LP2M IAIN PONTIANAK
Semarak Turnamen Bola Diramaikan Keanekaragaman UMKM Warga Sungai Enau A

Semarak Turnamen Bola Diramaikan Keanekaragaman UMKM Warga Sungai Enau A


 Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Turnamen bola yang digelar di lapangan Desa Sungai Enau A tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi warga, tetapi juga menghidupkan semangat ekonomi kerakyatan melalui partisipasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Di sekitar lapangan, tampak deretan lapak UMKM yang memamerkan berbagai produk unggulan. Warga setempat dengan antusias menjajakan aneka makanan tradisional, minuman segar, jajanan anak-anak, hingga produk kreatif seperti pakaian, aksesoris, dan mainan. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari gorengan, es buah, es tebu, pentol, hingga minuman kekinian buatan rumahan.

Kehadiran UMKM ini tidak hanya memeriahkan suasana turnamen, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perekonomian desa. Para penonton yang datang untuk menyaksikan pertandingan turut memberikan dukungan dengan membeli dagangan warga, membuktikan bahwa kegiatan olahraga juga dapat menjadi peluang usaha nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 IAIN Pontianak yang hadir di lokasi mengapresiasi antusiasme warga dalam mengembangkan potensi lokal. Keberagaman produk yang dihadirkan menjadi cerminan semangat kewirausahaan masyarakat Sungai Enau A yang patut terus didukung dan dikembangkan.

Penulis : Salsabila Aulia Safitri

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Berbagi Ilmu di SMK Bustanul Ulum: Wujud Nyata Pengabdian di Dunia Pendidikan

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Berbagi Ilmu di SMK Bustanul Ulum: Wujud Nyata Pengabdian di Dunia Pendidikan


 Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Mahasiswa IAIN Pontianak yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian di bidang pendidikan. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengajar di SMK Bustanul Ulum, Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya.

Di sekolah ini, para mahasiswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar di berbagai kelas, menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan kurikulum yang berlaku. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, mereka menghadirkan metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.

Kegiatan mengajar ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan memotivasi siswa. Mahasiswa KKL menerapkan metode interaktif, seperti diskusi kelompok, simulasi, dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh para guru dan siswa. Para guru mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran, sementara siswa merasa lebih bersemangat karena dapat belajar dari kakak-kakak mahasiswa yang dekat secara usia dan memiliki gaya komunikasi yang santai namun efektif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan mengajar dan komunikasi, tetapi juga memahami langsung dinamika pendidikan di lapangan. Interaksi positif yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa, guru, dan para mahasiswa itu sendiri.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Membangun Keakraban, Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Jalin Kedekatan dengan Siswa MI Bustanul Ulum

Membangun Keakraban, Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Jalin Kedekatan dengan Siswa MI Bustanul Ulum


 Desa Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak di MI Bustanul Ulum tidak hanya sekadar menjalankan program mengajar, tetapi juga menciptakan hubungan yang hangat dan penuh keakraban dengan para siswa. Momen kebersamaan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan dan efektif.

Dengan pendekatan ramah dan penuh perhatian, mahasiswa KKL Sungai Enau 2 berusaha mengenal karakter, kebiasaan, dan minat siswa. Mereka hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teman belajar yang mampu membangun suasana kelas yang akrab, nyaman, dan menyenangkan.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk membangun kedekatan, mulai dari bermain sambil belajar, mengadakan ice breaking sebelum pelajaran dimulai, hingga berbincang santai saat jam istirahat. Pendekatan ini membuat para siswa lebih terbuka, berani bertanya, dan aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.

“Anak-anak di MI Bustanul Ulum sangat ramah dan mudah bergaul. Kami merasa diterima dengan baik dan justru banyak belajar dari kedekatan yang terbangun,” ujar Riandika, Ketua Kelompok KKL Sungai Enau 2.

Kehangatan yang terjalin ini diharapkan menjadi jembatan untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih humanis dan bermakna. Mahasiswa KKL pun menyadari bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga membangun relasi positif antara pendidik dan peserta didik.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Dampingi Anak-anak Tadarus dan Belajar Tajwid

Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Dampingi Anak-anak Tadarus dan Belajar Tajwid


 Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Setiap malam selepas salat Magrib, suasana di sekitar posko Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok Sungai Enau 2 IAIN Pontianak terasa lebih syahdu. Mahasiswa KKL secara rutin mengadakan kegiatan mengaji bersama anak-anak desa sebagai bagian dari program kerja di bidang keagamaan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup tadarus surah-surah pendek serta pengenalan dasar ilmu tajwid. Anak-anak mengikuti dengan penuh antusias, bersemangat untuk membaca dan memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bacaan yang baik dan benar.

Para mahasiswa membimbing secara sabar, memperbaiki bacaan anak-anak, serta menjelaskan hukum-hukum tajwid dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. “Setiap malam kami mencoba membangun suasana belajar yang hangat namun tetap khusyuk. Kami berharap mereka tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memahami adab dalam membaca Al-Qur’an,” ujar Kasyah, salah satu mahasiswa pengajar.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus memperkuat pendidikan agama di Desa Sungai Enau A. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKL dan masyarakat setempat.

Dengan keberlanjutan program ini, mahasiswa berharap dapat memberikan bekal spiritual yang berharga bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Galakkan Aksi Bersih Lingkungan: Gotong Royong Angkut Sampah di Sekitar Jembatan

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Galakkan Aksi Bersih Lingkungan: Gotong Royong Angkut Sampah di Sekitar Jembatan


 Sungai Enau A, 30 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok Sungai Enau 2 IAIN Pontianak melaksanakan aksi gotong royong membersihkan area sekitar jembatan di arah barat Masjid Sungai Enau A, sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini menjadi inisiatif mahasiswa untuk mengubah kondisi sekitar jembatan yang sebelumnya kumuh akibat tumpukan sampah, menjadi lebih bersih dan tertata. Mereka bersama-sama mengangkat, mengumpulkan, dan membuang sampah ke tempat yang semestinya.

Ketua Kelompok KKL Sungai Enau 2 menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman dipandang, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama di ruang publik.

Selama aksi berlangsung, suasana gotong royong terasa hangat dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial. Warga yang menyaksikan turut memberikan apresiasi, menilai langkah mahasiswa sebagai contoh positif bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi teladan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Diharapkan aksi serupa dapat terus dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Semangat Tak Terpadamkan, Siswa di Sekolah Sungai Enau A Tetap Giat Belajar Meski Minim Fasilitas

Semangat Tak Terpadamkan, Siswa di Sekolah Sungai Enau A Tetap Giat Belajar Meski Minim Fasilitas


 Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya media pembelajaran, semangat siswa-siswi di Desa Sungai Enau A tetap berkobar dalam menuntut ilmu. Hal ini dirasakan langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 dari IAIN Pontianak yang tengah menjalankan program pengabdian di sekolah-sekolah setempat, salah satunya MTs Bustanul Ulum.

Lita, salah satu mahasiswa KKL yang mengajar di MTs Bustanul Ulum, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme para siswa. “Meskipun mereka tidak memiliki buku pelajaran dan hanya mengandalkan catatan dari guru, semangat mereka dalam belajar tidak pernah surut,” ujarnya.

Kondisi sekolah yang sederhana, dengan keterbatasan buku dan sarana penunjang belajar lainnya, tidak menyurutkan semangat para siswa. Setiap hari, mereka hadir ke sekolah dengan wajah penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Situasi ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak selalu bergantung pada kelengkapan fasilitas. Dengan bimbingan yang tepat dan motivasi yang terus ditanamkan, para siswa tetap mampu berkembang. Mahasiswa KKL pun menyesuaikan metode pembelajaran agar efektif dan menyenangkan meskipun dengan sarana terbatas.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga, baik bagi mahasiswa maupun pihak sekolah, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih ilmu. Justru, tekad dan semangat yang kuat menjadi fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Inovasi Pembelajaran Mahasiswa KKL Sungai Enau 2: Ice Breaking Jadi Daya Tarik di Kelas

Inovasi Pembelajaran Mahasiswa KKL Sungai Enau 2: Ice Breaking Jadi Daya Tarik di Kelas


 Sungai Enau, 30 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok Sungai Enau 2 IAIN Pontianak terus menunjukkan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan di Desa Sungai Enau A. Salah satu program unggulan mereka adalah kegiatan mengajar di berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Bustanul Ulum, mulai dari PAUD, MI, MTs, hingga SMK Bustanul Ulum.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyampaian materi, melainkan juga disertai inovasi metode pembelajaran. Sebagian besar mahasiswa menerapkan ice breaking di awal pembelajaran, dengan tujuan mencairkan suasana, menarik perhatian siswa, serta meningkatkan semangat dan konsentrasi mereka.

Selama ini, proses belajar di sekolah cenderung berjalan satu arah, di mana guru menjelaskan dan siswa mendengarkan. Kondisi tersebut kerap membuat siswa pasif. Namun, kehadiran mahasiswa KKL dengan metode interaktif berhasil mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup. Siswa terlihat antusias, ceria, dan aktif bertanya maupun menjawab.

Respon positif datang dari para guru dan kepala sekolah. Mereka mengapresiasi semangat baru yang dibawa mahasiswa KKL dan berharap metode kreatif ini bisa menjadi inspirasi bagi pendidik di sekolah tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan semangat belajar yang menyenangkan. Diharapkan, kehadiran mereka dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Desa Sungai Enau A.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Mewarnai Dunia Anak: Dedikasi KKL Kuala Dua 1 di PAUD Taman Pena

Mewarnai Dunia Anak: Dedikasi KKL Kuala Dua 1 di PAUD Taman Pena


Kuala Dua, 30 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 – Keceriaan dan tawa riang anak-anak menghiasi setiap sudut ruang kelas PAUD Taman Pena, Desa Kuala Dua, saat sekelompok mahasiswa dari Kelompok KKL Kuala Dua 1 hadir membawa misi mulia: menanamkan nilai-nilai pendidikan sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan penuh kasih.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga wujud kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan anak usia dini. Metode belajar sambil bermain, dongeng interaktif, hingga aktivitas motorik dan seni menjadi warna baru yang menambah semangat belajar anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKL seolah menjadi inspirasi bagi tumbuh kembang generasi masa depan.

Aminah, salah satu anggota kelompok, mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat langsung dalam pendidikan anak usia dini. “Mengajar di PAUD Taman Pena memberi pengalaman luar biasa bagi kami. Kami belajar memahami cara mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran, kreativitas, dan cinta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Surya, anggota lainnya, yang menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. “Kami tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti sopan santun, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan bermain,” tuturnya.

Atika, mahasiswi yang mengisi kegiatan seni, menambahkan bahwa antusiasme anak-anak saat mewarnai dan bernyanyi menjadi pelajaran berharga. “Kami belajar bahwa pendidikan anak tak lepas dari sentuhan emosional dan ekspresi,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL), sekaligus sarana pembelajaran nyata bagi para mahasiswa untuk memahami dinamika pendidikan dasar, khususnya usia dini.

Pengabdian di PAUD Taman Pena membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui pendekatan penuh kasih dan edukatif, Kelompok KKL Kuala Dua 1 berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan mereka sebagai calon pendidik.

Diharapkan, sinergi semacam ini dapat terus berlanjut, menjadi inspirasi generasi muda lainnya untuk berkontribusi membangun fondasi pendidikan sejak dini—karena dari tangan-tangan kecil inilah masa depan bangsa dirajut.

Penulis : Arrohman

Pesona Pagi Desa Sungai Enau A, Suguhkan Keindahan Alam yang Memikat Mahasiswa KKL IAIN Pontianak

Pesona Pagi Desa Sungai Enau A, Suguhkan Keindahan Alam yang Memikat Mahasiswa KKL IAIN Pontianak


 Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
- Desa Sungai Enau A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, menjadi saksi keindahan alam yang memukau hati para mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak. Pagi hari di desa ini menghadirkan panorama sunrise yang menawan, di mana cahaya keemasan menyelinap di antara pepohonan dan memantul di atas embun pagi yang masih membasahi rerumputan.

Suasana damai dan udara sejuk khas pedesaan kian menyempurnakan momen tersebut. Hembusan angin membawa aroma tanah basah dan suara kicau burung, menghadirkan ketenangan yang jarang ditemui di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Lingkungan yang asri, dikelilingi pepohonan hijau, memberikan energi positif bagi para mahasiswa untuk memulai aktivitas KKL. Momen sunrise ini bukan sekadar pemandangan indah, tetapi juga menjadi refleksi berharga tentang kehidupan sederhana dan harmoni antara manusia dan alam.

Bagi mahasiswa, pengalaman pagi di Desa Sungai Enau A akan menjadi kenangan yang membekas—sebuah pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghargai kesederhanaan hidup.

Penulis : Nurlita Sari

Ragam Aktivitas Masyarakat Desa Sungai Enau A: Dari Kebun Sawit hingga Berdagang

Ragam Aktivitas Masyarakat Desa Sungai Enau A: Dari Kebun Sawit hingga Berdagang


Sungai Enau A, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Desa Sungai Enau A, yang berada di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, dikenal sebagai desa yang masyarakatnya aktif dan produktif, dengan kehidupan sehari-hari yang berakar pada potensi lokal dan kearifan budaya.

Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kelapa sawit, yang menjadi sumber mata pencaharian utama. Setiap pagi, para kepala keluarga dan pekerja kebun berangkat untuk memanen tandan buah segar (TBS), membersihkan lahan, atau merawat tanaman. Hasil kebun ini menjadi penggerak utama perekonomian keluarga dan desa.

Selain sawit, sebagian warga juga mengembangkan usaha perdagangan, seperti berjualan di warung, pasar keliling, atau membuka usaha kecil yang menyediakan makanan, sembako, hingga pakaian. Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai kontribusi tambahan bagi pendapatan keluarga.

Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam pisang, sayuran, singkong, hingga tanaman obat keluarga (TOGA). Hasilnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi sendiri atau dijual dalam skala kecil di sekitar lingkungan.

Kehidupan masyarakat Desa Sungai Enau A mencerminkan semangat kerja keras, kemandirian, dan keberagaman profesi yang saling melengkapi. Desa ini menjadi contoh bahwa dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, masyarakat pedesaan dapat hidup mandiri, produktif, dan sejahtera.

Penulis : Nurlita Sari

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak