seleksi, akhirnya kafilah dari Kecamatan Sungai Kakap berhasil keluar sebagai juara umum. Prestasi gemilang ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh seluruh masyarakat Kecamatan Sungai Kakap.

Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia penyelenggara, dewan hakim, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam MTQ tahun ini. MTQ bukan hanya sekedar lomba membaca Al-Quran, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas iman dan takwa masyarakat.

Selain kafilah juara umum, sejumlah penghargaan lainnya juga diberikan kepada para peserta yang berhasil meraih juara pada masing-masing cabang lomba. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di masa mendatang.

Penutupan MTQ kali ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan paduan suara, rebana, dan hadrah. Selain itu, juga diadakan pameran produk UMKM dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi dan kekayaan budaya Kabupaten Kubu Raya kepada masyarakat luas.

Penulis : Carisa Putri 


 Yasinan Jumat Malam, Wadah Ukhuwah Islamiyah Warga Desa Jangkang 1

Yasinan Jumat Malam, Wadah Ukhuwah Islamiyah Warga Desa Jangkang 1


 Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) – Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim terjalin erat di tengah-tengah warga Desa Jangkang 1. Salah satu bentuk nyata dari ukhuwah ini adalah kegiatan yasinan yang dilaksanakan setiap Jumat malam. (1/08)

Kegiatan yang diikuti oleh para warga di desa ini yang telah menjadi tradisi turun-temurun. Dengan khusyuk, mereka membacakan surat Yasin secara bersama-sama, menciptakan suasana penuh kekhidmatan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh tokoh agama setempat, memberikan penyegaran rohani bagi para peserta.

Kegiatan yasinan di Desa Jangkang 1 memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar membaca kitab suci. Bagi para peserta, kegiatan ini adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon perlindungan, dan keberkahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk saling mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam era digital seperti sekarang, kegiatan yasinan seperti ini menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur tetap relevan dan diminati oleh masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat secara keseluruhan, yaitu terciptanya lingkungan yang harmonis dan saling menghormati.

"Kami sangat terkesan dengan semangat kebersamaan warga Desa Jangkang 1," ujar Rizky Baihadi, salah satu mahasiswa KKL IAIN Pontianak. "Kegiatan yasinan ini membuktikan bahwa nilai-nilai agama masih sangat hidup di tengah masyarakat."

Penulis : Carisa Putri


Mahasiswa KKL Terkesima Saksikan Latihan Kuda Lumping Desa Jangkang 1

Mahasiswa KKL Terkesima Saksikan Latihan Kuda Lumping Desa Jangkang 1

 


Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) – Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak berhasil menemukan permata tersembunyi di tengah kegiatan mereka. (1/08)

Dalam upaya melestarikan budaya lokal, para mahasiswa menyempatkan diri untuk menyaksikan latihan rutin kesenian kuda lumping di Desa Jangkang 1. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi momen yang tak terlupakan bagi mereka.

"Kami sangat beruntung bisa menyaksikan langsung latihan kuda lumping ini," ujar Nur Aviona, salah satu anggota tim KKL. "Gerakan dinamis para penari dan iringan gamelan yang merdu benar-benar membuat kami terpukau. Rasanya seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukan seni yang luar biasa."

Kesenian kuda lumping memang memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya karena gerakan-gerakan akrobatik para penari yang terlihat begitu mudah, tetapi juga karena nilai-nilai filosofi dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Setiap gerakan dan simbol yang ada dalam pertunjukan ini memiliki makna yang mendalam, menggambarkan kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam semesta.

"Kuda lumping bukan sekadar tarian," ungkap salah seorang penari senior yang ditemui oleh tim KKL. "Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui pertunjukan ini, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda betapa kayanya budaya Indonesia."

Antusiasme para mahasiswa KKL terhadap kesenian kuda lumping ini semakin menambah semarak suasana latihan. Mereka tidak hanya menjadi penonton yang pasif, tetapi juga aktif bertanya dan berinteraksi dengan para penari. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini masih memiliki minat yang besar terhadap budaya tradisional.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat desa. Selain itu, juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk turut serta dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Dengan demikian, kekayaan budaya bangsa dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Penulis : Carisa Putri


Mahasiswa KKL Aktif Berpartisipasi dalam Pengajian Rutinan di TPA As-Syifa

Mahasiswa KKL Aktif Berpartisipasi dalam Pengajian Rutinan di TPA As-Syifa

 


Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa KKL IAIN Pontianak tak ingin ketinggalan momen berharga. Mereka menyempatkan diri hadir dalam pengajian rutinan yang diadakan di TPA As-Syifa. (31/07)

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KKL untuk lebih mengenal budaya dan nilai-nilai keagamaan masyarakat setempat. Selain itu, kehadiran mahasiswa KKL juga diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para peserta pengajian.

Dengan khusyuk, para mahasiswa mengikuti setiap rangkaian acara. Wajah-wajah sumringah mereka mencerminkan kegembiraan dapat berbaur dengan masyarakat. “Kami merasa sangat beruntung bisa ikut dalam kegiatan ini,” ujar Nanda Saputra, salah satu anggota tim KKL.

Selama kegiatan, mahasiswa KKL aktif mengikuti rangkaian acara pengajian. Mulai dari mendengarkan ceramah agama, berdiskusi, hingga membantu kelancaran kegiatan. Kehadiran mahasiswa KKL ini disambut hangat oleh pengurus TPA. “Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ucap Pengurus TPA. 

Penulis : Carisa Putri


Posyandu dan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersinergi dalam Posyandu Balita di Desa Kubu

Posyandu dan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersinergi dalam Posyandu Balita di Desa Kubu

 


Kubu (lp2m.iainptk.ac.id) – Kader Posyandu di Desa Kubu menyelenggarakan kegiatan rutin Posyandu Balita pada Rabu (14/08/2024). Kegiatan ini dilaksanakan oleh kader kesehatan setempat, dibantu oleh aparatur desa, dan dilaksanakan empat kali dalam sebulan secara bergilir dari dusun ke dusun di Desa Kubu. 

Lamria Silitongan, S.Ked.Bd, seorang bidan yang aktif dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa tujuan utama Posyandu adalah untuk meminimalisir angka kematian balita, menghindari gizi buruk, serta mempercepat program keluarga berencana. Selain itu, Posyandu juga menjadi sarana penting untuk mengumpulkan data kesehatan anak balita di Desa Kubu, khususnya di Dusun Fajar Karya, yang nantinya akan digunakan untuk menyusun program kesehatan yang lebih efektif.

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 32 dari IAIN Pontianak turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran kegiatan Posyandu ini. Mereka berperan aktif dalam berbagai aktivitas, termasuk pembagian makanan sehat untuk balita, seperti bubur kacang hijau, makanan instan sehat, dan susu. 

Selain itu, mahasiswa juga membantu dalam administrasi dan pelaporan data kesehatan anak balita. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala, yang dilanjutkan dengan pemberian vaksin polio oleh bidan Puskesmas Kubu, dengan bantuan dari kader Posyandu.

Poni, selaku Ketua Posyandu Desa Kubu, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi mahasiswa KKL. Menurutnya, kehadiran mahasiswa sangat membantu kelancaran kegiatan Posyandu. 

"Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa mendatang, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 

Dengan adanya kegiatan Posyandu ini, diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita, sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengikuti kegiatan Posyandu perlu terus ditingkatkan.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa KKL dan masyarakat Desa Kubu tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan balita di desa tersebut. Mahasiswa KKL Kelompok 32 berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif selama masa pengabdian mereka di Desa Kubu.

Penulis: Norma. S, Umi. K, Risa. N, Vira. R, Aulia. A, Intan. F, Chindy. S.A, Randi. D, Irfan.


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak