LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL Tunjukkan Empati dengan Ikut Solat Jenazah di Desa Selakau Tua

Mahasiswa KKL Tunjukkan Empati dengan Ikut Solat Jenazah di Desa Selakau Tua

 


Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak turut ambil bagian dalam pelaksanaan solat jenazah di Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. 

Kehadiran mahasiswa KKL dalam prosesi solat jenazah ini tidak hanya menunjukkan komitmen mereka dalam melaksanakan program kerja lapangan, tetapi juga sebagai wujud empati dan rasa kebersamaan mereka dengan masyarakat setempat. Solat jenazah ini dilaksanakan di rumah almarhum, seorang tokoh masyarakat yang dihormati di desa tersebut.

Para mahasiswa KKL tidak hanya ikut dalam prosesi solat jenazah tetapi juga membantu keluarga almarhum dan warga setempat dalam proses pengurusan jenazah. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menunjukkan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap situasi yang dialami oleh masyarakat.

Ahmad, salah satu anggota KKL kelompok 40, menyampaikan, “Keikutsertaan kami dalam solat jenazah ini merupakan wujud solidaritas dan penghormatan terakhir kepada almarhum. Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa, kami juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Solat jenazah berlangsung khidmat dan diiringi doa dari masyarakat Desa Selakau Tua. Suasana duka menyelimuti prosesi ini, namun kehadiran mahasiswa memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain belajar tentang kondisi sosial masyarakat, kami juga belajar untuk lebih peka terhadap situasi sekitar dan menjadi bagian dari masyarakat,” tambah Ahmad.

Warga setempat menyambut baik kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak dalam prosesi solat jenazah. Mereka merasa senang karena mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dan turut merasakan duka yang mereka alami.

Dengan keikutsertaan dalam prosesi solat jenazah ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan, khususnya dalam berinteraksi dan berkontribusi kepada masyarakat sekitar.

Penulis : Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Hadirkan Wajah Baru Gapura Desa Selakau Tua

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Hadirkan Wajah Baru Gapura Desa Selakau Tua

 


Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 dari IAIN Pontianak mengadakan gotong royong untuk mengecat ulang gapura di perbatasan Desa Selakau Tua dengan desa lainnya di Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. 

Wajah baru kini tampak pada gapura Desa Selakau Tua berkat kerja keras mahasiswa KKL kelompok 40. Gapura yang sebelumnya tampak kusam kini kembali bersinar berkat usaha dan dedikasi para mahasiswa.

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tidak hanya menjadi ajang untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah, tetapi juga merupakan wadah untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kekompakan. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, mahasiswa KKL membuktikan bahwa dengan bekerja sama, segala permasalahan dapat diatasi dan tujuan bersama dapat tercapai.

Salah satu contoh nyata dari semangat ini adalah kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh mahasiswa KKL di Selakau Tua. Dengan penuh semangat, mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, dan membantu masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa KKL dan warga.

Azizul, salah satu anggota KKL kelompok 40, menyampaikan, “Inovasi gapura ini merupakan inisiatif kawan-kawan KKL kelompok 40 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa Selakau Tua dan memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung,” ujar Azizul.

Kegiatan gotong royong pengecatan gapura desa ini tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa KKL dan masyarakat desa. Azizul juga menambahkan harapannya, “Kami berharap, inovasi gapura ini dapat menjadi ikon dan menambah semangat masyarakat dalam melestarikan budaya,” tutup Azizul.

Penulis : Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersihkan Gapura Desa Selakau Tua

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersihkan Gapura Desa Selakau Tua

 


Selakau Tua (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 40 dari IAIN Pontianak mengadakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan gapura desa di perbatasan antara Desa Selakau Tua dan desa lainnya di Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. 

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta upaya untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, para mahasiswa bekerja sama membersihkan gapura dari lumut, debu, dan kotoran lainnya. Mereka juga melakukan pengecatan ulang pada bagian-bagian yang sudah pudar. Upaya ini tidak hanya membuat gapura desa terlihat lebih bersih dan indah tetapi juga meningkatkan estetika lingkungan sekitar.

Saddam, selaku ketua kelompok KKL 40, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap seluruh anggota kelompok. "Saya selaku ketua KKL kelompok 40 mengucapkan rasa syukur dan apresiasi sebesar-besarnya kepada kawan-kawan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong membersihkan area gapura desa Selakau Tua," ujar Saddam.

Kekompakan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program KKL. Mahasiswa KKL yang solid dan saling mendukung mampu menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih efektif dan efisien, seperti yang terbukti dalam kegiatan di Desa Selakau Tua. Berkat kerja sama yang baik, berbagai program dapat dilaksanakan dengan baik.

Melalui kegiatan gotong royong ini, mahasiswa KKL tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa tetapi juga meningkatkan kemampuan diri mereka dalam bekerja sama dan menyelesaikan masalah. Kekompakan yang terjalin di antara mereka menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di masa depan.

"Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Dengan gotong royong ini, kami dapat mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa sekaligus menunjukkan kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar," tutup Saddam.

Penulis : Muhammad Aidil


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kunjungi SDN 20 dan Ikuti Latihan Paduan Suara dalam Program Kegiatan

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kunjungi SDN 20 dan Ikuti Latihan Paduan Suara dalam Program Kegiatan

 


Olak-Olak Kubu (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 33 menginjak hari ke-20 pelaksanaan program mereka dengan mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 dan mengikuti latihan paduan suara bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

Dalam kunjungan ke SDN 20, tujuan utama mahasiswa KKL adalah untuk meminta izin kepada pihak sekolah agar mereka dapat turut serta dalam kegiatan mengajar selama program KKL berlangsung.

Kunjungan ini juga merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKL 33 dalam mengabdikan diri kepada sekolah-sekolah di Desa Olak-Olak Kubu. Selama kunjungan, beberapa mahasiswa bahkan mengambil alih tugas mengajar di kelas untuk menggantikan guru yang tidak dapat hadir karena sakit. Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh pihak sekolah, dan mahasiswa merasa senang bisa memberikan kontribusi langsung kepada siswa.

Setelah kegiatan di sekolah, mahasiswa KKL melanjutkan aktivitas mereka dengan mengikuti latihan paduan suara bersama ibu-ibu PKK setempat. Latihan paduan suara ini dimulai setelah waktu Ashar dan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. 

Kegiatan ini merupakan persiapan untuk paduan suara pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 pada 17 Agustus mendatang. Lagu-lagu yang dipersiapkan untuk dinyanyikan dalam paduan suara tersebut meliputi "Indonesia Raya," "Mengheningkan Cipta," "Syukur," "Hari Kemerdekaan," dan "Sorak-Sorak Bergembira."

Melalui kedua kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak tidak hanya berkontribusi dalam pendidikan dan budaya lokal tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan memperkuat semangat kemerdekaan menjelang perayaan HUT RI ke-79.

Penulis ; Tim PDD


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Siap Berkolaborasi dengan Dusun Durian untuk Meriahkan Peringatan HUT RI

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Siap Berkolaborasi dengan Dusun Durian untuk Meriahkan Peringatan HUT RI

 


Sungai Durian (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Selasa, 13 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengadakan silaturahmi dengan Kepala Dusun Durian, Desa Durian. 

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas partisipasi aktif mahasiswa dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan berlangsung pada 17 Agustus mendatang.

Pertemuan yang dilangsungkan di rumah Kepala Dusun Durian ini dipimpin oleh Muhammad Fajri, Ketua Kelompok 10 KKL IAIN Pontianak. Dalam pertemuan tersebut, Fajri menyampaikan niat baik mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan perayaan HUT RI, seperti lomba olahraga, hiburan, dan kegiatan sosial lainnya. 

Selain itu, mereka juga mengusulkan sejumlah program tambahan untuk memeriahkan perayaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Jhon, Kepala Dusun Durian, menyambut baik kedatangan mahasiswa dan mengapresiasi semangat mereka untuk berkontribusi dalam kegiatan desa. "Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya meramaikan perayaan 17 Agustus tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat," ujar Jhon.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, mahasiswa KKL dan pihak desa akan menyusun rencana rinci mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan, serta membagi tugas dan tanggung jawab agar semua persiapan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kemerdekaan di Desa Durian, khususnya di Dusun Durian, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan sosial di tengah masyarakat. 

Para mahasiswa berharap, melalui partisipasi ini, mereka dapat memberikan kontribusi nyata dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat desa selama masa KKL mereka.

Penulis : Supriyadi 


KKL IAIN Pontianak Pinang Dalam:  "Kombinasi Lomba Kreatif dan Pengabdian di Hari ke-20"

KKL IAIN Pontianak Pinang Dalam: "Kombinasi Lomba Kreatif dan Pengabdian di Hari ke-20"

 


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari Selasa, 13 Agustus 2024, kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Pinang Dalam yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN Pontianak memasuki hari ke-20. Adapun kelompok yang bertugas di instansi pendidikan Sekolah Dasar (SD) telah menjalankan sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79.

Pada pagi hari, kegiatan dimulai dengan pelaksanaan lomba estafet bola pingpong. Ini merupakan hari kedua dari rangkaian lomba yang diselenggarakan di sekolah tersebut. Lomba ini berlangsung dengan semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta, yang tidak hanya terdiri dari siswa, tetapi juga melibatkan mahasiswa KKL dan Guru di sekolah tersebut.

Selain lomba estafet bola pingpong, pada hari yang sama juga dilaksanakan babak semi final lomba estafet karet. Kedua lomba ini menjadi bagian dari upaya memperingati HUT RI dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus mengajarkan kepada siswa nilai-nilai kerja sama dan sportivitas.

Setelah rangkaian lomba selesai, kegiatan mahasiswa KKL tidak berhenti di situ. Pada malam harinya, beberapa mahasiswa yang terjadwal untuk piket melanjutkan kegiatan dengan mengajar ngaji di salah satu rumah warga setempat. Kegiatan mengajar ngaji ini adalah salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di lokasi KKL, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai religius di kalangan warga.

Dengan terlaksananya berbagai kegiatan pada hari ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak terus menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya, baik di lingkungan pendidikan maupun di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para siswa dan warga setempat, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang. 

Penulis : Divia Taqwariva


PAUD Assalam Gelar Lomba Mewarnai: Tingkatkan Kreativitas Anak dalam Rangka HUT RI ke-79

PAUD Assalam Gelar Lomba Mewarnai: Tingkatkan Kreativitas Anak dalam Rangka HUT RI ke-79

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Selasa, 13 Agustus 2024, PAUD Assalam di Dusun Taman Harjo mengadakan lomba mewarnai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak sejak dini.

Lomba dimulai pukul 08.00 WIB, dengan 35 siswa-siswi PAUD Assalam sebagai peserta. Mereka diberi waktu hingga pukul 10.00 WIB untuk menyelesaikan gambar yang telah disiapkan. Selama lomba berlangsung, anak-anak dihibur dengan alunan lagu-lagu anak melalui sistem audio yang ada di PAUD Assalam, menciptakan suasana yang ceria dan mendukung kreativitas mereka.

Beni Lestari, salah satu tenaga pengajar di PAUD Assalam, menjelaskan bahwa lomba ini diadakan berdasarkan masukan dari para guru yang ingin memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat seni mereka. 

“Tujuannya adalah untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Kami selalu berusaha mengadakan lomba-lomba yang dapat mengasah bakat mereka. Tahun ini, kami sangat bersyukur bisa mengadakan lomba mewarnai, dan kami senang melihat antusiasme anak-anak yang sangat tinggi,” ujar Beni Lestari.

Ia juga menambahkan bahwa dua anak terpaksa absen dari lomba karena sakit, namun semangat dari 35 peserta lainnya tetap membuat acara ini berlangsung meriah. “Dalam lomba memperingati 17 Agustus ini, ada sebanyak 35 anak yang ikut serta, sayangnya ada dua anak yang izin karena sakit,” ungkap Beni.

Dengan adanya lomba ini, PAUD Assalam berharap dapat terus menginspirasi dan mendukung perkembangan kreativitas anak-anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya pendidikan karakter yang dikemas dalam suasana penuh kegembiraan dan semangat kebangsaan.

Penulis : Siti Farida


Bangun Kedekatan dengan Anak-anak dengan Ceritakan Kisah Nabi oleh Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

Bangun Kedekatan dengan Anak-anak dengan Ceritakan Kisah Nabi oleh Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memanfaatkan momen pengabdian masyarakat mereka untuk membangun kedekatan dengan anak-anak melalui kegiatan bercerita kisah nabi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk mendidik sekaligus memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat setempat, khususnya anak-anak.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah bercerita tentang kehidupan para nabi, yang disampaikan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan pemahaman anak-anak. Selain memberikan pendidikan agama, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. 

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak percaya bahwa dengan mengenalkan kisah-kisah inspiratif ini sejak dini, anak-anak dapat belajar banyak hal, seperti keteladanan, kesabaran, serta rasa tanggung jawab.

Indra Fitri, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa bercerita tentang nabi-nabi merupakan salah satu cara efektif untuk menarik perhatian anak-anak. “Anak-anak sangat antusias mendengarkan kisah-kisah nabi. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga bertanya dan berdiskusi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kegiatan bercerita ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan anak-anak secara langsung. “Melalui cerita, kita bisa lebih dekat dengan anak-anak. Mereka merasa nyaman dan akhirnya terbuka untuk berbicara tentang pengalaman dan perasaan mereka,” tambah Fitri.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk melakukan hal serupa. Dengan mengajarkan kisah nabi, mahasiswa tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan agama, tetapi juga turut membangun karakter anak-anak yang lebih baik. 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKL IAIN Pontianak berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat, khususnya dalam pendidikan agama untuk anak-anak.

Penulis : Indra Fitri


Kepala Desa Sayang Sedayu Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKL dalam Kegiatan Voli Bersama

Kepala Desa Sayang Sedayu Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKL dalam Kegiatan Voli Bersama

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Dalam rangka mempererat hubungan antara mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak dengan masyarakat Desa Sayang Sedayu, para mahasiswa bersama Kepala Desa Sayang Sedayu, Bapak Ruhannas, menggelar kegiatan olahraga voli bersama di lapangan voli desa pada hari Sabtu.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh mahasiswa KKL dan beberapa warga desa yang turut serta meramaikan acara. Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan kerja sama antara mahasiswa dan warga desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKL mereka. 

“Kami sangat senang bisa mengadakan kegiatan seperti ini. Selain bisa berolahraga bersama, kami juga bisa lebih dekat dengan masyarakat setempat. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk memahami budaya dan kebiasaan warga desa lebih dalam,” Indra Fitri salah satu peserta KKL yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Ruhanas, yang juga ikut bermain dalam pertandingan voli, menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif dan diharapkan dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari program KKL. “Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKL yang melibatkan masyarakat. Ini tidak hanya mempererat hubungan tetapi juga membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan para mahasiswa yang sedang bertugas di sini,” ujarnya.

Pertandingan voli ini berlangsung dengan penuh semangat dan diwarnai dengan canda tawa, menunjukkan betapa harmonisnya hubungan antara mahasiswa KKL dan warga desa. Setelah pertandingan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi ringan mengenai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKL berlangsung.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan masyarakat Desa Sayang Sedayu akan semakin erat, dan program KKL yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Mahasiswa KKL juga berharap dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif lainnya selama berada di Desa Sayang Sedayu.

Penulis : Indra Fitri


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Hadiri Upacara Pordes se-Kecamatan Teluk Keramat

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Hadiri Upacara Pordes se-Kecamatan Teluk Keramat

 


Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak turut berpartisipasi dalam upacara Pembukaan Pekan Olahraga Desa (Pordes) se-Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Acara ini berlangsung di lapangan sepak bola Sekura dan dihadiri oleh istri Bupati Sambas.

Pordes perdana ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar desa di Kecamatan Teluk Keramat melalui berbagai kompetisi olahraga. Kegiatan ini diselenggarakan selama satu minggu dengan berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja. Antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi, terlihat dari jumlah desa yang berpartisipasi serta kehadiran masyarakat yang memadati lapangan sepak bola Sekura.

Dalam sambutannya, Camat Teluk Keramat, Budi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKL IAIN Pontianak yang turut serta dalam acara ini. "Kehadiran mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak menambah semarak acara Pordes tahun ini. Mereka tidak hanya menjadi saksi dalam perhelatan ini, tetapi juga diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari bagaimana masyarakat desa saling bekerja sama dan bersaing dalam semangat sportivitas," ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya peran pemuda, termasuk mahasiswa, dalam memajukan daerah melalui kegiatan yang positif. "Pemuda adalah ujung tombak perubahan. Dengan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan seperti Pordes ini, kita harapkan mereka dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus bergerak maju dan berkontribusi bagi kemajuan desa," tambahnya.

Acara pembukaan Pordes ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian tradisional dari beberapa desa, yang menambah kesan meriah pada acara tersebut. Dalam sambutannya, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Teluk Keramat.

Kehadiran mahasiswa KKL IAIN Pontianak dalam acara ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat, serta menambah wawasan mereka mengenai kehidupan di desa dan peran penting masyarakat dalam menjaga tradisi olahraga lokal.

Penulis : Indra Fitri


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak