LP2M IAIN Pontianak Gelar Meet and Greet Mahasiswa Pejuang Inklusi: "Bersama dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Inklusi"
LP2M IAIN PONTIANAK – Koordinator Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Meet and Greet bersama Mahasiswa Pejuang Inklusi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Acara yang mengusung tema "Bersama dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Inklusi" ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Ruang Rapat LP2M IAIN Pontianak mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2M, Sekretaris
LP2M, serta Koordinator Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi.
Sebanyak 15 mahasiswa disabilitas turut hadir dalam acara ini, didampingi oleh
2 orang pendamping yang akrab disapa sebagai Sahabat Pejuang Inklusi.
Dalam sambutannya, Ketua LP2M menyampaikan dukungan penuh (full
support) terhadap seluruh aktivitas dan pengembangan potensi mahasiswa
disabilitas di kampus IAIN Pontianak. Beliau menegaskan bahwa setiap mahasiswa
memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan karier dan masa depan.
"Jangan pernah
ragu dan minder. Pastikan kebutuhan serta perjuangan kalian sejajar dengan
mahasiswa lainnya. Kesuksesan berkarir terbuka lebar untuk siapa saja. Tetap
semangat agar bisa lulus tepat waktu dengan capaian nilai akademik yang
memuaskan," ujar Ketua LP2M memberi motivasi.
Sesi berlanjut ke acara inti yang berlangsung interaktif
dan akrab. Para mahasiswa saling memperkenalkan diri, mulai dari nama,
fakultas, program studi, hingga hobi masing-masing. Untuk mempererat rasa
kebersamaan dan melatih daya ingat, korpus memberikan tantangan unik di mana
setiap peserta diwajibkan mengingat minimal empat nama rekan nya.
Suara dan Harapan Mahasiswa Pejuang Inklusi
Setelah seluruh rangkaian acara
usai, sesi dilanjutkan dengan penyampaian kesan, pengalaman, serta harapan dari
para mahasiswa disabilitas demi mewujudkan lingkungan kampus yang semakin ramah
dan inklusif.
Beberapa poin utama pengalaman dan
aspirasi yang disampaikan meliputi:
- Penerimaan Diri, Kemandirian,
dan Rasa Percaya Diri
Para
mahasiswa menekankan pentingnya menerima kondisi diri tanpa rasa malu dan tetap
berjuang meraih cita-cita. Meli dan Dwi Redi sepakat bahwa memiliki
keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap bahagia dan percaya diri. Vivi
menambahkan bahwa menjadi mahasiswa disabilitas memberinya pengalaman luar
biasa untuk belajar mandiri dalam mengerjakan tugas perkuliahan.
- Kesempatan Setara Tanpa Sikap
"Dikasihani"
Haris,
Reza (yang baru teridentifikasi sebagai mahasiswa disabilitas di semester 7),
dan Vivi menegaskan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang
sama dalam dunia pendidikan. Mereka berharap lingkungan kampus terus memberikan
dukungan setara tanpa membuat mahasiswa disabilitas merasa dikasihani. Meli
juga mengingatkan agar pemberian keringanan dilakukan secara bijak dan
proporsional agar tidak menimbulkan kecemburuan dari mahasiswa non-disabilitas.
- Peningkatan Aksesibilitas, Sarana,
dan Administrasi
Mirzam
dan Meli menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas fisik serta layanan kampus.
Mereka berharap adanya peningkatan sarana prasarana seperti penyediaan guiding
block, kelancaran administrasi perkuliahan (termasuk KKL konversi), hingga
dukungan akses transportasi untuk menunjang mobilitas belajar harian.
- Semangat Perkuliahan dan Lulus
Tepat Waktu
Dwi
Redi dan Heri mengajak seluruh rekan mahasiswa untuk menyikapi setiap tantangan
dengan optimistis. Bagi mereka, apa pun kondisi yang dihadapi, semangat belajar
harus tetap menyala demi menyelesaikan studi tepat waktu dan menggapai
cita-cita di masa depan.
Melalui kegiatan ini, LP2M IAIN
Pontianak berharap semangat inklusivitas semakin menguat di lingkungan kampus,
sehingga seluruh mahasiswa dapat tumbuh, berkembang, dan mengukir prestasi
bersama tanpa batas perbedaan.



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


.jpg)






.jpeg)



.jpeg)



















