LP2M IAIN PONTIANAK

View AllPengumuman

View AllKorpus Jurnal

GeDeBuk Episode 4: Bedah Buku “Logika Adalah Senjata” Ajak Peserta Berpikir Kritis dan Berani Berbeda

GeDeBuk Episode 4: Bedah Buku “Logika Adalah Senjata” Ajak Peserta Berpikir Kritis dan Berani Berbeda

 

Pontianak, 15 Januari 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GeDeBuk (Gerakan Dedah Buku) Episode 4, Kamis (15/1), bertempat di Ruang Rumah Jurnal, Gedung Rektorat lantai dasar. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB ini membedah buku Logika Adalah Senjata karya Soe Tjen Marching.

Kegiatan bedah buku ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur civitas akademika, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa. Keberagaman latar belakang peserta turut memperkaya diskusi dan pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung.

Bedah buku menghadirkan Andry Fitriyanto, M.Ud. sebagai narasumber dengan Adi Santoso, S.Pd.I. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengulas pentingnya kemampuan berpikir logis dan kritis dalam menyikapi informasi di era digital.

Buku Logika Adalah Senjata dipaparkan sebagai panduan praktis untuk melatih cara berpikir rasional melalui pengenalan logika sederhana, pembongkaran trik retorika seperti ethos, pathos, dan logos, serta pengenalan berbagai kesalahan logika (fallacies) yang kerap digunakan dalam politik, media, dan iklan. Buku ini juga menawarkan sudut pandang logika yang beragam dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta diskusi, Eka Hendry, M.Si., menyampaikan pandangannya bahwa keberanian berpikir berbeda merupakan bagian penting dari proses intelektual. “Jangan takut berpikiran aneh, karena kita tidak tahu apakah pikiran aneh itu akan menjadi kebenaran di masa yang akan datang,” ujarnya.

Melalui kegiatan GeDeBuk, LP2M IAIN Pontianak berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, diskusi, dan berpikir kritis di lingkungan kampus, serta mendorong sivitas akademika menjadikan logika sebagai senjata dalam menghadapi kompleksitas informasi di era modern.

Penulis: Fathaniah




LP2M IAIN Pontianak Sosialisasikan Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Tahun 2026

LP2M IAIN Pontianak Sosialisasikan Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Tahun 2026

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas, bobot penelitian, serta transparansi pelaksanaan riset, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar Sosialisasi Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun 2026, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Senat Lantai 4 IAIN Pontianak dan diikuti oleh dosen IAIN Pontianak secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.



Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Sekretaris LP2M IAIN Pontianak, Andry Fitriyanto, M.Ud, yang bertindak sebagai moderator. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua LP2M IAIN Pontianak, Dr. Usman, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah LP2M dalam menyamakan persepsi seluruh dosen peneliti, sekaligus sebagai upaya meningkatkan keterbukaan proses penelitian berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan penelitian pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si, dalam arahannya menekankan sejumlah hal penting dan bersifat urgen yang perlu diperhatikan oleh para peneliti, terutama terkait kebijakan serta ketentuan yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Penelitian Tahun 2026, termasuk peningkatan bobot penelitian yang berorientasi pada luaran dan dampak.

Pemaparan teknis Petunjuk Teknis Penelitian Tahun 2026 disampaikan oleh Koordinator Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Pontianak, Dr. Syarifah Aminah, M.Si. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan penelitian, mulai dari pengajuan proposal, kriteria penilaian, hingga tahapan pelaksanaan dan pelaporan penelitian berbasis SBK.

Selama kegiatan berlangsung, sosialisasi ini mendapat antusiasme dan respon positif dari para dosen di lingkungan IAIN Pontianak. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui Zoom, dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan. Para dosen menyambut baik kebijakan peningkatan bobot penelitian serta komitmen LP2M dalam mewujudkan transparansi proses penelitian.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LP2M IAIN Pontianak berharap terbangun pemahaman yang selaras antara pengelola dan peneliti, sehingga pelaksanaan penelitian ke depan dapat berjalan lebih tertib, transparan, akuntabel, serta menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas dan berdampak bagi pengembangan keilmuan, kelembagaan, dan masyarakat.

Penulis : Fathaniah, M.Pd



Kuliah Umum dan Pantun Hari Dunia:LP2M Dorong Transformasi Pendidikan Nilai Budaya dan Character Building

Kuliah Umum dan Pantun Hari Dunia:LP2M Dorong Transformasi Pendidikan Nilai Budaya dan Character Building

Pontianak — Dalam rangka memperingati Hari Pantun Dunia, LP2M bekerja sama dengan Serumpun Berpantun menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi Hari Pantun Dunia pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Theater FTIK Lantai 5, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Character Building Melalui Pantun”, yang bertujuan untuk memperkuat peran pantun sebagai warisan budaya tak benda dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.

Pemateri pertama, Eka Hendry, menyampaikan bahwa pantun memiliki nilai edukatif yang sangat kuat dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurutnya, pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra tradisional, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai moral, etika, kearifan lokal, serta identitas budaya bangsa. Pantun dapat dijadikan sarana efektif dalam pendidikan karakter karena mengajarkan kesantunan berbahasa, kreativitas berpikir, serta kepekaan sosial.

Sementara itu, pemateri kedua, H. Nur Iskandar, M.Si., menegaskan bahwa pantun memiliki kekuatan untuk menghegemoni dunia melalui filsafat yang dikandungnya. Ia menjelaskan bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan refleksi pemikiran mendalam masyarakat Melayu tentang kehidupan. Di dalam pantun terkandung nilai kebijaksanaan, etika, serta pandangan hidup yang bersifat universal, sehingga pantun mampu menjadi jembatan dialog antarbudaya di tingkat global.

Melalui kegiatan ini, LP2M berharap pantun tidak hanya dilestarikan sebagai tradisi budaya, tetapi juga diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pantun diharapkan dapat menjadi media strategis dalam penguatan karakter, pelestarian nilai-nilai kebudayaan lokal, serta pembangunan identitas nasional di lingkungan akademik.






 

Konsistensi Adalah Kunci; Audit ISO 2025 LP2M IAIN Pontianak Terlaksana

Konsistensi Adalah Kunci; Audit ISO 2025 LP2M IAIN Pontianak Terlaksana

[Pontianak, 26 November 2025] – Surveillance Audit International Organization for Standard (ISO) 9100;2015 terselenggara di LP2M IAIN Pontianak dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola organisasi. Kegiatan yang bertempat di ruang rapat LP2M ini diikuti oleh jajaran pimpinan, koordinator pusat dan staf dilingkungan LP2M, serta perwakilan unit kerja yang terlibat langsung dalam proses manajemen mutu dan kualitas layanan. Bertindak sebagai auditor adalah Mr. Dr. Alfin Mustikawan, M. Pd. Pelaksanaan audit ini untuk memastikan bahwa seluruh proses operasional telah sesuai dengan persyaratan standar internasional ISO.

Acara ini dipandu oleh Sekretaris LP2M Andry Fitriyanto, M. Ud dan dipimpin langsung oleh Ketua LP2M Dr. Usman, M. Pd. I yang menyampaikan pentingnya penerapan standar internasional untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan proses organisasi berjalan secara efektif, efisien, serta akuntabel.

“Audit ini bukan hanya untuk memenuhi standar, tetapi juga untuk memastikan bahwa budaya mutu benar-benar diterapkan dalam setiap proses kerja,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, auditor melakukan peninjauan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan para pemilik proses, seperti beberapa koordinator pusat dilingkungan LP2M. Beberapa rekomendasi perbaikan dicatat untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing unit, guna menyempurnakan penerapan sistem manajemen ISO di lingkungan LP2M IAIN Pontianak.

Auditor, Mr. Dr. Alfin Mustikawan, M. Pd, menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan penerapan standar ISO dalam kegiatan harian organisasi.

“Kami menemukan bahwa sebagian besar prosedur sudah dijalankan dengan baik. Namun, konsistensi masih menjadi kunci. Standar ISO bukan hanya soal dokumen, tapi bagaimana semua proses benar-benar dihidupkan dalam pekerjaan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa audit bukanlah proses mencari kesalahan, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Temuan audit adalah peluang. Setiap rekomendasi yang muncul bertujuan membantu organisasi menjadi lebih efisien dan lebih terukur,” tambahnya.

Pihak LP2M IAIN Pontianak mengapresiasi auditor serta menyatakan siap menindaklanjuti seluruh temuan. Langkah perbaikan dijadwalkan akan diselesaikan dalam waktu dekat, sebelum memasuki tahap audit eksternal berikutnya.




GEDEBUK Episode 2: Seni Mengelola Keberagaman, Tekankan Pentingnya Sekolah Ramah Perbedaan

GEDEBUK Episode 2: Seni Mengelola Keberagaman, Tekankan Pentingnya Sekolah Ramah Perbedaan


Pontianak, 20 November 2025
LP2M IAIN Pontianak kembali menyelenggarakan kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) Episode 2 yang berlangsung di Ruang Rumah Jurnal. Kopi Pancong dan Bakwan Bumbu Kacang turut menjadi sajian kudapan yang menemani jalannya diskusi. Kegiatan ini mengangkat tema “Seni Mengelola Keberagaman: Pendidikan Inklusi Multikultural”, sebagai upaya mendorong lahirnya praktik pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Acara menghadirkan penulis buku, Maimunah, S.Pd, para pakar pendidikan, pegiat inklusi, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan.

Dalam pemaparannya, Maimunah menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari penelitian skripsinya yang mengulas penerapan pendidikan inklusi di sekolah, khususnya terkait masih adanya kesenjangan pemahaman mengenai inklusivitas baik di tingkat sekolah maupun masyarakat.

“Buku ini hadir sebagai tawaran transformatif dalam diskursus Pendidikan Agama Islam (PAI) yang membuka wacana baru tentang pendidikan agama inklusif dan multikultural. Keberagaman adalah kekayaan yang memperkaya pengalaman belajar setiap individu,” jelasnya.

Salah satu pembicara, Muhardi, S.Pd, Guru Agama SMPN 2 Pontianak Selatan, turut menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Menurutnya, guru yang memiliki sensitivitas budaya dan kompetensi inklusi dapat mencegah diskriminasi sejak dini.

“SMPN 2 Pontianak Selatan telah menjalankan sekolah inklusi selama lima tahun. Pada awalnya, banyak keraguan dalam membangun sekolah inklusi. Namun kehadiran seorang narasumber dalam salah satu kegiatan memberikan wawasan bahwa mendidik anak inklusi adalah bagian dari memanusiakan manusia—bahwa yang membedakan manusia hanyalah ketakwaannya. Dari situlah kami berani membangun sekolah inklusi dengan berbagai program yang kami jalankan. Dengan adanya sekolah inklusi, siswa merasa bahagia bersekolah dan terbangun kedekatan yang baik antara guru dan siswa,” ungkapnya.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara menciptakan ruang dialog yang sehat, mencegah konflik sosial, serta memperkuat solidaritas di lingkungan sekolah inklusi.


Acara ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan pendidikan inklusif. Penyelenggara berharap buku ini dapat menjadi rujukan bagi para pendidik dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah.

GEDEBUK! ADA JATAH PREMAN DI LP2M

GEDEBUK! ADA JATAH PREMAN DI LP2M

 

[Pontianak, 11 November 2025] — LP2M IAIN Pontianak menyelenggarakan Kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang berlangsung di Ruang Rumah Jurnal. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Ketua Program Studi dan beberapa Dosen, LP2M juga menghidangkan Kopi Pancong & Roti Kap sebagai kudapan ditengah-tengah diskusi. Kegiatan GEDEBUK ini akan dilaksanakan pada 4 sesi dengan pemateri dan judul buku yang berbeda-beda, pada episode pertama ini, buku yang dibedah berjudul “Politik Jatah Preman” karya Ian Douglas Wilson, yang secara tajam membongkar praktik relasi kuasa, ekonomi, dan kekerasan yang melekat dalam struktur sosial politik Indonesia.

Acara GEDEBUK menghadirkan Bapak Eka Hendry, M. Si selaku narasumber dan dipandu oleh Bapak Andry Fitriyanto. M. Ud selaku moderator yang mengulas secara mendalam isi buku serta konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya.

Dalam paparannya, Bapak Eka Hendry AR, M. Si menyoroti bahwa buku “Politik Jatah Pereman” bukan hanya mengisahkan praktik premanisme, tetapi juga menggambarkan bagaimana kekuasaan informal sering kali terjalin erat dengan sistem politik formal.

“Buku ini membuka mata kita bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk institusional. Ada jaringan sosial, ekonomi, bahkan budaya yang ikut mengatur arus politik dari balik layar,” ujar Bapak Eka Hendry AR, M. Si di sela-sela diskusi.

Acara ditutup dengan pesan dari panitia agar peserta terus terlibat dalam kegiatan literasi dan berpikir kritis terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Gerakan Dedah Buku diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan pembaca dan pemikir dalam ruang dialog terbuka yang produktif.

Dengan semangat “Membaca, Membuka, dan Menggerakkan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga tindakan sosial yang mampu mengubah cara pandang terhadap kekuasaan dan masyarakat.





Workshop Penyempurnaan Pedoman PKM Masuki Hari Kedua, Peserta Intensif Beri Masukan

Workshop Penyempurnaan Pedoman PKM Masuki Hari Kedua, Peserta Intensif Beri Masukan

 

Pontianak, 22 Oktober 2025 – Workshop Pembaharuan Pedoman Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin produktif dan interaktif. Setelah pada hari pertama peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai konsep dan kebijakan PKM, kegiatan pada hari kedua berfokus pada pendalaman materi dan penyusunan pedoman secara lebih komprehensif.

Workshop ini diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas para Ketua Program Studi, tim LP2M, serta Gugus Kendali Mutu (GKM). Melalui forum ini, para peserta terlibat aktif dalam menyampaikan masukan, saran, dan kritik konstruktif terhadap draf pedoman yang tengah disusun.

Dalam sambutan pembuka, panitia menegaskan bahwa pembaruan pedoman PKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan bobot akademik kampus. Selain menyesuaikan arah kebijakan pengabdian dengan kebutuhan masyarakat, pembaruan ini juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam akreditasi dan standar ISO.


Selama berlangsungnya kegiatan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk membahas beragam aspek penting, mulai dari konsep pengabdian kepada masyarakat, prosedur dan manajemen pelaksanaan, hingga sistem pelaporan dan evaluasi program PKM. Melalui proses diskusi mendalam ini, diharapkan pedoman PKM yang baru dapat menjadi acuan yang lebih komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan dinamika sosial serta kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.

Hari kedua workshop ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menyelesaikan draf final pedoman PKM yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata. Workshop akan berlanjut hingga hari ketiga pada Kamis, 23 Oktober 2025, yang dijadwalkan sebagai tahap finalisasi dan penetapan hasil.

Merawat Warisan Religius: Bincang Pontianak Heritage Sesi 5 Angkat Tema Masjid Tua dan Bersejarah

Merawat Warisan Religius: Bincang Pontianak Heritage Sesi 5 Angkat Tema Masjid Tua dan Bersejarah

 

Pontianak, 23 September 2025 – Bincang Pontianak Heritage Sesi 5 berlangsung meriah di Aula Rani Mahmud dengan menghadirkan diskusi seputar masjid-masjid tua dan bersejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Kota Pontianak. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pramuwisata, pelajar, penulis, dosen, hingga komunitas pemerhati sejarah.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak, Dr. Usman, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan yang berhubungan dengan sejarah, khususnya yang berbasis di Kota Pontianak. Sejarah adalah bagian tak terpisahkan dari IAIN Pontianak, dan kegiatan seperti ini tentu membawa dampak positif di berbagai aspek,” ujarnya.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Andry Fitriyanto, M.Ud., yang mengulas Bincang Pontianak Heritage sebagai praktik reproduksi budaya. Ia menekankan bahwa budaya perlu dipandang secara kritis dan analitis, bukan sekadar studi kebudayaan. “Reproduksi budaya dapat dilihat sebagai sebuah gerakan. Dalam hal ini, modal historis bisa dipertemukan dengan beragam kepentingan sehingga memberi manfaat bagi banyak pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Sofian menyoroti kondisi masjid dan surau bersejarah di Pontianak, seperti Masjid Syarif Abdurrahman, Surau Bait Annur, dan Masjid Baitul Makmur. Ia menekankan bahwa tempat ibadah bersejarah tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang Kota Pontianak. “Dalam buku sejarah Pontianak tahun 2000 disebutkan tidak ada masjid di kawasan pemukiman orang Belanda. Artinya, masjid-masjid yang ada justru menjadi bukti penting sejarah perkembangan kota ini,” ungkapnya.

Selain diskusi, kegiatan juga dimeriahkan dengan sejumlah stand, di antaranya LP2M yang menampilkan karya dosen dan mahasiswa IAIN Pontianak, serta dukungan sponsor seperti Coffee Aming dan Young Living Essential Aroma Therapy.

Bincang Pontianak Heritage Sesi 5 diharapkan menjadi wadah konsisten dalam mengangkat sejarah lokal, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat masjid bersejarah sebagai aset budaya, sekaligus mengajak generasi muda untuk menjaga dan melestarikan identitas Kota Pontianak.

Penulis: Yusti Rika

PSGA LP2M & PPSW Borneo selenggarakan Kelas Belajar akselerasi Inklusi Keuangan bagi Perempuan

PSGA LP2M & PPSW Borneo selenggarakan Kelas Belajar akselerasi Inklusi Keuangan bagi Perempuan

 

Pontianak, 16 September 2025 Kegiatan Akselerasi Inklusi Keuangan untuk Perempuan resmi dibuka melalui kegiatan kelas belajar yang berlangsung di Aula Syekh Abdul Rani IAIN Pontianak kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris LP2M IAIN Pontianak, Koordinator Pusat Studi Gander dan Anak (PSGA) LP2M IAIN Pontianak, Pengurus Pusat Pengambangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo serta puluhan peserta perempuan dari berbagai kalangan yang antusias mengikuti kegiatan.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan, agar mereka mampu mengelola keuangan secara mandiri, produktif, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.


Dalam sambutannya, Ibu Eva Monika Bata, S. Pd selaku Direktur PPSW Borneo  menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan sosial ekonomi, politik, pendidikan, hukum, lingkungan hidup, IT dan media. Insya allah harapannya sampai 3 tahun kedepan akan ada 80 ribu perempuan yang mendapat dampak integrasi keuangan, “ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Andry Fitriyanto, M. Ud selaku sekretaris LP2M IAIN Pontianak menyapaikan bahwa tugas kawan-kwan berkumpul sekarang dalam kegiata ini untuk memvalidasi bahwa wanita bukanlah kelas 2, wanita tidak lemah secara fisik dan rasio yang setara dengan laki-laki, kita perkuat eksistensi kita dan bukan valiadasi yang kita butuhkan di masyarakat. 

Kegiatan kelas belajar akselerasi inklusi Keuangan bagi Perempuan akan berlangsung selama 1 hari pertemuan dengan dimulai kegiatan Pre tast, Materi, dan Post Test yang dipandu oleh moderator kegiatan tersebut.


Diharapkan melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta perempuan-perempuan tangguh yang berdaya saing serta mampu menjadi motor penggerak inklusi keuangan di masyarakat dan perempuan dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial, mengembangkan usaha, dan memberikan dampak positif bagi lingkungannya serta peningkatan literasi keuangan yang merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis: Yusti Rizqiya

Mahasiswa KKL Desa Sungai Kakap Mengisi Khutbah Jumat di Masjid Nurul Iman

Mahasiswa KKL Desa Sungai Kakap Mengisi Khutbah Jumat di Masjid Nurul Iman


 Desa Sungai Kakap, 1 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)  — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Sungai Kakap berkesempatan mengisi khutbah Jumat di Masjid Nurul Iman, Dusun Merpati. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam bidang keagamaan sekaligus ajang mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Khutbah disampaikan oleh salah satu mahasiswa KKL dengan tema Kesabaran sebagai Kekuatan dalam Menghadapi Ujian Hidup. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersabar dalam menghadapi berbagai ujian, baik dalam bentuk kesulitan maupun cobaan hidup, karena kesabaran adalah salah satu sifat yang sangat dicintai Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa sabar tidak hanya berarti menahan diri dari amarah, tetapi juga tetap istiqamah dalam kebaikan dan tawakal kepada Allah. Penyampaian khutbah dilakukan dengan bahasa yang jelas dan menyentuh hati, sehingga jamaah mendengarkan dengan penuh perhatian.

Setelah khutbah dan pelaksanaan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang santai antara mahasiswa KKL dan warga setempat. Dalam kesempatan itu, Ketua RT mengajak mahasiswa KKL untuk ikut turun dalam kegiatan gotong royong yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus mendatang. Momen kebersamaan ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa KKL dan masyarakat Dusun Merpati.

Penulis : Reza Anugraha Ansyari

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak