LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersama Warga untuk Persiapan Lomba 17 Agustus

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersama Warga untuk Persiapan Lomba 17 Agustus


 

Desa Rasau Jaya Tiga, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak bersama warga Desa Rasau Jaya Tiga mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan dan menata lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan berbagai lomba 17 Agustusan.

Kegiatan gotong royong dimulai pada sore hari, diawali dengan membersihkan lapangan, memotong rumput, menata tempat perlombaan, hingga memperbaiki fasilitas yang rusak. Suasana kebersamaan terlihat dari antusiasme warga yang bekerja bahu membahu bersama para mahasiswa KKL.

Reza, selaku Ketua Kelompok KKL, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan mahasiswa terhadap semangat nasionalisme dan kebersamaan di desa. “Kami ingin ikut serta memeriahkan HUT RI dengan membantu persiapan lomba, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Selain membersihkan lokasi, mahasiswa dan warga juga memasang umbul-umbul serta menghias area lomba dengan warna merah putih, sebagai simbol semangat kemerdekaan. Warga berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Dengan kerja sama yang solid antara mahasiswa KKL dan warga, lokasi lomba 17 Agustusan kini siap digunakan untuk memeriahkan peringatan HUT RI, yang diharapkan berjalan meriah dan penuh kegembiraan.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Pengajian Ibu-Ibu Desa Rasau Jaya Tiga Bersama Mahasiswa KKL: Menggali Keutamaan Sholat

Pengajian Ibu-Ibu Desa Rasau Jaya Tiga Bersama Mahasiswa KKL: Menggali Keutamaan Sholat


 Desa Rasau Jaya Tiga, 1 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana hangat dan penuh kekhusyukan mewarnai pengajian yang diadakan bersama ibu-ibu Desa Rasau Jaya Tiga. Kegiatan ini dipimpin oleh Sahrul, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang tengah bertugas di desa tersebut.

Pengajian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat tema keutamaan sholat. Dalam penyampaiannya, Sahrul menegaskan bahwa sholat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. “Jika sholat seseorang baik, maka amal lainnya insyaAllah akan baik pula. Namun jika sholatnya rusak, maka amal lainnya akan ikut rusak,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para jamaah untuk menjaga sholat tepat waktu dan melaksanakannya dengan khusyuk. “Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Di dalamnya terdapat ketenangan, kekuatan, dan keberkahan hidup,” tambahnya.

Para ibu-ibu tampak antusias mendengarkan materi, bahkan beberapa di antaranya turut berbagi pengalaman tentang bagaimana sholat membantu mereka menghadapi masalah sehari-hari. Setelah sesi tausiyah, kegiatan diakhiri dengan doa bersama memohon keberkahan bagi keluarga dan desa.

Kegiatan ini menjadi salah satu program keagamaan mahasiswa KKL yang bertujuan mempererat ukhuwah serta meningkatkan pemahaman agama di kalangan masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dampingi Anak-Anak SD Belajar Setiap Malam di Teras Masjid

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dampingi Anak-Anak SD Belajar Setiap Malam di Teras Masjid

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 7 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Setiap ba’da Maghrib, teras Masjid Desa Rasau Jaya Tiga berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Di atas tikar yang digelar rapi, anak-anak SD duduk melingkar sambil membuka buku pelajaran, sedangkan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak hadir untuk mendampingi mereka mengerjakan tugas harian. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam, memanfaatkan waktu sebelum salat Isya, sehingga belajar terasa santai namun tetap produktif.

Suara tawa kecil sesekali terdengar di sela-sela diskusi soal matematika, membaca, menulis, hingga bimbingan hafalan pelajaran agama. Angin malam yang berhembus di teras masjid membuat suasana semakin nyaman, sementara lampu-lampu masjid menerangi setiap sudut tempat belajar tersebut.

Reza, selaku Ketua KKL, mengatakan bahwa pendampingan ini tidak hanya membantu anak-anak memahami pelajaran, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar yang baik.

“Kami ingin mereka merasa belajar itu menyenangkan, apalagi dilakukan di masjid yang penuh keberkahan. Harapannya, mereka semakin rajin dan termotivasi untuk terus datang belajar setiap malam,” ujarnya.

Orang tua menyambut baik kegiatan ini, karena anak-anak mereka mendapat bimbingan belajar gratis dan berkualitas, tanpa harus pergi jauh dari rumah. Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar mengerjakan PR, tetapi juga kesempatan berkumpul dengan teman-teman di lingkungan yang aman dan positif.

Program belajar ba’da Maghrib di teras masjid ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang bermanfaat.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Semarak Voli Malam: Mahasiswa KKL dan Warga Rasau Jaya Tiga Bahu- Membahu di Lapangan

Semarak Voli Malam: Mahasiswa KKL dan Warga Rasau Jaya Tiga Bahu- Membahu di Lapangan

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 5 Agustus 2025 — Sorak sorai penonton memecah kesunyian malam di Lapangan Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat turnamen bola voli malam resmi dimulai. Lampu-lampu sorot yang terpasang di sekeliling lapangan memantulkan cahaya terang, menciptakan suasana yang hangat dan semarak. Warga dari berbagai dusun mulai berdatangan sejak sore, membawa keluarga, kursi lipat, bahkan camilan untuk menikmati pertandingan sambil bercengkerama.

Tahun ini, perangkat desa menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai panitia penyelenggara. Turnamen diikuti oleh gabungan mahasiswa KKL dan warga lokal, menjadikannya ajang olahraga yang unik karena memadukan semangat kompetitif mahasiswa dengan kekompakan masyarakat desa. Pertandingan digelar pada malam hari agar lebih banyak warga yang bisa hadir, terutama mereka yang siang harinya bekerja.

Mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak bersama rekan-rekan dari beberapa kampus lain terlihat aktif menjalankan berbagai peran penting. Ada yang bertugas mencatat skor di meja panitia, mengatur jadwal pertandingan agar tidak molor, mendokumentasikan momen-momen seru di lapangan, hingga memastikan perlengkapan permainan lengkap dan aman. Tidak hanya itu, mereka juga menyumbangkan ide kreatif seperti membuat poster jadwal pertandingan, membantu penataan sistem pengeras suara sehingga suara komentator terdengar jelas, dan mempromosikan acara ini melalui media sosial desa agar penonton semakin ramai.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa.

“Kehadiran mahasiswa memberi energi baru pada turnamen ini. Pertandingan jadi lebih tertata, dan warga semakin antusias datang menonton. Semoga kerja sama ini bisa terus terjalin untuk kegiatan desa berikutnya,” ujarnya.

Suasana semakin hidup ketika setiap pukulan smash, blok, atau servis mendapatkan tepuk tangan riuh penonton. Anak-anak kecil berlarian di sekitar lapangan, sementara para orang tua asyik menonton sambil berbincang. Beberapa pedagang kaki lima pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajakan makanan dan minuman, sehingga turnamen bola voli malam ini juga menjadi sumber rezeki tambahan bagi warga.

Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan malam semata, tetapi juga membangkitkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda desa. Sinergi antara mahasiswa KKL dan warga lokal, baik sebagai panitia maupun pemain, menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan kebersamaan dapat melahirkan kegiatan positif yang mempererat hubungan masyarakat sekaligus memajukan kehidupan desa.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa KKL Ikut Sukseskan Turnamen Sepak Bola di Desa Rasau Jaya Tiga

Mahasiswa KKL Ikut Sukseskan Turnamen Sepak Bola di Desa Rasau Jaya Tiga

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 4 Agustus 2025 — Sorak sorai penonton menggema di Lapangan Sepak Bola Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat turnamen sepak bola tahunan resmi dibuka. Tahun ini, perangkat desa berkolaborasi langsung dengan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai panitia penyelenggara, menciptakan suasana pertandingan yang lebih tertata, meriah, dan penuh semangat.

Turnamen yang diikuti oleh tim-tim lokal dari berbagai dusun ini memiliki keunikan tersendiri, karena pesertanya bukan hanya warga desa, tetapi juga gabungan antara mahasiswa KKL dan masyarakat lokal. Selain menjadi ajang unjuk kebolehan di lapangan hijau, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, pengembangan bakat olahraga, dan penguat tali persaudaraan antarwarga.

Mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak bersama rekan-rekan dari berbagai kampus lain terlihat sigap menjalankan beragam tugas, mulai dari mencatat skor, mengatur jadwal pertandingan, mendokumentasikan momen-momen penting, hingga memastikan kelancaran teknis di lapangan.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, mengungkapkan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa.

“Kehadiran mahasiswa sebagai panitia membuat turnamen ini lebih tertata dan semarak. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut di masa depan,” ujarnya.

Tak hanya menjadi panitia, mahasiswa juga menyumbangkan ide-ide kreatif, seperti membuat poster jadwal pertandingan, menata sistem pengeras suara agar lebih tertib, serta menyebarkan informasi kegiatan kepada masyarakat. Kreativitas ini terbukti mampu menambah kemeriahan acara sekaligus meningkatkan partisipasi warga.

Turnamen sepak bola ini diharapkan tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu membangkitkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda desa. Partisipasi mahasiswa KKL bersama warga lokal, baik sebagai panitia maupun pemain, menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun kehidupan desa yang aktif, sehat, dan berdaya.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa Enam Perguruan Tinggi Bersama Warga Warnai Gapura Desa Rasau Jaya Tiga Sambut HUT ke-80 RI

Mahasiswa Enam Perguruan Tinggi Bersama Warga Warnai Gapura Desa Rasau Jaya Tiga Sambut HUT ke-80 RI

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 29 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana kebersamaan terasa hangat di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat perangkat desa dan mahasiswa dari enam perguruan tinggi bergotong royong mengecat ulang gapura desa.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas PGRI (UPGRI), Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Politeknik Bumi (UPB).

Pengecatan dimulai pada sore hari, diawali dengan persiapan peralatan, pengadukan cat, serta pembersihan permukaan gapura agar hasil pengecatan maksimal. Warna merah putih dipilih untuk melapisi gapura sebagai simbol kebanggaan nasional dan bentuk peringatan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan diperingati pada 17 Agustus mendatang. Pemilihan warna ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat patriotisme bagi warga desa dan para pengunjung.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengecatan semata, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara mahasiswa dari berbagai kampus dengan warga setempat. Sambil bekerja, terdengar canda tawa dan obrolan hangat di antara peserta, menambah suasana guyub dan penuh kekompakan.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas kampus ini. “Terima kasih kepada semua mahasiswa dan warga yang terlibat. Gapura merah putih ini bukan hanya memperindah desa, tetapi juga mengingatkan kita semua akan semangat persatuan dan kemerdekaan,” ujarnya.

Sejumlah warga turut mendukung kegiatan ini dengan menyediakan minuman dingin, makanan ringan, bahkan membantu proses pengecatan di beberapa bagian. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi budaya yang kuat di Desa Rasau Jaya Tiga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL berharap dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan manfaat nyata bagi desa. Pengecatan gapura merah putih diharapkan menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat juang yang terus menyala di tengah masyarakat.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 17 Ajak Anak Desa Puguk Belajar dengan Metode Interaktif

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 17 Ajak Anak Desa Puguk Belajar dengan Metode Interaktif

 


Desa Puguk, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak Kelompok 17 terus aktif menjalankan program kerja di Desa Puguk. Pada Senin pagi pukul 08.00, dua mahasiswa, yakni Sohid dan Isna, melaksanakan kegiatan mengajar di Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rrohmaniyah As-Salafiyah.

Kegiatan ini bertujuan membina anak-anak dalam kemampuan membaca, menulis, dan mengingat huruf-huruf alfabet. Dengan metode sederhana dan interaktif, para mahasiswa berupaya menumbuhkan minat belajar anak sejak usia dini, sekaligus membangun dasar literasi yang kuat.

Ketua Kelompok 17 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak di Desa Puguk. “Kami ingin membantu anak-anak sejak dini agar mereka memiliki keterampilan membaca dan menulis yang baik. Harapannya, bekal ini dapat menjadi pondasi bagi pendidikan mereka ke depannya,” ujarnya.

Salah satu guru di Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rrohmaniyah As-Salafiyah mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran mahasiswa KKL. “Kami merasa terbantu dengan adanya mahasiswa yang mau terlibat langsung. Anak-anak menjadi lebih semangat belajar dan mendapatkan perhatian lebih dalam proses belajar mereka,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 17 berharap dapat terus memberikan kontribusi positif, khususnya dalam membina generasi muda yang cerdas dan berakhlak.

Penulis : Keysa Alya Hapidah

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berkolaborasi dengan Warga Mekar Sari Sukseskan Acara Pernikahan Warga

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berkolaborasi dengan Warga Mekar Sari Sukseskan Acara Pernikahan Warga


 

Desa Mekar Sari, 10 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana gotong royong dan kekeluargaan begitu kental terasa di Gang Kampung Timur RT 1 RW 08, Desa Mekar Sari, dalam rangkaian acara pernikahan salah satu warga. Sinergi luar biasa terjalin antara mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak dan seluruh elemen masyarakat desa.

Para mahasiswa tidak hanya hadir sebagai tamu, melainkan turut menjadi bagian penting dari kepanitiaan. Mereka bekerja sama dengan RT, RW, Kepala Dusun, Kepala Desa, serta tim wedding organizer untuk memastikan setiap detail acara berjalan lancar, mulai dari pembangunan panggung hingga pelaksanaan hari-H. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam berbaur dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Prosesi akad nikah dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB, dilanjutkan dengan resepsi yang dipadati tamu hingga pukul 21.00 WIB. Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Desa beserta istri, anggota DPRD dan istri, serta Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag., beserta istri. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan besarnya arti pernikahan ini bagi komunitas. Dosen, guru, dan sahabat kedua mempelai pun ikut memeriahkan suasana, menciptakan momen penuh kebahagiaan.

Bagi mahasiswa KKL, pengalaman ini memiliki makna yang mendalam. Melalui kegiatan ini, mereka berhasil membangun jembatan komunikasi yang erat dengan warga, memperluas tali silaturahmi, serta memperkuat hubungan baik yang sangat penting untuk kelancaran program KKL. Partisipasi dalam hajatan warga menjadi bukti bahwa KKL tidak hanya berkaitan dengan program kerja, tetapi juga tentang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Acara ditutup dengan momen haru saat ayah mempelai wanita menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, khususnya mahasiswa KKL Mekar Sari.“Saya sangat senang dengan kehadiran adik-adik. Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan partisipasinya, dari awal hingga akhir. Semoga Allah membalas segala kebaikan kalian,” ucapnya.

Perwakilan mahasiswa pun memberikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas segala kekurangan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih banyak sudah menerima kami dengan baik sejak awal hingga sekarang, sudah sudi mengajak dan mempercayai kami untuk berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Mohon maaf jika ada perkataan atau tingkah laku yang kurang berkenan, dan semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik,” ungkap perwakilan mahasiswa.

Kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi penutup yang manis, mengukuhkan persaudaraan antara mahasiswa dan warga Desa Mekar Sari yang diharapkan terus terjalin di masa mendatang.

Penulis : ILA LAILA

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Administrasi di Kantor Desa Puguk

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Administrasi di Kantor Desa Puguk

 


Desa Puguk, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak Kelompok 17 kembali menunjukkan kepedulian dan kontribusinya terhadap masyarakat dengan aktif membantu pekerjaan administrasi di Kantor Desa Puguk. Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh dua mahasiswa, yaitu Maisya dan Muhammad Fikri.

Dalam kegiatan tersebut, kedua mahasiswa membantu staf desa dalam proses penginputan data yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan desa. Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban kerja aparat desa, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi mahasiswa mengenai tata kelola administrasi desa.

Ketua Kelompok 17 menyampaikan apresiasi terhadap anggotanya yang aktif berpartisipasi. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar pengabdian, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi kami untuk memahami bagaimana proses administrasi desa berjalan. Semoga kerja sama ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat Desa Puguk,” ujarnya.

Salah satu staf kantor desa menambahkan, “Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKL. Pekerjaan input data bisa lebih cepat selesai, dan mereka pun cepat beradaptasi dengan tugas yang diberikan.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKL Kelompok 17 yang ditempatkan di Desa Puguk, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif serta membangun hubungan yang baik antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Penulis : Muhammad Azhari Alfath

Desa Mekar Sari Gelar Rapat Koordinasi Persiapan HUT RI ke-80, Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Mahasiswa KKN

Desa Mekar Sari Gelar Rapat Koordinasi Persiapan HUT RI ke-80, Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Mahasiswa KKN

 


Mekar Sari, 7 Desember 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana gotong royong terasa kental di Desa Mekar Sari pada Kamis, 7 Desember 2025. Seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN, UPB, dan IKIP, berkumpul dalam rapat koordinasi persiapan perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Rapat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pengalaman para sesepuh desa dan semangat membara para pemuda. Kepala Desa menyambut hangat kehadiran semua pihak, terutama mahasiswa, dan menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat menjadi motor penggerak kesuksesan acara. “Mari sama-sama berpartisipasi demi tujuan bersama, yaitu mensukseskan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 dan menciptakan kenangan indah serta semangat baru,” ajaknya penuh semangat.

Hasil rapat menghasilkan keputusan penting terkait rangkaian acara, yang mencakup berbagai lomba dan kegiatan. Lomba olahraga dan permainan tradisional seperti bola umum, bulu tangkis, panjat pinang, hingga lomba busana muslim akan memeriahkan perayaan. Lomba bola umum bahkan telah dimulai sejak 1 Agustus. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengajian umum bersama Asy-Robutthohur pada 24 Agustus, yang diharapkan dapat memberikan keberkahan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Puncak perayaan akan digelar pada 23 Agustus dengan berbagai hiburan, pembagian hadiah, dan doorprize menarik yang dinanti seluruh warga.

Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen bersama antara seluruh unsur desa untuk mensukseskan perayaan kemerdekaan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menciptakan acara yang meriah, tetapi juga menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan. Semangat yang terbangun di Desa Mekar Sari membuktikan bahwa dengan kerja sama yang solid, segala hal dapat dicapai demi kebahagiaan dan kemajuan bersama.

Penulis : ILA LAILA

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak