Paguyuban dan Seni Madura: Warisan Lestari di Desa Sungai Malaya - LP2M IAIN PONTIANAK

Paguyuban dan Seni Madura: Warisan Lestari di Desa Sungai Malaya

Paguyuban dan Seni Madura: Warisan Lestari di Desa Sungai Malaya


Sungai Malaya (lp2m.iainptk.ac.id) - Desa Sungai Malaya adalah sebuah permata tersembunyi yang menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Desa Sungai Malaya tetap teguh memegang tradisi leluhur, terutama dalam hal paguyuban dan seni Madura yang dikenal sebagai Monteng Pamor Malaya.

Paguyuban, sebagai wadah berkumpul dan bergotong royong, menjadi jantung kehidupan sosial masyarakat Desa Sungai Malaya. Melalui paguyuban, nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

Seni Madura, dengan segala keindahan dan keunikannya, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Sungai Malaya. Tarian tradisional, musik gamelan, serta kesenian seperti ikat dan batik Madura terus dilestarikan dan dikembangkan oleh para seniman lokal.

Paguyuban-paguyuban seni yang ada di Desa Sungai Malaya berperan penting dalam melestarikan warisan budaya ini. Mereka secara rutin mengadakan latihan, pertunjukan, dan berbagai kegiatan seni lainnya untuk menarik minat generasi muda agar turut melestarikan seni Madura.

Upaya pelestarian paguyuban dan seni Madura di Desa Sungai Malaya tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, seniman, dan masyarakat secara umum bekerja sama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya ini.

Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan untuk mendukung pelestarian paguyuban dan seni Madura, seperti festival budaya, pertunjukan kesenian, dan pelatihan bagi generasi muda. 

Dengan semangat pelestarian yang tinggi, paguyuban dan seni Madura di Desa Sungai Malaya tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan penonton. 

Desa Sungai Malaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Melalui pariwisata, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam paguyuban dan seni Madura dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Penulis : Fauzan Ghairul Imam



EmoticonEmoticon

Ad Placement

Formulir Kontak