LP2M IAIN PONTIANAK
Ibu-Ibu PKK Desa Ikuti Sosialisasi Kesehatan Mental dan Persiapan HUT RI

Ibu-Ibu PKK Desa Ikuti Sosialisasi Kesehatan Mental dan Persiapan HUT RI


 

Desa Sungai Kupah, 13 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Pada hari ini, bertempat di rumah Bu RT 05, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh para ibu-ibu PKK dari empat dusun di desa. Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Kepala Desa dengan suasana khidmat, diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars PKK, yang dipimpin oleh paduan suara dari seluruh kader PKK desa. Kehadiran perwakilan ibu-ibu dari setiap dusun menambah semangat kebersamaan, menunjukkan kekompakan dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan ini.

Memasuki inti acara, narasumber dari kelompok KKL, saudari Santi, menyampaikan materi bertema “Psychotalk: Penyakit Psikologi Bukan Aib, Self Diagnose Bukan Solusi.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, perlunya menghilangkan stigma negatif terhadap penderita gangguan psikologis, serta bahaya mendiagnosis diri sendiri tanpa bantuan profesional. Peserta terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman, sehingga sesi materi berlangsung interaktif dan bermanfaat bagi semua yang hadir.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai para ibu-ibu PKK membahas persiapan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80. Berbagai ide kreatif muncul, mulai dari lomba, dekorasi desa, hingga pembagian tugas, semua dibicarakan dalam suasana akrab. Agenda arisan rutin PKK turut digelar, semakin mempererat hubungan antaranggota dan menjadi momen kebersamaan yang ditunggu-tunggu.

Sebagai penutup, salah satu peserta memimpin pembacaan doa untuk kelancaran seluruh kegiatan desa. Ibu Kepala Desa memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, sekaligus menyatakan acara resmi ditutup. Kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar, tertib, dan penuh manfaat, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan masyarakat desa.

Penulis : Hisyam Fikri

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hiasi Jembatan Merah Putih dengan Cap Tangan

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hiasi Jembatan Merah Putih dengan Cap Tangan


 Sungai Enau A, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana di jembatan Sungai Enau hari ini terasa berbeda. Jembatan yang baru dicat merah putih untuk menyambut HUT RI ke-80 kini semakin semarak berkat sentuhan kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2. Di bagian bawah pagar jembatan, deretan cap telapak tangan berwarna-warni menghiasi, memancarkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air.

Ide ini lahir dari keinginan mahasiswa untuk meninggalkan “jejak kenangan” selama mengabdi di desa. Setiap cap tangan diwarnai cat merah atau putih, kemudian ditempelkan dengan penuh keceriaan. Suasana dipenuhi tawa, canda, dan gurauan saat mahasiswa satu per satu menorehkan cap telapak tangan mereka, menandai bahwa mereka pernah menjadi bagian dari sejarah jembatan ini.

Kegiatan ini tidak sekadar mempercantik jembatan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan. Cap telapak tangan tersebut menjadi lambang kebersamaan, persatuan, dan kerja keras mahasiswa bersama masyarakat. Kini, jembatan Sungai Enau tampak lebih hidup, menyambut siapa pun yang melintas dengan nuansa semangat kemerdekaan.

“Biar jembatannya nggak polos dan ada ciri khas dari kami,” ujar Wira, salah satu mahasiswa yang ikut mengecat telapak tangannya. Setiap orang yang melewati jembatan kini dapat melihat deretan cap tangan tersebut—jejak yang mengingatkan bahwa semangat muda dan cinta tanah air pernah menorehkan warna di sana.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Ajarkan Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal kepada Anak- Anak di Mushola

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Ajarkan Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal kepada Anak- Anak di Mushola


 Desa Sungai Enau A, 12 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana Mushola di Desa Sungai Enau A terasa hangat dan penuh semangat pada Selasa, 12 Agustus 2025, seusai Salat Magrib berjamaah. Para mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 memanfaatkan waktu untuk kegiatan bermanfaat, yakni mengajarkan anak-anak doa perlindungan dari fitnah Dajjal.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak usia dini. Dalam ajaran Islam, fitnah Dajjal merupakan salah satu ujian besar di akhir zaman, sehingga umat dianjurkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Para mahasiswa menjelaskan arti, makna, dan pentingnya doa tersebut sebelum membimbing anak-anak menghafalnya.

Dengan penuh kesabaran, mahasiswa KKL mendampingi setiap anak agar dapat mengucapkan doa dengan tartil dan pengucapan yang benar. Suasana menjadi hidup ketika anak-anak dengan wajah ceria mengulang doa secara serempak. Beberapa anak bahkan meminta pengulangan beberapa kali agar hafalan semakin lancar.

Selain menghafal doa, mahasiswa KKL menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga iman dan senantiasa berdoa dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami bahwa doa ini bukan sekadar hafalan, melainkan bentuk perlindungan dan keteguhan hati menghadapi segala godaan serta fitnah dunia.

Melalui program ini, diharapkan generasi muda Sungai Enau 2 tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, berilmu, dan selalu dekat dengan Allah SWT.

Penulis : Nurlita Sari

Disambut Hangat Guru dan Siswa, Mahasiswa KKL Desa Air Putih IAIN Pontianak Siap Menggelar Sosialisasi dan Mengajar di SDN 17 Kubu Desa Air Putih

Disambut Hangat Guru dan Siswa, Mahasiswa KKL Desa Air Putih IAIN Pontianak Siap Menggelar Sosialisasi dan Mengajar di SDN 17 Kubu Desa Air Putih

 

Desa Air Putih, 25 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana ramah dan penuh kekeluargaan terasa di SDN 17 Kubu pada Jumat, 25 Juli 2025, pukul 08.34 WIB, saat rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak Desa Air Putih melakukan kunjungan sekaligus audiensi.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo, Desa Air Putih, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyambut kedatangan mahasiswa dengan hangat. Setibanya di sekolah, mahasiswa disambut oleh guru-guru dan siswa, dipersilakan duduk, serta dihidangkan makanan sebagai bentuk sambutan ramah.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa menyerahkan surat resmi dan menyampaikan tujuan kegiatan, yaitu melaksanakan sosialisasi serta mengajar di SDN 17 Kubu selama masa KKL. Pihak sekolah memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengajar mulai kelas 1 hingga kelas 6.

Guru-guru tidak hanya memberikan izin, tetapi juga menyampaikan saran dan nasihat berharga mengenai metode dan pendekatan yang tepat untuk menghadapi karakter siswa di sekolah ini. “Kami senang sekali mendapatkan guru-guru yang sangat baik dan mendukung. Hal ini membuat kami semakin bersemangat untuk mengajar di sini,” ujar salah satu mahasiswa KKL.

Kegiatan audiensi ini menjadi langkah awal dari kerja sama yang erat antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan pihak sekolah, dengan harapan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh siswa.

Penulis : Kurniati

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Penyuluhan “Kenali Tanda, Kenali Solusi” di Desa Jangkang Dua

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Penyuluhan “Kenali Tanda, Kenali Solusi” di Desa Jangkang Dua


 Jangkang Dua, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Jangkang Dua dari IAIN Pontianak menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Kenali Tanda, Kenali Solusi: Delay Speech dan Pola Belajar Emosional pada Anak” pada Senin, 11 Agustus 2025. Acara berlangsung di Balai Desa Jangkang Dua mulai pukul 08.00 WIB, dengan tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai deteksi dini keterlambatan bicara dan strategi membentuk pola belajar emosional yang positif pada anak.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Rizky Juliansyah, S. Tr. Kes, seorang praktisi kesehatan anak, yang memberikan pemaparan materi secara mendalam dan interaktif. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengamati perkembangan bahasa anak sejak usia dini serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap tumbuh kembangnya. Selain itu, dibahas pula hubungan erat antara kondisi emosional anak dengan proses belajar, termasuk strategi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah maupun di sekolah.

Acara dipandu oleh Siti Rodhiyah Munawaroh selaku moderator, yang memandu jalannya sesi penyampaian materi dan diskusi tanya jawab. Sebelum acara dimulai, Muhammad Fackhrus Syahid memimpin doa untuk memohon kelancaran kegiatan.

Kepala Desa Jangkang Dua, Hamdani, turut memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi penyelenggaraan penyuluhan ini. Ia berharap agar informasi yang disampaikan dapat bermanfaat dan diterapkan oleh warga dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Kegiatan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter baik,” ujar Hamdani dalam sambutannya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi. Warga yang hadir mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai tanda-tanda delay speech, cara penanganannya, serta bagaimana mengelola pola belajar emosional anak agar lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak tidak hanya menjalankan program kerja di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat langsung bagi keluarga di Desa Jangkang Dua.

Penulis : Tasya Kurniasari

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Awali Program Kerja di SDN 16 Kubu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Awali Program Kerja di SDN 16 Kubu


 Air Putih (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana hangat terasa sejak pagi di SD Negeri 16 Kubu, Desa Air Putih, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, saat rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak tiba untuk melakukan audiensi, Jumat (25/7/2025) pukul 08.04 WIB.

Dengan penuh semangat, para mahasiswa mengantarkan surat resmi sekaligus memperkenalkan program kerja yang akan mereka jalankan selama berada di desa tersebut. Rombongan disambut langsung oleh para guru di kantor sekolah yang terletak di RT/RW 10/5, Dusun Purworejo, dengan sambutan ramah dan senyum tulus.

“Kami sangat senang dan terbuka menerima kehadiran adik-adik mahasiswa KKL ini. Semoga kehadiran kalian bisa memberi warna baru dan semangat belajar bagi anak-anak di sini,” ujar salah satu guru sambil mempersilakan rombongan duduk.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan rencana kegiatan yang mencakup sosialisasi dan pengajaran di berbagai kelas. Para guru pun memberikan pesan dan nasihat penting, terutama dalam menghadapi karakter unik siswa-siswi SDN 16 Kubu yang dikenal penuh energi dan rasa ingin tahu.

“Kami siap belajar dan beradaptasi dengan suasana di sini. Semoga program yang kami jalankan bermanfaat untuk siswa, guru, dan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa KKL IAIN Pontianak.

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang menandai dimulainya kerja sama antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan SDN 16 Kubu. Harapannya, kegiatan yang akan berlangsung dapat menjadi jembatan ilmu dan inspirasi bagi generasi muda di Desa Air Putih.

Penulis : Kurniati

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Nikmati Sunset di Jembatan Gantung Kraton Kubu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Nikmati Sunset di Jembatan Gantung Kraton Kubu


 Air Putih, 13 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Setelah menjalani berbagai kegiatan pengabdian dan pembelajaran bersama masyarakat Desa Air Putih, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak menyempatkan diri mengunjungi salah satu destinasi wisata ikonik di Kabupaten Kubu Raya, yaitu Jembatan Gantung Kraton Kubu. Kunjungan ini menjadi momen penyegar semangat sekaligus ajang mempererat kebersamaan antaranggota kelompok KKL.

Rombongan berangkat sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, dengan perjalanan yang diwarnai canda tawa. Setibanya di lokasi, mereka disambut panorama sungai yang membentang tenang serta pemandangan alam asri di sekitar jembatan gantung. Hembusan angin sore menambah suasana santai dan damai.

Momen yang paling dinanti adalah saat matahari mulai condong ke barat. Sinar keemasan perlahan menyelimuti langit dan memantul indah di permukaan air sungai. Mahasiswa tak melewatkan kesempatan mengabadikan momen ini dengan berfoto bersama, menangkap siluet indah di bawah cahaya senja.

“Sungguh luar biasa. Ini pertama kalinya saya melihat sunset seindah ini langsung dari atas jembatan gantung,” ujar salah satu mahasiswa dengan senyum lebar. Beberapa mahasiswa lain memilih duduk santai di tepian jembatan, menikmati detik demi detik matahari tenggelam sambil berbincang ringan.

Selain sebagai rekreasi, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat potensi wisata lokal di sekitar Desa Air Putih. Mahasiswa menilai Jembatan Gantung Kraton Kubu memiliki daya tarik wisata yang layak dipromosikan, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana senja di pedesaan.

Seiring turunnya malam, rombongan kembali ke desa dengan hati yang hangat dan pikiran yang segar. Kegiatan sederhana ini meninggalkan kesan mendalam, menjadi salah satu kenangan manis selama menjalani KKL di Desa Air Putih.

Dengan kunjungan ke Jembatan Gantung Kraton Kubu ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak tidak hanya membawa pulang foto-foto indah, tetapi juga pengalaman berharga tentang pentingnya menjaga dan mengapresiasi keindahan alam sebagai bagian dari kekayaan daerah.

Penulis : Cici Reza Mariyani

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Audiensi dan Sosialisasi Ecoprint di SDN 18 Kubu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Audiensi dan Sosialisasi Ecoprint di SDN 18 Kubu


 Air Putih (lp2m.iainptk.ac.id) — Pada Jumat pagi, 25 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak melakukan kunjungan audiensi ke SD Negeri 18 Kubu, yang beralamat di Dusun Margomulyo, RT 17/RW 9, Desa Air Putih, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Rombongan mahasiswa tiba sekitar pukul 07.26 WIB untuk mengantarkan surat resmi sekaligus memperkenalkan program kerja yang akan mereka laksanakan. Kedatangan ini disambut hangat oleh guru-guru di ruang kantor sekolah. Dalam suasana penuh keakraban, mahasiswa menjelaskan tujuan utama kunjungan, yaitu untuk mengajar serta menyosialisasikan Ecoprint, sebuah metode ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami untuk mencetak motif pada kain.

Guru-guru SDN 18 Kubu merespons dengan positif dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana kegiatan ini. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif mahasiswa yang akan berbagi ilmu dan kreativitas kepada para siswa. Selain itu, pihak sekolah juga memberikan nasihat dan masukan berharga untuk mahasiswa selama pelaksanaan KKL di Desa Air Putih, terutama terkait cara menghadapi karakter dan semangat belajar anak-anak setempat.

Dengan kerja sama yang terjalin, diharapkan sosialisasi Ecoprint dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lancar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan peserta didik SDN 18 Kubu.

Penulis : Kurniati

Perpisahan Penuh Haru: Mahasiswa KKL Air Putih IAIN Pontianak Akhiri Kebersamaan Mengajar di SDN 17 Kubu

Perpisahan Penuh Haru: Mahasiswa KKL Air Putih IAIN Pontianak Akhiri Kebersamaan Mengajar di SDN 17 Kubu

 

Air Putih, 13 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Dua minggu mungkin terasa singkat, namun meninggalkan jejak mendalam bagi mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak yang menuntaskan masa tugas mengajar di SDN 17 Kubu, Desa Air Putih.

Sejak hari pertama, mahasiswa disambut hangat oleh guru, siswa, dan masyarakat setempat. SDN 17 Kubu, yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo, bukan hanya sekolah dengan fasilitas memadai dan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah siswa, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Selama dua minggu, mahasiswa berbagi pengetahuan, bermain, dan belajar bersama siswa-siswi yang menunjukkan semangat belajar luar biasa. Setiap tatapan penuh rasa ingin tahu, senyum polos, dan tawa di sela pelajaran menjadi energi tersendiri bagi mahasiswa untuk mengajar dengan sepenuh hati.

Meski penuh kehangatan, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Karakteristik siswa yang beragam memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mereka belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan, memahami, dan menginspirasi.

Pada hari terakhir, momen perpisahan membawa suasana haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Siswa-siswi memberikan hadiah sederhana sebagai tanda terima kasih. Tangis haru pecah, baik dari siswa maupun mahasiswa, menandakan ikatan yang terjalin selama pengabdian telah menjadi kenangan tak terlupakan.

“Kami datang untuk mengajar, tapi justru pulang dengan membawa banyak pelajaran hidup. Anak-anak di sini mengajarkan kami arti semangat, keikhlasan, dan kebersamaan,” ungkap salah satu mahasiswa KKL dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari kedalaman memberi dan menerima. Meskipun program KKL telah usai, kenangan indah dan semangat belajar di SDN 17 Kubu akan terus hidup dalam hati semua pihak yang terlibat.

Penulis : Kurniati

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Warga Desa Bintang Mas Persiapkan Semarak HUT RI ke-80

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan Warga Desa Bintang Mas Persiapkan Semarak HUT RI ke-80

 

Bintang Mas, 9 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana semangat kemerdekaan mulai terasa di Posko KKL Desa Bintang Mas. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak bersama warga setempat tampak sibuk memasang bendera merah putih dan umbul-umbul untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.

Kegiatan dimulai dengan membersihkan area sekitar posko, memastikan lingkungan siap untuk pemasangan bendera dan dekorasi. Setelah itu, mahasiswa dan warga bekerja sama dalam pemasangan tiang bendera serta pengibaran bendera merah putih. Semangat gotong royong terlihat jelas, dengan saling membantu demi menciptakan suasana yang meriah dan penuh rasa nasionalisme.

“Kami ingin posko ini bukan hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga simbol semangat perjuangan dan kebersamaan,” ujar salah satu mahasiswa KKL yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain pemasangan bendera, mahasiswa KKL bersama warga merencanakan rangkaian lomba serta kegiatan sosial menjelang perayaan 17 Agustus. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, serta menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda di Desa Bintang Mas.

Persiapan yang dilakukan dengan penuh antusiasme ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat, dan kolaborasi antara mahasiswa serta warga dapat menciptakan momen perayaan yang hangat, meriah, dan berkesan.

Penulis : Ningsih

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak