LP2M IAIN PONTIANAK
Kebersamaan di Dusun Anggrek: Mahasiswa IAIN Pontianak dan Anak-Anak Rayakan Sore dengan Makan Bersama

Kebersamaan di Dusun Anggrek: Mahasiswa IAIN Pontianak dan Anak-Anak Rayakan Sore dengan Makan Bersama

 


Dusun Anggrek (lp2m.iainptk.ac.id) 11 Agustus 2024 – Sore yang cerah di Dusun Anggrek dipenuhi keceriaan saat posko kecil di desa tersebut menjadi pusat kebersamaan antara mahasiswa IAIN Pontianak dan anak-anak setempat. Suasana riang gembira terasa begitu kental di tempat itu, dengan meja panjang yang dipenuhi berbagai makanan lezat yang siap disantap oleh anak-anak desa.

Anak-anak Dusun Anggrek berlarian dengan penuh antusias, tidak sabar untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Di tengah keceriaan mereka, para mahasiswa IAIN Pontianak terlihat dengan sabar melayani dan berinteraksi dengan anak-anak, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Hari itu, posko kecil ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak Dusun Anggrek dan mahasiswa IAIN Pontianak untuk menikmati makan bersama, berbagi cerita, dan bermain bersama. Anak-anak dengan antusias menceritakan kisah-kisah sehari-hari mereka, sementara para mahasiswa mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali memberikan pujian atau pertanyaan yang menyemangati.

"Kak, aku tadi main layang-layang, tapi putus," ujar seorang anak kecil dengan wajah sedih.

"Tidak apa-apa, nanti kita buat layang-layang baru ya," jawab seorang mahasiswi sambil tersenyum.

Suasana semakin meriah ketika seorang mahasiswa mengeluarkan gitar dan mulai menyanyikan lagu-lagu anak-anak yang ceria. Anak-anak pun ikut bernyanyi dan bertepuk tangan, bahkan beberapa di antaranya ikut menari dengan penuh kegembiraan.

Setelah acara makan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan. Beberapa anak bermain bola, ada yang bermain petak umpet, dan lainnya sekadar berbincang santai. Para mahasiswa dengan penuh semangat menemani anak-anak dalam berbagai aktivitas, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan menyenangkan.

Kegiatan makan bersama ini bukan hanya sekadar untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa IAIN Pontianak dan masyarakat Dusun Anggrek. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh rasa kepedulian sosial dan empati di kalangan mahasiswa.

"Saya merasa sangat senang bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak," ujar salah seorang mahasiswa. "Mereka sangat polos dan apa adanya."

Para orang tua di Dusun Anggrek pun merasa sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa yang telah membawa kebahagiaan bagi anak-anak mereka.

"Terima kasih banyak ya anak-anak, kalian sudah membuat anak-anak kami sangat senang," ucap seorang orang tua dengan tulus.

Kegiatan makan bersama ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Pontianak tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mereka mampu menjadi sahabat bagi anak-anak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Penulis : Syaifullah Alivia


Desa Kalimas Raih Juara 3 Lomba Sampan Bidar Tingkat Provinsi: Simbol Semangat Gotong Royong dan Kegigihan

Desa Kalimas Raih Juara 3 Lomba Sampan Bidar Tingkat Provinsi: Simbol Semangat Gotong Royong dan Kegigihan

 


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 11 Agustus 2024 – Haru dan bangga menyelimuti seluruh warga Desa Kalimas ketika mereka menerima penghargaan juara 3 dalam lomba sampan bidar tingkat provinsi. Di tengah lapangan yang dihias meriah dengan bendera merah putih, piala kemenangan berkilau di bawah sorotan cahaya matahari, menjadi bukti nyata dari semangat gotong royong dan kegigihan masyarakat desa.

Perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang pertarungan antar tim, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan. Mahasiswa IAIN Pontianak yang turut serta dalam tim ini berperan sebagai motivator dan pembina, namun semangat juang terbesar datang dari warga desa sendiri. Mulai dari kaum muda hingga orang tua, semua terlibat aktif dalam persiapan dan pelaksanaan lomba.

Para pemuda desa berlatih keras setiap hari, mengasah teknik mendayung mereka demi meraih hasil terbaik. Sementara itu, para ibu-ibu dengan penuh dedikasi menyiapkan makanan dan minuman untuk para atlet, dan para bapak-bapak bertugas memperbaiki dan merawat sampan. Bahkan, anak-anak kecil pun turut bersemangat memberikan dukungan dari pinggir sungai, menambah semangat para peserta lomba.

"Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh warga desa," ujar Kepala Desa dengan bangga. "Ini membuktikan bahwa kita mampu meraih prestasi jika kita bersatu dan bekerja sama."

Penghargaan yang diterima oleh Desa Kalimas bukan hanya sekadar sebuah piala, melainkan juga simbol kebangkitan semangat gotong royong di desa tersebut. Kemenangan ini menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama desa di berbagai ajang kompetisi.

Mahasiswa IAIN Pontianak yang turut serta dalam tim ini merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju kemenangan. Mereka banyak belajar tentang semangat juang dan kerja sama tim dari masyarakat Desa Kalimas.

"Kami bangga bisa menjadi bagian dari tim ini," ujar salah seorang mahasiswa. "Pengalaman ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami."

Acara penyerahan hadiah ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh warga Desa Kalimas. Mereka merayakan kemenangan ini dengan penuh suka cita sebagai bentuk syukur atas hasil kerja keras yang telah dicapai. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Penulis : Syaifullah Alivia


Semarak Malam Kemerdekaan di Dusun Anggrek: Mahasiswa IAIN Pontianak Gelar Karaoke Bersama Warga Desa

Semarak Malam Kemerdekaan di Dusun Anggrek: Mahasiswa IAIN Pontianak Gelar Karaoke Bersama Warga Desa

 


Dusun Anggrek (lp2m.iainptk.ac.id) 11 Agustus 2024 – Bulan purnama bersinar terang, menerangi halaman rumah Kepala Desa Dusun Anggrek yang dipenuhi cahaya lampu warna-warni, menambah semarak suasana malam perayaan kemerdekaan Indonesia. 

Di tengah suasana penuh kegembiraan, para mahasiswa IAIN Pontianak berbaur dengan warga desa, terutama anak-anak muda, untuk merayakan HUT ke-79 Republik Indonesia dengan penuh semangat.

Salah satu acara yang paling dinantikan pada malam itu adalah karaoke bersama. Sebuah panggung kecil telah disiapkan, dan para mahasiswa serta warga desa bergantian naik untuk menampilkan suara merdu mereka. Lagu-lagu dangdut dan daerah bergantian dinyanyikan, menggema di seluruh penjuru halaman, membuat suasana semakin meriah.

Sekretaris Desa, yang turut hadir dalam acara tersebut, tampak sangat antusias. Ia bahkan ikut naik ke panggung dan menyanyikan beberapa lagu, menciptakan tawa dan tepuk tangan riuh dari para hadirin. Kerjasama antara mahasiswa dan perangkat desa ini menjadi bukti nyata dari semangat gotong royong masyarakat Dusun Anggrek.

Setelah sesi karaoke, acara dilanjutkan dengan joget bersama diiringi musik dangdut yang mengalun merdu. Para mahasiswa IAIN Pontianak dengan lincah mengajak warga desa untuk menari bersama, sementara anak-anak muda berlarian ke sana kemari sambil menari dengan penuh kegembiraan.

Suasana malam itu semakin hangat ketika para mahasiswa dan warga desa saling bertukar cerita. Mereka berbagi pengalaman dan harapan untuk masa depan Indonesia, yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara mereka.

"Acara malam ini benar-benar menyenangkan," ujar salah seorang mahasiswa dengan penuh rasa syukur. "Saya merasa sangat beruntung bisa ikut merayakan kemerdekaan bersama warga desa."

Sekretaris Desa pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Terima kasih banyak ya anak-anak, kalian sudah membuat malam ini menjadi sangat meriah," ucapnya. "Semoga kita bisa terus bekerja sama untuk membangun desa kita."

Malam itu, halaman rumah Kepala Desa Dusun Anggrek menjadi saksi bisu dari semangat kebersamaan dan nasionalisme yang terjalin antara mahasiswa IAIN Pontianak dan masyarakat desa. 

Acara karaoke bersama ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga semangat kemerdekaan yang menyala pada malam itu dapat terus berkobar di hati setiap individu.

Penulis : Syaifullah Alivia


Semangat Juang Mahasiswa IAIN Pontianak di Perayaan HUT ke-79 RI: Memikul Batang Pinang sebagai Simbol Persatuan

Semangat Juang Mahasiswa IAIN Pontianak di Perayaan HUT ke-79 RI: Memikul Batang Pinang sebagai Simbol Persatuan


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 12 Agustus 2024 – Mentari pagi yang cerah menyapa semangat juang para mahasiswa IAIN Pontianak pada Senin ini. Mereka memulai hari dengan misi khusus: memikul batang pinang dari rumah warga menuju posko utama sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, para mahasiswa siap menghadapi tantangan alam demi menyukseskan perhelatan akbar ini.

