Agustus 2026 - LP2M IAIN PONTIANAK
Perkuat Sinergi Tri Dharma, LP2M IAIN Pontianak dan Pemkab Mempawah Bahas MoU dan PKS Kerja Sama

Perkuat Sinergi Tri Dharma, LP2M IAIN Pontianak dan Pemkab Mempawah Bahas MoU dan PKS Kerja Sama

 

MEMPAWAH,_Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar pertemuan strategis bersama Pemerintah Kabupaten Mempawah di Ruang Junjung Titah, Kantor Bupati Mempawah. Pertemuan tersebut dilaksanakan guna membahas substansi Kesepakatan Bersama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah penguatan kemitraan strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Ketua dan Sekretaris LP2M IAIN Pontianak. Turut mendampingi, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik IAIN Pontianak, Muhammad Syahrun. Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Mempawah diwakili oleh Staf Ahli Bupati, didampingi oleh tim dari Bidang Hukum, Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial.

Kedua belah pihak secara mendalam membahas substansi Kesepakatan Bersama, mencakup penetapan ruang lingkup kerja sama, perumusan bentuk kegiatan, hingga mekanisme pelaksanaan program yang dapat dikembangkan secara bersama. Pembahasan detail ini dilakukan untuk memastikan bahwa kerja sama yang dibangun mampu memberikan manfaat nyata dan saling menguntungkan bagi kedua instansi serta masyarakat Kabupaten Mempawah.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pembentukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) khusus terkait pelaksanaan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa IAIN Pontianak di Kabupaten Mempawah. Program KKL dirancang sebagai wadah utama bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi aktif, memahami potensi dan persoalan lokal, serta memberikan kontribusi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak menyepakati pola kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, melainkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai bidang strategis. Kolaborasi sinergis antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan mampu mewujudkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih kontekstual, berdampak luas, serta memperluas kontribusi IAIN Pontianak terhadap pembangunan daerah di Kabupaten Mempawah.

LP2M IAIN Pontianak Gelar Meet and Greet Mahasiswa Pejuang Inklusi: "Bersama dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Inklusi"

LP2M IAIN Pontianak Gelar Meet and Greet Mahasiswa Pejuang Inklusi: "Bersama dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Inklusi"


 LP2M IAIN PONTIANAK – Koordinator Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Meet and Greet bersama Mahasiswa Pejuang Inklusi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Acara yang mengusung tema "Bersama dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Inklusi" ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Ruang Rapat LP2M IAIN Pontianak mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2M, Sekretaris LP2M, serta Koordinator Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi. Sebanyak 15 mahasiswa disabilitas turut hadir dalam acara ini, didampingi oleh 2 orang pendamping yang akrab disapa sebagai Sahabat Pejuang Inklusi.

Dalam sambutannya, Ketua LP2M menyampaikan dukungan penuh (full support) terhadap seluruh aktivitas dan pengembangan potensi mahasiswa disabilitas di kampus IAIN Pontianak. Beliau menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan karier dan masa depan.

"Jangan pernah ragu dan minder. Pastikan kebutuhan serta perjuangan kalian sejajar dengan mahasiswa lainnya. Kesuksesan berkarir terbuka lebar untuk siapa saja. Tetap semangat agar bisa lulus tepat waktu dengan capaian nilai akademik yang memuaskan," ujar Ketua LP2M memberi motivasi.

Sesi berlanjut ke acara inti yang berlangsung interaktif dan akrab. Para mahasiswa saling memperkenalkan diri, mulai dari nama, fakultas, program studi, hingga hobi masing-masing. Untuk mempererat rasa kebersamaan dan melatih daya ingat, korpus memberikan tantangan unik di mana setiap peserta diwajibkan mengingat minimal empat nama rekan nya.

 Suara dan Harapan Mahasiswa Pejuang Inklusi

Setelah seluruh rangkaian acara usai, sesi dilanjutkan dengan penyampaian kesan, pengalaman, serta harapan dari para mahasiswa disabilitas demi mewujudkan lingkungan kampus yang semakin ramah dan inklusif.

Beberapa poin utama pengalaman dan aspirasi yang disampaikan meliputi:

  • Penerimaan Diri, Kemandirian, dan Rasa Percaya Diri

Para mahasiswa menekankan pentingnya menerima kondisi diri tanpa rasa malu dan tetap berjuang meraih cita-cita. Meli dan Dwi Redi sepakat bahwa memiliki keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap bahagia dan percaya diri. Vivi menambahkan bahwa menjadi mahasiswa disabilitas memberinya pengalaman luar biasa untuk belajar mandiri dalam mengerjakan tugas perkuliahan.

  • Kesempatan Setara Tanpa Sikap "Dikasihani"

Haris, Reza (yang baru teridentifikasi sebagai mahasiswa disabilitas di semester 7), dan Vivi menegaskan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan. Mereka berharap lingkungan kampus terus memberikan dukungan setara tanpa membuat mahasiswa disabilitas merasa dikasihani. Meli juga mengingatkan agar pemberian keringanan dilakukan secara bijak dan proporsional agar tidak menimbulkan kecemburuan dari mahasiswa non-disabilitas.

  • Peningkatan Aksesibilitas, Sarana, dan Administrasi

Mirzam dan Meli menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas fisik serta layanan kampus. Mereka berharap adanya peningkatan sarana prasarana seperti penyediaan guiding block, kelancaran administrasi perkuliahan (termasuk KKL konversi), hingga dukungan akses transportasi untuk menunjang mobilitas belajar harian.

  • Semangat Perkuliahan dan Lulus Tepat Waktu

Dwi Redi dan Heri mengajak seluruh rekan mahasiswa untuk menyikapi setiap tantangan dengan optimistis. Bagi mereka, apa pun kondisi yang dihadapi, semangat belajar harus tetap menyala demi menyelesaikan studi tepat waktu dan menggapai cita-cita di masa depan.

Melalui kegiatan ini, LP2M IAIN Pontianak berharap semangat inklusivitas semakin menguat di lingkungan kampus, sehingga seluruh mahasiswa dapat tumbuh, berkembang, dan mengukir prestasi bersama tanpa batas perbedaan.





Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak