LP2M IAIN PONTIANAK
Kolaborasi Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan Karang Taruna Desa Sayang Sedayu Siapkan Perjalanan Menuju Destinasi Wisata Temajuk

Kolaborasi Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan Karang Taruna Desa Sayang Sedayu Siapkan Perjalanan Menuju Destinasi Wisata Temajuk

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari Rabu, 21 Agustus 2024, Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak dari kelompok 39 bersama Karang Taruna Desa Sayang Sedayu mengadakan pertemuan penting di kantor desa. Acara ini dihadiri oleh Karang Taruna Desa Sayang Sedayu, Kepala Desa Ruhanas, serta mahasiswa KKL IAIN Pontianak.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan perjalanan wisata ke Temajuk, destinasi wisata yang terkenal di wilayah tersebut. Perjalanan ini direncanakan sebagai bentuk liburan sekaligus apresiasi atas kemenangan kontingen Sayang Sedayu dalam lomba HUT RI ke-79. Kemenangan ini tidak hanya membanggakan tetapi juga mendorong semangat untuk melanjutkan berbagai kegiatan positif di desa.

Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai persiapan perjalanan, termasuk logistik, jadwal kegiatan, serta mekanisme lomba yang akan diadakan selama perjalanan. Para peserta diharapkan dapat menikmati keindahan alam Temajuk sambil berpartisipasi dalam lomba yang diadakan sebagai bagian dari perayaan.

Sebagai langkah awal, Karang Taruna bersama mahasiswa KKL akan melakukan survei lokasi dan melakukan koordinasi lebih lanjut mengenai acara. Selain itu, rencana perjalanan juga akan mencakup kegiatan sosial dan edukatif yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga desa dan mahasiswa.

Kepala Desa Ruhanas menyatakan dukungannya terhadap acara ini dan berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan mempererat tali persaudaraan antara mahasiswa dan warga desa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pengembangan wisata lokal.

Dengan semangat kebersamaan, diharapkan perjalanan ini akan menjadi momentum positif dalam memajukan desa serta memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis: Indra Fitri


Sulap Botol Bekas Jadi Taman: Intip Persiapan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

Sulap Botol Bekas Jadi Taman: Intip Persiapan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Desa Sayang Sedayu, Kecamatan Teluk Keramat, kini tengah menjadi pusat perhatian berkat upaya inovatif mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak. Pada Kamis, 22 Agustus 2024, mahasiswa tersebut tengah sibuk menyiapkan proyek yang bertujuan mengubah botol bekas menjadi taman yang asri.

Proyek ini dimulai dengan kegiatan mengecat botol-botol bekas yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber. Proses pengecatan ini bertujuan tidak hanya untuk memperindah botol, tetapi juga untuk melindungi botol dari cuaca dan kerusakan. Warna-warni cerah yang diterapkan pada botol-botol tersebut akan menciptakan suasana taman yang segar dan menarik.

Botol-botol yang sudah dicat nantinya akan digunakan sebagai elemen dekoratif dalam penataan taman. Mahasiswa memanfaatkan botol-botol ini untuk membuat berbagai bentuk hiasan dan struktur taman, seperti pot tanaman, pembatas area, dan elemen seni lainnya. Selain memberikan sentuhan artistik, penggunaan botol bekas juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik dan promosi daur ulang di masyarakat.

Dalam persiapan proyek ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memastikan hasil akhir yang memuaskan. Mereka juga memberikan pelatihan dan informasi kepada warga tentang cara mengelola sampah dan manfaat dari daur ulang. Proyek ini diharapkan tidak hanya mempercantik desa tetapi juga memberikan edukasi lingkungan yang bermanfaat bagi komunitas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKL IAIN Pontianak untuk berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan. Dengan adanya taman yang dibuat dari botol bekas, diharapkan akan tercipta ruang terbuka yang ramah lingkungan dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Desa Sayang Sedayu.

Penulis: Indra Fitri


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ajarkan Matematika dengan Bersahaja

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ajarkan Matematika dengan Bersahaja

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Kelompok 39 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, baru-baru ini melaksanakan program pendidikan di Desa Sayang Sedayu, Kecamatan Teluk Keramat. Program ini merupakan bagian dari kegiatan resmi mereka dalam KKL, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Selama keberadaan mereka di desa tersebut, para mahasiswa fokus pada pengajaran matematika untuk anak-anak sekolah dasar. Dengan pendekatan yang sederhana dan bersahaja, mereka berusaha menjembatani kesenjangan pendidikan yang ada. Metode pengajaran yang digunakan melibatkan permainan edukatif dan contoh-contoh sehari-hari yang memudahkan pemahaman siswa.

Salah seorang mahasiswa, Nurul, menjelaskan bahwa mereka berusaha mengatasi kendala bahasa dan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan. “Kami mencoba membuat materi matematika lebih menarik dengan menggunakan alat peraga dan aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka,” katanya. Nurul  juga menambahkan bahwa pengalaman ini bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi mereka sebagai mahasiswa, karena mereka belajar banyak tentang tantangan dan realitas pendidikan di pedesaan.

Secara keseluruhan, kegiatan KKL ini dinilai berhasil dalam mencapai tujuannya. Melalui pendekatan yang bersahaja dan inovatif, mahasiswa IAIN Pontianak telah berhasil memberikan dampak positif pada pendidikan matematika di Desa Sayang Sedayu. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKL di masa depan, yang mengedepankan pemahaman dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Penulis : Indra Fitri


Rajut Kebersamaan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Makan Bersama di Kediaman Salah Satu Anggota

Rajut Kebersamaan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Makan Bersama di Kediaman Salah Satu Anggota

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Rabu malam, 21 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengadakan acara makan malam bersama di kediaman Yuli Santik. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan pihak pengelola program serta untuk merayakan pencapaian awal dari kegiatan KKL mereka.

Acara yang berlangsung di kediaman Yuli Santika ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa KKL serta beberapa anggota tim pengelola program. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak jelas di acara tersebut. Makan malam bersama ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih dekat dengan Yuli Santika, yang telah banyak berperan dalam mendukung kegiatan KKL mereka di lapangan.

Selama acara, mahasiswa dan tim pengelola berdiskusi tentang berbagai pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi selama pelaksanaan KKL. Diskusi ini diiringi dengan hidangan yang disajikan oleh tuan rumah, yang mencerminkan kekayaan kuliner lokal dan rasa kebersamaan yang kuat. Momen ini juga digunakan untuk berbagi rencana dan harapan ke depan terkait dengan program KKL serta untuk memberikan umpan balik konstruktif kepada pengelola.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar makan malam, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan dan bimbingan yang diberikan oleh Yuli Santika serta tim. Para mahasiswa merasa sangat terbantu dan termotivasi oleh dukungan yang mereka terima, dan mereka berharap acara seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Dengan berakhirnya acara tersebut, mahasiswa KKL IAIN Pontianak kembali ke aktivitas mereka dengan semangat baru dan rasa kebersamaan yang semakin kuat, siap menghadapi tantangan berikutnya dalam program KKL mereka.

Penulis: Indra Fitri


Penarikan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 28 di Desa Pinang Dalam

Penarikan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 28 di Desa Pinang Dalam

 


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id) 21 Agustus 2024 – Pada hari ini, Rabu, 21 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 28 melaksanakan kegiatan penarikan dari instansi pendidikan di Desa Pinang Dalam. Acara ini juga diisi dengan pemberian cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada setiap instansi yang telah menjadi tempat pengabdian mereka.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan kunjungan pertama ke PAUD Mutiara Hati. Koordinator kelompok, Pazil, menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka kepada Ibu Ita, salah satu guru di PAUD tersebut. Pemberian cenderamata dilakukan oleh Landa, mahasiswa yang mengajar di PAUD Mutiara Hati, disertai dengan bingkisan kecil untuk anak-anak di PAUD. Setelah pemberian cenderamata, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan berpamitan.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SDN 30 Kubu. Di sana, mereka bertemu dengan para guru yang memberikan kesan serta pesan atas kehadiran mahasiswa. Acara diisi dengan pemberian cenderamata dan foto bersama.

Perjalanan diteruskan ke SMPN 03 Kubu, di mana mereka disambut oleh Pak Sukamto dan Ibu Cahya. Ibu Cahya menyampaikan beberapa pesan, dan acara ditutup dengan pemberian cenderamata serta foto bersama.

Pada sore hari, kegiatan dibagi menjadi dua. Mahasiswa laki-laki bertugas membuat plang RT Pinang Dalam, sementara mahasiswa perempuan mengadakan acara perpisahan kegiatan bimbingan belajar di Posko 28 dan meramaikan lomba mini soccer di Lapangan Yudha Sakti. Pada malam harinya, beberapa mahasiswa juga melaksanakan tugas mengajar mengaji di salah satu rumah warga.

Kegiatan penarikan ini diharapkan dapat menutup periode KKL dengan baik, meninggalkan kesan positif, dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat serta instansi pendidikan di Desa Pinang Dalam.

Penulis : Nabila Syeban


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Meriahkan Penutupan HUT RI ke-79 di Desa Karimunting

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Meriahkan Penutupan HUT RI ke-79 di Desa Karimunting


 Karimunting (lp2m.iainptk.ac.id) 19 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Karimunting turut serta dalam acara penutupan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79. Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Karimunting ini dimulai pada pukul 20.00 WIB di lapangan desa yang telah disiapkan dengan rapi, menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat patriotisme.

Malam itu, seluruh area acara dipenuhi dekorasi merah putih, menambah kental nuansa kebangsaan. Acara dibuka dengan penampilan musik dan tarian tradisional dari kelompok seni lokal, yang semakin menyemarakkan suasana dan memperkuat kebanggaan akan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karimunting mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, warga desa, dan mahasiswa KKL yang telah berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan HUT RI ke-79 ini. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi kemajuan desa.

Puncak acara malam itu adalah pertunjukan kembang api yang spektakuler. Langit malam Karimunting dihiasi dengan kilauan warna-warni yang memukau seluruh warga yang hadir. Pertunjukan ini diiringi oleh alunan lagu kebangsaan dan berbagai lagu daerah, membangkitkan rasa kebersamaan dan cinta tanah air.

Selain pertunjukan kembang api, acara penutupan juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan selama rangkaian acara HUT RI. Hadiah-hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa dan beberapa tokoh masyarakat, diiringi dengan tepuk tangan meriah dari semua yang hadir.

Acara penutupan HUT RI ke-79 di Desa Karimunting berlangsung hingga larut malam dan resmi ditutup pada pukul 22.30 WIB dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Desa Karimunting. Mahasiswa KKL yang hadir merasa bangga dapat menjadi bagian dari perayaan yang penuh makna ini, yang bukan hanya mempererat tali silaturahmi antar warga, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta terhadap tanah air.

Penulis : Rabi Egusno


Tradisi Saro'an: Kelompok KKL 38 Jawai Selatan Sambas Ikut Memperingati Haul 100 Hari Di Desa Sarilaba A

Tradisi Saro'an: Kelompok KKL 38 Jawai Selatan Sambas Ikut Memperingati Haul 100 Hari Di Desa Sarilaba A


 Sarilaba A (lp2m.iainptk.ac.id) 29 Juli 2024 – Mahasiswa Sambas-Jawai Selatan mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengikuti langsung tradisi lokal "saro'an" di Desa Sarilaba A. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak diundang oleh salah satu warga desa untuk menghadiri acara Haul, yaitu mengenang orang yang telah tiada. 

Tradisi saro'an, yang merupakan makan bersama dalam rangka memperingati haul, menjadi momen berharga bagi mahasiswa KKL untuk memahami lebih dalam budaya setempat. Undangan yang disampaikan untuk pukul 10 pagi disambut dengan antusias oleh seluruh anggota kelompok, baik laki-laki maupun perempuan.

"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk ikut serta dalam tradisi ini," ujar Anif, salah satu mahasiswa. "Pengalaman ini sungguh berharga bagi kami untuk memahami kekayaan budaya lokal," tambahnya.

Setibanya di lokasi, sesuai dengan adat setempat, kelompok laki-laki terlebih dahulu melakukan tahlilan dan berdoa bersama, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Sementara itu, kelompok perempuan menunggu giliran mereka sambil berbaur dengan ibu-ibu warga desa.

Tradisi makan "be saprah" menjadi pengalaman unik bagi para mahasiswa KKL. Mereka duduk berkelompok, masing-masing terdiri dari enam orang, mengelilingi hidangan yang disajikan. Menu yang dihidangkan mencerminkan kekayaan kuliner lokal, sesuai dengan keinginan tuan rumah.

"Cara makan bersama seperti ini sangat menarik dan mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat dalam masyarakat," ujar Yoga Pradana, ketua kelompok KKL 38. "Makan be saprah juga menjadi salah satu tempat diskusi yang nyaman, selagi menyantap makanan," tambahnya.

Pengalaman ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa KKL untuk mencicipi hidangan lokal, tetapi juga untuk merasakan langsung kehangatan dan keramahtamahan masyarakat Desa Sarilaba A. Tradisi saro'an ini menjadi salah satu momen paling berkesan selama masa KKL mereka, memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang masih kuat terjaga dalam kehidupan masyarakat desa.

Keikutsertaan kelompok KKL 38 dalam tradisi saro'an ini menjadi bukti nyata bahwa program KKL tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan menghargai kearifan lokal. Pengalaman ini diharapkan akan memperkaya wawasan budaya mereka dan memperkuat ikatan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.

Penulis : Nur Hafiza


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Pemuda Gelar Perlombaan dan Karnaval di Dusun Siak

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Pemuda Gelar Perlombaan dan Karnaval di Dusun Siak

 


Dusun Siak (lp2m.iainptk.ac.id) 20 Agustus 2024 — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 10 dari IAIN Pontianak, bekerja sama dengan pemuda Dusun Siak, menggelar serangkaian acara perlombaan dan karnaval yang meriah pada akhir pekan lalu. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat serta mempromosikan kearifan lokal.

Kegiatan dimulai dengan perlombaan – perlombaan, seperti makan kerupuk, bola dangdut, tiup bola ping pong, tahan tawa, tenis meja, masukan sedotan dalam botol dan biskuit roma, yang diikuti oleh warga dari berbagai usia. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak jelas di wajah para peserta dan penonton. Selain perlombaan, acara juga dimeriahkan dengan karnaval yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya lokal, seperti tarian tradisional dan pertunjukan musik.

Ketua Panitia dari Pemuda Dusun siak, Alif, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk membangun kedekatan dengan masyarakat lokal dan mempelajari lebih dalam tentang budaya setempat. “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan mahasiswa KKL IAIN PONTIANAK dalam kegiatan ini,Selain untuk memperkenalkan Pemuda – pemudi yang ada di dusun siak juga mempererat silahturahmi antara mahasiswa, Pemuda dan masyarakat yang ada di duaun siak. 

Kepala Dusun Siak, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKL dan pemuda setempat yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara tersebut. “Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan mahasiswa,” katanya.

Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah dan doorprize kepada masyarakat dan pemenang lomba dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Dusun Siak dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

Penulis : Supriyadi


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dan Mahasiswa KKU/PBL UMP Menyelenggarakan Kegiatan Senam Bersama Dan Lomba Di Dusun Siak

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dan Mahasiswa KKU/PBL UMP Menyelenggarakan Kegiatan Senam Bersama Dan Lomba Di Dusun Siak

 


Dusun Siak (lp2m.iainptk.ac.id) 22 Agustus 2024 – Dalam rangka mempererat hubungan antara masyarakat dan mahasiswa, digelar kegiatan senam bersama dan lomba yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN dan mahasiswa Kuliah Kerja Usaha/Pembelajaran Berbasis Lapangan (KKU/PBL) UMP. Acara ini berlangsung di lapangan desa Dusun Siak pada sore Rabu. 

Kegiatan dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh warga dusun siak dan sekitarnya, serta seluruh mahasiswa, Senam yang dipandu oleh instruktur berpengalaman ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebersamaan di antara peserta. Setelah senam, acara dilanjutkan dengan berbagai lomba yang di ikut oleh ibu – ibu. 

Lomba-lomba tersebut meliputi lomba makan kerupuk, lomba estafet karet, lomba joget balon, lomba rebut kursi dan bnyak lagi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan  memperkuat semangat gotong-royong dan kekompakan antarwarga serta mahasiswa. Setiap peserta menunjukkan semangat dan keceriaan yang tinggi, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Koordinator kegiatan dari mahasiswa KKL IAIN dan mahasiswa KKU/PBL UMP, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa kepada kehidupan masyarakat serta meningkatkan interaksi dan kerjasama antara mahasiswa dan komunitas.

Ajiz sebagai ketua panitia, sangat berterima kasih kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, dari kegiatan ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar mahasiswa dan juga masayarakat. 

Warga Dusun Siak menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat diadakan secara rutin untuk terus mempererat hubungan antara warga dan mahasiswa. Dengan semangat positif dan antusiasme yang tinggi, acara ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan dampak yang menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis : Supriyadi


Sheca, Perwakilan Mahasiswa KKL Kelompok 49, Berikan Penampilan Puisi Kemerdekaan yang Menggetarkan

Sheca, Perwakilan Mahasiswa KKL Kelompok 49, Berikan Penampilan Puisi Kemerdekaan yang Menggetarkan

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Minggu, 18 Agustus 2024, suasana malam perayaan HUT Republik Indonesia di Desa Merarai Satu menjadi lebih khidmat dengan penampilan puisi kemerdekaan dari Sheca, salah satu perwakilan mahasiswa KKL Kelompok 49. Dengan penuh penghayatan, Sheca membacakan puisi yang berjudul “Tanah Airku Tercinta”, menggetarkan hati semua yang hadir di alun-alun desa.

Sheca, yang dikenal memiliki bakat seni, membacakan puisi tersebut dengan intonasi yang tegas dan penuh makna. Setiap kata yang diucapkannya terasa hidup, seolah-olah membawa para penonton untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. "Saya merasa terhormat bisa membacakan puisi ini di hadapan warga Desa Merarai Satu. Semoga puisi ini dapat mengingatkan kita semua tentang betapa berharganya kemerdekaan yang kita nikmati hari ini," ujar Sheca setelah penampilannya.

Penonton yang hadir tampak terdiam, terhanyut dalam suasana yang dibangun melalui lantunan puisi tersebut. Beberapa warga bahkan terlihat meneteskan air mata, terharu dengan penghayatan dan pesan mendalam yang disampaikan oleh Sheca. “Penampilan puisi ini sangat menyentuh hati. Saya jadi teringat bagaimana para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan kita,” kata Ibu Rina, salah satu warga yang hadir.

Penampilan Sheca malam itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara peringatan HUT RI di Desa Merarai Satu, mengingatkan semua yang hadir tentang pentingnya menghargai dan menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Penulis : Siti farida


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak