LP2M IAIN PONTIANAK
KKL Pasak Piang 2 : Seremoni Pembukaan dan Penyerahan Simbolis Sebagai Awal Pengabdian

KKL Pasak Piang 2 : Seremoni Pembukaan dan Penyerahan Simbolis Sebagai Awal Pengabdian

 


Desa Pasak Piang, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa IAIN Pontianak resmi dimulai di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, yang ditandai dengan kegiatan pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaboratif.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Pasak Piang, Ketua RT, tokoh masyarakat, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kehadiran para tokoh masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap kehadiran mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian selama 40 hari ke depan.

Dalam sambutannya, Dr. Sahrani, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menekankan pentingnya menjaga adab dan etika selama berada di tengah masyarakat.“Mahasiswa harus dapat menjaga diri ketika berada di lingkungan desa. Tunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan dalam kelompok ini,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasak Piang, H. Surip, S.Pd.I, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh mahasiswa peserta KKL. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Pasak Piang menyambut dengan tangan terbuka kehadiran para mahasiswa yang akan turut serta dalam berbagai aktivitas sosial dan edukatif di desa.“Kami menyambut dengan senang hati. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberi warna baru dan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa pengabdian ini,” ungkapnya.

Partisipasi dalam Kegiatan Sosial: Sholawatan dan Santunan Anak Yatim

Sebagai bentuk integrasi awal dengan masyarakat, mahasiswa juga diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengajian, sholawatan, dan santunan anak yatim yang dilaksanakan di Kota Baru, salah satu dusun di Desa Pasak Piang.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kepala Desa Pasak Piang dan lembaga sosial LAZISNU, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan sosial.

Dengan dimulainya program KKL ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kearifan lokal, membangun relasi sosial yang harmonis, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa.

Penulis : Shifa Alyati, Anggun Nadiya Zulaiqa, Ahmad Syabandiah

Mahasiswa KKL Sungai Malaya 2 Jalankan Tugas Edukatif dan Kultural pada Hari Ketiga

Mahasiswa KKL Sungai Malaya 2 Jalankan Tugas Edukatif dan Kultural pada Hari Ketiga

 


Sungai Malaya, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa kelompok Sungai Malaya 2 memasuki hari ketiga dengan pelaksanaan program kerja yang padat, menyentuh berbagai aspek penting kehidupan masyarakat desa, mulai dari pendidikan formal hingga tradisi keagamaan.

Mengajar di Tiga Jenjang Pendidikan: MI, MTs, dan MA

Sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.15 WIB, mahasiswa menjalankan tugas utama mereka yaitu kegiatan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) Hidayatus Shibyan Parit Na’im.

Seluruh anggota kelompok telah dibagi ke jenjang dan kelas masing-masing sesuai dengan penempatan dan jadwal yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan belajar berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme dari para pengajar maupun siswa.

“Anak-anak di sini sangat kooperatif dan cepat beradaptasi. Kami pun berusaha memberikan materi yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkap salah satu mahasiswa pengajar di MA Hidayatus Shibyan.

Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berusaha memahami karakteristik peserta didik dan menyesuaikan metode ajar dengan kondisi lokal. Pendokumentasian kegiatan turut dilakukan oleh tim dokumentasi guna menjaga kelengkapan arsip dan laporan kegiatan kelompok.

Pelatihan Paskibra: Menanamkan Disiplin dan Semangat Kebangsaan

Setelah kegiatan belajar-mengajar, agenda berlanjut dengan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di lapangan sekolah. Pelatihan ini dipimpin oleh salah satu anggota kelompok yang memiliki latar belakang sebagai pelatih Paskibra.

Kegiatan difokuskan pada pelatihan dasar baris-berbaris yang diikuti oleh siswa-siswi pilihan dari tingkat MTs dan MA. Meski cuaca cukup panas, para peserta menunjukkan kedisiplinan dan semangat tinggi dalam mengikuti setiap instruksi.

“Meski cuaca cukup panas, semangat peserta luar biasa. Mereka cepat tanggap dan disiplin,” ujar sang pelatih yang juga merupakan mahasiswa KKL.

Suasana pelatihan berlangsung dengan serius, namun tetap hangat dan penuh kekompakan, mencerminkan semangat gotong royong dan antusiasme generasi muda dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Tahlilan Bersama: Menyatu dengan Tradisi dan Masyarakat

Pukul 18.30 WIB, seluruh anggota kelompok kembali ke posko dan mengikuti kegiatan tahlilan bersama warga dan tuan rumah. Tradisi rutin setiap malam Jumat ini menjadi salah satu bentuk penghormatan mahasiswa terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kebersamaan internal kelompok, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat setempat,” ujar koordinator kelompok KKL Sungai Malaya 2.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menambah pengalaman akademik, tetapi juga memperkaya pemahaman mereka akan pelestarian budaya dan spiritualitas masyarakat desa.

Penulis : Seli wahdaniari

Mahasiswa IAIN Pontianak KKL Desa Madusari Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dalam Rangka Hari Anak Nasional 2025 di MI Miftahul Huda

Mahasiswa IAIN Pontianak KKL Desa Madusari Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dalam Rangka Hari Anak Nasional 2025 di MI Miftahul Huda

 


Madusari, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Memperingati Hari Anak Nasional 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak di Desa Madusari menyelenggarakan sosialisasi tentang bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Kegiatan sosialisasi tersebut  dilaksanakan di kelas I (satu) MI Miftahul Huda. 

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang dampak negatif bullying, baik secara fisik maupun psikologis. Melalui pemberian materi, diskusi bersama, dan permainan mahasiswa IAIN Pontianak KKL menjelaskan apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying, bahaya bullying, serta pentingnya sikap empati dan saling menghargai di lingkungan sekolah. 

"Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa bullying bukan hal yang sepele. Sikap bully bisa muncul tanpa sadar dilakukan oleh anak-anak. Padahal, setiap anak berhak merasa nyaman dan terlindungi, terutama di sekolah," ujar salah satu mahasiswa KKL IAIN Pontianak. 

Guru-guru di MI Miftahul Huda juga menyambut baik sosialisasi ini. Mereka berharap bahwa peserta didik di MI Miftahul Huda bisa menghindari tindakan bullying dan bisa saling menyayangi dengan teman dan lingkungan sekitar.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk peserta yang aktif serta berfoto sua menggunakan twibbon bersama untuk menolak tindakan bullying di MI Miftahul Huda. Dengan semangat Hari Anak Nasional, mahasiswa KKL Desa Madusari berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang lebih berempati dan berani melawan tindakan tidak menyenangkan di lingkungan mereka. 

Penulis : Sabrina

Hari Aktif Mahasiswa KKL Sungai Kakap: Dari Cek Kesehatan hingga Koordinasi Program Edukasi dan Keagamaan

Hari Aktif Mahasiswa KKL Sungai Kakap: Dari Cek Kesehatan hingga Koordinasi Program Edukasi dan Keagamaan

 


Sungai Kakap, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - menjadi hari penuh kegiatan dan kolaborasi bagi mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Desa Sungai Kakap. Semangat pengabdian dan keterlibatan aktif dalam berbagai lini sosial menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan KKL hari ketiga ini.

Partisipasi dalam Program Kesehatan Anak

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan keterlibatan mahasiswa dalam program cek kebugaran jasmani yang diselenggarakan oleh Puskesmas Sungai Kakap dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Acara berlangsung di SMPN 1 Sungai Kakap, melibatkan siswa-siswi sebagai peserta utama.

Mahasiswa IAIN Pontianak turut ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari proses registrasi, pendataan peserta, hingga pengawasan tes kebugaran seperti lari, pengukuran tinggi badan, dan pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah serta para siswa.

