LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL Hadiri Sosialisasi Pengecekan Golongan Darah oleh IMATELKI

Mahasiswa KKL Hadiri Sosialisasi Pengecekan Golongan Darah oleh IMATELKI

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 16 Agustus 2024 – Pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, mahasiswa KKL kelompok 49 menghadiri kegiatan sosialisasi pengecekan golongan darah yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (IMATELKI). Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Merarai Satu ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui golongan darah masing-masing.

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan singkat mengenai pentingnya mengetahui golongan darah. Pemahaman ini dianggap penting karena dapat membantu dalam situasi darurat, seperti ketika seseorang membutuhkan transfusi darah atau saat terjadi kecelakaan. Selain itu, pengecekan golongan darah juga penting untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Para mahasiswa KKL mengikuti sosialisasi ini dengan antusias. Mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya pengecekan golongan darah, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pengecekan yang dipandu oleh anggota IMATELKI. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa dan masyarakat setempat.

"Kami sangat berterima kasih kepada IMATELKI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Selain mendapatkan pengetahuan baru, kami juga dapat memeriksa golongan darah kami," ujar Febby, salah satu mahasiswa KKL yang hadir.

IMATELKI berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan memahami pentingnya mengetahui golongan darah. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada ahli laboratorium yang hadir.

Penulis : Siti Farida


Keseruan Lomba Sarung: Guru TK dan Mahasiswa KKL Beradu Cepat

Keseruan Lomba Sarung: Guru TK dan Mahasiswa KKL Beradu Cepat

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 16 Agustus 2024 – Suasana riuh dan penuh tawa mewarnai halaman TK Dharma Kartika pada hari Jum'at, 16 Agustus 2024. Lomba sarung yang diikuti oleh guru TK dan mahasiswa KKL kelompok 49 menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antara guru dan mahasiswa KKL.

Lomba sarung, yang merupakan salah satu lomba tradisional, menuntut peserta untuk berlari cepat sambil mengenakan sarung yang diikatkan di pinggang. Keahlian mengatur kecepatan dan menjaga keseimbangan menjadi kunci dalam memenangkan lomba ini. Dengan semangat kemerdekaan, para peserta berusaha keras untuk mencapai garis finis terlebih dahulu, meskipun beberapa di antaranya harus terjatuh karena kesulitan menjaga sarung tetap terikat.

"Kegiatan ini sangat menyenangkan dan menjadi momen untuk melepas penat. Kami bisa tertawa bersama dan saling mendukung," ujar Ibu Yani, salah satu guru TK yang ikut serta dalam lomba tersebut. Sementara itu, para mahasiswa KKL juga merasakan kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini. "Kami sangat menikmati lomba ini, dan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan selama KKL di sini," kata Della, salah satu mahasiswa KKL.

Lomba sarung ini diakhiri dengan pemberian hadiah sederhana kepada pemenang, yang semakin menambah semangat dan kebahagiaan para peserta. Acara ini berhasil mengukir kenangan manis di hati semua yang terlibat dan memperkuat ikatan kekeluargaan di antara guru TK dan mahasiswa KKL.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Menjadi Panitia di Lomba Kemerdekaan yang Diadakan TK Dharma Kartika

Mahasiswa KKL Menjadi Panitia di Lomba Kemerdekaan yang Diadakan TK Dharma Kartika


 Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 16 Agustus 2024 – Pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, mahasiswa KKL kelompok 49 berperan aktif sebagai panitia dalam lomba kemerdekaan yang diadakan di TK Dharma Kartika. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan dihadiri oleh siswa-siswi TK, orang tua, serta anggota masyarakat setempat.

Sebagai panitia, mahasiswa KKL bertanggung jawab dalam berbagai aspek pelaksanaan lomba, mulai dari persiapan acara, pengaturan lomba, hingga penilaian. Mereka bekerja sama dengan guru dan staf TK Dharma Kartika untuk memastikan bahwa lomba berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi semua peserta.

“Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara ini sebagai panitia. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dan membantu menciptakan perayaan yang berkesan bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Hana, salah satu mahasiswa KKL saat berbicara tentang perannya dalam acara tersebut.

Lomba kemerdekaan ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk perlombaan tradisional dan permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan semangat kemerdekaan dan kreativitas anak-anak. Acara ini berakhir dengan sesi penyerahan hadiah kepada para pemenang dan sambutan dari pihak sekolah serta mahasiswa KKL.

Partisipasi mahasiswa KKL dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif, serta memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat dan lembaga pendidikan di Desa Merarai Satu.

Penulis : Siti farida


Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada SDN 9 Merarai

Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada SDN 9 Merarai

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 16 Agustus 2024 – Mahasiswa KKL kelompok 49 dari IAIN Pontianak memberikan sertifikat penghargaan kepada SDN 9 Merarai pada hari Jumat, 16 Agustus 2024. Penyerahan sertifikat ini dilakukan di sekolah dan dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi yang terlibat dalam berbagai kegiatan KKL.

Acara ini bertujuan untuk menghargai dukungan dan kerjasama yang telah diberikan oleh SDN 9 Merarai dalam mendukung kegiatan mahasiswa KKL. Kepala sekolah SDN 9 Merarai menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan mengungkapkan bahwa kerjasama ini telah memberikan manfaat besar bagi siswa-siswi dan kegiatan di sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas sertifikat penghargaan ini. Kerjasama dengan mahasiswa KKL telah membantu meningkatkan berbagai kegiatan di sekolah kami. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di SDN 9 Merarai,” ujar kepala sekolah dalam sambutannya.

Penyerahan sertifikat ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara sekolah dan mahasiswa, serta memberikan motivasi bagi semua pihak untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat. SDN 9 Merarai berkomitmen untuk melanjutkan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif di masa depan.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada TPQ Al-Hidayah

Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada TPQ Al-Hidayah

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id)  16 Agustus 2024 – Pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, mahasiswa KKL kelompok 49 dari IAIN Pontianak memberikan sertifikat penghargaan kepada TPQ Al-Hidayah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka selama kegiatan KKL. Acara penyerahan sertifikat ini berlangsung di TPQ Al-Hidayah dan dihadiri oleh pengurus TPQ serta para santri.

Acara dimulai dengan sambutan dari ketua TPQ Al-Hidayah, yang menyatakan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Dalam sambutannya, ketua TPQ mengungkapkan bahwa kerjasama dengan mahasiswa KKL sangat membantu dalam meningkatkan kualitas kegiatan pendidikan di TPQ. Mahasiswa KKL telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan pengajaran dan sosial di TPQ.

“Pemberian sertifikat ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada TPQ Al-Hidayah atas kerjasama yang telah terjalin. Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan dan berharap dapat terus bekerja sama dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat di masa depan,” ujar Sherin, salah satu mahasiswa KKL saat memberikan sambutan.

Penyerahan sertifikat ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa KKL dan TPQ Al-Hidayah, serta mendorong partisipasi aktif dari semua pihak dalam mendukung pendidikan agama dan sosial. TPQ Al-Hidayah mengapresiasi penghargaan ini dan berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama yang telah terjalin dengan baik.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada MTS Al-Muhajirin

Mahasiswa KKL Berikan Sertifikat Penghargaan kepada MTS Al-Muhajirin

 


Desa Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) 16 Agustus 2024 – Pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, mahasiswa KKL kelompok 49 dari IAIN Pontianak secara resmi memberikan sertifikat penghargaan kepada MTS Al-Muhajirin. Acara penyerahan sertifikat ini dilaksanakan di sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan selama kegiatan KKL.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh perwakilan mahasiswa KKL, yang didampingi oleh beberapa anggota kelompok. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah MTS Al-Muhajirin, para guru, serta siswa-siswi yang telah berperan aktif selama kegiatan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan kontribusi mahasiswa KKL yang telah memfasilitasi berbagai kegiatan pendidikan dan sosial di sekolah tersebut.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghargaan atas kerjasama dan kontribusi yang telah diberikan oleh MTS Al-Muhajirin dalam mendukung kegiatan KKL kami. Kami sangat menghargai dukungan ini dan berharap hubungan baik antara mahasiswa KKL dan MTS Al-Muhajirin dapat terus terjalin di masa depan,” ujar Vella, salah mahasiswa KKL saat memberikan sambutan.

Penyerahan sertifikat ini juga diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara sekolah dan mahasiswa, serta memberikan motivasi lebih bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan positif. MTS Al-Muhajirin menyambut baik penghargaan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat.

Penulis : Siti farida


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Memasak Ketupat Bersama Warga

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Memasak Ketupat Bersama Warga

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa IAIN Pontianak menggelar acara memasak ketupat bersama warga di Desa Sayang Sedayu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta melestarikan tradisi lokal.

Acara dimulai pagi hari dengan persiapan bahan-bahan ketupat di balai desa. Mahasiswa tampak antusias berbaur dengan warga, mempelajari teknik pembuatan ketupat yang merupakan salah satu kuliner tradisional khas Indonesia. Selama acara, mahasiswa dan warga bergotong-royong membungkus ketupat dalam daun kelapa dan memasaknya di dalam panci besar.

Makde Intot, seorang warga setempat, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat senang bisa berbagi tradisi ini dengan mahasiswa. Selain memupuk rasa kebersamaan, kegiatan ini juga membantu melestarikan budaya ketupat yang merupakan bagian penting dari perayaan Idul Fitri di desa kami,” ujarnya.

Farida, Staff Humas Kelompok 39, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kelompok 39 untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan pengabdian masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus tetapi juga praktek langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kami berharap acara ini dapat memperkuat hubungan sosial dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Farida.

Kegiatan memasak ketupat ini berlangsung meriah, diakhiri dengan makan bersama dan doa bersama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Keberhasilan acara ini menunjukkan sinergi positif antara mahasiswa dan warga serta menegaskan pentingnya pelestarian tradisi dalam kehidupan masyarakat.

Penulis : Indra Fitri


Kehangatan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Kepala Desa, BPD, Karang Taruna, dan Remaja Masjid: Makan Ketupat di Malam Hari

Kehangatan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Kepala Desa, BPD, Karang Taruna, dan Remaja Masjid: Makan Ketupat di Malam Hari

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Suasana keakraban dan kebersamaan tampak begitu kental dalam acara makan ketupat yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak. Malam itu, mahasiswa yang tengah melaksanakan KKL di desa setempat berkumpul bersama Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, serta Remaja Masjid di balai desa.

Acara makan ketupat yang diselenggarakan di lapangan terbuka ini tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati hidangan khas Lebaran, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga desa. Dalam suasana malam yang hangat, berbagai diskusi dan perbincangan akrab berlangsung, memperlihatkan rasa saling menghargai dan kerjasama yang solid.

Ruhanas, Kepala Desa setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran mahasiswa KKL. "Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKL bukan hanya menambah kehangatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman dan membangun relasi yang lebih erat dengan generasi muda," kata Ruhanas.

Juraida, seorang Guru PAUD di desa, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kegiatan ini sangat positif. Selain dapat mempererat hubungan antara kami dengan mahasiswa, ini juga memberi kesempatan kepada anak-anak didik kami untuk melihat dan belajar langsung tentang kolaborasi dan kebersamaan dalam masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Hairi, anggota BPD, menambahkan, "Acara makan ketupat ini merupakan simbol dari kebersamaan dan rasa saling menghormati. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan, karena ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun komunitas yang harmonis."

Makan ketupat malam itu tidak hanya menyajikan kuliner, tetapi juga menguatkan jalinan sosial yang saling mendukung, sekaligus menegaskan pentingnya kerjasama antara generasi muda dan masyarakat dalam memajukan desa.

Penulis: Indra Fitri


Semangat Juang Desa Sayang Sedayu dalam Mengibarkan Bendera Merah Putih Walaupun Rumah Kayu

Semangat Juang Desa Sayang Sedayu dalam Mengibarkan Bendera Merah Putih Walaupun Rumah Kayu


 Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Sayang Sedayu, sebuah desa di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, menunjukkan semangat juang yang luar biasa dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Meskipun banyak rumah di desa ini terbuat dari kayu dan fasilitas yang terbatas, semangat warga dalam mengibarkan bendera Merah Putih tidak surut.

Ruhanas, mengungkapkan, “Meskipun banyak rumah kami yang terbuat dari kayu dan infrastruktur terbatas, semangat kami dalam merayakan kemerdekaan tetap menyala. Kami percaya bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan tidak tergantung pada kemewahan materi, tetapi pada hati dan tekad kita untuk merayakan hari bersejarah ini.”

Desa ini memang dikenal dengan rumah-rumah kayunya yang sederhana, namun suasana kebangsaan yang kental terasa di setiap sudut. Bendera-bendera Merah Putih berkibar di depan rumah-rumah, diiringi dengan dekorasi sederhana namun meriah. Tak hanya itu, warga desa juga mengadakan berbagai kegiatan, seperti lomba panjat pinang dan pertandingan olahraga, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Nurazima, seorang mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak yang tengah melaksanakan program pengabdian di desa ini, juga memberikan pandangannya. “Mengamati semangat warga Desa Sayang Sedayu dalam memperingati kemerdekaan Indonesia adalah pengalaman yang sangat menginspirasi. Meskipun banyak di antara mereka hidup dalam kesederhanaan, rasa cinta terhadap negara dan semangat persatuan mereka sangat kuat. Ini adalah contoh nyata bahwa kemerdekaan dan nasionalisme tidak mengenal batasan materi.”

Semangat juang warga Desa Sayang Sedayu dalam merayakan kemerdekaan, meski dengan segala keterbatasan, mencerminkan betapa dalamnya rasa cinta mereka terhadap tanah air. Ini adalah cerminan bahwa kebanggaan terhadap negara dan semangat nasionalisme tidak bergantung pada kekayaan atau kemewahan, tetapi pada tekad dan cinta yang mendalam terhadap bangsa.

Penulis : Indra Fitri


Pemasangan Dekorasi Umbul-Umbul untuk Memeriahkan HUT RI ke-79 di Desa Parit Bugis

Pemasangan Dekorasi Umbul-Umbul untuk Memeriahkan HUT RI ke-79 di Desa Parit Bugis

 


Parit Bugis (lp2m.iainptk.ac.id) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, perangkat desa dan mahasiswa IAIN Pontianak melakukan pemasangan dekorasi umbul-umbul di Kantor Desa Parit Bugis (Segedong). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan dan menampilkan semangat nasionalisme yang kuat di desa tersebut.

Pemasangan umbul-umbul dilakukan pada sore hari dengan penuh semangat. Mahasiswa IAIN bersama perangkat desa bekerja sama untuk menghias beberapa jalan di sekitar desa dengan umbul-umbul merah putih, yang melambangkan kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air. Kehadiran mahasiswa IAIN dalam kegiatan ini menambah keceriaan dan meriah suasana, serta menunjukkan keterlibatan mereka dalam perayaan hari kemerdekaan.

Isra Nurhidayat, seorang perangkat desa, menyatakan: “Saya sangat senang dengan bantuan mahasiswa yang sedang melakukan KKL di sini. Mereka sangat membantu kami dan membuat suasana menjadi lebih ramai dan meriah. Saya berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan kreativitas mereka selama berada di desa kami.”

Selain mahasiswa, masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam pemasangan umbul-umbul. Mereka membawa bendera, cat, dan peralatan lainnya, serta membantu menghiasi area sekitar kantor desa. Kolaborasi antara perangkat desa, mahasiswa, dan masyarakat menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Hidayatul Rizki, ketua kelompok KKL, mengungkapkan: “Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan sesuai dengan harapan kami. Pemasangan umbul-umbul di depan kantor desa ini merupakan bagian dari agenda kami untuk memeriahkan HUT RI. Kami sangat bersyukur atas dukungan dan kerjasama semua pihak yang terlibat.”

Kegiatan ini tidak hanya memperindah desa, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, perayaan HUT RI ke-79 di Desa Parit Bugis menjadi lebih berarti dan meriah.

Penulis: Marianti Amaliah


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak