Juli 2025 - LP2M IAIN PONTIANAK
Hari Kedua KKL, Kelompok Desa Mekar Sari Laksanakan Aksi Bersih-Bersih Masjid At-Taqwa di Desa Mekar Sari

Hari Kedua KKL, Kelompok Desa Mekar Sari Laksanakan Aksi Bersih-Bersih Masjid At-Taqwa di Desa Mekar Sari

 


Mekar Sari, Pada 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - Memasuki hari kedua kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kelompok Mahasiswa Desa Mekar Sari 2025 menunjukkan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bersih-bersih Masjid At-Taqwa yang berlokasi di Dusun Pelita. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas spiritual warga sekitar.

Sejak pagi hari, seluruh anggota kelompok KKL sudah berkumpul dengan perlengkapan kebersihan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan dimulai dengan briefing singkat mengenai pembagian tugas dan koordinasi teknis pelaksanaan. Beberapa anggota bertugas membersihkan halaman dan area parkir masjid, sementara yang lain fokus pada bagian dalam masjid, termasuk tempat wudhu, kamar mandi, jendela, pintu, lantai, serta plafon.

Ketua Kelompok KKL Desa Mekar Sari, Rifki Aulia Fahrezi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil komunikasi dan kerja sama antara pihak kelompok KKL dan pengurus Masjid At-Taqwa.

“Kegiatan pembersihan ini tentu sudah mendapatkan persetujuan dari pengurus masjid. Kami ingin memberikan kontribusi positif selama masa KKL ini, dan menurut kami, kebersihan masjid menjadi salah satu hal penting. Dengan kondisi   masjid yang bersih, kami berharap jemaah bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,”Ujarnya Sebelum Berangkat Bersih-bersih.

Kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya difokuskan pada kebersihan fisik, namun juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah. Dengan semangat kerja sama dan tanggung jawab sosial, mahasiswa KKL berharap kegiatan ini bisa menginspirasi warga untuk terus merawat dan menjaga masjid secara rutin.

Penulis : ILA LAILA


Mahasiswa IAIN dan UMP Bersinergi dengan Aparatur Desa Sungai Deras dalam Persiapan HUT RI ke-80

Mahasiswa IAIN dan UMP Bersinergi dengan Aparatur Desa Sungai Deras dalam Persiapan HUT RI ke-80

 


Sungai Deras, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana keakraban dan semangat kolaborasi terasa kental saat mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadiri apel pagi yang digelar aparatur Desa Sungai Deras. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan seremonial yang membahas program kerja mahasiswa dan rencana kegiatan desa.

Kepala Desa Sungai Deras menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam rangkaian kegiatan menjelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Untuk kegiatan 17 Agustus, kami minta keterlibatan penuh dari adik-adik mahasiswa. Tidak perlu memikirkan dananya, kami sudah siapkan sepenuhnya. Cukup fokus pada kreativitas, salah satunya dengan membuat pamflet atau video pendek untuk promosi dan melibatkan masyarakat,” ujar Kepala Desa.

Selain itu, beliau juga mengumumkan perubahan konsep lomba perayaan HUT RI tahun ini. Pertandingan yang biasanya digelar antar-RT akan diubah menjadi antar-dusun untuk menghindari potensi perselisihan serta mempererat persatuan warga.

Tidak hanya itu, beberapa program lain seperti desa apel, turnamen olahraga, dan kegiatan jalan sehat juga dipaparkan dalam pertemuan tersebut. Kepala Desa mengajak mahasiswa untuk memberikan ide-ide segar dan inovatif agar seluruh kegiatan dapat berjalan meriah dan melibatkan partisipasi luas dari masyarakat.

Mahasiswa IAIN Pontianak dan UMP menyambut baik ajakan tersebut dengan penuh antusias. Mereka menyatakan siap berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang direncanakan. “Kami siap memberikan yang terbaik dan akan segera membentuk tim untuk mendiskusikan konsep-konsep yang telah disampaikan oleh Bapak Kepala Desa,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi program kerja, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah desa. Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, perayaan HUT RI ke-80 di Desa Sungai Deras diharapkan berlangsung meriah, penuh sportivitas, serta menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Penulis : Shohibul faqih

Halaman Luas, Cermin Kehidupan Asri Warga Desa Sungai Enau A

Halaman Luas, Cermin Kehidupan Asri Warga Desa Sungai Enau A

 


Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, memiliki keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain, yakni hampir setiap rumah warga memiliki halaman yang luas. Lahan pekarangan yang besar ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penghuni, tetapi juga menjadi sumber daya penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Warga memanfaatkan halaman mereka untuk berbagai keperluan, mulai dari menanam sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat keluarga (TOGA). Beberapa rumah bahkan menjadikan lahan tersebut sebagai tempat beternak ayam, bebek, atau memelihara ikan di kolam sederhana. Pemanfaatan ini membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar, terutama saat harga kebutuhan pokok meningkat.

Selain memberikan manfaat ekonomi, halaman yang ditumbuhi berbagai tanaman membuat lingkungan desa terasa lebih sejuk, asri, dan hijau. Anak-anak pun memiliki ruang bermain yang luas dan aman di sekitar rumah, menciptakan suasana desa yang harmonis.

Keberadaan halaman luas ini juga mendorong warga untuk menerapkan konsep “rumah hijau” yang ramah lingkungan. Dengan pemanfaatan yang tepat, pekarangan rumah tidak hanya menjadi elemen estetika, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.

Keunikan Desa Sungai Enau A ini menjadi bagian dari identitas lokal yang patut dijaga. Selain memperkuat hubungan masyarakat dengan alam, konsep pemanfaatan halaman rumah yang produktif dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menciptakan lingkungan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Penulis : Nurlita Sari

Mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 Gotong Royong Buat Plang RT

Mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 Gotong Royong Buat Plang RT

 


Sungai Enau, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak yang tergabung dalam Kelompok Sungai Enau 2 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan desa melalui kegiatan gotong royong membuat plang RT. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKL Sungai Enau 2.

Plang RT atau papan nama wilayah tersebut dibuat sebagai tanda pengenal wilayah Rukun Tetangga (RT) yang ada di desa. Sebelumnya, plang RT lama yang terpasang sudah memudar dan tidak terbaca lagi karena termakan usia serta cuaca. Hal ini tentu menyulitkan tamu atau pendatang baru dalam mengenali wilayah tempat tinggal warga.

Dengan berkoordinasi bersama ketua RT dan tokoh masyarakat setempat, mahasiswa KKL mulai mengumpulkan bahan-bahan sederhana seperti kayu bekas, cat, dan paku untuk membuat plang baru. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pemotongan kayu, pengecatan, hingga pemasangan plang di titik strategis yang mudah terlihat.

Pembuatan plang RT ini tidak hanya memperjelas identitas wilayah, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan warga desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut berperan dalam meningkatkan kerapian dan ketertiban lingkungan, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga dan perangkat desa karena manfaatnya yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Mahasiswa berharap, plang yang dibuat dapat bertahan lama dan terus digunakan sebagai bagian dari tata kelola lingkungan yang baik.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla


Kelola Emosi, Jaga Kekompakan: Kunci Sukses Kerja Tim Mahasiswa KKL Sungai Enau 2

Kelola Emosi, Jaga Kekompakan: Kunci Sukses Kerja Tim Mahasiswa KKL Sungai Enau 2


 Sungai Enau, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Dalam kerja kelompok, terutama pada kegiatan pengabdian seperti Kuliah Kerja Lapangan (KKL), kemampuan mengelola emosi dan menekan ego pribadi menjadi kunci keberhasilan. Hal inilah yang terus diupayakan oleh mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 IAIN Pontianak selama menjalankan program di tengah masyarakat.

Berbeda dengan aktivitas akademik biasa, KKL menuntut mahasiswa untuk hidup, bekerja, dan berinteraksi bersama dalam waktu yang panjang. Dalam kondisi ini, perbedaan pendapat, tekanan pekerjaan, hingga kelelahan fisik dan mental bisa menjadi pemicu konflik apabila tidak diimbangi dengan pengendalian emosi.

Untuk menghindari hal tersebut, mahasiswa diajak untuk saling memahami, menurunkan ego, serta mengutamakan kepentingan bersama demi tercapainya tujuan kelompok. Setiap individu dilatih untuk terbuka terhadap kritik, menerima saran, dan menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah.

Diskusi rutin menjadi sarana penting dalam menyalurkan pendapat dan unek-unek agar emosi tidak dipendam terlalu lama. Dalam setiap pengambilan keputusan, seluruh anggota kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, namun tetap diarahkan pada kesepakatan bersama.

Sikap saling menghargai dan tidak egois menjadi fondasi kekompakan tim. Ketika setiap anggota mampu mengesampingkan kepentingan pribadi, dinamika kerja berjalan harmonis dan program pengabdian dapat terlaksana dengan baik.

Melalui proses ini, mahasiswa KKL tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mengasah kedewasaan emosional yang akan bermanfaat dalam kehidupan profesional dan sosial mereka di masa mendatang.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Fenomena Air Pasang di Malam Hari, Warga Sungai Enau Pilih Mencuci di Waktu Gelap

Fenomena Air Pasang di Malam Hari, Warga Sungai Enau Pilih Mencuci di Waktu Gelap

 


Sungai Enau, Kuala Mandor B – Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, memiliki fenomena alam unik yang memengaruhi aktivitas warganya. Tidak seperti di banyak daerah lain, masyarakat di desa ini justru terbiasa mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga pada malam hari.

Kebiasaan ini dipengaruhi oleh kondisi air parit dan sungai kecil yang mengalir di sekitar permukiman. Saat malam tiba, air mengalami pasang dan mengalir lebih deras, sehingga memudahkan warga untuk mencuci. Sebaliknya, di siang hari air cenderung surut atau mengalir pelan, membuatnya kurang efektif untuk digunakan.

Ibu-ibu rumah tangga biasanya memanfaatkan waktu setelah salat Magrib hingga malam untuk mencuci di bawah jembatan atau di tepi parit. Suasana malam yang sejuk, ditambah melimpahnya air, menjadikan aktivitas mencuci terasa lebih ringan dan nyaman.

Meski dilakukan pada malam hari, warga tetap memperhatikan keamanan. Mereka membawa penerangan seperti senter atau lampu kecil, serta mencuci secara berkelompok sehingga terasa lebih aman sekaligus menjadi ajang berbincang santai.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana masyarakat Desa Sungai Enau mampu menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi alam. Kebiasaan ini tidak hanya menunjukkan kearifan lokal, tetapi juga menjadi ciri khas unik yang memperkaya identitas desa tersebut.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Sarapan Bersama, Cara Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Bangun Kekompakan Tim

Sarapan Bersama, Cara Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Bangun Kekompakan Tim

 


Sungai Enau 2, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci utama dalam menjalankan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Hal ini tercermin dari rutinitas mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 IAIN Pontianak yang selalu memulai hari dengan kegiatan sarapan bersama sebelum terjun ke lapangan.

Setiap pagi, para mahasiswa berkumpul menikmati sarapan sederhana yang mereka siapkan secara gotong royong. Momen ini tidak hanya sekadar mengisi energi, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk merencanakan kegiatan, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta membahas tantangan yang dihadapi.

Sambil menikmati hidangan berupa kue-kue tradisional atau menu lokal, suasana santai namun produktif tercipta. Mahasiswa saling bertukar pikiran, mendengarkan, dan menghargai pendapat satu sama lain. Dari kebiasaan ini tumbuh rasa saling percaya, kekompakan, serta solidaritas yang kuat di antara anggota kelompok.

Kegiatan sederhana ini terbukti efektif dalam membangun komunikasi yang baik. Semangat kebersamaan yang terbangun dari sarapan bersama tercermin dalam setiap aktivitas mereka bersama masyarakat desa.

Melalui rutinitas pagi ini, mahasiswa KKL Sungai Enau 2 tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun pondasi persaudaraan yang kuat—bekal berharga bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Tradisi Mencuci di Parit, Cerminan Kehidupan Sederhana dan Kebersamaan Warga Desa Sungai Enau A

Tradisi Mencuci di Parit, Cerminan Kehidupan Sederhana dan Kebersamaan Warga Desa Sungai Enau A

 


Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Di tengah arus modernisasi, sejumlah tradisi pedesaan masih bertahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya dapat ditemukan di Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, di mana aktivitas mencuci di parit tetap menjadi kebiasaan umum warga hingga kini.

Parit-parit yang mengalir di sepanjang permukiman warga tidak hanya berfungsi sebagai saluran irigasi dan pembuangan air hujan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mencuci pakaian, peralatan dapur, hingga mandi. Pemandangan ibu-ibu rumah tangga yang mencuci di bawah jembatan kayu kecil di depan rumah masing-masing sambil bercengkerama dengan tetangga menjadi hal yang lazim ditemui.

Selain memenuhi kebutuhan praktis, aktivitas ini turut mempererat hubungan sosial antarwarga. “Sambil mencuci, kami bisa ngobrol dengan tetangga. Rasanya lebih akrab,” ujar salah seorang warga setempat.

Air parit yang mengalir jernih membuatnya tetap layak digunakan, sementara warga secara sadar menjaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan area sekitar jembatan. Beberapa warga juga memanfaatkan air parit untuk menyiram tanaman di halaman rumah mereka.

Tradisi mencuci di parit ini menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat Desa Sungai Enau A yang masih selaras dengan alam dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkaya identitas budaya lokal yang patut dilestarikan.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Asal Usul Nama "Parit Kongsi": Simbol Kebersamaan Warga Desa Sungai Enau A

Asal Usul Nama "Parit Kongsi": Simbol Kebersamaan Warga Desa Sungai Enau A


 Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Setiap nama tempat memiliki sejarah dan makna yang mencerminkan identitas serta nilai masyarakatnya. Demikian pula dengan “Parit Kongsi”, salah satu wilayah di Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Nama ini bukan sekadar penanda lokasi, melainkan mengandung filosofi kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam bahasa lokal, kata “Parit” merujuk pada saluran air yang berfungsi mengalirkan air dari satu wilayah ke wilayah lainnya, umumnya untuk keperluan irigasi, pertanian, atau batas wilayah. Sementara itu, “Kongsi” berarti berbagi atau bersama-sama.

Dengan demikian, “Parit Kongsi” memiliki arti parit yang digunakan dan dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat. Dahulu, parit ini dibuat secara gotong royong, dan aliran airnya digunakan untuk mendukung pertanian serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warga. Parit ini menjadi simbol kerja sama dalam mengelola sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Selain berperan sebagai saluran irigasi, parit ini juga menjadi jalur penting dalam mendukung aktivitas pertanian warga. Tradisi berbagi yang melekat pada penamaannya mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Hingga kini, nilai-nilai “kongsi” atau berbagi masih terjaga kuat dalam kehidupan sehari-hari warga Parit Kongsi. Nama ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan Desa Sungai Enau A.

Penulis : salsabila aulia safitri

Rujakan Sore, Cara Mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 Dekatkan Diri dengan Warga

Rujakan Sore, Cara Mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 Dekatkan Diri dengan Warga

 


Sungai Enau, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tidak hanya diisi dengan program formal, tetapi juga membangun hubungan sosial yang hangat dengan masyarakat setempat. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa KKL Kelompok Sungai Enau 2 dari IAIN Pontianak, yang memanfaatkan momen sore hari untuk berinteraksi santai melalui kegiatan merujak bersama warga.

Merujak atau membuat rujak bersama menjadi aktivitas rutin, terutama pada sore hari ketika aktivitas harian telah usai. Mahasiswa dan warga, khususnya para ibu dan anak-anak, berkumpul di sekitar posko untuk menyiapkan aneka buah segar seperti mangga muda, nanas, kedondong, pepaya, dan jambu. Proses mengupas, memotong, hingga mengulek bumbu rujak pedas manis dilakukan bersama-sama, menciptakan suasana penuh keakraban.

Kegiatan ini bukan sekadar menikmati rujak, tetapi juga menjadi ajang saling mengenal, bertukar cerita, dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Suasana santai yang tercipta membuat interaksi terasa lebih hangat dan personal.

Melalui momen sederhana ini, nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong semakin terasa. Mahasiswa belajar bersosialisasi lebih dekat dengan warga, tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas desa.

Kegiatan rujakan ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa maupun masyarakat, menjadi bukti bahwa hal-hal sederhana dapat memperkuat silaturahmi serta menciptakan kenangan indah selama masa pengabdian di Desa Sungai Enau 2.

Penulis : salsabila aulia safitri

Tradisi Mengaji Sejak Dini, Cerminan Kuatnya Nilai Keislaman di Desa Sungai Enau A

Tradisi Mengaji Sejak Dini, Cerminan Kuatnya Nilai Keislaman di Desa Sungai Enau A

 


Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Desa Sungai Enau A tidak hanya dikenal dengan lingkungan alamnya yang asri dan masyarakatnya yang ramah, tetapi juga dengan tradisi keislaman yang mengakar kuat. Mayoritas warga desa ini berasal dari suku Madura yang dikenal memiliki nilai religius tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya anak-anak yang sudah lancar membaca Al-Qur’an sejak usia dini.

Tradisi mengaji telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Sungai Enau A. Sejak usia taman kanak-kanak, anak-anak dibiasakan mengikuti kegiatan mengaji, baik di rumah, surau, maupun musholla yang tersebar di desa. Bimbingan penuh perhatian dari orang tua serta ketekunan para guru ngaji menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai pencapaian awal yang membanggakan.

Selain membaca, anak-anak juga mulai menghafal surah-surah pendek serta mempelajari makna dasar dari ayat-ayat suci. Kegiatan mengaji biasanya dilakukan selepas Magrib hingga menjelang Isya, sekaligus menjadi sarana mempererat ikatan antara anak-anak, orang tua, dan masyarakat.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran penting keluarga, lingkungan yang mendukung, serta kuatnya budaya Islam dalam kehidupan masyarakat suku Madura di desa tersebut. Pendidikan agama tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.

Tradisi mengaji yang telah diwariskan turun-temurun ini diharapkan terus terjaga, sehingga anak-anak Desa Sungai Enau A tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan moral.

Penulis : salsabila aulia safitri

Tradisi Mengambil Sayuran Liar, Wujud Kearifan Lokal di Desa Sungai Enau A

Tradisi Mengambil Sayuran Liar, Wujud Kearifan Lokal di Desa Sungai Enau A

 


Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Desa Sungai Enau A, Kabupaten Kubu Raya, masih mempertahankan gaya hidup alami dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu tradisi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat adalah kebiasaan mengambil sayuran langsung dari alam tanpa harus membelinya di pasar.

Alam sekitar desa yang masih subur menyediakan beragam tanaman liar yang dapat dikonsumsi, seperti pakis, daun singkong, kangkung liar, genjer, hingga pucuk labu. Tanaman-tanaman ini tumbuh bebas di tepi sungai, ladang, maupun halaman rumah warga. Aktivitas ini menjadi rutinitas harian, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang setiap pagi atau sore pergi memetik sayuran segar untuk diolah menjadi hidangan sehat keluarga.

Selain membantu menghemat pengeluaran, kebiasaan ini juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi tetap sehat karena bebas dari bahan kimia tambahan. Tidak hanya itu, tradisi ini sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan. Warga yang memperoleh sayuran lebih dari cukup biasanya akan berbagi dengan tetangga, mempererat hubungan sosial di antara mereka.

Gaya hidup alami masyarakat Desa Sungai Enau A menjadi bukti bahwa kehidupan pedesaan mampu berjalan selaras dengan alam. Kearifan lokal ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat lain dalam menjaga kesehatan dan membangun kebersamaan.

Penulis : Salsabila Aulia Safitri

Perkebunan Sawit Jadi Penopang Utama Ekonomi Desa Sungai Enau A

Perkebunan Sawit Jadi Penopang Utama Ekonomi Desa Sungai Enau A

 


Sungai Enau A, Kuala Mandor B (lp2m.iainptk.ac.id) – Desa Sungai Enau A, yang berada di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, dikenal sebagai salah satu desa dengan perekonomian yang bertumpu pada sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Hampir seluruh kepala keluarga di desa ini memiliki lahan sawit, baik dalam skala kecil maupun menengah, menjadikan komoditas ini sebagai sumber penghasilan utama masyarakat.

Kondisi geografis serta kesuburan tanah yang mendukung membuat tanaman sawit tumbuh optimal di wilayah ini. Mulai dari proses pembibitan, penanaman, hingga panen dan penjualan tandan buah segar (TBS), masyarakat mengelolanya secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan perusahaan mitra.

Hasil dari perkebunan sawit tidak hanya memberikan pemasukan rutin bagi keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Berkat pendapatan dari sawit, banyak warga mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, memperbaiki rumah, bahkan membuka usaha sampingan.

Meski demikian, masyarakat dihadapkan pada tantangan seperti fluktuasi harga TBS dan biaya perawatan tanaman yang tidak murah. Namun, semangat warga untuk mempertahankan sawit sebagai mata pencaharian utama tetap tinggi.

Melalui pemanfaatan potensi lokal ini, Desa Sungai Enau A menunjukkan bahwa perkebunan sawit bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari identitas desa dan simbol kemandirian warganya.

Penulis : Nurlita Sari

Hari Keenam KKL di Desa Punggur Kecil: Gotong Royong, Kunjungan Kampung Literasi, dan Rapat Evaluasi

Hari Keenam KKL di Desa Punggur Kecil: Gotong Royong, Kunjungan Kampung Literasi, dan Rapat Evaluasi

 


Punggur Kecil, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Memasuki hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Kecil, mahasiswa IAIN Pontianak kembali menunjukkan semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Sejak pukul 07.00 WIB, mahasiswa turun ke lapangan sesuai wilayah RT masing-masing untuk membantu warga membersihkan area Jalan Parit Leban Punggur Kecil. Kegiatan gotong royong ini juga diikuti oleh mahasiswa Universitas Tanjungpura yang turut melaksanakan pengabdian di lokasi yang sama.

Tak berhenti di sana, sekitar pukul 09.30 WIB kegiatan berlanjut di Jalan Parit Deraman Hulu, tepatnya di sekitar posko KKL. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh warga, menciptakan suasana kerja sama yang solid antara masyarakat dan peserta KKL.

Kunjungan ke Kampung Literasi

Pada sore harinya, rombongan mahasiswa KKL mengunjungi Kampung Literasi Desa Punggur Kecil yang terletak di Jalan Parit Tembakul. Kunjungan ini bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai program kerja yang akan dilaksanakan di lokasi tersebut. Salah satu agenda utama adalah kegiatan cek kesehatan dan bekam gratis yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.

Salah seorang pengurus Kampung Literasi menyampaikan antusiasmenya,

“Oh bagus, terakhir kegiatan bekam di sini pada tahun 2020, dan masyarakat beberapa kali bertanya kapan lagi ada bekam gratis tersebut. Mereka sangat menantikan kegiatan ini.”

Antusiasme masyarakat tersebut semakin memotivasi mahasiswa KKL untuk mempersiapkan program-program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan warga. Diskusi hangat yang terjalin menjadi ajang tukar gagasan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan mendatang, sekaligus mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat desa.

Rapat Evaluasi Malam Hari

Menutup rangkaian kegiatan, malam harinya mahasiswa KKL melaksanakan rapat evaluasi di posko. Rapat ini membahas jalannya kegiatan hari keenam sekaligus mempersiapkan agenda untuk esok hari. Suasana rapat berlangsung penuh semangat, mencerminkan kekompakan dan rasa tanggung jawab seluruh tim dalam menjalankan setiap program yang telah direncanakan.

Hari keenam ini menjadi bukti nyata dedikasi mahasiswa KKL IAIN Pontianak dalam mengabdikan diri di Desa Punggur Kecil, melalui kerja sama, inovasi program, dan sinergi yang kuat bersama masyarakat.

Penulis : Aisah

Memasuki Hari Kelima, Mahasiswa KKL di Punggur Kecil Nikmati Kebersamaan dengan Berkebun, Memancing, dan Bakar-Bakar

Memasuki Hari Kelima, Mahasiswa KKL di Punggur Kecil Nikmati Kebersamaan dengan Berkebun, Memancing, dan Bakar-Bakar

 


Punggur Kecil, 26 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Memasuki hari kelima pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Kecil, mahasiswa IAIN Pontianak mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Sabtu (26/7) ini diwarnai suasana penuh keakraban melalui aktivitas berkebun, memancing, dan acara bakar-bakar yang mereka lakukan bersama.

Sejak pagi, mahasiswa tampak antusias saat turun ke kebun warga untuk memanen hasil bumi seperti ubi kayu, pisang, kelapa, dan nanas. Tawa riang dan canda akrab terdengar sepanjang kegiatan, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Keseruan berlanjut dengan aktivitas memancing di tepi sungai. Sambil menunggu umpan disambar ikan, mahasiswa menikmati suasana santai yang penuh kebersamaan. Hasil tangkapan ikan ini kemudian diolah untuk santapan malam, menambah keistimewaan momen tersebut.

Menjelang sore, mahasiswa menyempatkan diri berbelanja bersama guna mempersiapkan acara bakar-bakar kecil. Semua kebutuhan mulai dari bumbu, sayuran, hingga sosis dipilih dengan penuh canda tawa. Persiapan yang dilakukan bersama ini tidak hanya bertujuan untuk menyiapkan hidangan, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama.

Malam minggu di Punggur Kecil pun berubah menjadi malam penuh kehangatan. Hasil kebun dan ikan tangkapan dimasak bersama, disertai cerita dan canda yang membuat suasana semakin meriah.

Hari kelima KKL ini menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak hanya terjalin melalui kerja keras pada siang hari, tetapi juga melalui momen sederhana yang sarat makna di tengah malam penuh keakraban. Pengalaman ini meninggalkan kenangan indah bagi mahasiswa sekaligus memperkuat solidaritas selama masa pengabdian di Desa Punggur Kecil.

Penulis : Aisah

Mahasiswa KKL Jangkang Satu Latih Paskibra SMAN 2 Kubu untuk Seleksi Upacara HUT RI ke-80

Mahasiswa KKL Jangkang Satu Latih Paskibra SMAN 2 Kubu untuk Seleksi Upacara HUT RI ke-80

 


Jangkang Satu, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Selain membantu dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Jangkang Satu juga dilibatkan dalam pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SMAN 2 Kubu, Senin (28/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan seleksi paskibra tingkat kecamatan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi sebelumnya di kantor desa, di mana pihak SMAN 2 Kubu yang diwakili oleh Pulung, salah satu guru, mengajukan bantuan kepada mahasiswa KKL untuk turut melatih siswa dalam pembentukan pasukan paskibra.

Menurut Pulung, kehadiran mahasiswa dinilai penting karena memiliki pengalaman baris-berbaris dan kedekatan usia dengan siswa, sehingga komunikasi dan penyampaian materi latihan bisa lebih efektif dan mudah diterima.

“Kami melihat mahasiswa punya potensi besar untuk membantu dalam hal ini. Harapannya, siswa bisa lebih disiplin dan siap menghadapi seleksi di tingkat kecamatan,” ungkap Pulung.

Salah satu mahasiswa KKL yang menjadi pelatih, Fatwa Muhammad Syahid, menyampaikan antusiasmenya dalam membimbing siswa.

“Melatih paskibra bukan sekadar baris-berbaris, tapi juga soal menanamkan tanggung jawab dan kebanggaan terhadap tugas negara. Saya bangga bisa berkontribusi di momen penting seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan akan berlangsung secara rutin hingga hari seleksi tiba. Mahasiswa berharap, dukungan yang diberikan bisa membawa hasil maksimal dan mengharumkan nama sekolah serta desa dalam upacara tingkat kecamatan nanti.

Penulis : IKHSAN GUNAWAN


Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Mulai Laksanakan Pengajaran di SMAN 2 Kubu

Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Mulai Laksanakan Pengajaran di SMAN 2 Kubu

 


Jangkang Satu, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)– Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Jangkang Satu yang ditempatkan di SMAN 2 Kubu memulai kegiatan pengabdian di lingkungan sekolah pada Senin pagi (28/7). Kegiatan diawali dengan mengikuti upacara bendera bersama seluruh siswa dan dewan guru.

Setelah upacara, para mahasiswa menunggu arahan dari guru-guru terkait penempatan kelas dan materi pelajaran. Beberapa mahasiswa kemudian diarahkan untuk mengisi kelas XI dan XII, mengajar mata pelajaran sesuai latar belakang dan kemampuan masing-masing, mulai dari Biologi, Ekonomi, hingga Bahasa Inggris.

Salah satu guru di SMAN 2 Kubu menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKL sangat membantu, terutama dalam memberikan variasi pembelajaran yang lebih segar dan interaktif. Guru tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan yang adaptif, karena siswa SMA memiliki karakter yang beragam dan dinamis.

Salah satu mahasiswa KKL yang mengajar, Hany, membagikan kesan pertamanya setelah terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Saya sempat gugup, tapi setelah masuk kelas dan melihat antusiasme siswa, saya jadi lebih semangat. Mengajar di SMA itu menantang, tapi menyenangkan karena bisa berbagi ilmu secara langsung,” ujarnya.

Kegiatan pengajaran ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKL di sektor pendidikan, sekaligus ajang penerapan ilmu yang telah mereka pelajari selama di bangku kuliah. Diharapkan, kehadiran mahasiswa di sekolah ini dapat memberikan kontribusi positif baik bagi siswa maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Penulis : IKHSAN GUNAWAN
Senam Bersama di Taman Alun-Alun Desa Kubu Pererat Kebersamaan Mahasiswa KKL dan Warga

Senam Bersama di Taman Alun-Alun Desa Kubu Pererat Kebersamaan Mahasiswa KKL dan Warga

 


Desa Kubu, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana Taman Alun-Alun Desa Kubu pada Minggu pagi (27/7) tampak semarak dengan digelarnya kegiatan senam bersama yang diikuti Ibu-Ibu PKK, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak, serta mahasiswa Universitas PGRI (UPGRI) yang juga sedang melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan berlangsung meriah di bawah udara pagi yang segar.

Senam bersama ini merupakan bagian dari program kolaboratif mahasiswa KKL Desa Kubu yang bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat, perangkat desa, dan peserta KKL lintas perguruan tinggi. Para peserta mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat dan antusiasme, dipandu oleh instruktur yang memimpin jalannya kegiatan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus menjalin keakraban antara ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKL yang tengah mengabdi di desa ini,” ujar salah satu mahasiswa IAIN Pontianak selaku koordinator kegiatan.

Kepala Desa yang sekaligus Ketua PKK Desa Kubu turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Kami menyambut baik program ini. Mahasiswa tidak hanya fokus pada program akademik, tetapi juga mampu mendorong kegiatan sosial dan kesehatan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Usai senam, acara dilanjutkan dengan hiburan karaoke yang diikuti secara bergantian oleh ibu-ibu PKK dan mahasiswa, menciptakan suasana penuh keceriaan. Seluruh peserta kemudian melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat senang bisa berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Semoga momen seperti ini bisa terus mempererat tali silaturahmi,” ungkap salah satu mahasiswa KKL IAIN Pontianak.

Kegiatan senam bersama ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan suasana desa yang aktif, sehat, dan harmonis selama masa pengabdian berlangsung.

Penulis : Tiara Selvira

Awali Pekan Aktif, Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Mulai Mengajar di SD Negeri 28 Kubu

Awali Pekan Aktif, Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Mulai Mengajar di SD Negeri 28 Kubu


 Jangkang Satu, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang bertugas di Desa Jangkang Satu memulai kegiatan pengajaran di SD Negeri 28 Kubu pada Senin pagi (28/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa di bidang pendidikan selama pelaksanaan KKL.

Mahasiswa turut mengikuti upacara bendera bersama para siswa dan guru di lapangan sekolah. Setelah itu, mereka ditugaskan untuk membantu mengajar di tiga kelas, yaitu kelas IV, V, dan VI hingga jam pulang sekolah pukul 12.00 WIB.

Salah satu guru di SD Negeri 28 Kubu menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKL sangat membantu proses belajar mengajar, terutama untuk jenjang kelas atas yang memerlukan variasi pendekatan pembelajaran. Guru tersebut juga menyarankan agar mahasiswa fokus mengajar di kelas IV hingga VI, yang dinilai sudah cukup siap menerima materi tambahan dari para pengajar luar.

Selain mengajar, beberapa mahasiswa juga membantu staf tata usaha dalam urusan administrasi serta melakukan dokumentasi kegiatan sekolah sebagai bagian dari peran mereka di bidang publikasi dan dokumentasi.

Salah satu mahasiswa pengajar, Eriyanto, yang ditugaskan di kelas IV, membagikan pengalamannya hari itu.

“Anak-anaknya aktif dan antusias. Ini jadi pengalaman baru buat saya untuk melatih komunikasi langsung di kelas. Harapannya, saya bisa memberi pembelajaran yang menyenangkan, tapi juga bermanfaat buat mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan interaksi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terus berjalan dengan baik selama masa KKL, sekaligus memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar di SD Negeri 28 Kubu.

Penulis : IKHSAN GUNAWAN
Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Terlibat Aktif dalam Persiapan HUT RI ke-80

Mahasiswa KKL Desa Jangkang Satu Terlibat Aktif dalam Persiapan HUT RI ke-80


 Jangkang Satu, 25 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang bertugas di Desa Jangkang Satu turut ambil bagian dalam persiapan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang akan digelar oleh pemerintah desa.

Keterlibatan mahasiswa dimulai sejak rapat umum pertama yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025. Dalam rapat tersebut, Fatwa M. Syahid dari tim KKL terpilih menjadi sekretaris panitia HUT RI ke-80, sementara Ikhsan Gunawan, mahasiswa dari divisi PDD (Publikasi, Dokumentasi, dan Desain), dipercaya menjadi koordinator bidang dokumentasi.

Partisipasi mahasiswa ini disambut positif oleh Kepala Desa Jangkang Satu, Bapak Muhammad Sohib, yang berharap kehadiran mereka dapat memberi warna baru dalam kegiatan desa.

“Kami berharap mahasiswa KKL bisa turut serta membantu menyukseskan acara HUT RI ke-80 ini. Kehadiran mereka tentu menjadi energi baru bagi panitia dan warga desa,” ujar Pak Sohib.

Rapat lanjutan berupa technical meeting dilaksanakan pada Jumat malam, 25 Juli 2025 pukul 20.00 WIB di kantor desa. Dalam rapat tersebut dibahas teknis pelaksanaan lomba, pembagian tugas, serta dilakukan pengundian nomor urut untuk setiap cabang perlombaan.

Ketua KKL Desa Jangkang Satu, Dimas Pandu Andriatma, turut memberikan komentarnya terkait keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini.

“Kami dari KKL siap mendukung penuh kegiatan perayaan ini. Ini bukan hanya soal merayakan hari kemerdekaan, tapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan perayaan HUT RI ke-80 di Desa Jangkang Satu tidak hanya berlangsung meriah, namun juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Penulis : IKHSAN GUNAWAN
Perkuat Sinergi Pendidikan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Audiensi ke SDN 22 dan SMPN 1 Kubu

Perkuat Sinergi Pendidikan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Audiensi ke SDN 22 dan SMPN 1 Kubu

 


Kubu, 22 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan audiensi ke dua lembaga pendidikan di Kecamatan Kubu, yakni SD Negeri 22 Kubu dan SMP Negeri 1 Kubu pada Jumat (22/7). Audiensi ini bertujuan menjalin komunikasi awal serta membangun sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah dalam pelaksanaan program kerja edukatif dan sosial selama masa pengabdian.

Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa KKL dibagi menjadi dua tim. Sebagian mahasiswa mengunjungi SDN 22 Kubu, sementara tim lainnya menuju SMPN 1 Kubu. Pembagian ini dilakukan agar jangkauan program kerja dapat merata di dua lembaga pendidikan tersebut.

Audiensi di SDN 22 Kubu berlangsung pukul 08.00 WIB dan disambut hangat oleh para guru. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa, serta berharap kegiatan yang dirancang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

Sementara itu, audiensi di SMPN 1 Kubu diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Sumarwan, yang memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan mahasiswa KKL di lingkungan sekolah.

Ketua Kelompok KKL, Haikal Azizi, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah koordinasi awal sekaligus pengenalan antara mahasiswa dan pihak sekolah.
“Harapannya, program kerja yang dirancang dapat berjalan selaras dengan kebutuhan sekolah serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab ringan dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan lembaga pendidikan di Kecamatan Kubu. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan dampak positif bagi pengembangan pendidikan di wilayah setempat.

Penulis : Tiara Selvira

Semangat Gotong Royong Sambut HUT RI ke-80 dan Haul Akbar Bersama Masyarakat Punggur Besar

Semangat Gotong Royong Sambut HUT RI ke-80 dan Haul Akbar Bersama Masyarakat Punggur Besar

 


Punggur Besar, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak bersama masyarakat Desa Punggur Besar, khususnya warga Dusun Pembangunan, menggelar kegiatan gotong royong pada Sabtu pagi, 27 Juli 2025 pukul 08.00 WIB.

Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dan nasionalisme. Fokus kegiatan ini meliputi pembersihan area lingkungan, pengecatan gapura, serta penataan sarana umum yang akan digunakan untuk menyambut perayaan kemerdekaan.

Tidak hanya gotong royong, pada hari yang sama para mahasiswa KKL juga turut menghadiri undangan Haul Akbar Alhabib Husain bin Hasyim bin Ali Al’Aidid dan Syarifah Thalaha binti Ali Alqadrie, yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Acara haul ini menjadi momen penting dalam kehidupan religius masyarakat Desa Punggur Besar, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam penyebaran dakwah dan ajaran Islam di wilayah Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, sejalan dengan tujuan KKL sebagai wahana pengabdian, pembelajaran sosial, dan pengembangan karakter.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, serta spiritualitas tetap terjaga dan menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menyambut hari-hari besar nasional dan keagamaan.

Penulis : Raden Muhammad Afiq Dzikrillah,Nurhalida ,Rizki Romadoni & Puan Aisyah Maharani.



Pagi Sehat Bersama Siswa Siswi SDN 10 Rasau Jaya

Pagi Sehat Bersama Siswa Siswi SDN 10 Rasau Jaya

 


Bintang Mas, 25 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak menggelar kegiatan “Pagi Sehat” bersama siswa-siswi SD Negeri 10 Rasau Jaya sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat dan mempererat hubungan dengan masyarakat melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 pagi di halaman sekolah dengan senam pagi bersama. Suasana ceria dan penuh semangat tampak dari wajah para siswa yang antusias mengikuti setiap gerakan senam.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan bermain voli dan sepak bola. Para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diarahkan oleh mahasiswa untuk bermain secara sportif. Sorak sorai dan tawa riang mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan atmosfer kebersamaan dan keceriaan di antara siswa dan mahasiswa KKL.

"Kami ingin menciptakan suasana belajar yang sehat dan menyenangkan. Selain olahraga, anak-anak juga belajar bekerja sama dan menjaga semangat kebersamaan," ujar Indah salah satu mahasiswa KKL.

Kegiatan Pagi Sehat ini tidak hanya melibatkan olahraga fisik, namun juga diselingi dengan permainan edukatif dan penyuluhan singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala SDN 10 Rasau Jaya menyampaikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa yang telah memberikan warna baru dalam kegiatan sekolah.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKL yang telah mengadakan kegiatan bermanfaat ini. Anak-anak menjadi lebih semangat dan belajar banyak hal positif,"ungkap pak suwito selaku kepala sekolah.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak berharap semangat hidup sehat dan budaya olahraga dapat terus ditanamkan sejak dini di kalangan pelajar, serta mempererat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

Penulis : Ningsih
Mahasiswa KKL Desa Sungai Asam Memulai Pengabdian dengan Semangat dan Antusiasme Warga

Mahasiswa KKL Desa Sungai Asam Memulai Pengabdian dengan Semangat dan Antusiasme Warga

 


Sungai Asam, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak resmi memulai pengabdian mereka di Desa Sungai Asam, Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 21 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ini berangkat dalam dua gelombang pada Senin (21/7). Gelombang pertama berangkat pada sore hari untuk mempersiapkan posko, sementara gelombang kedua menyusul pada malam hari membawa perlengkapan tambahan yang diperlukan.

Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut dengan suasana malam yang tenang. Mereka langsung berdiskusi untuk merancang agenda kegiatan selama pengabdian. Esok harinya, Selasa (22/7), mahasiswa memulai aktivitas dengan mengunjungi Kantor Desa Sungai Asam untuk bertemu Kepala Desa dan jajaran perangkat desa. Pertemuan tersebut berlangsung hangat, disertai dukungan penuh dari pihak desa terhadap seluruh rangkaian program kerja KKL.

Puncak kegiatan awal dilaksanakan pada Rabu (23/7) dengan digelarnya acara pembukaan KKL di Kantor Desa. Acara ini dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan, Kepala Desa beserta perangkatnya, serta masyarakat sekitar. Antusiasme warga yang hadir memberikan semangat tersendiri bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan nasihat dan motivasi kepada mahasiswa agar menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, bijak, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Anggaplah desa ini sebagai rumah sendiri, dan warga sebagai keluarga kalian. Berikan yang terbaik selama kalian mengabdi di sini,” ujarnya penuh wibawa.

Meski persiapan acara diwarnai beberapa kendala, semangat mahasiswa tidak surut. Dengan kerja sama dan kekompakan, acara berjalan lancar dan sukses. Warga menyambut mahasiswa layaknya keluarga, memberikan dukungan moral yang besar untuk kelancaran kegiatan KKL ke depan.

Awal pengabdian ini menjadi titik penting perjalanan mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Sungai Asam. Dengan tekad kuat, mereka siap menghadapi tantangan, memberikan kontribusi nyata, dan menjalin kebersamaan yang penuh makna bersama masyarakat setempat.

Penulis : Febryan Raditya

Apel Senin Sebagai Wujud Kolaborasi dan Semangat Pengabdian di Desa Teluk Nangka

Apel Senin Sebagai Wujud Kolaborasi dan Semangat Pengabdian di Desa Teluk Nangka

 


Teluk Nangka, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana pagi di halaman Kantor Desa Teluk Nangka pada Senin (28/7) terasa khidmat dan penuh semangat saat perangkat desa bersama mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak dan mahasiswa UPGRI Pontianak melaksanakan apel pagi bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi momen strategis untuk memperkuat koordinasi, menanamkan kedisiplinan, serta membangun sinergi antara pemerintah desa dan mahasiswa yang tengah mengabdi.

Apel dipimpin oleh Kepala Desa Teluk Nangka, Pardi, S.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi serta menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung pembangunan desa. Bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Fijanat Aliadin, Kepala Dusun Mulya Asri, sedangkan Shela Femi, mahasiswa UPGRI, bertugas sebagai pembawa acara. Doa penutup apel dipimpin oleh Muhammad Ridwan, mahasiswa IAIN Pontianak.

Dalam amanatnya, Kepala Desa menyampaikan beberapa poin penting, termasuk persiapan Pesta Panen Desa Teluk Nangka, sebuah tradisi tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Beliau mengimbau seluruh elemen desa menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar kantor desa, sebagai bagian dari persiapan acara besar tersebut.

Beliau juga memberikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada para mahasiswa KKL yang sedang mengabdi di Teluk Nangka. Kehadiran mahasiswa dinilai sebagai aset penting dalam memperkuat pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. “Mahasiswa bukan hanya pelaksana program kerja kampus, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Desa mengingatkan bahwa desa akan segera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Beliau mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam meramaikan sekaligus membantu menyukseskan rangkaian kegiatan HUT RI di desa, sebagai wujud nasionalisme dan cinta tanah air.

Apel pagi ini menjadi simbol sinergi nyata antara pemerintah desa dan generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, semangat, serta cita-cita bersama demi kemajuan Desa Teluk Nangka. Diharapkan tradisi apel bersama ini dapat terus berlanjut sebagai budaya positif dalam setiap momentum pembangunan dan pengabdian di desa.

Penulis : Muhammad Ridwan, Rima Mutiyani, Nurhasannah

Ahad Ceria di Parit Bugis: Mahasiswa KKL Kubu Padi 1 Ajak Anak-Anak Senam dan Bermain Bersama

Ahad Ceria di Parit Bugis: Mahasiswa KKL Kubu Padi 1 Ajak Anak-Anak Senam dan Bermain Bersama


 Kubu Padi, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak Kelompok Kubu Padi 1 melanjutkan rangkaian program kerja mereka dengan menggelar senam bersama anak-anak di Parit Bugis. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan bola depan SDIS Miftahul Hasanah pada Minggu (27/7) ini berlangsung meriah dan penuh keceriaan.

Senam dimulai pada pagi hari dan berhasil menarik antusiasme warga sekitar, khususnya anak-anak. Tercatat sekitar 20 anak ikut serta, mengikuti gerakan senam yang dipandu mahasiswa dengan semangat. Sejumlah ibu-ibu dan warga lainnya juga hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan dukungan, sehingga suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Usai senam, mahasiswa mengajak anak-anak bermain bersama melalui berbagai permainan yang mengandung unsur edukatif dan hiburan. Anak-anak tampak gembira dan terlibat aktif, memenuhi lapangan dengan tawa ceria.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antara mahasiswa dan warga. Antusiasme anak-anak serta dukungan masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif yang menyenangkan dan membangun.

Melalui program senam dan permainan edukatif ini, mahasiswa KKL Kubu Padi 1 berhasil menghadirkan suasana Ahad pagi yang lebih hidup, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Parit Bugis.

Penulis : Muhammad Akbar

Ad Placement

Formulir Kontak