Batang pinang yang kokoh dan panjang telah disiapkan dengan cermat. Dengan kekuatan bersama, mereka mengangkat batang pinang tersebut dan perlahan menurunkannya ke sungai yang mengalir di desa. Di sungai, beberapa teman mereka sudah siap menjadi penarik batang pinang dari bawah.

Suara riuh rendah terdengar ketika mereka mulai bergerak, mengiringi perjalanan batang pinang menuju posko utama. Beberapa mahasiswa bertindak sebagai nakhoda, mengarahkan batang pinang agar tetap stabil di tengah arus sungai yang cukup deras.

Sepanjang perjalanan, canda tawa dan sorak-sorai mahasiswa menggema di sepanjang aliran sungai, menambah semangat mereka untuk mencapai tujuan. Batang pinang yang mereka bawa bukan hanya sekadar kayu, tetapi juga simbol perjuangan dan persatuan bangsa. 

Sesampainya di posko utama, batang pinang tersebut akan menjadi bagian dari tugu peringatan yang akan dibangun. Tugu ini nantinya akan menjadi simbol semangat juang para pahlawan dan juga semangat generasi muda dalam melanjutkan perjuangan bangsa.

Dengan keringat yang membasahi tubuh dan senyum sumringah di wajah, para mahasiswa berhasil menyelesaikan tugas mereka. Rasa bangga menyelimuti mereka, karena telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan HUT RI tahun ini. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar sebuah lomba, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

"Ini adalah cara kami untuk mengenang jasa para pahlawan," ujar salah seorang mahasiswa dengan penuh semangat. "Dengan memikul batang pinang ini, kami merasa ikut serta dalam perjuangan mereka."

Acara pemindahan batang pinang ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian perayaan HUT RI di IAIN Pontianak. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air di hati para generasi muda.

Penulis : Syaifullah Alivia


Kemeriahan Lomba Membawa Kelereng Warnai HUT RI ke-79 di Desa Kalimas

Kemeriahan Lomba Membawa Kelereng Warnai HUT RI ke-79 di Desa Kalimas


Desa Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) 15 Agustus 2024 - Suasana panas yang terik di siang hari tidak menghalangi semangat warga Desa Kalimas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79.

Meskipun matahari bersinar terik, warga tetap antusias mengikuti rangkaian lomba yang diadakan untuk memperingati hari bersejarah ini. Salah satu lomba yang paling dinantikan adalah lomba membawa kelereng menggunakan sendok, yang selalu menjadi ajang kompetisi favorit bagi anak-anak.

Lomba ini dimulai dengan pendaftaran peserta yang didominasi oleh anak-anak Sekolah Dasar. Sejak pendaftaran dibuka, para peserta sudah berkumpul dan menunggu giliran untuk mendaftar.

Panitia yang terdiri dari mahasiswa IAIN Pontianak yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Kalimas, membagi pendaftaran berdasarkan jenis kelamin. Peserta laki-laki mendaftar kepada Bang Ainul, sementara peserta perempuan mendaftar kepada Kak Nisa'i.

Setelah sesi pendaftaran selesai, para mahasiswa KKL yang juga berperan sebagai panitia, membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan jalannya perlombaan. Tepat pukul tiga sore, lomba membawa kelereng menggunakan sendok pun dimulai. Peserta laki-laki memulai lomba terlebih dahulu, diikuti oleh peserta perempuan secara bergantian per kelompok.

Namun, perlombaan yang awalnya berjalan lancar di bawah terik matahari, tiba-tiba harus dihentikan sejenak karena hujan deras mengguyur lapangan. Para peserta dan penonton bergegas mencari tempat berteduh. Meskipun hujan turun, antusiasme peserta tidak surut. Mereka tetap menunggu hingga hujan reda.

Hujan yang tidak berlangsung lama justru membawa kesejukan, menggantikan panas yang menyengat sebelumnya. Setelah hujan reda, perlombaan dilanjutkan hingga sore hari. Dari lomba ini, empat pemenang berhasil meraih juara, mulai dari juara satu hingga juara empat.

Setelah perlombaan selesai, para peserta dan penonton perlahan meninggalkan lapangan. Kegiatan sore itu diakhiri dengan pembersihan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKL dari Kampus IAIN Pontianak. Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat saat mereka bersama-sama membersihkan area perlombaan.

Dengan berakhirnya perlombaan, berakhir pula rangkaian kegiatan pada sore hari ini di Desa Kalimas. Meskipun cuaca sempat tidak bersahabat, kebersamaan dan semangat warga Desa Kalimas dalam memperingati HUT RI ke-79 tetap terjaga.

Penulis : Syaifullah Alivia


Syukuran Rumah Baru dan Maulid Berzanji Meriahkan Dusun Anggrek

Syukuran Rumah Baru dan Maulid Berzanji Meriahkan Dusun Anggrek

 


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) - Senin, 12 Agustus 2024, suasana senja menyelimuti Dusun Anggrek dengan kehangatan yang menyenangkan. Di tengah ketenangan pedesaan, sebuah rumah baru berdiri kokoh, menjadi pusat perhatian dan perayaan syukuran bagi warga setempat. Momentum ini dirayakan dengan meriah melalui acara maulid berzanji yang dihadiri oleh warga dusun serta mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak dalam acara tersebut menambah kemeriahan. Dengan semangat kebersamaan, mereka bergabung dengan warga, melantunkan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suara merdu mereka berpadu, menciptakan harmoni yang indah dan menambah kehangatan suasana malam itu.

Partisipasi mahasiswa IAIN Pontianak dalam acara ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar. Selain memeriahkan syukuran, mereka juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkutat dengan dunia akademik, tetapi juga peduli terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Dusun Anggrek.

Acara maulid berzanji berlangsung hingga larut malam. Meski lelah, kebahagiaan tampak jelas di wajah para peserta. Mereka merasa puas dapat memberikan kontribusi positif dan berbagi kebahagiaan dengan warga. Bagi warga Dusun Anggrek, kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak merupakan berkah tersendiri yang membuat mereka merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri.

Di penghujung acara, perwakilan warga Dusun Anggrek mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi mahasiswa IAIN Pontianak. Mereka berharap kerjasama seperti ini dapat terus terjalin di masa mendatang. Sementara itu, para mahasiswa juga merasa senang dapat berbagi kebahagiaan dan berjanji akan kembali di kesempatan lain. Semoga kehadiran rumah baru ini membawa keberkahan bagi keluarga yang menempatinya dan semoga silaturahmi antara mahasiswa IAIN Pontianak dengan warga Dusun Anggrek semakin erat.

Penulis : Syaifullah Alivia


Lomba Makan Kerupuk Meriahkan Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas

Lomba Makan Kerupuk Meriahkan Perayaan HUT RI ke-79 di Desa Kalimas

 


Kalimas (lp2m.iainptk.ac.id) - Senin malam, 12 Agustus 2024, perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 di Desa Kalimas dipenuhi dengan keceriaan dan semangat yang luar biasa. Salah satu acara puncak yang membuat suasana semakin meriah adalah lomba makan kerupuk, yang diinisiasi oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Lomba yang digelar di lapangan desa ini berhasil menyedot perhatian seluruh warga, termasuk perangkat desa. Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan staf desa turut meramaikan lomba yang penuh tantangan ini. Lapangan desa dipenuhi oleh penonton yang bersorak gembira, menambah semarak acara.

Para peserta, terdiri dari warga desa dan mahasiswa IAIN Pontianak, berbaris rapi di garis start, mengenakan pakaian biasa yang semakin menambah semarak suasana. Saat aba-aba mulai diberikan, suasana berubah menjadi riuh rendah.

Peserta berlomba-lomba menghabiskan kerupuk yang digantung di atas tali dengan tangan di belakang. Suara tawa dan tepuk tangan penonton semakin menggema saat para peserta berjuang keras untuk meraih kemenangan, dengan beberapa di antaranya kepeleset atau kerupuknya putus sebelum sempat dimakan. Meski begitu, semangat mereka tidak pernah luntur.

Kepala Desa, yang juga menjadi salah satu peserta, menunjukkan semangat juang yang tinggi. Aksi kocaknya berhasil membuat penonton semakin terpingkal-pingkal. 

"Lomba ini memang terlihat sederhana, tapi ternyata sangat seru," ujar Kepala Desa sambil mengatur napas. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa IAIN Pontianak, "Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa IAIN Pontianak yang telah menyelenggarakan acara ini. Acara seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga."

Selain lomba makan kerupuk, mahasiswa IAIN Pontianak juga menyelenggarakan berbagai lomba menarik lainnya, seperti lomba balap karung, lomba tarik tambang, dan lomba joget. Semua lomba ini bertujuan untuk memeriahkan perayaan HUT RI dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat.

Di akhir acara, seluruh peserta dan panitia berkumpul untuk berfoto bersama. Senyum sumringah tampak di wajah mereka, merefleksikan kebahagiaan dan kebersamaan yang terjalin selama perayaan. Lomba makan kerupuk ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen tak terlupakan bagi seluruh warga Desa Kalimas.

Penulis : Syaifullah Alivia


Selamat, Kepala Desa Sayang Sedayu Raih Penghargaan Trophy Proklim Utama dari Menteri LHK di Jakarta

Selamat, Kepala Desa Sayang Sedayu Raih Penghargaan Trophy Proklim Utama dari Menteri LHK di Jakarta

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Desa Sayang Sedayu, yang terletak di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, baru-baru ini mendapatkan penghargaan prestisius dalam bidang perlindungan lingkungan. Kepala Desa Sayang Sedayu, Bapak Drs. Ruhanas dianugerahi Trophy Proklim Utama oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dalam sebuah upacara yang digelar di Jakarta.

Penghargaan Trophy Proklim Utama ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa dalam melaksanakan program-program yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan penanggulangan perubahan iklim. 

Proklim, atau Program Kampung Iklim, merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat di tingkat desa agar aktif berperan serta dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Di bawah kepemimpinan Ruhanas, Desa Sayang Sedayu telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam berbagai inisiatif lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang efektif, penanaman pohon, serta pemanfaatan energi terbarukan. Keberhasilan desa ini tidak lepas dari dukungan aktif masyarakat dan kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan berbagai pihak terkait.

Kepala Desa Ruhanas dalam kesempatan tersebut, menyampaikan rasa syukurnya dan mengajak seluruh masyarakat Desa Sayang Sedayu untuk terus berkomitmen dalam menjaga lingkungan. "Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh masyarakat desa. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup kami," ujarnya.

Dengan penghargaan ini, Desa Sayang Sedayu tidak hanya mendapatkan pengakuan atas upayanya, tetapi juga memotivasi desa-desa lain untuk aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan penanggulangan perubahan iklim.

Penulis : Indra Fitri


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Saksikan Persiapan Masyarakat Sayang Sedayu Latihan Radat

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Saksikan Persiapan Masyarakat Sayang Sedayu Latihan Radat

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak menyaksikan persiapan masyarakat setempat dalam menghadapi perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79. Kegiatan ini difokuskan pada latihan radat, yang merupakan tradisi lokal dalam menyambut hari kemerdekaan dengan penuh semangat.

Latihan radat, yang berlangsung di Lapangan volly, merupakan salah satu bagian penting dari perayaan HUT RI di desa tersebut. Radat adalah sebuah pertunjukan kolosal yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, pemuda, dan kelompok seni tradisional. Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan patriotisme di kalangan warga.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa KKL IAIN Pontianak berkesempatan untuk melihat berbagai aktivitas yang sedang berlangsung, mulai dari latihan tari tradisional hingga persiapan pembuatan dekorasi dan atribut upacara. Mereka juga berinteraksi langsung dengan para pelaku kegiatan, seperti tokoh adat dan pembimbing seni, yang memberikan penjelasan tentang makna dan tujuan dari radat.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara mahasiswa dan masyarakat setempat, yang memperkaya pemahaman kedua belah pihak mengenai makna perayaan kemerdekaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Penulis : Indra Fitri


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Posyandu di Dusun Jambu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Posyandu di Dusun Jambu

 


Dusun Jambu (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat di Dusun Jambu dengan membantu Posyandu setempat. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa seperti Arda, Ade Mutia, Novianti, dan rekan-rekan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat setempat dalam upaya pemantauan kesehatan anak dan ibu.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas penting di Posyandu. Mereka membantu dalam proses penimbangan dan pengukuran kesehatan anak-anak yang dibawa oleh para ibu. Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada ibu-ibu tentang pentingnya pemantauan kesehatan anak dan langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan keluarga.

Arda, salah satu mahasiswa yang terlibat, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang didapat selama perkuliahan dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. "Kami merasa senang dapat terlibat dalam kegiatan ini. Selain membantu, kami juga dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat," ujarnya.

Ade Mutia, mahasiswa lainnya, menambahkan bahwa interaksi dengan ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka memberikan pengalaman berharga. "Kami dapat berdialog langsung dengan para ibu dan memberikan informasi yang mungkin belum mereka ketahui. Ini adalah bentuk pengabdian yang sangat berarti bagi kami," kata Ade.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Dusun Jambu, yang merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKL. Posyandu setempat juga mengapresiasi bantuan yang diberikan, karena hal ini mempermudah tugas mereka dalam melayani masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAIN Pontianak tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan komunitas lokal. Ini merupakan contoh nyata dari kontribusi positif yang dapat diberikan oleh generasi muda dalam pembangunan masyarakat.

Penulis : Indra Fitri


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak