LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan UGM Sukses Gelar Pesta Rakyat di Pematang Tujuh

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan UGM Sukses Gelar Pesta Rakyat di Pematang Tujuh


 Pematang Tujuh (lp2m.iainptk.ac.id) 9 Agustus 2024 – Dalam semangat gotong royong dan membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menggelar pesta rakyat yang meriah.

 Acara ini berlangsung pada Jumat malam, dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Pesta rakyat ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga merupakan kesempatan bagi mahasiswa KKL untuk memperkenalkan diri, berbagi ilmu, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat. Dengan adanya band yang diundang khusus untuk mengisi acara, suasana pesta semakin semarak dan meriah.

Dalam sambutannya, salah satu perwakilan mahasiswa KKL menyatakan bahwa pesta rakyat ini adalah bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Pematang Tujuh yang telah menyambut kedatangan mereka dengan hangat. “Kami berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Suksesnya penyelenggaraan pesta rakyat ini menunjukkan betapa pentingnya peran mahasiswa KKL dalam pembangunan masyarakat. Diharapkan ke depan, semakin banyak kegiatan serupa yang dapat dilakukan untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga hubungan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Penulis : Tim PDD


Kegiatan P5 dan Fashion Show Baju dari Sampah di SMP N 12 Sungai Ambawang

Kegiatan P5 dan Fashion Show Baju dari Sampah di SMP N 12 Sungai Ambawang


Sungai Ambawang (lp2m.iainptk.ac.id 12 Agustus 2024 – SMP Negeri 12 Sungai Ambawang menggelar dua kegiatan penting dalam rangka mendukung pendidikan dan lingkungan

 Pada hari Senin, sekolah ini menyelenggarakan kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran siswa. Acara ini melibatkan seluruh siswa dalam berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan karakter, seperti diskusi kelompok dan penampilan seni.

Sebagai bagian dari acara tersebut, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Sekolah SMP N 12 Ambawang, juga mengadakan fashion show unik yang memanfaatkan baju dari sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah.

Para siswa berkreasi dengan bahan-bahan bekas yang didaur ulang menjadi pakaian yang modis dan kreatif. Acara fashion show ini tidak hanya menampilkan hasil karya siswa, tetapi juga mengedukasi para penonton tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui desain yang inovatif.

Kepala Sekolah SMP N 12 Sungai Ambawang, Waluyo, menyatakan, “Kami ingin mengajarkan siswa kami tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitar.”

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk orang tua siswa, komunitas lokal, serta pejabat pendidikan setempat. Keberhasilan kegiatan ini menandakan komitmen SMPN 12 Sungai Ambawang dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan berwawasan lingkungan.

Amanda sebagai ketua panitia, berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan setiap tahun nya agar siswa sadar dan peduli dengan lingkungan sekitar mereka, ingat hal kecil bisa menjadi besar saat di usahakan apalagi hal buruk akan menjadi indah apabila dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Penulis : Supriyadi 


Senam Bersama Ibu-Ibu Dusun Siak untuk Sambut HUT ke-79 RI

Senam Bersama Ibu-Ibu Dusun Siak untuk Sambut HUT ke-79 RI

 


Dusun Siak (lp2m.iainptk.ac.id) 12 Agustus 2024 – Menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, ibu-ibu di Dusun Siak, Desa Surian, mengadakan kegiatan senam bersama pada Sabtu sore. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Sekolah Dasar 006 Sungai Ambawang dan dihadiri oleh puluhan ibu-ibu yang antusias mengikuti senam.

Senam ini dipimpin oleh Kak Agus, seorang instruktur berpengalaman sekaligus penggerak ibu-ibu di Desa Surian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik sekaligus mempererat kebersamaan di antara warga desa. Kegiatan senam ini juga diharapkan dapat menambah semangat dan kekompakan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

Selain senam, ibu-ibu Dusun Siak juga berencana untuk mengikuti berbagai lomba dan kegiatan lainnya sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan. Kak Agus berharap agar kegiatan senam ini tidak hanya diadakan menjelang 17 Agustus, tetapi juga menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu sore bersama ibu-ibu di Dusun Siak.

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak juga turut antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka melihat senam bersama sebagai kesempatan untuk bertemu dan mempererat tali silaturahmi dengan warga Desa Surian. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa KKL berharap dapat lebih mengenal masyarakat setempat serta mendukung suasana kekeluargaan yang terjalin di desa tersebut.

Penulis : Supriyadi 


Condro Mulyo Sejati: Melestarikan Kesenian Kuda Lumping Banyuwangi Sejak 1985

Condro Mulyo Sejati: Melestarikan Kesenian Kuda Lumping Banyuwangi Sejak 1985

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Minggu 11 Agustus 2024. Condro Mulyo Sejati, sebuah sanggar seni asal Banyuwangi, Jawa Timur, telah berdiri sejak Agustus 1985 dan terus berperan aktif dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Didirikan atas dasar cinta pada seni warisan nenek moyang, sanggar ini telah menjadi rumah bagi berbagai bentuk kesenian, termasuk tari kuda lumping, buto, pegon, dan gandrung.

Menurut Sugiman, Sekretaris Condro Mulyo Sejati, minatnya untuk terlibat dalam kesenian ini berasal dari kedekatannya dengan warisan budaya leluhur. "Jiwa seni kami di sini rata-rata berasal dari Banyuwangi, meski sekarang sudah membaur dengan suku lain seperti Dayak dan Jawa Tengah," ungkapnya. Baginya, kesenian ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Yang menarik, sanggar ini tidak merekrut anggota baru secara aktif. Sugiman menjelaskan, "Mereka tidak direkrut, tapi datang sendiri. Kami kemudian melatih langsung dari sanggar Condro Mulyo." Hal ini menunjukkan betapa besar daya tarik kesenian tradisional ini bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterkaitan dengan budaya Jawa Timur.

Meski menghadapi tantangan, Condro Mulyo Sejati tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, meskipun sifatnya masih berupa dukungan moral dan material. Dukungan ini dianggap penting oleh Sugiman untuk menjaga keberlangsungan kesenian yang telah mereka lestarikan selama hampir empat dekade.

Harapan besar Sugiman adalah agar kesenian ini terus berlanjut dan tidak putus dalam proses regenerasi. "Saya kepingin impiannya untuk bantuan dan untuk melestarikan budaya turun-temurunnya tidak putus, jangan sampai punah, jangan sampai diakui negara-negara tetangga kita," tegasnya.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Condro Mulyo Sejati berupaya agar kesenian tradisional ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya, menjadi kebanggaan bangsa yang tak ternilai harganya.

Penulis : Siti farida


Mahasiswa KKL Kelompok 19 Kunjungi Kediaman Pembuat Gantungan Ancak di Punggur Besar

Mahasiswa KKL Kelompok 19 Kunjungi Kediaman Pembuat Gantungan Ancak di Punggur Besar

 


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) 9 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari kelompok 19 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melakukan kunjungan ke rumah Wak Side’, seorang pengrajin tradisional di Desa Punggur Besar yang terkenal sebagai pembuat gantungan ancak. Kunjungan ini merupakan bagian dari program KKL yang bertujuan untuk mempelajari dan melestarikan kearifan lokal serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap budaya setempat.

Wak Side’, yang telah lama menekuni pembuatan gantungan ancak, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, beliau berbagi cerita tentang proses pembuatan gantungan ancak, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik pembuatan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Gantungan ancak sendiri merupakan salah satu elemen penting dalam upacara adat di Punggur Besar, yang digunakan sebagai wadah persembahan dalam berbagai ritual tradisional.

Mahasiswa kelompok 19 sangat antusias mendengarkan penjelasan Wak Sidek. Mereka juga berkesempatan untuk mencoba membuat gantungan ancak sendiri dengan bimbingan langsung dari sang pengrajin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menginspirasi para mahasiswa untuk lebih mencintai dan menjaga warisan budaya.

Ketua kelompok 19, Muhammad Sultan Nazhif, menyampaikan rasa terima kasih kepada Wak Side’ atas kesempatan yang diberikan. “Kunjungan ini sangat berharga bagi kami. Selain mendapatkan ilmu baru, kami juga belajar tentang pentingnya menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas desa ini,” ujar Muhammad Sultan Nazhif.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap budaya lokal dan mendorong mereka untuk turut serta dalam upaya pelestarian kearifan lokal di masa depan.

Penulis : Tim PDD


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan UIN Mataram Kunjungi Kantor Kepala Desa Punggur Besar

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan UIN Mataram Kunjungi Kantor Kepala Desa Punggur Besar

 


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) - Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), sekelompok mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengunjungi Kantor Desa Punggur Besar pada 6 Agustus 2024. 

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan kepala desa Punggur Besar, serta mencari tahu bagaimana asal usul sejarah desa dan potensi desa yang dapat dijadikan program kerja KKL.

Selama kunjungan, mahasiswa berdiskusi dengan Bapak Anwar M. Nur mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Punggur Besar. Diskusi ini mencakup mata pencarian desa, permasalahan-permasalahan yang ada di desa, serta program-program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan.

Permasalahan Di desa Punggur Besar menurut Kepala Desa yaitu  memiliki kekurangan pemahaman masyarakat akan hukum-hukum Islam seperti hukum keluarga, hukum warisan, hukum ekonomi dan sebagainya.

Maka dari itu, kepala desa berharap mahasiswa yang akan merancang, membantu serta mengisi kegiatan yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam seperti hukum warisan. 

Adapun program desa punggur besar mendekati hari kemerdekaan 1945 yaitu pada tanggal 17 Agustus, kepala desa mengajak serta mahasiswa untuk ikut melakukan agenda gotong royong bersama-sama membersihkan area sungai dekat jembatan kantor desa yang akan dilaksanakan pada hari kamis, 8 Agustus 2024.

“Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan 1945 pada tanggal 17 Agustus 2024. Maka akan diadakan perlombaan-perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini, untuk itu saya mengajak kalian ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ini yang akan dilakukan pada hari kamis di area sungai dekat jembatan kantor desa. Saya juga mengajak mahasiswa Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak Untuk ikut serta dalam agenda gotong royong ini,” Ujar Anwar M. Nur 

Penulis : Tim PDD


Mahasiswa IAIN Pontianak Lakukan Kunjungan Kerja ke Posko Mahasiswa UPB Pontianak

Mahasiswa IAIN Pontianak Lakukan Kunjungan Kerja ke Posko Mahasiswa UPB Pontianak

 


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) 8 Agustus 2024 – Dalam semangat kolaborasi dan solidaritas, sekelompok mahasiswa dari IAIN Pontianak melakukan kunjungan kerja ke Posko Mahasiswa Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi, berbagi pengalaman, serta mendukung kegiatan-kegiatan positif yang sedang dilaksanakan oleh Posko Mahasiswa UPB Pontianak.

Rombongan mahasiswa disambut hangat oleh anggota Posko Mahasiswa UPB Pontianak. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan, serta program-program yang akan dilaksanakan ke depannya. Salah satu program yang direncanakan adalah kolaborasi dalam sosialisasi Minat Kuliah di SMKN 1 Sungai Kakap, yang akan dilaksanakan setelah perayaan 17 Agustus 2024.

Yuyun Khomisah, anggota Kelompok 19 Punggur Besar, menyatakan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan mereka dalam bidang pengabdian masyarakat. "Kami sangat terinspirasi oleh kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman di Posko UPB Pontianak. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai tanda kenang-kenangan antara kedua belah pihak. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa dari IAIN Pontianak dan UPB Pontianak berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dan bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Penulis : Tim PDD


Mahasiswa KKL Gelar Senam Bersama di Desa Punggur Besar untuk Pererat Solidaritas Antar Perguruan Tinggi

Mahasiswa KKL Gelar Senam Bersama di Desa Punggur Besar untuk Pererat Solidaritas Antar Perguruan Tinggi

 


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) Sabtu, 12 Agustus 2024 – Mahasiswa dari Kelompok 19 yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Besar menggelar kegiatan senam bersama pada Sabtu pagi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk IAIN Pontianak, UIN Mataram, dan Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.

Senam bersama ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kebersamaan antar mahasiswa yang menjalani KKL di lokasi yang sama. Diiringi musik yang energik, para peserta senam menunjukkan kekompakan dan antusiasme mereka dalam mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh instruktur dari mahasiswa IAIN Pontianak dan UPB Pontianak.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif kami untuk menciptakan suasana yang harmonis di antara mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Dengan senam bersama, kami berharap dapat membangun solidaritas dan semangat kerja sama yang lebih kuat,” ungkap Jumiati, mahasiswa IAIN Pontianak yang tergabung dalam Kelompok 19.

Mahasiswa UPB Pontianak yang turut serta dalam kegiatan ini mengaku senang bisa berinteraksi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mereka mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif dalam memperluas jaringan pertemanan dan berbagi pengalaman selama menjalani KKL di Punggur Besar.

Mahasiswa UIN Mataram juga menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturahmi di antara mereka. “Kami berharap bisa terus berkolaborasi dalam kegiatan lainnya selama KKL ini. Senam bersama ini menjadi awal yang baik untuk menjalin keakraban di antara kami,” ujar Haykal, peserta dari UIN Mataram.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti KKL di Desa Punggur Besar dapat terus menjalin hubungan baik dan saling mendukung dalam setiap kegiatan, sehingga pengalaman KKL mereka menjadi lebih bermakna dan berkesan.

Penulis : Tim PDD


Kolaborasi Kerja Bakti Kelompok 19 KKL IAIN Pontianak, UIN Mataram, dan UPB di Punggur Besar

Kolaborasi Kerja Bakti Kelompok 19 KKL IAIN Pontianak, UIN Mataram, dan UPB di Punggur Besar


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) - Dalam semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat, Kelompok 19 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang terdiri dari IAIN Pontianak dan UIN Mataram yang berkolaborasi dengan Universitas Panca Bhakti (UPB) untuk menggelar kerja bakti di Desa Punggur Besar yang diadakan oleh kepala desa. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 9 Agustus 2024, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat.

Acara kerja bakti ini dihadiri oleh 26 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang bekerja sama untuk ikut serta membantu kerja bakti yang diadakan oleh kepala desa. Para mahasiswa saling bekerja sama dengan membagi tugas masing-masing ada yang menebas rumput dan ada yang memindahkan batok kepala untuk ditimbun ditimbun ke parit agar bisa dilewati. Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dan berlangsung hingga siang hari, diikuti dengan sesi perkenalan antar mahasiswa. 

Nazimah selaku anggota kelompok KKL IAIN Pontianak, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Kami ingin memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Punggur Besar dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi desa,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus serta meningkatkan kemampuan kerja sama dan kepedulian sosial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin memahami kondisi sosial masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pembangunan di daerah Punggur Besar.

Penulis : PDD Kel 19


Peduli Lingkungan, KKL Sungai Asam IAIN Pontianak Adakan Penyuluahan Kebersihan

Peduli Lingkungan, KKL Sungai Asam IAIN Pontianak Adakan Penyuluahan Kebersihan


Sungai Asam (lp2m.iainptk.ac.id) - 10 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak yang bertugas di Desa Sungai Asam mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik kebersihan lingkungan di SDN 32 Parit Setya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SDN 32 Parit Setya, Marzuki, memberikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh mahasiswa KKL IAIN Pontianak. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat efektif dalam membentuk kesadaran dan disiplin kebersihan bagi para siswa-siswi. “Kegiatan ini sangat efektif dan menjadi kegiatan kolaboratif pertama bersama mahasiswa sejak saya menjabat sebagai kepala sekolah,” ujar Marzuki.

Safa, salah satu pemateri sekaligus anggota KKL Sungai Asam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, khususnya di wilayah SDN 32 Parit Setya. “Ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan sekolah, khususnya SDN 32 Sungai Asam,” kata Safa.

Kegiatan yang berlangsung dengan lancar ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKL dan siswa-siswi SDN 32 Parit Setya, Desa Sungai Asam, sebagai kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin.



Penulis: Najla


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak