Juli 2024 - LP2M IAIN PONTIANAK
Apel Bersama dan Mempersiapkan Acara Perayaan Hari Kemerdekaan

Apel Bersama dan Mempersiapkan Acara Perayaan Hari Kemerdekaan


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari Selasa, 29 Juli 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan apel bersama di Balai Desa Pinang Dalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Pinang Dalam beserta staf desa, serta para mahasiswa yang sedang menjalani program KKL.

Acara dimulai dengan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedatangan dan partisipasi mahasiswa KKL IAIN Pontianak dalam berbagai kegiatan desa. Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan perangkat desa untuk keberhasilan program-program yang telah direncanakan.

Setelah apel, mahasiswa KKL langsung terlibat dalam persiapan acara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2024. Mahasiswa bersama-sama dengan staf desa mempersiapkan berbagai keperluan acara, seperti menghias balai desa, mempersiapkan perlengkapan lomba, dan menyusun agenda kegiatan.

Kerjasama yang baik antara mahasiswa dan staf desa menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh semangat. Mahasiswa KKL menunjukkan dedikasi dan antusiasme yang tinggi dalam membantu mempersiapkan acara tersebut. Selain itu, mereka juga berbagi ide-ide kreatif untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan, yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan kebahagiaan masyarakat desa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa KKL IAIN Pontianak, tetapi juga mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat desa. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam persiapan acara 17 Agustus, diharapkan semangat kemerdekaan dan rasa kebersamaan dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Pinang Dalam.

Penulis :Nabila Syeban


Kenang Jasa Raja Kubu: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Laksanakan Ziarah dan Doa

Kenang Jasa Raja Kubu: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Laksanakan Ziarah dan Doa


Kubu (lp2m.iainptk.ac.id) Senin, 29 Juli 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 32 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan kegiatan ziarah ke makam Raja Kubu.

Kegiatan ini berlangsung di kompleks Masjid Besar Khairussa’adah yang terletak di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam ziarah tersebut, mahasiswa KKL berkesempatan mengunjungi area makam utama, yaitu peristirahatan terakhir almarhum Raja Sayyid Idrus bin Sayyid Abdul Rahman Al-Idrus, Raja Kubu pertama.

Raja Sayyid Idrus lahir pada Kamis, 17 Ramadhan 1144 H dan meninggal pada Ahad, 26 Dzulkaidah 1209 H. Selain makam Raja Kubu, terdapat pula makam Raja Ambawang, Syarif Alwi Al-Idrus, yang terletak tepat di sebelah kanan makam Sang Raja Kubu.

Situs bersejarah ini juga menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga dan keturunan Raja Kubu. Jalan menuju area makam dihiasi dengan kain-kain berwarna kuning dan hijau, yang merupakan warna khas keraton Melayu.

Selama ziarah, mahasiswa KKL juga membacakan surat Yasin dan tahlil sebagai penghormatan dan doa untuk Sang Raja yang telah memberikan jasa dan keteladanan bagi masyarakat.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada sejarah dan tokoh-tokoh bersejarah, tetapi juga sebagai kesempatan bagi mahasiswa KKL untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya dan sejarah lokal.

Penulis : Windy Astari


Kelompok KKL Kuala Dua Gelar Pelatihan Paskibra di MTs Al-Ma'arif

Kelompok KKL Kuala Dua Gelar Pelatihan Paskibra di MTs Al-Ma'arif


Kuala Dua (lp2m.iainptk.ac.id) 28 Juli 2024 – Pada hari keempat kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), tim Kuala Dua dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memulai pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di MTs Al-Ma'arif. Paskibra merupakan bagian dari Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0416/U/1984.*

Pelatihan ini diadakan sebagai persiapan menyambut kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2025. Sebagai hari pertama pelatihan, mahasiswa KKL terlibat langsung dalam melatih anak-anak madrasah untuk menjadi calon paskibra. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat nasionalisme pada peserta didik.

Namun, pelatihan ini menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pengalaman latihan paskibra di kalangan peserta didik, karena pelatihan sebelumnya sempat vakum. Hal ini menyebabkan mereka kurang memahami teknik dan prosedur paskibra. Para mahasiswa KKL harus bekerja dengan sabar dan telaten dalam membimbing para calon paskibra agar mereka dapat tampil dengan baik.

Selain itu, pelatih juga menghadapi tantangan dalam mengatur waktu. Jadwal latihan yang padat sering kali berbenturan dengan kegiatan sekolah dan kegiatan pribadi peserta didik. Mahasiswa KKL diharapkan untuk pintar membagi waktu agar semua aktivitas dapat berjalan lancar.

Meskipun demikian, semangat juang para calon paskibra sangat tinggi. Mereka berlatih dengan tekun, saling mendukung, dan tidak pernah menyerah. Setiap tetes keringat yang dikeluarkan selama latihan diyakini akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Ketika akhirnya tiba saatnya untuk mengibarkan bendera pusaka, semua usaha dan perjuangan terbayar dengan rasa bangga dan haru. Para calon paskibra berhasil menjalankan tugas mereka dengan baik, menunjukkan dedikasi dan komitmen terhadap tugas negara.

Penulis : Mia Agusthia


KKL IAIN Pontianak di Madrasah dan Masjid: Aksi Nyata dalam Tingkatkan Kualitas Pendidikan

KKL IAIN Pontianak di Madrasah dan Masjid: Aksi Nyata dalam Tingkatkan Kualitas Pendidikan


Kuala Dua (lp2m.iainptk.ac.id) Sabtu, 27 Juli 2024 – Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang tergabung dalam kelompok Kuala Dua memulai rangkaian kegiatan mereka dengan penuh semangat di Desa Kuala Dua. Pada pukul 10.00 WIB, tim mengunjungi dua lembaga pendidikan utama di desa tersebut: Madrasah Hidayatul Mubtad'in dan Madrasah Al-Ma'arif.

Kunjungan pertama di Madrasah Hidayatul Mubtad'in dipandu oleh Ma'ruf S.PdI, kepala sekolah madrasah. Selama kunjungan, mahasiswa KKL Alif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pendidikan dan kegiatan di madrasah tersebut. Ma'ruf menjelaskan bahwa pendidikan formal di madrasah ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. 

Menjelang tanggal 17 Agustus, para santri mulai mengikuti latihan paskibraka sebagai bagian dari persiapan upacara pengibaran bendera merah putih. Madrasah Hidayatul Mubtad'in, yang terletak di lingkungan pondok pesantren, dikenal dengan penekanan pada pendidikan akhlak yang mulia. Selama kunjungan, mahasiswa KKL mendapatkan sambutan hangat dari para santri dan staf madrasah.

Setelah kunjungan ke Madrasah Hidayatul Mubtad'in, tim KKL melanjutkan kegiatan mereka dengan mengunjungi Masjid Taqwa pada sore harinya, setelah sholat Maghrib. Di masjid ini, mahasiswa KKL memberikan pengajaran mengaji kepada anak-anak sekitar masjid.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk minat baca Al-Qur'an dan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Mahasiswa KKL dengan sabar membimbing anak-anak dalam membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya.

Melalui kegiatan ini, tim KKL Kuala Dua berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penulis : Mia Agusthia 


Mahasiswa KKL di Kuala Dua: Dari Sosialisasi Hingga Kegiatan Keagamaan

Mahasiswa KKL di Kuala Dua: Dari Sosialisasi Hingga Kegiatan Keagamaan


Desa Kuala Dua (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 2 melanjutkan perjalanan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mereka di Desa Kuala Dua. Pada hari kedua ini, mereka berupaya memaksimalkan diri untuk melaksanakan berbagai kegiatan produktif di sekitar lingkungan posko. (29/07)

Dengan sambutan hangat dan keramahan dari warga desa, mahasiswa KKL berusaha memberikan kontribusi positif dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan pengetahuan yang telah dipelajari di kampus. Memanfaatkan kesempatan pengabdian masyarakat ini, Kelompok 2 Desa Kuala Dua merealisasikan konsep "produktif" dengan melaksanakan berbagai kegiatan pada hari kedua, di antaranya:


1. Audiensi dengan Kepala Sekolah: Mahasiswa mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah untuk membahas rancangan sosialisasi yang akan dilakukan di sekolah-sekolah sekitar.

2. Berbagi Teh Es: Setelah salat Jumat, mereka membagikan teh es kepada para jamaah sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan.

3. Kerja Bakti : Di posko, mahasiswa melakukan kerja bakti untuk memperbaiki fasilitas pendukung yang ada.

4. Kolaborasi dengan Pihak Pendidikan Ilmu Agama Islam: Mereka berkolaborasi dengan pengurus Masjid untuk membantu mengajar anak-anak, memberikan dukungan dalam pembelajaran agama.

5. Sholat Ghoib : Mahasiswa turut serta dalam pelaksanaan Sholat Ghoib bersama warga setempat.

6. Pembacaan Tahlil : Mereka juga mengikuti pembacaan tahlil pada malam kedua untuk salah satu orang tua peserta kelompok KKL yang telah meninggal dunia.

Dengan kegiatan-kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat serta memberikan kontribusi nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda kontinu yang tidak hanya memberikan manfaat langsung tetapi juga meninggalkan pengalaman berkesan di hati masyarakat.

Penulis : Mia Agustuha


Paguyuban dan Seni Madura: Warisan Lestari di Desa Sungai Malaya

Paguyuban dan Seni Madura: Warisan Lestari di Desa Sungai Malaya


Sungai Malaya (lp2m.iainptk.ac.id) - Desa Sungai Malaya adalah sebuah permata tersembunyi yang menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Desa Sungai Malaya tetap teguh memegang tradisi leluhur, terutama dalam hal paguyuban dan seni Madura yang dikenal sebagai Monteng Pamor Malaya.

Paguyuban, sebagai wadah berkumpul dan bergotong royong, menjadi jantung kehidupan sosial masyarakat Desa Sungai Malaya. Melalui paguyuban, nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

Seni Madura, dengan segala keindahan dan keunikannya, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Sungai Malaya. Tarian tradisional, musik gamelan, serta kesenian seperti ikat dan batik Madura terus dilestarikan dan dikembangkan oleh para seniman lokal.

Paguyuban-paguyuban seni yang ada di Desa Sungai Malaya berperan penting dalam melestarikan warisan budaya ini. Mereka secara rutin mengadakan latihan, pertunjukan, dan berbagai kegiatan seni lainnya untuk menarik minat generasi muda agar turut melestarikan seni Madura.

Upaya pelestarian paguyuban dan seni Madura di Desa Sungai Malaya tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, seniman, dan masyarakat secara umum bekerja sama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya ini.

Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan untuk mendukung pelestarian paguyuban dan seni Madura, seperti festival budaya, pertunjukan kesenian, dan pelatihan bagi generasi muda. 

Dengan semangat pelestarian yang tinggi, paguyuban dan seni Madura di Desa Sungai Malaya tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan penonton. 

Desa Sungai Malaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Melalui pariwisata, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam paguyuban dan seni Madura dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Penulis : Fauzan Ghairul Imam


Mahasiswa KKL di Desa Punggur Kapuas: Jalan Pagi dan Pengalaman UMKM

Mahasiswa KKL di Desa Punggur Kapuas: Jalan Pagi dan Pengalaman UMKM


Punggur Kapuas (lp2m.iainptk.ac.id), 29 Juli 2024 – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memulai kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Kapuas dengan penuh semangat.

Kegiatan dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan jalan pagi di sekitar desa. Jalan pagi ini bertujuan untuk lebih mengenal lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Selama perjalanan, mahasiswa bertemu dengan Feri, seorang pedagang UMKM gula merah. Feri menjelaskan bahwa gula merah ini dibuat dari nira kelapa yang diolah secara tradisional oleh dirinya dan istrinya.

Ia telah menjual gula merah ini selama sekitar empat tahun. Proses pembuatan gula merah dimulai dari penyadapan nira kelapa, pengolahan dengan cara memasak, hingga menjadi gula merah. Proses ini memakan waktu sekitar 8-12 jam, tergantung pada skala produksi dan kondisi cuaca. Pertemuan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang industri lokal dan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian desa.

Sementara beberapa mahasiswa melakukan jalan pagi, sekelompok mahasiswa lainnya menjalankan tugas mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) Kasih Bunda. Di sana, mereka memberikan pelajaran dasar dan mengadakan aktivitas edukatif untuk anak-anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pendidikan di desa dan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat serta industri lokal.

Dengan kegiatan KKL ini, mahasiswa IAIN Pontianak berusaha untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Punggur Kapuas, sekaligus memperoleh wawasan praktis tentang kehidupan di desa dan industri lokal.

Penulis : Syarifah Aida (Kelompok 20)


Mahasiswa KKL Kelompok 28 Gelar Sosialisasi di Desa Pinang Dalam

Mahasiswa KKL Kelompok 28 Gelar Sosialisasi di Desa Pinang Dalam


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id), 28 Juli 2024 – Kelompok 28 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengadakan kegiatan sosialisasi di Desa Pinang Dalam pada hari Senin, 28 Juli 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan diikuti oleh 23 mahasiswa yang dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Pembagian ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat setempat.

Kelompok pertama bertugas di Dusun Margomulyo, kelompok kedua di Dusun Podomoro, sementara kelompok ketiga berfokus di Dusun Sumberejo. Masing-masing kelompok memiliki tugas spesifik dan menyasar berbagai lapisan masyarakat desa.

Di Dusun Podomoro, mahasiswa melakukan sosialisasi ke rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serta warga setempat. Di Dusun Sumberejo, mereka mengunjungi beberapa rumah warga secara langsung.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat Desa Pinang Dalam. Warga tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Beberapa warga juga memberikan saran dan masukan yang konstruktif untuk perbaikan program di masa mendatang.

Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, dan kesejahteraan ekonomi. 

KKL Kelompok 28 IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan, serta berharap dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Desa Pinang Dalam.

Penulis : Nabila Yazid Syeban


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Siap Berkontribusi Mengajar TPA di Desa Sayang Sedayu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Siap Berkontribusi Mengajar TPA di Desa Sayang Sedayu


Desa Sayang Sedayu (lp2m.iainptk.ac.id), 29 Juli 2024 – Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa IAIN Pontianak berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Desa Sayang Sedayu. Desa ini terdiri dari tiga dusun, yaitu Dusun Sayang, Dusun Jambu, dan Dusun Sedayu.

Pada Sabtu malam, setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di Masjid Darul Hikmah, Dusun Jambu, penanggung jawab Program Mengajar TPA, ditemani oleh dua rekannya, Kak Nirsa dan Bang Farros, melakukan kunjungan ke rumah pengurus TPA di desa tersebut untuk memohon izin berkontribusi dalam mengajar.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Ilham Sarwani, yang lebih dikenal sebagai Ismael, pengurus TPA di Dusun Jambu. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ismael di kediamannya. Setelah berdiskusi, mereka diberikan izin untuk berkontribusi mengajar di TPA yang berlokasi di Masjid Darul Hikmah. Ismael dengan antusias menyatakan, "Dengan senang hati kami terima karena itulah yang kami inginkan dari mahasiswa."

Selanjutnya, kunjungan dilakukan ke rumah Rusidah, pengurus TPA di Dusun Sayang. Namun, di sana TPA sudah tidak aktif lagi karena beberapa alasan.

Kunjungan terakhir adalah ke rumah Hairi, pengurus TPA di Dusun Sedayu. Kehadiran mereka juga disambut hangat oleh Hairi. Setelah berdiskusi, mereka diberikan izin untuk berkontribusi mengajar di TPA yang berlokasi di Masjid At-Taqwa. Hairi dengan senang hati menyatakan, "Kami siap menerima kalian di sini."

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKL IAIN Pontianak dalam mendukung pendidikan agama di Desa Sayang Sedayu. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi anak-anak di setiap dusun, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat.

Penulis : Sapura


Mahasiswa KKL Kelompok 28 Gelar Senam Bersama Ibu-Ibu PKK di Pinang Dalam

Mahasiswa KKL Kelompok 28 Gelar Senam Bersama Ibu-Ibu PKK di Pinang Dalam


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id), 27 Juli 2024 – Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Mahasiswa IAIN Pontianak dari kelompok 28 mengadakan kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK di Pinang Dalam. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juli 2024, pukul 15.30 WIB, dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK serta warga setempat.

Asna, Ketua PKK, mengungkapkan bahwa kegiatan senam bersama ini sudah lama vakum karena beberapa kendala. "Namun dengan adanya mahasiswa KKL, senam ini mulai aktif kembali," ujarnya. 

Senam bersama ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti gerakan-gerakan senam yang dipandu oleh instruktur. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Pinang Dalam.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKL dan warga setempat, serta mendukung partisipasi aktif dalam kegiatan sosial di desa tersebut.

Penulis : Divia Taqwariva A


Mahasiswa KKL Sayang Sedayu, Silaturahmi ke Pengurus Masjid At-Taqwa Dusun Sedayu

Mahasiswa KKL Sayang Sedayu, Silaturahmi ke Pengurus Masjid At-Taqwa Dusun Sedayu


Sayang Sedayu, Sambas (lp2m.iainptk.ac.id) - Kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sayang Sedayu, yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas, mengadakan kegiatan silaturahmi ke pengurus Masjid At-Taqwa pada Minggu, 28 Juli 2024 di Dusun Sedayu. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKL yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terutama untuk menjalankan beberapa program terkait kegiatan Mengajar.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKL yang diwakili oleh Rendi selaku ketua dan Arda Saputra selaku Co Humas disambut hangat oleh pengurus masjid dan warga sekitar. Sebelum berbicara terkait program, mahasiswa KKL Sayang Sedayu juga melakukan Sholat Isya Berjamaah. 

Ketua kelompok juga menjelaskan tujuan dari kegiatan silaturahmi ini, yaitu untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat serta untuk mengenal lebih dekat kehidupan di dusun.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan antara mahasiswa KKL dengan pengurus masjid. Masing-masing mahasiswa memperkenalkan diri dan menjelaskan latar belakang pendidikan mereka. Pengurus masjid juga memperkenalkan diri dan menjelaskan sejarah singkat Masjid At-Taqwa serta kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan di masjid tersebut.

Selama sesi diskusi, pengurus masjid mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas kedatangan mahasiswa KKL. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut di masa mendatang dan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat Dusun Sedayu.

Mahasiswa KKL juga memberikan beberapa masukan dan ide untuk kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan bersama di masjid, seperti pengajaran baca tulis Al-Qur'an untuk anak-anak, pelatihan keterampilan, dan kegiatan sosial lainnya.

Acara silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKL dan pengurus masjid. Momen tersebut diabadikan sebagai kenang-kenangan dan simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Dusun Sedayu. Setelah itu, mahasiswa KKL juga berkesempatan untuk berkeliling dusun dan melihat berbagai aktivitas warga sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Mahasiswa KKL Sayang Sedayu berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama masa KKL mereka di Dusun Sedayu.

Dengan demikian, program KKL tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai wadah untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Penulis : Indra Fitri


Mahasiswa IAIN Pontianak Gelar Kerja Bakti Bersama Warga Desa Madu Sari

Mahasiswa IAIN Pontianak Gelar Kerja Bakti Bersama Warga Desa Madu Sari

Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Kelompok satu  Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, pada tanggal 26 Juli 2024, telah melaksanakan berbagai kegiatan program kerja dengan penuh dedikasi dan semangat.


Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah kerja bakti bersama warga Desa Madu Sari. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa bersama dengan masyarakat setempat membersihkan masjid Al-Jinan dan halamannya secara menyeluruh, serta merapikan dan memotong rumput-rumput yang tumbuh di area pemakaman yang terletak di belakang masjid tersebut. 

Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, tetapi juga sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang mendalam dari kedua belah pihak.

Selain itu, setiap hari Jumat, warga Desa Madu Sari secara rutin mengadakan kegiatan pengajian yang diorganisir oleh majelis An-Nisa. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu-ibu dari desa dan dilaksanakan secara bergiliran di rumah-rumah warga yang berbeda-beda dari berbagai RT. Pengajian ini biasanya dihadiri oleh sekitar 70 jamaah. 

Dalam kesempatan ini, mahasiswa-mahasiswa dari IAIN Pontianak, termasuk anggota kelompok satu, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ini merupakan peluang yang sangat berharga bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat serta memperdalam pemahaman agama dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Pada malam harinya, mahasiswa laki-laki dari kelompok satu diundang oleh warga untuk berpartisipasi dalam acara tahlilan, yang diadakan untuk memperingati 7 hari wafatnya salah seorang warga Desa Madu Sari. 

Acara tahlilan ini berlangsung dari selepas magrib hingga sekitar pukul 20.00 WIB malam, dan merupakan sebuah kesempatan penting bagi masyarakat untuk berkumpul, mendoakan almarhum, serta mempererat tali silaturahmi di antara mereka.

 Kehadiran mahasiswa dalam acara ini tidak hanya menunjukkan kepedulian mereka terhadap kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mencerminkan komitmen mereka untuk terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat setempat.

Kelompok satu KKL IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus berkontribusi positif dalam setiap kesempatan. Program kerja ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membangun relasi sosial dan meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar.

Mari kita terus dorong semangat ini agar setiap langkah kita dalam kegiatan KKL menjadi sebuah lompatan besar menuju perubahan yang lebih baik, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi masyarakat yang kita layani.

Penulis : Nurul Febrianti dan Siti Ruqoya


Pasalan Sholawat Di Desa Kunyit Dalam: Merajut Kebersamaan Dan Memperkenalkan Rencana Kerja Mahasiswa KKL

Pasalan Sholawat Di Desa Kunyit Dalam: Merajut Kebersamaan Dan Memperkenalkan Rencana Kerja Mahasiswa KKL


Mempawah (lp2m.iainptk.ac.id) - Minggu, 28 Juli 2024, Desa Kunyit Dalam di Dusun Cempaka RT/RW 07/03 menjadi tuan rumah acara Pasalan Sholawat yang penuh keceriaan. Acara ini dihadiri oleh dua belas kelompok masyarakat dari Kabupaten Mempawah, yang berkumpul untuk merayakan bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Acara ini diwarnai dengan alunan sholawat yang merdu, menciptakan suasana damai dan mendalam. Pasalan Sholawat menjadi ajang bagi masyarakat untuk bersatu dan merayakan nilai-nilai kebersamaan serta keragaman budaya yang ada.

Mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL) juga turut hadir dalam acara ini. Mereka tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga aktif berpartisipasi. Salah satu momen penting bagi kita adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan di depan semua yang hadir.

Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa yaitu Bayu Rusdiansyah yang memperkenalkan para 23 mahasiswa dan menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan selama 40 hari ke depan di desa tersebut. 

Bayu menjelaskan tentang berbagai proyek yang akan mereka rencanakan, mulai dari pendidikan,ekonomi,keagamaan, dan budaya. Sambutan ini memberikan gambaran tentang bagaimana mereka berencana berkontribusi secara positif kepada masyarakat setempat selama masa KKL mereka.

Kehadiran mahasiswa KKL dan keterlibatan mereka dalam acara Pasalan Sholawat ini memberikan warna baru pada perayaan tersebut. Mereka tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga membawa ide-ide segar dan semangat muda.

Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat lokal dapat memperkaya dan memperkuat ikatan komunitas.

Pasalan Sholawat di Desa Kunyit Dalam pada 28 Juli 2024 adalah perayaan yang memperlihatkan indahnya kebersamaan dan semangat gotong royong. Semua yang terlibat, baik masyarakat lokal maupun mahasiswa KKL, menunjukkan bahwa dengan bekerja sama, kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis.

Penulis : Lidiya Hamidah


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kunjungi Perkebunan Cabai di Desa Merarai Satu

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kunjungi Perkebunan Cabai di Desa Merarai Satu


Sintang (lp2m.iainptk.ac.id), 28 Juli 2024 – Delapan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak mengunjungi perkebunan cabai milik warga di Desa Merarai Satu, Sintang, pada hari Minggu, 28 Juli 2024. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk mempelajari praktik budidaya cabai serta mendukung kegiatan pertanian lokal di desa tersebut.

Kedatangan para mahasiswa disambut dengan hangat oleh pemilik kebun. Pemilik kebun dengan ramah mempersilakan para mahasiswa untuk melihat langsung proses penanaman dan pengelolaan cabai di perkebunan. Selama kunjungan, para mahasiswa berdialog dengan pemilik kebun, menggali pengetahuan tentang teknik-teknik budidaya cabai yang diterapkan. Suasana semakin akrab ketika mereka disuguhi berbagai kue, sebagai tanda keramahan dan sambutan hangat dari pemilik kebun.

Para mahasiswa juga ikut serta dalam proses pemanenan cabai, yang memberikan pengalaman berharga tentang kehidupan petani dan proses pertanian. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tetapi juga mempererat hubungan dengan warga setempat. Sebagai tanda terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan, pemilik perkebunan memberikan satu kantong besar cabai kepada para mahasiswa.

"Kami merasa sangat berterima kasih atas kebaikan hati pemilik perkebunan dan menerima hadiah tersebut dengan penuh rasa syukur," ujar salah satu mahasiswa peserta KKL.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai praktik pertanian lokal dan sekaligus mendukung pertanian di Desa Merarai Satu. Mahasiswa KKL IAIN Pontianak berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan warga dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Penulis : Siti Farida


Energi Positif Pagi Hari: Mahasiswa KKL Gelar Senam dan Bersih-Bersih Posko di Desa Merarai Satu

Energi Positif Pagi Hari: Mahasiswa KKL Gelar Senam dan Bersih-Bersih Posko di Desa Merarai Satu


Sintang (lp2m.iainptk.ac.id) - Minggu, 28 Juli 2024, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak melaksanakan kegiatan senam pagi dan bersih-bersih di Desa Merarai Satu, Sintang. Kegiatan dimulai dengan senam pagi pada pukul 07.00 WIB di halaman mushola, yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKL.

Senam pagi ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik mahasiswa serta membangun semangat kerja sama di antara peserta. Dengan alunan musik ceria, mahasiswa mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat dan antusiasme, menciptakan suasana yang energik dan positif.

Setelah kegiatan senam, mahasiswa melanjutkan dengan aktivitas bersih-bersih di posko KKL. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi peserta KKL selama menjalankan program. Mahasiswa membersihkan area posko, menyapu halaman, dan merapikan ruangan-ruangan untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan tempat tinggal sementara mereka.

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara bergotong-royong dan mendapat apresiasi dari sesama mahasiswa peserta KKL. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan semangat positif dalam menjalankan tugas KKL.

Penulis : Siti Farida


Silaturahmi Mahasiswa KKL dengan Kepala Desa Sayang Sedayu, Drs. Ruhannas

Silaturahmi Mahasiswa KKL dengan Kepala Desa Sayang Sedayu, Drs. Ruhannas


Desa Sayang Sedayu, Sambas (lp2m.iainptk.ac.id) - 26 Juli 2024, Suasana di Desa Sayang Sedayu terasa hangat dan penuh keakraban. Para mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari posko 39 berbondong-bondong mengunjungi rumah Kepala Desa, Drs. Ruhannas, untuk menjalin tali silaturahmi. Rumah beliau, yang terletak di ujung jalan utama desa, dikelilingi oleh halaman luas yang dipenuhi tanaman herbal, menjadi tempat berlangsungnya pertemuan yang berkesan.

Drs. Ruhannas, yang dikenal sebagai sosok bijaksana dan penuh kasih, menyambut hangat para mahasiswa. Beliau membuka diskusi dengan menceritakan sejarah dan asal-usul Desa Sayang Sedayu. Nama desa ini, menurut cerita rakyat, berasal dari kisah masyarakat Kesultanan Sambas yang berlayar hingga tiba di tempat tersebut dan kemudian mengembangkan kegiatan pertanian dan perkebunan. Salah satu tokoh utama dalam cerita tersebut, yang dikenal sebagai "abang," merasa sayang untuk meninggalkan tempat tersebut karena hasil pertanian mereka tumbuh dengan subur.

Diskusi juga mencakup pembicaraan mengenai tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa dalam perkembangan desa. Salah satunya adalah Mael, seorang tokoh agama yang sering memberikan tausiyah di masjid desa dan menjadi pemimpin dalam acara-acara keagamaan seperti tahlilan. Selain itu, Abu Bakar, tokoh masyarakat lainnya, aktif dalam berbagai proyek perbaikan fasilitas umum di desa. Beliau juga dikenal sebagai penerus Mael dalam memimpin kegiatan keagamaan dan menjadi panutan moral bagi masyarakat.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa KKL untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan sejarah Desa Sayang Sedayu, serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Penulis : Sapura


Penyerahan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Di Desa Meranti Puguk

Penyerahan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Di Desa Meranti Puguk


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Kamis, 25 Juli 2024, pukul 10.00-11.30, mahasiswa KKL Institut Agama Islam Negeri Pontianak melakukan pembukaan dan penyerahan resmi di Desa Meranti Puguk. Mahasiswa diserahkan sebanyak 20 mahasiswa untuk melakukan pengabdian di desa Meranti Puguk.  Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, M. Rudi, dan Dosen Pembimbing, Ariffudin.

Pelaksanaan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dari kurikulum sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dan merupakan syarat untuk lulus.


KKL ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat yang diwajibkan bagi calon sarjana setelah mereka menyelesaikan studi, dengan harapan mereka dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, terutama di lingkungan sekitar.

Rudi selaku kepala desa Meranti Puguk, berharap agar mahasiswa KKL dapat memberikan bantuan kepada masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Selain itu, beliau mendorong para mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti mengajar atau memberikan kontribusi pada lembaga pendidikan di desa Meranti Puguk, serta membantu dalam merealisasikan prokja desa yang ada.

Ariffudin juga menghimbau mahasiswa KKL untuk memberikan kontribusi sesuai dengan program studi masing-masing. Beliau juga menekankan pentingnya sikap sopan santun terhadap masyarakat, serta berharap agar mahasiswa KKL dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan desa.

Acara pembukaan dan penyerahan mahasiswa KKL ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Chairul dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi. 

Penulis : Nadia dan Ega


Tingkatkan Keterampilan dan Karakter Peserta Didik, SMP 12 dan SDN 06 Sui Ambawang Gelar Pelatihan Pramuka dan Upacara Bendera

Tingkatkan Keterampilan dan Karakter Peserta Didik, SMP 12 dan SDN 06 Sui Ambawang Gelar Pelatihan Pramuka dan Upacara Bendera


Pontianak (lp2m.iainptk.ac.id) - 27 Juli 2024, Di tengah kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), SDN 06 akan melaksanakan pelatihan upacara untuk siswa-siswinya.  Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kedisiplinan peserta didik dalam pelaksanaan upacara bendera yang rutin dilaksanakan di sekolah.

Pelatihan ini dibantu oleh sebagian  KKL kelompok 10 Desa Durian IAIN Pontianak, yang memberikan bimbingan tentang cara pelaksanaan upacara dengan benar. Materi yang diajarkan mencangkup teknik pembacaan teks susunan acara, UUD, doa, teknik pengimbaran bendera, serta komandan dan danton. 

 Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan  sikap disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab pada peserta didik. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya lebih siap dalam mengikuti upacara bendera tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalamkehidupan sehari-hari mereka. 

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah penting dalam emmbentuk karakteristik peserta didik dn memupuk semangat kebangsaan sejak dini. Selama pelatihan, peserta didik terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi.

Mereka dibagi dalam kelompok dan akan ditampilkan pada hari senin yang mendatang.  Dengan keberhasilan pelatihan ini, SDN 06 Sui Ambawang berharap agar pelaksanaan upacara bendera ke depan dapat berlangsung lancer dan efektif, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan karakter peserta didik. 

Selain itu, sebagian kelompok KKL Desa Durian juga melatih pramuka yang ada di SMP 12 Sui Ambawang yang bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik dan keterampilan peserta didik di luar kurikulum akademik.

Kegiatan yang dilakukan pada saat kegiatan ini mencangkup PBB, yel-yel, dan Dasa Darma. Selama pelatihan peserta didik terlihat antusias dan aktif dalam setiap sesi. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip kepramukaan, peserta didik diharapkan dapat belajar tentang disiplin, kepemimpinan dan saling menghargai. 

Pelatihan pramuka ini diharapkan dapat menjadi pegalaman yng berharga bagi peserta didik SMP 12 Sui Ambawang, membantu mereka dalam pengembangan pribadi dan keterampilan sosial yang akan berguna dalam kehidupn sehari-hari mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan embangun karakter positif di kalangan pelajar.

Penulis : Tim PDD SUNGAI DURIAN

Pembukaan KKL di Desa Bengkarek: Penyematan ID Card Tandai Awal Program

Pembukaan KKL di Desa Bengkarek: Penyematan ID Card Tandai Awal Program


Bengkarek (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada hari Kamis, 25 Juli 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memulai rangkaian kegiatan mereka di Desa Bengkarek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Acara pembukaan KKL ini dilaksanakan di masjid dekat posko KKL di Desa Bengkarek dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting desa serta pejabat IAIN Pontianak.

Acara dibuka dengan bacaan Bismillah, diikuti oleh pembacaan ayat suci Al-Quran. Selanjutnya, dilakukan sambutan-sambutan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Kelompok KKL Desa Bengkarek, Fakhri Ahmad, Dosen Pendamping Maha Latasa Buju Basafpipana, M.Pd., Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Raudatul Ulum III, Lukman Hakim, S.Pd.I, dan Sekretaris Desa Bengkarek, Uwen, S.Pd.I. 

Dalam sambutannya, Maha Latasa Buju Basafpipana, M.Pd., menyampaikan kesan pertamanya yang baik terhadap Desa Bengkarek dan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa. Beliau juga mengungkapkan kegembiraannya karena ini adalah pertama kalinya beliau menjadi Dosen Pendamping dalam KKL IAIN Pontianak.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Raudatul Ulum III, Lukman Hakim, S.Pd.I, mengungkapkan kebanggaannya karena KKL ini adalah yang pertama di daerah Ambangah Barat, Desa Bengkarek. Sementara itu, Sekretaris Desa Bengkarek, Uwen, S.Pd.I, berharap mahasiswa KKL dapat bekerja sama dengan pihak desa dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan.

Acara diakhiri dengan penyematan ID Card kepada perwakilan mahasiswa, menandai secara resmi dimulainya KKL IAIN Pontianak di Desa Bengkarek yang akan berlangsung dari 25 Juli hingga 2 September 2024. Kegiatan KKL ini diikuti oleh 24 mahasiswa, terdiri dari 7 laki-laki dan 17 perempuan, yang akan mengabdikan diri untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Dengan semangat dan komitmen, mahasiswa KKL IAIN Pontianak siap memberikan kontribusi positif bagi Desa Bengkarek dan berharap dapat menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat setempat. 

(Penulis: Subhan Bahjal Aufa)


Mahasiswa IAIN Pontianak Mulai KKL 2024 di Desa Sui Ambangah

Mahasiswa IAIN Pontianak Mulai KKL 2024 di Desa Sui Ambangah


Sui Ambangah (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2024 di Desa Sui Ambangah dengan antusiasme yang tinggi. Di bawah tema besar “Mengabdi dengan Hati, Mengaplikasikan Ilmu Tanpa Henti,” kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan desa.

Jargon Mengabdi dengan Hati, menggambarkan dedikasi mahasiswa IAIN Pontianak yang tulus dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Desa Sui Ambangah. Mahasiswa datang dengan niat baik untuk membantu masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan menawarkan solusi yang tepat dengan sepenuh hati. 

Tidak hanya membawa ilmu teoritis dari bangku kuliah, mahasiswa juga berusaha mengaplikasikan ilmu mereka secara praktis di tengah masyarakat. “Mengaplikasikan Ilmu Tanpa Henti” menjadi prinsip yang mendasari setiap kegiatan yang mereka lakukan. Dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, setiap mahasiswa memberikan kontribusi sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, dengan tujuan menjadikan ilmu tersebut bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program KKL ini menyatukan mahasiswa dari berbagai program studi dengan satu visi dan misi untuk membawa perubahan positif di Desa Sui Ambangah. Mereka berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan dampak berkelanjutan. Pembukaan KKL 2024 ini menandai awal dari perjalanan mahasiswa di desa ini, di mana mereka siap bekerja keras dan belajar dari masyarakat.

Dengan semangat “Mengabdi dengan Hati, Mengaplikasikan Ilmu Tanpa Henti,”mahasiswa IAIN Pontianak bertekad untuk memberikan yang terbaik selama KKL. Setiap usaha mereka diharapkan menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi Desa Sui Ambangah.

Penulis : Asih damaiyanti


Mahasiswa KKL Diskusi dengan Ketua RT 002 tentang Kegiatan Pengabdian di Parit Bugis

Mahasiswa KKL Diskusi dengan Ketua RT 002 tentang Kegiatan Pengabdian di Parit Bugis


Parit Bugis, Mempawah (iainptk.ac.id) – Pada Sabtu, 28 Juli 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak mengadakan silaturahmi dengan warga Desa Parit Bugis, khususnya di rumah Hasanuddin, Ketua RT 002. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri dan menjalin hubungan baik dengan pejabat desa serta warga setempat. 

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKL berdiskusi dengan Hasanuddin mengenai berbagai kegiatan yang dapat mereka lakukan selama masa KKL. Muhammad Firdaus, salah satu mahasiswa KKL, menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf jika kehadiran mereka mungkin mengganggu waktu Hasanuddin. Ia juga menegaskan kesiapan mahasiswa untuk membantu kebutuhan RT 002, dengan komitmen untuk siap membantu selama 24 jam sesuai arahan ketua koordinator kelompok.

Julia Dwiyanti, mahasiswa, bertanya mengenai keberadaan TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) di RT 002 dan kemungkinan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Hasanuddin menjelaskan bahwa TPA memang ada di RT mereka, namun terkait mengajar, mahasiswa perlu berkoordinasi dengan pengurus TPA yang telah ditunjuk.

Selain itu, Hasanuddin juga menginformasikan bahwa akan ada kegiatan gotong royong di seluruh RT secara bersama-sama. Mengenai kegiatan lain, ia menyebutkan bahwa kegiatan besar berikutnya adalah perayaan 17 Agustus. 

Hidayatul Rizki, ketua kelompok KKL, menyatakan kebahagiaannya atas pertemuan yang berjalan lancar. Ia mengungkapkan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi sebanyak mungkin dalam berbagi, mengabdi, dan menginspirasi masyarakat Desa Parit Bugis. "Alhamdulillah, kegiatan pembukaan hari ini sesuai dengan keinginan dan harapan kita bersama, meskipun ada sedikit kendala yang insya Allah ke depannya tidak akan terjadi lagi," ujar Hidayatul Rizki.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dan warga Desa Parit Bugis, serta memastikan sinergi yang baik dalam menjalankan program-program KKL di desa tersebut.

Penulis, julia dwiyanti kelompok (44) mempawah - segedong


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong dan Kegiatan Sosial di Desa Pematang Tujuh

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong dan Kegiatan Sosial di Desa Pematang Tujuh


Pematang Tujuh (lp2m.iainptk.ac.id) – Inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak yang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Pematang Tujuh pada Jumat, 26 Juli 2024, membuahkan hasil yang positif. Bersama warga desa dan ibu-ibu Posyandu, mereka berhasil menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor desa.

Sejak pagi, suasana gotong royong yang hangat menyelimuti Desa Pematang Tujuh. Warga desa berbondong-bondong berkumpul di kantor desa untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih. Dengan semangat kebersamaan, para mahasiswa dan ibu-ibu Posyandu bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar kantor desa. Mereka memotong rumput, memasang tenda, dan menyusun rapi bangku yang akan digunakan untuk kegiatan Posyandu besok.

Selain itu, pada siang hari, beberapa perwakilan mahasiswa IAIN Pontianak ditugaskan untuk mengantarkan surat penting ke sekolah-sekolah di desa tersebut. Surat tersebut merupakan permohonan untuk mengajar di SD, SMP, dan SMA di Desa Pematang Tujuh, sebagai bagian dari program KKL yang bertujuan mempererat hubungan antara desa dengan lembaga pendidikan.

Tidak hanya terlibat dalam kegiatan gotong royong dan pengantaran surat, para mahasiswa KKL juga melakukan wawancara dengan sejumlah warga desa. Wawancara ini bertujuan untuk menggali aspirasi dan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat merancang program kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan desa.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang erat antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan warga Desa Pematang Tujuh, serta memperkuat hubungan antara desa dan lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Semangat kebersamaan dan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Penulis : Kelompok 25


Desa Jangkang 1 Gelar Sharing Session "Peran Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Anak"

Desa Jangkang 1 Gelar Sharing Session "Peran Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Anak"


Desa Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id), 25 Juli 2024 - Sebuah sharing session bertema "Peran Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Anak" telah sukses diselenggarakan di gedung serba guna Desa Jangkang 1. Acara ini berlangsung pada Kamis malam, dimulai pukul 19.00 hingga selesai, dengan menghadirkan Nurma Annisa Azzahra, M.Pd., sebagai pemateri.

Nurma, yang juga merupakan dosen pembimbing, membawakan materi tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka.

Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mendukung perkembangan akademis dan karakter anak. Menurutnya, keterlibatan aktif orang tua dapat memberikan motivasi tambahan kepada anak dan membantu mengatasi berbagai tantangan dalam belajar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dijalankan oleh mahasiswa IAIN Pontianak di Desa Jangkang 1.

Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat desa mengenai bagaimana peran orang tua dapat mempengaruhi kualitas pendidikan anak-anak mereka.

Diharapkan, melalui sharing session ini, para orang tua di Desa Jangkang 1 dapat memperoleh wawasan baru serta strategi praktis untuk lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka.

Dengan demikian, kualitas pendidikan di desa tersebut diharapkan dapat meningkat, memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Penulis : Verha Syakira 



Pembukaan KKL IAIN Pontianak di Desa Jangkang 1 Berlangsung Khidmat

Pembukaan KKL IAIN Pontianak di Desa Jangkang 1 Berlangsung Khidmat


Jangkang 1 (lp2m.iainptk.ac.id) - Suasana penuh semangat menyelimuti Desa Jangkang 1 pada tanggal 25 Juli 2024 dengan dimulainya kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Acara pembukaan berlangsung khidmat, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAIN Pontianak.

M. Rizqi Partomo, Ketua KKL, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat menjalankan program KKL dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Darwanto, Sekretaris Desa, juga menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKL. Beliau mengharapkan para mahasiswa dapat memberikan motivasi kepada siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan, serta menciptakan sinergi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat.


Puncak acara pembukaan adalah sambutan dari dosen pembimbing, Ibu Nurma Annisa Azzahra, M.Pd., yang sekaligus meresmikan dimulainya kegiatan KKL. Beliau juga melakukan penyerahan simbolis mahasiswa KKL kepada masyarakat Desa Jangkang 1. 

Dengan semangat pengabdian, diharapkan para mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh melalui program harian, mingguan, dan bulanan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan warna baru dan menginspirasi masyarakat Desa Jangkang 

Penulis : Versha Syakira & Carissa Putri


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Persiapkan Perlombaan HUT Pramuka dan HUT RI

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Persiapkan Perlombaan HUT Pramuka dan HUT RI


Silat Hilir (lp2m.iainptk.ac.id) – Pada Jumat, 26 Juli 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 50 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bekerja sama dengan Puskesmas Silat Hilir untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dengan fokus pada pencegahan stunting. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 1 dan 2 dari SD Negeri 1 Silat Hilir.

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta evaluasi kebersihan rambut, penglihatan mata, telinga, hidung, dan mulut. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan melibatkan sebanyak 21 peserta didik dari kelas 1 dan 27 peserta didik dari kelas 2. Tim pemeriksa kesehatan terdiri dari 4 orang petugas dari Puskesmas Silat Hilir.

Selain kegiatan pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKL 50 IAIN Pontianak juga mempersiapkan perlombaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Perlombaan ini akan diadakan pada 14-17 Agustus 2024 di halaman kantor Kecamatan Silat Hilir.

Perlombaan yang direncanakan meliputi lomba makan kerupuk dan memasukkan paku ke dalam botol untuk peserta didik kelas 1 dan 2. Selain itu, akan ada lomba terompah untuk kelas 3, 4, 5, dan 6, lomba sarung untuk kelas 5 dan 6, serta lomba estafet sarung untuk kelas 3 dan 4. Persiapan perlombaan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan partisipasi siswa dalam merayakan dua peristiwa penting tersebut.

Dengan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKL IAIN Pontianak dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kesehatan anak-anak dan memeriahkan perayaan HUT Pramuka serta HUT RI di Kecamatan Silat Hilir.

Penulis : Riansyah & Husnah


22 Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Mulai Lakukan Pengadbian ke Teluk Pakedai

22 Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Mulai Lakukan Pengadbian ke Teluk Pakedai


Teluk Pakedai (lp2m.iainptk.ac.id) - Sebanyak 22 mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Sungai Deras, Kabupaten Kubu Raya pada Jumat, 26 Juli 2024. 

Acara pelepasan yang berlangsung di Kantor Desa Sungai Deras ini dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Deras, Bapak Sahrul Syiam, S.Pd.I, dosen pembimbing lapangan Dr. Ita Nurcholifah, S.EI., M.M., serta seluruh mahasiswa peserta KKL.

Program KKL ini akan berlangsung selama 40 hari, dari tanggal 25 Juli hingga 2 September 2024. Selama periode tersebut, para mahasiswa akan tinggal di desa dan berfokus pada aplikasi ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. KKL bertujuan untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui berbagai program pengabdian.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sahrul Syiam menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat menjalankan tugas KKL dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Dr. Ita Nurcholifah, memberikan pengarahan penting mengenai pelaksanaan KKL dan interaksi dengan masyarakat setempat.

Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan simbolis tanda peserta KKL kepada perwakilan mahasiswa, diikuti dengan doa bersama dan sesi foto bersama. Dengan selesainya acara ini, para mahasiswa KKL siap untuk menjalankan tugas mereka dan berkontribusi positif selama masa program di Desa Sungai Deras.

Penulis : Heti Kamariah


Kelompok 19 IAIN Pontianak Mulai Kegiatan KKL di Desa Punggur Besar

Kelompok 19 IAIN Pontianak Mulai Kegiatan KKL di Desa Punggur Besar


Punggur Besar (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari Kamis, 25 Juli 2024, Kelompok 19 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Besar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama masa perkuliahan.

Sebanyak 27 mahasiswa IAIN Pontianak, yang dipimpin oleh dosen pembimbing Baharuddin, S.Sos.I, M.Si, tiba di Desa Punggur Besar untuk menjalankan program KKL. Mereka nantinya akan disusul oleh 3 mahasiswa tambahan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Acara pembukaan dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing, serta para mahasiswa. Sekretaris Desa Punggur Besar, Johansyah, memberikan sambutan hangat dan mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi desa serta menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. 

Setelah acara pembukaan, dosen pembimbing memberikan arahan kepada para mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama menjalankan kegiatan KKL, serta berinteraksi dengan baik bersama masyarakat setempat.

Acara pengantaran KKL ditutup dengan penyerahan simbolis mahasiswa kepada perangkat desa. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan KKL ini dapat memberikan kontribusi yang positif, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Punggur Besar. Kegiatan KKL ini direncanakan berlangsung selama 40 hari, di mana para mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga setempat, melakukan berbagai program kerja yang telah direncanakan.

Penulis : Siti Aisyah


Pembukaan KKL Desa Pinang Dalam: Semangat Kolaborasi untuk Pengembangan Desa

Pembukaan KKL Desa Pinang Dalam: Semangat Kolaborasi untuk Pengembangan Desa


Pinang Dalam (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari Jumat, 26 Juli 2024, Kelompok 28 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mereka di Desa Pinang Dalam. Kelompok ini terdiri dari 23 mahasiswa, dengan komposisi 16 mahasiswa perempuan dan 7 mahasiswa laki-laki. Acara pembukaan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari semua pihak.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Pinang Dalam, Walidin. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan para mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat selama masa KKL. Walidin juga menekankan pentingnya kerjasama antara mahasiswa dan warga setempat untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam pengembangan desa.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan seremonial penyerahan mahasiswa kepada perangkat desa. Dosen Pembimbing Kelompok 28, Militansina M.Pd., mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh warga Desa Pinang Dalam. Beliau berharap mahasiswa dapat menjalankan program-program yang telah direncanakan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi desa.

Selama masa KKL yang berlangsung selama 40 hari, dari 25 Juli hingga 2 September, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai program. Salah satu program utama adalah kolaborasi dengan warga desa dalam meriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta meningkatkan semangat nasionalisme.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk belajar serta mengabdi, mahasiswa Kelompok 28 siap menjalankan tugas mereka. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Desa Pinang Dalam, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun budaya. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis : Nabila Syeban


Hari Pertama KKL di Desa Baru Silat Hilir: Kegiatan Awal dan Rencana Program Kerja

Hari Pertama KKL di Desa Baru Silat Hilir: Kegiatan Awal dan Rencana Program Kerja


Silat Hilir (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada hari pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa dari Kelompok 50 IAIN Pontianak belum dapat mengadakan pembukaan resmi atau penyerahan mahasiswa kepada masyarakat Desa Baru, Kecamatan Silat Hilir. Hal ini disebabkan oleh ketidakhadiran dosen pembimbing pada tanggal 25 Juli 2024, karena masih ada beberapa kegiatan akademis yang harus diselesaikan.

Meskipun demikian, kegiatan awal KKL tetap berjalan dengan arahan dari Kepala Desa Baru, Lasmiadi. Ketua Kelompok KKL 50, Wan Supriadi, membagi mahasiswa ke dalam beberapa kelompok untuk mulai terjun langsung ke lapangan. Beberapa mahasiswa mengunjungi sekolah-sekolah dan instansi pendidikan lainnya untuk mengonfirmasi program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKL.

Beberapa sekolah yang telah mengonfirmasi kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam program kerja KKL antara lain TK Negeri Pembina, SD Negeri 1 Silat Hilir, MI Istiqlal, SMP Negeri 1 Silat Hilir, SMA Negeri 1 Silat Hilir, dan TPQ Al-Fitrah. Namun, SD Negeri 2 Silat Hilir masih menunggu konfirmasi terkait program kerja yang akan dijalankan.

Selain itu, Ketua TPQ Al-Fitrah Desa Baru mengundang mahasiswa KKL 50 IAIN Pontianak untuk berpartisipasi dalam kegiatan rutin yasinan bersama yang diadakan setiap malam Jumat setelah salat Isya (19.00-selesai) di Gedung TPQ Al-Fitrah. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

Masyarakat dan berbagai instansi di Desa Baru berharap mahasiswa KKL 50 IAIN Pontianak dapat membantu dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan selama masa KKL. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan dan kegiatan sosial di Desa Baru, Kecamatan Silat Hilir.

Penulis : Husnah


Pembukaan KKL IAIN Pontianak Kelompok 45 di Kecamatan Anjongan Berlangsung Sukses

Pembukaan KKL IAIN Pontianak Kelompok 45 di Kecamatan Anjongan Berlangsung Sukses


Anjongan (lp2m.iainptk.ac.id) - Kelompok 45 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar pembukaan program KKL pada 25 Juli 2024, di Kecamatan Anjongan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Camat Anjongan, Kepala KUA Anjongan, Kepala Desa Anjongan Melancar, perwakilan dari Kapolsek Anjongan, dan Kepala Danramil Sei Pinyuh/Anjongan.

KKL merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus ke dalam situasi nyata di masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat, mempelajari kondisi lokal, dan berusaha mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada.

Dalam sambutannya, Rizki Susanto, M.Pd, memberikan arahan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan waktu selama KKL dengan sebaik-baiknya. Beliau menekankan pentingnya mengedepankan adab dan akhlak selama berada di Kecamatan Anjongan.

Selain itu, Kepala Camat Anjongan juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk menghormati adat istiadat setempat dengan mengingat pepatah "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung." Pesan ini menekankan pentingnya beradaptasi dengan budaya lokal serta menghargai norma dan tradisi yang berlaku.

Kecamatan Anjongan menyambut kedatangan mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan antusiasme tinggi. Mereka membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi antara mahasiswa dengan komunitas, lembaga, dan masyarakat setempat.

Dengan adanya program KKL ini, diharapkan terjalin kerjasama yang baik antara mahasiswa dan warga, yang dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan Kecamatan Anjongan.

Program KKL ini merupakan wujud nyata dari komitmen mahasiswa IAIN Pontianak untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan budaya di daerah yang mereka tempati. Mahasiswa diharapkan dapat belajar banyak dari pengalaman ini dan memberikan dampak positif selama pelaksanaan KKL di Anjongan.

Penulis : Muhammad Ade Riyadi


Mahasiswa KKL 05 IAIN Pontianak Siap Berangkat Dalam Pengabdian ke Pematang Rambai

Mahasiswa KKL 05 IAIN Pontianak Siap Berangkat Dalam Pengabdian ke Pematang Rambai


Pontianak (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 05 melakukan persiapan keberangkatan mahasiswa KKL ke Desa Pematang Rambai, Kuala Mandor A, Kecamatan Sungai Ambawang. Kamis (25/07/2024). 

Dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa KKL 05 IAIN Pontianak siap berangkat menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor menuju desa tersebut untuk menjalani program KKL selama 40 hari. Persiapan pemberangkatan sudah dilakukan dengan baik, mulai dari persiapan peralatan, pembagian tugas, hingga rapat persiapan bersama dosen pembimbing.

Mahasiswa KKL 05 IAIN Pontianak sangat antusias menyambut keberangkatan ini. Segala hal telah kami persiapkan dengan matang agar dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat desa Kuala Mandor A. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama KKL antara lain adalah penelitian, observasi, serta program-program pengabdian kepada masyarakat. 

Dengan semangat dan tekad yang tinggi, mahasiswa KKL 05 IAIN Pontianak siap memberikan yang terbaik selama menjalani KKL di desa Kuala Mandor A. 

Kami berharap dapat belajar banyak hal baru, memperluas wawasan, dan juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat. Dalam agenda keberangkatan kali ini kami berharap semoga senantiasa dilancarkan dan selamat sampai tujuan serta dapat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan baik dan sukses.

Penulis : Dea Irwana


Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 27 Mulai KKN di Desa Pematang Tujuh

Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 27 Mulai KKN di Desa Pematang Tujuh


Kuburaya (lp2m.iainptk.ac.id) - Kelompok 27 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai program pengabdian masyarakat di Desa Pematang Tujuh, Kuburaya.

Acara pembukaan dan penyerahan mahasiswa kepada masyarakat desa berlangsung pada Kamis, 25 Juli 2024, dengan diserahkan secara langsung oleh dosen pembimbing KKL, Yusdiana.

Dalam beberapa bulan ke depan, mahasiswa KKN akan berbaur dengan masyarakat Desa Pematang Tujuh untuk melaksanakan berbagai program kerja yang telah disusun. Program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dengan semangat pengabdian, mahasiswa siap menjalankan program-program KKN yang dirancang untuk mendukung perkembangan Desa Pematang Tujuh. Kehadiran mereka diharapkan membawa ide-ide kreatif dan semangat muda yang dapat memberikan dampak positif serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

Kehadiran mahasiswa IAIN Pontianak disambut dengan antusias oleh warga Desa Pematang Tujuh. Mereka berharap kehadiran para mahasiswa ini tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa.

Kegiatan KKN ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, belajar, dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Penulis : Tim PDD Kelompok 27


Sosialisasi Peserta KKL dengan Kepala Desa Tayan Hilir

Sosialisasi Peserta KKL dengan Kepala Desa Tayan Hilir


Sanggau (lp2m.iainptk.ac.id) - Kamis 25 Juli 2024 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Mahasiswa KKL IAIN Pontianak kelompok 47 Sanggau-Tayan ke Desa Tayan Hilir. Sosialisasi dihadiri oleh seluruh anggota kelompok Sanggau Tayan, yang berlokasi di Kantor Desa Tayan Hilir. 

Acara diawali dengan sambutan dari kepala desa Tayan Hilir, Sunarto. Dalam sambutannya, kami disambut hangat oleh perangkat desa dan masyarakat. Kepala desa menyampaikan harapannya agar mahasiswa KKL Sanggau-Tayan dapat bekerja sama dengan baik dengan masyarakat. 

Beliau juga mengajak kami untuk berkolaborasi dalam kegiatan atau event-event yang akan dilaksanakan, seperti desa cerdas, desa bebas narkoba dan kami juga dilibatkan dalam kepanitiaan untuk membantu serta memeriahkan kegiatan 17-an di bulan Agustus 2024. 

Kehadiran mahasiswa KKL Sanggau-Tayan ini bertujuan untuk memulai kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang akan dilaksanakan selama 40 hari, dimulai dari tanggal 25 Juli-2 September 2024. 

Koordinator dan ketua kelompok KKL Sanggau-Tayan mewakili teman-temannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat warga desa Pedalaman. 

Koordinator juga menyampaikan gambaran umum tentang program kerja yang akan dilaksanakan. Beberapa program yang akan dilaksanakan antara lain di bidang keagamaan, sosial masyarakat dan Pendidikan.

Sosialisasi ini berjalan lancar, diharapkan dengan adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa KKL dan perangkat desa, program KKL dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Tayan Hilir.

Penulis: Dian Cahyani


Siswa MI Miftahul Huda Antusias Sambut Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

Siswa MI Miftahul Huda Antusias Sambut Mahasiswa KKL IAIN Pontianak


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Hari ketiga Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak tepat pada hari Sabtu, 27 Juli 2024 Kelompok 1 yang berposko di daerah Madu Sari berhasil menarik perhatian warga sekolah dan masyarakat desa.

Dimulai dengan membersihkan halaman MI Miftahul Huda, kegiatan ini didukung penuh oleh antusias guru dan semangat siswa dari kelas 1-6. Bersamaan dengan itu, mahasiswa dan para siswa berbincang serta  bersenda gurau membahas tentang minat dan bakat mereka. Hal ini untuk mendukung program kerja yang akan dilakukan pada hari berikutnya.

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, mahasiswa KKL Kelompok 1 lanjut menemui kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) untuk menanyakan hal terkait pendidikan di sekolah.

Mutmainah menuturkan “sekolah membutuhkan tenaga mengajar, untuk itu mahasiswa yang berjurusan pendidikan boleh membantu dan membuat RPP atau Modul untuk menunjang ketika berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar terhadap peserta didik dikelas”. 

Setelah itu, mahasiswa menemui salah satu staff tata usaha (TU) Madrasah Aliyah (MA) dan menanyai hal yang sama. Um menuturkan bahwa dalam mengajar siapapun orangnya boleh meskipun bukan berjurusan pendidikan dan dalam mengajar kepada siswa MA dapat menyampaikan segala hal ilmu yang telah dimiliki oleh masing-masing mahasiswa kelompok 1 IAIN Pontianak.

Kemudian mahasiswa kelompok 1 melakukan silahturahmi ke rumah-rumah para pejabat desa, sebagian tokoh agama dan masyarakat sekitar. Dari kegiatan ini berhasil diperoleh beberapa informasi terkait kondisi desa Madu Sari. Di antaranya kepala desa mengungkapkan beberapa hal yang membutuhkan uluran tangan dari mahasiswa untuk membantu hal-hal yang kurang dari desa.

Dari kegiatan di hari ketiga ini, mahasiswa mulai membangun keakraban yang erat dengan masyarakat desa Madusari. “Harapannya kita dapat senantiasa mempererat silaturahmi dengan masyarakat dengan menjaga sikap dan tutur kata selama di sini” ungkap Makhesa, ketua kelompok 1 KKL Madus Sari IAIN Pontianak.  

Penulis :Nurul Febrianti, Siti Ruqoya, dan Resta Tultuffia
Gotong Royong Bersama Masyarakat, Saluran Air Kampung Pematang Rambai Kembali Bersih

Gotong Royong Bersama Masyarakat, Saluran Air Kampung Pematang Rambai Kembali Bersih


Kubu Raya (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar kegiatan gotong royong bersama masyarakat Kampung Pematang Rambai, Kuala Mandor A, pada Minggu, 28 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar serta untuk membersihkan dan memperbaiki lingkungan.

Sejak pukul 07.00 pagi, mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Kampung Pematang Rambai bergerak aktif membersihkan saluran air di lingkungan kampung. Mereka membersihkan saluran air dan memungut sampah di sekitarnya agar air dapat mengalir dengan bersih meskipun dalam keadaan musim kemarau, serta melakukan perbaikan pada infrastruktur yang rusak.

“Saya sangat senang sekali melihat antusias dan semangat gotong royong dari mahasiswa KKL IAIN Pontianak. Mereka dapat berkolaborasi bersama kami untuk bergotong royong setiap minggunya bersama masyarakat guna mewujudkan lingkungan dan saluran air kami bersih meskipun dalam keadaan kemarau,” ujar Sumarno, salah satu warga Kampung Pematang Rambai.

Kegiatan gotong royong ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat dan diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam pembangunan sosial dan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan gotong royong ini akan tetap terus berjalan setiap minggunya. Kami berencana untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kampung Pematang Rambai,” ungkap Nur Azizah, salah satu perwakilan mahasiswa KKL IAIN Pontianak yang ikut serta dalam kegiatan gotong royong.

Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan memperbaiki lingkungan, serta memperkuat hubungan sosial di Kampung Pematang Rambai.

Penulis : Alfiatul Hidayah

Jaga Kelestarian Sungai, Mahasiswa KKL Gelar Nobar Film “Belacan Beranak”

Jaga Kelestarian Sungai, Mahasiswa KKL Gelar Nobar Film “Belacan Beranak”


Sambas (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Sabtu, 27 Juni 2024, suasana Aula Desa Sayang Sedayu tampak berbeda. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak menggelar acara nonton bersama (nobar) film dokumenter berjudul "Belacan Beranak". Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.

Film "Belacan Beranak" mengangkat tema kelestarian lingkungan, khususnya mengenai sungai di daerah Sambas, Kalimantan Barat. Film ini menceritakan salah satu warga yang menangkap ikan dengan racun tuba. 

Pesan yang kuat dalam film ini adalah pentingnya menjaga ekosistem sungai agar lestari demi kesejahteraan generasi mendatang. Alasan dilarangnya menangkap ikan dengan aliran listrik atau dengan racun tuba adalah dapat merusak biota air.

Aliran listrik yang digunakan untuk menangkap ikan sangat berbahaya. Pasalnya, seluruh ikan akan mati. Selain itu, orang yang menggunakan alat tersebut dapat ikut tersetrum

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh oleh anak-anak serta mahasiswa KKL. 

Dodi selaku Penanggung Jawab program mengungkapkan“Kami berharap, melalui film ini, masyarakat dapat lebih memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Sungai bukan hanya sumber kehidupan bagi manusia, tetapi juga bagi berbagai makhluk hidup lainnya,” ujar Dodi.

Acara nobar merupakan agenda rutin kelompok sayang Sedayu setiap malam Minggu. Dengan acara ini, diharapkan masyarakat Desa Sayang Sedayu semakin termotivasi untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan sekitar mereka. Selain itu juga, bisa menjalin silaturahmi yang baik antar mahasiswa dan masyarakat setempat.

Penulis : Indra Fitri


Silaturahmi Ke Kediaman H.Samsul, Mahasiswa KKL di Jamu Makan Siang dengan Besaprah

Silaturahmi Ke Kediaman H.Samsul, Mahasiswa KKL di Jamu Makan Siang dengan Besaprah


Sambas (lp2m.iainptk.ac.id) - Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Sayang Sedayu, sejumlah mahasiswa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman H. Samsul pada Senin (28/7). 

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa disambut dengan hangat dan dijamu makan siang dengan besaprah, sebuah tradisi makan bersama yang khas di daerah tersebut pada acara tasyakuran cucu dari H. Samsul

H. Samsul, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat setempat, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para mahasiswa.

"Saya senang bisa menyambut adik-adik mahasiswa di sini. Semoga kegiatan KKL ini bisa memberikan manfaat yang besar baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat Desa Sayang Sedayu," ujarnya.

Para mahasiswa mengaku sangat menikmati hidangan yang disajikan. "Ini pengalaman yang luar biasa. Selain belajar tentang kehidupan masyarakat di sini, kami juga bisa merasakan langsung tradisi dan budaya lokal khsusunya di kecamatan Paloh," kata Farida salah satu mahasiswa.

Sebagaimana budaya di Kabupaten Sambas sendiri, dalam acara pesta masih kental akan budaya khas mereka. Terutama di acara Tasyakuran anak, dikenal dengan istilah tapong tawar, buang jambol, bepapas, bezikir, narub dan lain-lain.

Harapnya juga, kegiatan ini bisa menjadi sarana ruang belajar mahasiswa untuk belajar mengenai budaya dan terus melestarikan budaya yang ada. Terutama Saro'an, besaprah, narub, dzikir dan budaya lainnya yang masih banyak lagi.

Penulis : Indra Fitri


Ad Placement

Formulir Kontak