Empat Dosen FTIK
IAIN Pontianak mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP)
Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh UIN
Walisongo Semarang pada 8–23 Juni 2026. Dosen yang dimaksud antara lain,
Didi Darmadi, M.Lett., M.Pd., Septian Utut Sugiatno, M.Pd., Resvan, M.Pd., dan
Maria Ulfa, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas
dan profesionalisme dosen dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Pelatihan dilaksanakan secara online atau pembelajaran daring.
Program ini
secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi,
M.Ag., dan diikuti oleh 144 dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi
keagamaan yang berada di wilayah Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan
Timur, dan Kalimantan Utara. Melalui program ini, peserta memeroleh berbagai
materi dan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi sebagai dosen,
baik dalam bidang pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada
masyarakat. UIN Walisongo Semarang pada
tahun ini menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai
penyelenggara PKDP dengan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi
keagamaan di wilayah Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan
Kalimantan Utara.
Pelaksanaan
Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 di UIN Walisongo Semarang dilakukan melalui
tiga tahapan utama. Kegiatan diawali dengan In Service Course 1 (ISC-1),
yaitu sesi pembelajaran intensif yang berlangsung selama tiga hari dan berisi
berbagai materi penguatan kompetensi dasar dosen. Setelah itu, peserta
mengikuti On the Job Course (OJC) selama enam hari untuk
mengimplementasikan hasil pembelajaran yang telah diperoleh ke dalam praktik
pembelajaran dan aktivitas akademik di perguruan tinggi masing-masing. Tahap
terakhir adalah In Service Course 2 (ISC-2) yang difokuskan pada
evaluasi, refleksi, serta ujian akhir sebagai bagian dari penilaian capaian
kompetensi peserta.
Salah satu dosen
FTIK IAIN Pontianak sekaligus peserta PKDP, Septian Utut Sugiatno, M.Pd.
mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang berharga untuk
meningkatkan kapasitas diri sebagai dosen pemula. Ia menilai materi yang
diberikan sangat komprehensif karena mencakup berbagai aspek penting, mulai
dari pengembangan karier akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga
penguatan wawasan keilmuan dan moderasi beragama. Melalui program ini, peserta
tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan bekal
praktis yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, pengalaman belajar dan berdiskusi bersama peserta dari berbagai
perguruan tinggi turut memperluas perspektif serta memperkuat motivasi untuk
terus mengembangkan kompetensi sebagai pendidik profesional.
Sementara itu, Didi Darmadi, M.Lett., M.Pd. yang turut menjadi peserta PKDP menilai berharap agar seluruh peserta PKDP diberikan kemudahan dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan hingga selesai. Ia berharap semangat belajar dan kebersamaan yang terbangun selama program dapat terus terjaga sehingga seluruh peserta mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan baik dan dinyatakan lulus. Baginya, PKDP bukan hanya menjadi syarat pengembangan karier dosen, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

.jpeg)
.jpeg)