Koordinasi Eksplorasi Potensi Desa Wisata

Siang harinya, mahasiswa melanjutkan agenda dengan melakukan koordinasi bersama staf kantor Desa Sungai Kakap, khususnya bidang kepariwisataan dan dokumentasi. Pertemuan ini membahas teknis pelaksanaan program kerja bertema “Eksplorasi Desa Wisata Sungai Kakap”. Beberapa poin yang disepakati meliputi:

  • Pemetaan potensi wisata desa

  • Jadwal pengambilan gambar

  • Pembagian peran tim dokumentasi

Program ini diharapkan mampu mempromosikan potensi lokal Sungai Kakap ke masyarakat luas.

Audiensi ke Sekolah Dasar: Persiapan Program Mengajar

Agenda berlanjut dengan audiensi ke dua sekolah dasar, yaitu SDN 08 dan SDN 39 Sungai Kakap. Mahasiswa menyampaikan rencana pelaksanaan program pengajaran selama masa KKL, termasuk:

  • Pembagian waktu mengajar

  • Penentuan mata pelajaran

  • Pendekatan dan metode pembelajaran

Pihak sekolah menyambut dengan baik rencana ini serta memberikan dukungan dan masukan agar program berjalan optimal dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Kunjungan dan Koordinasi Program TPQ

Pada pukul 15.30 WIB, mahasiswa melakukan kunjungan ke dua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di Dusun Merak dan Dusun Merpati. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi terkait pelaksanaan program keagamaan seperti:

  • Pembelajaran mengaji

  • Motivasi keislaman

  • Kegiatan keagamaan harian

Pengurus TPQ menyambut baik rencana ini dan menyatakan kesediaan untuk bekerja sama selama program berlangsung, baik pada sesi siang (13.00 WIB) maupun malam hari (18.30 WIB).

Evaluasi dan Proyeksi Kegiatan

Malam harinya, pukul 21.00 WIB, seluruh anggota kelompok KKL Sungai Kakap berkumpul untuk melakukan evaluasi kegiatan harian. Evaluasi ini mencakup laporan kendala dari tiap bidang, tanggapan dari pihak terkait, dan penyusunan proyeksi kegiatan keesokan harinya. Fokus utama proyeksi meliputi:

  • Kesiapan alat dan perlengkapan kegiatan

  • Kelengkapan administrasi (surat tugas dan izin)

  • Pembagian tugas untuk program sosialisasi dan pelayanan masyarakat

Hari yang padat ini mencerminkan dedikasi mahasiswa KKL dalam mengintegrasikan nilai akademik, sosial, dan keagamaan dalam pengabdian mereka. Sinergi yang terjalin bersama masyarakat menjadi langkah strategis menuju keberhasilan program KKL 2025 di Desa Sungai Kakap.

Penulis : Usnida Mubarakah

Malam Jumat Penuh Keberkahan: Mahasiswa KKL Arus Deras Gelar Kegiatan Keagamaan Bersama Warga

Malam Jumat Penuh Keberkahan: Mahasiswa KKL Arus Deras Gelar Kegiatan Keagamaan Bersama Warga


 Arus Deras, Kamis, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Hari ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) oleh kelompok Arus Deras dari IAIN Pontianak diwarnai dengan semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai spiritual. Kegiatan hari ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota kelompok, tetapi juga memperdalam hubungan sosial dan religius dengan masyarakat sekitar.

Memasuki malam Jumat yang sarat keutamaan, mahasiswa bersama warga setempat mengadakan rangkaian kegiatan keagamaan di masjid desa. Acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, diikuti oleh seluruh anggota kelompok dan masyarakat. Suasana penuh kekhidmatan terasa sejak awal kegiatan.

Setelah shalat, acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Ahsan Nadi, anggota kelompok KKL. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, membacanya secara rutin, dan tidak melalaikannya karena kesibukan dunia. “Al-Qur’an adalah cahaya bagi hati yang gelisah dan solusi bagi setiap persoalan kehidupan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan pembacaan Surah Yasin bersama, yang dipimpin oleh Ketua Masjid. Seluruh jamaah mengikuti pembacaan dengan khusyuk, menciptakan suasana malam yang syahdu, damai, dan penuh kehangatan.

Menjelang pukul 20.00 WIB, shalat Isya berjamaah dilaksanakan dan dipimpin oleh Syahrendy, salah satu mahasiswa KKL. Kegiatan berjalan tertib dan khidmat, menunjukkan kolaborasi spiritual yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan malam Jumat ini menjadi bukti nyata dari pengabdian mahasiswa tidak hanya dalam bidang sosial, tetapi juga dalam pembinaan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Selain sebagai sarana silaturahmi dan dakwah, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual yang berkelanjutan bagi warga Desa Arus Deras.

Penulis : BELLA PUSPITASARI

Pembukaan KKL 2025 di Desa Sungai Terus: Semangat Pengabdian Dimulai dengan Harmoni dan Budaya

Pembukaan KKL 2025 di Desa Sungai Terus: Semangat Pengabdian Dimulai dengan Harmoni dan Budaya


 Sungai Terus, Rabu, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Pukul 19.45 WIB, Balai Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, dipenuhi suasana hangat dan penuh semangat saat dilangsungkannya pembukaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengabdikan diri secara langsung kepada masyarakat serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Sungai Terus, Banuri, yang secara resmi membuka kegiatan KKL. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan antusiasme dan harapan besar terhadap kontribusi mahasiswa selama masa pengabdian. 

“Saya sudah tidak sabar dengan program-program yang akan dijalankan, salah satunya program berkebun bersama masyarakat. Semoga KKL ini menjadi jembatan antara teori dan praktik, serta membawa dampak nyata bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Momen berkesan terjadi saat penyerahan jaket KKL secara simbolis dari Ketua Panitia, Yudi Maulana, kepada Kepala Desa Sungai Terus, diiringi dengan penampilan tarian tradisional Sekapur Sirih oleh Saudari Mita. Tarian ini menjadi simbol penghormatan serta harapan terjalinnya silaturahmi yang erat antara mahasiswa dan masyarakat desa. Nuansa budaya lokal yang kuat menjadikan prosesi ini begitu istimewa dan menyentuh.

Sebagai penutup, hadirin disuguhkan dengan penampilan akustik oleh Saudari Liza dan Saudara Yuda. Alunan lagu-lagu syahdu yang mereka bawakan menciptakan suasana penuh kehangatan dan keakraban, menutup rangkaian pembukaan dengan nuansa kebersamaan yang harmonis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak 2025 siap menapaki perjalanan pengabdian yang bermakna, membaur dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Sungai Terus.

Penulis : SITA AZZURRAH AINI

KKL Desa Madusari 2025 Mengabdi, Mendidik, Memberdayakan: Kegiatan Pembukaan KKL Mahasiswa IAIN Pontianak di Desa Madusari

KKL Desa Madusari 2025 Mengabdi, Mendidik, Memberdayakan: Kegiatan Pembukaan KKL Mahasiswa IAIN Pontianak di Desa Madusari

 


Desa Madu Sari (lp2m.iainptk.ac.id) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali melepas mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan KKL tahun 2025 ini resmi dibuka pada Rabu, 23 Juli 2025, di Kantor Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Madusari Mengabdi: Mendidik, Memberdayakan, dan Mewujudkan Desa Berdaya Berbasis Nilai Islami dan Kearifan Lokal.”

Sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FTIK, FEBI dan FUSHA IAIN Pontianak turut serta dalam program ini. Mereka akan menjalankan tugas pengabdian selama 40 hari, mulai dari 22 Juli hingga 01 September 2025. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat Desa Madusari diharapkan dapat menjadi mitra aktif dalam mendidik anak-anak, mendampingi program keagamaan, dan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Madusari, Muhammad Hasan, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, perangkat desa, dan para mahasiswa peserta KKL. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyambut hangat kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak dan berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Selamat datang kepada adik-adik mahasiswa. Kami berharap kehadiran kalian bisa menjadi warna baru di desa kami, membantu anak-anak kami belajar, serta menjadi inspirasi dalam meningkatkan semangat keagamaan dan kebersamaan warga,” ungkap beliau.

Sementara itu, perwakilan dari DPL, Putri Handayani Lubis M.Si. Dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan pendekatan yang santun selama menjalankan program KKL. Ia mengingatkan bahwa KKL bukan hanya sekadar kegiatan akademik, namun juga momentum pembelajaran sosial dan penguatan karakter.

Selama pelaksanaan KKL, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program unggulan, seperti bimbingan belajar anak-anak SD dan PAUD, pelatihan keterampilan untuk remaja, penyuluhan kesehatan dan kebersihan lingkungan, penguatan kegiatan TPQ, hingga pendampingan UMKM lokal. Mahasiswa juga akan membantu dalam administrasi desa dan menjadi bagian dari kegiatan sosial masyarakat sehari-hari.

Semangat kolaborasi dan gotong royong menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program ini. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjadi fasilitator, tetapi juga belajar dari kehidupan masyarakat desa yang penuh nilai-nilai kearifan lokal dan kebersamaan.

Dengan semangat “mengabdi, mendidik, dan memberdayakan,” mahasiswa IAIN Pontianak diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Madusari, sekaligus membawa pulang pelajaran berharga sebagai calon pemimpin dan pendidik masa depan. 

Penulis: Tim Publikasi KKL Desa Madusari

 

Kelompok KKL Kubu Padi 1 Gelar Koordinasi Program Kerja Di Balai Desa Kubu Padi

Kelompok KKL Kubu Padi 1 Gelar Koordinasi Program Kerja Di Balai Desa Kubu Padi

 


Kubu Padi, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Kelompok Kubu Padi 1 mengadakan kegiatan koordinasi dan pengajuan program kerja (proker) bersama pemerintah Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Kubu Padi dan difokuskan pada dua dusun, yakni Dusun Tunas Harapan dan Dusun Harapan Bersama.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menjelaskan secara rinci beberapa program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKL. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.

Hadir dalam pertemuan ini sejumlah perangkat desa, di antaranya Sarito dan Nor Hasan sebagai staf desa, Hayyan dari bidang perencanaan, Ali Wafa dari bidang pelayanan, serta Ibu Dewi selaku sekretaris desa. Mereka menyambut baik kedatangan mahasiswa dan memberikan respon yang terbuka atas setiap pemaparan program kerja.

Nor Hasan, salah satu perwakilan perangkat desa, menyampaikan bahwa program-program yang dirancang mahasiswa sangat bermanfaat dan memiliki tujuan yang jelas. Ia menambahkan bahwa pihak desa siap mendampingi pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai harapan. “Konsep dari program-program mahasiswa KKL ini sudah bagus. Manfaat dan tujuannya pun jelas, mungkin nanti akan kami dampingi agar lebih maksimal dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Kegiatan koordinasi dan pengajuan program kerja oleh mahasiswa KKL Kelompok Kubu Padi 1 ini berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh pemerintah desa. Dukungan serta keterbukaan dari perangkat desa menunjukkan adanya sinergi yang positif antara mahasiswa dan masyarakat lokal. Harapannya, program-program yang akan dilaksanakan di Dusun Tunas Harapan dan Harapan Bersama dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pengabdian di tengah masyarakat.

 Penulis : Muhammad Akbar

KKL 2025 Arus Deras: Survei Sekolah dan BUMDes Jadi Langkah Awal Rancang Program Tepat Sasaran

KKL 2025 Arus Deras: Survei Sekolah dan BUMDes Jadi Langkah Awal Rancang Program Tepat Sasaran


 Desa Arus Deras, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2025 di Desa Arus Deras melaksanakan kegiatan survei ke berbagai institusi pendidikan dan ekonomi desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi mendalam mengenai kebutuhan serta potensi lokal, guna merancang program kerja yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

Sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah Penanggung Jawab (PJ) pendidikan, yakni PJ SD (Irda Setia Ningsih), PJ SMP (Nurwahid), dan PJ TK (Jumliah), bersama Koordinator dan Bidang Acara, mulai melakukan survei ke sekolah-sekolah tingkat TK, SD, dan SMP. Mereka melakukan diskusi bersama kepala sekolah dan para guru untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, termasuk pengumpulan dokumen RPP, modul ajar, serta arahan dari pihak sekolah.

Dalam kunjungan ke SMP di Desa Arus Deras, tim mendapatkan informasi bahwa sekolah saat ini sedang membutuhkan tenaga pengajar Bahasa Inggris. Diskusi hangat pun terjalin antara mahasiswa dan guru-guru setempat, hingga akhirnya salah satu mahasiswa menyatakan kesediaannya untuk mengajar Bahasa Inggris selama masa KKL. Hal ini disambut dengan antusias sebagai bentuk kontribusi nyata dari mahasiswa terhadap dunia pendidikan di desa tersebut.

Sementara itu, tim Bidang Acara melakukan survei ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) guna memetakan potensi ekonomi lokal. Dari hasil wawancara dengan pengurus BUMDes, diperoleh data mengenai jenis usaha yang dijalankan, seperti pengelolaan sumber daya desa, sistem manajemen keuangan, serta strategi pengembangan usaha yang sedang dilakukan. Informasi ini menjadi modal penting untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang relevan dan berkelanjutan.

Kegiatan survei ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif dan dialog terbuka, mahasiswa KKL berharap dapat memberikan kontribusi nyata yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi di Desa Arus Deras.

Penulis : Irda setia ningsih

Pembukaan Resmi KKL 2025 di Jeruju Besar: Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Dimulai

Pembukaan Resmi KKL 2025 di Jeruju Besar: Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Dimulai

 


Jeruju Besar, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 – Hari ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2025 menjadi tonggak penting bagi Kelompok Jeruju Besar IAIN Pontianak. Bertempat di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, kegiatan pembukaan KKL berlangsung dalam suasana yang khidmat, hangat, dan penuh semangat kolaboratif. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh lokal, serta mahasiswa pengabdian dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Acara dimulai dengan sambutan dari Fatimah, S.Ag., M.A., selaku dosen pembimbing lapangan (DPL). Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya dimensi spiritual dan sosial dalam pengabdian, dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 261 sebagai landasan motivasi. Ia mengajak para mahasiswa untuk menjaga etika, membangun ruang dialog bersama masyarakat, serta menjadikan KKL sebagai proses pembelajaran kepemimpinan dan kepedulian sosial yang nyata.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua RT 02/01, Sariman, yang menyatakan bahwa mahasiswa telah diterima baik oleh warga dan diizinkan untuk tinggal di lingkungan posko. Ia berpesan agar peserta tetap menjaga ketertiban dan membaur dengan masyarakat secara santun dan aktif.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Jabir, S.Ag., yang mewakili Kepala Desa Jeruju Besar. Dengan pembacaan basmalah, ia menandai dimulainya kegiatan KKL secara simbolis. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak, sekaligus mengingatkan pentingnya menjunjung nilai-nilai adat, budaya lokal, dan toleransi beragama yang telah lama hidup di tengah masyarakat Jeruju Besar.

Kegiatan pembukaan juga menjadi momentum silaturahmi antara mahasiswa dan warga, termasuk dengan Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM setempat, yang menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat terlibat aktif dalam membimbing, memberikan ide, serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat selama proses pengabdian berlangsung.

Dengan partisipasi yang luas dan suasana yang bersahabat, pembukaan KKL 2025 di Jeruju Besar menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi sinergi antara dunia kampus dan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan momen ini sebagai bentuk nyata kontribusi dan pengabdian dalam membangun desa secara berkelanjutan.

Penulis : Ahmad Fauzi

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak