LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Sosialisasi Anti Bullying di MTs Miftahul Ulum

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Sosialisasi Anti Bullying di MTs Miftahul Ulum

 


Punggur Besar, 7 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di MTs Miftahul Ulum, Desa Punggur Besar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya mencegah dan menangani perundungan di lingkungan sekolah.

Acara diawali sambutan dari pihak sekolah yang menyambut positif kehadiran mahasiswa dalam memberikan edukasi karakter, toleransi, dan empati. Tim mahasiswa KKL menjelaskan definisi bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan siber), serta dampak psikologis dan akademis bagi korban.

Siswa diajak berperan aktif, tidak hanya menghindari bullying, tetapi juga menjadi agen perubahan untuk melindungi teman. Sesi interaktif meliputi diskusi, tanya jawab, dan simulasi kasus bullying untuk memberikan gambaran nyata cara menangani situasi tersebut.

Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi agar siswa selalu menghargai perbedaan, menjaga etika pergaulan, dan berani melaporkan tindakan bullying. Sosialisasi ini diharapkan membentuk budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan penuh kepedulian.

Penulis : Raden Muhammad Afiq Dzikrillah,Nurhalida ,Rizki Romadoni & Puan Aisyah Maharani.

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Sekolah Al-Falah

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Sekolah Al-Falah

 


Padi Jaya, 7 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Padi Jaya, Dusun Karya Bersama, mengadakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah kepada para siswa SD dan SMP di Sekolah Al-Falah, Kamis (07/08/2025) pukul 14.00–15.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan cara memilah sampah organik dan anorganik dengan benar. Dalam sosialisasi ini, para mahasiswa menggunakan media gambar, poster, dan permainan edukatif agar materi lebih mudah dipahami dan menarik minat siswa.

Koordinator kegiatan, Efrijal, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKL dalam bidang lingkungan dan pendidikan.

“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan memahami jenis-jenis sampah dan bagaimana mengelolanya dengan bijak,” jelas Lya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif menjawab pertanyaan, ikut serta dalam diskusi ringan, serta bersemangat saat mengikuti permainan yang disiapkan oleh mahasiswa.

Kepala Sekolah Al-Falah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKL IAIN Pontianak.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, bahkan setelah masa KKL selesai,” ujarnya.

Sosialisasi ditutup dengan pembagian hadiah kecil kepada siswa yang aktif serta ajakan untuk bersama-sama menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar.

Penulis : SULISTRIANINGSIH
Peringati Bulan Safar, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Selamatan Bubur Safar Bersama Warga Di Desa Padi Jaya

Peringati Bulan Safar, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikut Selamatan Bubur Safar Bersama Warga Di Desa Padi Jaya


 Padi Jaya, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Dalam rangka memperingati masuknya bulan Safar dalam penanggalan Hijriah, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang bertugas di Desa Padi Jaya, Dusun Karya Bersama, turut serta dalam kegiatan tradisi "Selamatan Bubur Safar" pada Senin, 4 Agustus 2025.

Tradisi ini merupakan warisan budaya yang berasal dari masyarakat Madura dan masih dijaga dengan baik oleh warga Desa Padi Jaya. Mahasiswa IAIN Pontianak tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut membantu mempersiapkan segala keperluan acara selamatan.

Kegiatan selamatan dilaksanakan dua kali. Pertama, di Masjid Dusun Karya Bersama bersama warga sekitar, dan yang kedua di musholla posko KKL, yang diikuti oleh para mahasiswa serta beberapa tokoh masyarakat dan anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, warga dan mahasiswa bersama-sama membaca doa, tahlil, dan dzikir, yang kemudian dilanjutkan dengan menyantap bubur safar secara bersama-sama sebagai bentuk syukur dan harapan agar dijauhkan dari bala (musibah) selama bulan Safar.

Koordinator KKL, Suhud Abdillah, mengatakan bahwa mengikuti tradisi ini merupakan pengalaman yang berharga dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

“Ini adalah tradisi yang sarat makna. Kami merasa senang bisa ikut serta, belajar nilai-nilai kearifan lokal, dan sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang juga keturunan Madura, Slamet, mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa.

“Anak-anak KKL ini cepat menyatu dengan warga. Mereka membantu dari awal sampai akhir. Ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga menghargai budaya lokal,” tuturnya.

Kegiatan selamatan Bubur Safar ini menjadi bukti sinergi yang harmonis antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak dengan masyarakat Desa Padi Jaya, serta menjadi bagian dari pelestarian tradisi Islam Nusantara yang penuh nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Penulis : SULISTRIANINGSIH

Mahasiswa KKL Padi Jaya Tanam Jahe Bersama Warga

Mahasiswa KKL Padi Jaya Tanam Jahe Bersama Warga


 Padi Jaya, 6 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Padi Jaya, Kecamatan Kuala Mandor B, melaksanakan kegiatan berkebun bersama warga. Pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, mereka melakukan penanaman jahe di halaman rumah Muhlisin, selaku Kepala Yayasan Al-Falah.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB dengan penuh semangat. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari menggemburkan tanah, membuat lubang tanam, hingga menanam bibit jahe secara bergiliran. Selain sebagai kegiatan produktif, momen ini juga menjadi sarana belajar dan menjalin kebersamaan antara mahasiswa dan warga setempat.

Koordinator kegiatan,Suhud Abdillah , menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program KKL dalam bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian rumah tangga.

“Penanaman jahe ini tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tapi juga bentuk pembelajaran bagi kami dalam mengenal lebih dekat budaya bertani di desa. Selain itu, kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Muhlisin mengaku sangat senang dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berkebun di halaman rumahnya.

“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak KKL. Mereka tidak hanya aktif di kegiatan pendidikan, tapi juga ikut mendorong warga agar produktif, salah satunya dengan berkebun. Tanaman jahe ini mudah dirawat dan bermanfaat untuk kesehatan,” tutur beliau.

Kegiatan berkebun ini rencananya akan terus dikembangkan selama masa KKL sebagai bagian dari edukasi pertanian sederhana bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda.

Penulis : SULISTRIANINGSIH

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Kepala Yayasan Al-Falah Perbaiki Gapura Sekolah Di Desa Padi Jaya

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Kepala Yayasan Al-Falah Perbaiki Gapura Sekolah Di Desa Padi Jaya

 


Padi Jaya, 3 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang bertugas di Desa Padi Jaya kembali melaksanakan kegiatan nyata dalam pengabdian masyarakat. Pada Sabtu, 3 Agustus 2025, mereka turut serta dalam kegiatan perbaikan gapura Sekolah Al-Falah bersama Muhlisin, selaku Kepala Yayasan Al-Falah.

Gapura yang terletak di bagian depan sekolah tersebut sebelumnya mengalami kerusakan ringan dan mulai tampak usang. Untuk memperindah tampilan dan menyambut momen Hari Kemerdekaan RI ke-80, dilakukan perbaikan dengan pengecatan ulang, perbaikan struktur kayu dan semen, serta pembersihan area sekitar gapura.

Muhlisin memimpin langsung kegiatan perbaikan tersebut, dengan didampingi oleh para mahasiswa KKL IAIN Pontianak yang turut membantu dari awal hingga akhir proses pengerjaan.

“Gapura ini adalah wajah sekolah. Kami senang sekali mahasiswa KKL ikut terlibat dalam memperbaikinya. Semangat mereka luar biasa, ini bentuk kepedulian nyata terhadap lembaga pendidikan di desa,” ujar Muhlisin.

Mahasiswa juga menunjukkan semangat gotong royong dalam kegiatan ini. Mereka bekerja membaur tanpa canggung, mulai dari mencampur cat, membersihkan dinding, hingga mengecat bagian atas gapura.

Salah satu mahasiswa, Faizul, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi sederhana namun bermakna bagi masyarakat.

“Kami ingin meninggalkan kesan yang baik dan bermanfaat selama berada di Desa Padi Jaya. Salah satunya dengan ikut serta memperbaiki fasilitas yang ada, seperti gapura sekolah ini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, sekaligus memperindah lingkungan sekolah Al-Falah yang menjadi lokasi posko utama mahasiswa KKL 2025.

Penulis : SULISTRIANINGSIH



ambut Hari Kemerdekaan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Pasang Umbul-Umbul Di Desa Padi Jaya

ambut Hari Kemerdekaan, Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Pasang Umbul-Umbul Di Desa Padi Jaya


 Padi Jaya, 3 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang bertugas di Desa Padi Jaya melaksanakan kegiatan pemasangan umbul-umbul pada Sabtu, 3 Agustus 2025.

Kegiatan ini dilakukan bersama Kepala Yayasan Al-Falah dan warga sekitar, sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan peringatan HUT RI. Pemasangan umbul-umbul dilakukan di lingkungan sekolah dan sekitar area posko KKL yang berada di Dusun Karya Bersama.

Sejak pagi hari, mahasiswa bersama Kepala Yayasan, Muhlisin, mulai memasang umbul-umbul berwarna merah putih di sepanjang jalan menuju sekolah. Suasana tampak semarak, penuh semangat nasionalisme dan gotong royong.

Koordinator kegiatan, Suhud Abdillah, mengatakan bahwa pemasangan umbul-umbul ini adalah bagian awal dari serangkaian persiapan menyambut 17 Agustus.

“Kami ingin menumbuhkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Dengan umbul-umbul ini, suasana jadi lebih meriah dan semangat perayaan bisa dirasakan sejak awal bulan,” ujar Yesa.

Kepala Yayasan Al-Falah, Muhlisin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKL yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan desa, termasuk dalam mempersiapkan acara peringatan kemerdekaan.

“Semangat mahasiswa sangat luar biasa. Mereka bukan hanya belajar, tapi benar-benar mengabdi dan membawa semangat kebersamaan,” katanya.

Pemasangan umbul-umbul ini juga menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat desa, sekaligus mempererat hubungan yang harmonis selama masa pelaksanaan KKL.

Penulis : SULISTRIANINGSIH

Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 19 Sungai Ambawang: Ingatkan Siswa bahwa Bullying Bukan Sekedar Bercanda

Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 19 Sungai Ambawang: Ingatkan Siswa bahwa Bullying Bukan Sekedar Bercanda

 


Mega Timur, 7 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Tim mahasiswa pengabdian masyarakat kembali mengadakan sosialisasi Anti-Bullying, kali ini di SD Negeri 19 Sungai Ambawang. Kegiatan berlangsung pukul 10.00–11.00 WIB dan diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 dengan antusiasme tinggi.

Sosialisasi bertujuan mengingatkan bahwa bullying bukan hal sepele. Tim menjelaskan bahwa bullying tidak hanya kekerasan fisik, tetapi juga bisa berupa ejekan, pengucilan, atau perilaku yang membuat korban merasa sakit hati, malu, atau tertekan. Kegiatan dilakukan secara interaktif, melibatkan diskusi dan tanya jawab sehingga siswa lebih memahami dampak buruk bullying di sekolah.

Kepala sekolah SD Negeri 19, menyambut baik kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini penting agar anak-anak memahami bahwa bullying bisa meninggalkan luka yang dalam. Terima kasih kepada tim yang telah membagikan ilmu ini,” ujarnya.

Di akhir sesi, siswa membuat komitmen bersama untuk tidak melakukan bullying dan saling menjaga satu sama lain. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh sikap saling menghargai.

Penulis : Dwi Nurul Fadillah

Sosialisasi Anti-Bullying di SMP Negeri 11 Mega Timur, Langkah Nyata Ciptakan Sekolah Aman

Sosialisasi Anti-Bullying di SMP Negeri 11 Mega Timur, Langkah Nyata Ciptakan Sekolah Aman


 Mega Timur, 6 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Tim mahasiswa yang tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat mengadakan sosialisasi kedelapan di SMP Negeri 11 Mega Timur dengan tema “Anti-Bullying”. Kegiatan ini diikuti siswa-siswi kelas 1 hingga 3 SMP dan bertujuan menanamkan pemahaman tentang bahaya bullying dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying.

Materi sosialisasi menekankan dampak psikologis bagi korban dan pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Menariknya, kegiatan ini bertepatan dengan Deklarasi Anti-Bullying yang diadakan oleh pihak sekolah. Seluruh guru, siswa, dan mahasiswa menandatangani banner deklarasi sebagai simbol komitmen menolak segala bentuk perundungan.

Kepala sekolah SMP Negeri 11 Mega Timur menyambut baik kegiatan ini. “Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mengubah cara pandang siswa dalam memperlakukan sesama teman dengan lebih empati,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan nilai kepedulian, saling menghargai, dan keberanian untuk bersuara di lingkungan sekolah, menjadi langkah nyata menuju sekolah yang lebih sehat secara emosional dan sosial.

Penulis : Dwi Nurul Fadillah

Bakti Ilmu Lewat Les Privat, Mahasiswa KKL Hadirkan Semangat Belajar di Malam Hari

Bakti Ilmu Lewat Les Privat, Mahasiswa KKL Hadirkan Semangat Belajar di Malam Hari

 


Jeruju Besar, 5 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana rumah Juliansyah di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, setiap malam Selasa, Rabu, dan Kamis terasa hangat. Anak-anak SD hingga SMP berkumpul untuk mengikuti kegiatan les privat rutin yang digelar mahasiswa KKL Kelompok 42 IAIN Pontianak.

Kegiatan berlangsung pukul 18.30 hingga 20.00 WIB dan terbuka untuk anak-anak sekitar. Pengajaran dilakukan bergilir oleh mahasiswa, sehingga setiap malam ada variasi materi dan metode, menjaga antusiasme peserta. Pada Selasa malam, 5 Agustus 2025, pengajar membimbing anak-anak menyelesaikan tugas sekolah sekaligus memperkuat pemahaman dasar mata pelajaran.

Kholilurrahman, anggota KKL dan pengajar, mengatakan, “Melalui les ini kami ingin berkontribusi langsung untuk pendidikan anak-anak di desa. Kami senang karena mereka antusias, bahkan datang lebih awal sebelum jadwal dimulai.”

Juliansyah, tuan rumah, menyambut baik inisiatif tersebut. “Saya bersyukur rumah ini bisa jadi tempat anak-anak belajar. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Zafran, salah satu peserta les jenjang SMP, menambahkan, “Seru belajar sama kakak-kakak. Soal-soal yang susah jadi lebih mudah.” Kegiatan les privat ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat, perhatian, dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Penulis : Ahmad Fauzi

Tebar Ilmu di Pagi Hari: Mahasiswi KKL Bantu Mengajar di SDN 37 Jeruju Besar

Tebar Ilmu di Pagi Hari: Mahasiswi KKL Bantu Mengajar di SDN 37 Jeruju Besar

 


Jeruju Besar, 5 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana kelas V di SDN 37 Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, tampak hidup dan penuh semangat pada Selasa pagi. Dua mahasiswi KKL dari kelompok 42, Devi Sari Wahyuni dan Sri Astuti, hadir sebagai pengganti guru yang berhalangan. Keduanya bahu-membahu mengambil alih pembelajaran, berperan sebagai pengajar sekaligus motivator.

Kegiatan mengajar berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.10 WIB. Devi membawakan materi Matematika tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK), sementara Sri Astuti membantu siswa memahami penjelasan secara lebih mendalam. Keduanya juga memeriksa tugas-tugas sebelumnya serta mengevaluasi pencapaian belajar siswa untuk mendukung proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Pihak sekolah menyambut positif kehadiran mahasiswa. Ibu Masita, Waka Kurikulum SDN 37, mengatakan, “Kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama saat guru tidak bisa masuk. Anak-anak jadi tetap belajar dengan semangat.” Kepala Sekolah, Bapak Tri Wuriyani, S.Pd.I, menambahkan bahwa kontribusi mahasiswa tepat sasaran dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di desa.

Siswa pun merasa senang. Syifa, salah satu siswi kelas V, mengungkapkan, “Tadi diajarin FPB sama KPK, sekarang udah ngerti. Kak Devi sama Kak Sri baik banget ngajarnya.” Momen ini menjadi potret nyata pengabdian mahasiswa melalui KKL, yang tidak sekadar turun ke masyarakat, tetapi benar-benar hadir dan berdampak langsung di ruang-ruang belajar.

Penulis : Ahmad Fauzi

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak