LP2M IAIN PONTIANAK
Kolaborasi Harmonis: Perwakilan Mahasiswa  KKL Hibur Pernikahan Tokoh Desa Merarai Satu

Kolaborasi Harmonis: Perwakilan Mahasiswa KKL Hibur Pernikahan Tokoh Desa Merarai Satu

 


Sintang (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, Aska dan Sintha, dua mahasiswa dari kelompok 49 KKL IAIN Pontianak, diberi kehormatan untuk tampil di acara pernikahan seorang tokoh masyarakat Desa Merarai Satu. Dengan memainkan rebana dan melantunkan sholawat, mereka berhasil menciptakan suasana yang penuh khidmat di tengah prosesi pernikahan tersebut.

Kesempatan ini bukan hanya sebuah penampilan biasa, tetapi juga menjadi momen berharga bagi Aska dan Sintha yang telah aktif dalam kegiatan keagamaan selama program KKL berlangsung. Keduanya dikenal karena keahlian mereka dalam seni rebana dan sholawat, dan undangan untuk tampil di acara pernikahan ini merupakan bentuk apresiasi dari masyarakat setempat atas dedikasi mereka.

Acara pernikahan tersebut dihadiri oleh banyak warga desa yang menyaksikan penampilan Aska dan Sintha dengan penuh antusias. Sintha, dengan suaranya yang merdu, melantunkan sholawat yang menggema di seluruh ruangan, sementara Aska dengan mahir mengiringinya dengan rebana, menciptakan harmoni yang memikat hati. Penampilan mereka tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga memperkuat ikatan antara mahasiswa KKL dan masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat yang mengundang mereka turut mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran dan kontribusi mereka. “Kehadiran Aska dan Sintha tidak hanya memperindah acara pernikahan ini, tetapi juga menunjukkan betapa mahasiswa KKL benar-benar telah menyatu dengan kami, masyarakat Desa Merarai Satu,” ungkapnya.

Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang tak terlupakan dalam perjalanan KKL Aska dan Sintha. Mereka merasa bersyukur dapat berkontribusi dan berbagi keahlian dengan masyarakat desa. Keduanya berharap, melalui seni rebana dan sholawat, mereka dapat memberikan berkah bagi pasangan yang menikah serta seluruh masyarakat yang hadir. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari kebahagiaan mereka,” kata Sintha.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Ciptakan Solusi di Tengah Tantangan Tebing Tanah Menuju Posko

Mahasiswa KKL Ciptakan Solusi di Tengah Tantangan Tebing Tanah Menuju Posko


 Sintang (lp2m.iainptk.ac.id) - Perjalanan menuju posko laki-laki di Dusun Merarai Satu penuh dengan tantangan, terutama karena medan yang cukup berat. Salah satu rintangan utama adalah sebuah tebing tanah curam yang harus dilewati oleh anggota KKL setiap hari. Tebing ini telah menyebabkan dua anggota KKL tergelincir dan jatuh, meskipun untungnya hanya mengalami cedera ringan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh anggota KKL, terutama dalam menjaga keselamatan selama menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Menghadapi tantangan ini, anggota KKL laki-laki tidak tinggal diam. Mereka segera berkumpul dan berdiskusi untuk mencari solusi. Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, diputuskan untuk membuat pijakan tangga di tebing tanah tersebut. Proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong, melibatkan beberapa anggota yang secara bersama-sama menggali tanah, menata batu, dan membangun pijakan yang kokoh. 

"Kami sadar bahwa keselamatan adalah hal utama, jadi kami harus segera bertindak," ujar Faridh, salah satu anggota KKL yang ikut dalam pembuatan pijakan tersebut. "Dengan adanya tangga ini, perjalanan menuju posko menjadi lebih aman," tambahnya.

Ridwan, salah satu warga setempat, turut mengapresiasi inisiatif para mahasiswa. "Saya senang melihat semangat gotong royong dan kepedulian mereka terhadap keselamatan. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli dengan kondisi di lapangan," ungkapnya.

Pembuatan tangga sederhana ini tidak hanya menjadi solusi praktis tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama tim. "Kami belajar bahwa di setiap tantangan, selalu ada solusi yang bisa ditemukan melalui kekompakan dan inisiatif bersama," kata Angga.

Kini, dengan adanya pijakan tangga ini, perjalanan menuju posko menjadi lebih stabil dan risiko tergelincir berkurang secara signifikan. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota KKL bahwa tantangan di lapangan dapat diatasi dengan kerja sama dan inisiatif. Mereka bangga bisa memberikan kontribusi positif, meskipun sederhana, untuk kenyamanan dan keselamatan selama berada di Dusun Merarai Satu.

Penulis : Siti Farida


Keramahan Warga RT 12 terhadap Mahasiswa KKL: Hadiah Panen yang Berharga

Keramahan Warga RT 12 terhadap Mahasiswa KKL: Hadiah Panen yang Berharga

 


Sintang (lp2m.iainptk.ac.id) - Sejak awal kedatangan kami di RT 12, Dusun Merarai Satu, kehangatan dan keramahan warga setempat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kami. Salah satu bentuk keramahan yang sangat terasa adalah ketika warga dengan sukarela membagikan hasil panen mereka kepada kami, mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak kelompok 49.

Dalam beberapa minggu terakhir, hampir setiap hari ada saja warga yang datang ke posko KKL kami dengan membawa berbagai sayuran segar hasil panen mereka. Mulai dari pare, kacang panjang, sawi, cabai, tomat, hingga nangka dan timun, semuanya diserahkan kepada kami dengan senyum tulus dan harapan agar kami bisa menikmati hasil jerih payah mereka.

Bagi kami, sayuran-sayuran ini bukan hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga simbol dari ikatan kekeluargaan dan rasa saling peduli yang tumbuh antara kami dan warga RT 12. Setiap kali menerima sayuran tersebut, kami merasa semakin diterima dan menjadi bagian dari komunitas di desa ini. 

Warga di RT 12 memang dikenal dengan sifat gotong royong dan keramahannya. Mereka tak hanya membuka pintu rumah mereka, tetapi juga hati mereka untuk kami, mahasiswa KKL yang datang dari luar daerah. Bantuan berupa sayuran segar ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan harian selama berada di desa, sekaligus mempererat hubungan baik antara kami dengan masyarakat.

Sebagai balasan, kami juga berusaha memberikan yang terbaik bagi warga RT 12, baik melalui kegiatan yang kami lakukan, seperti mengajar, membersihkan fasilitas umum, hingga membantu di kebun. Kami berharap, kehadiran kami di desa ini dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan yang baik, sama seperti kesan luar biasa yang telah diberikan warga RT 12 kepada kami.

Kebaikan hati warga RT 12 ini akan selalu kami kenang sebagai salah satu bagian terindah dari pengalaman KKL kami di Dusun Merarai Satu. Bukan hanya karena mereka memberikan sayuran, tetapi karena mereka telah menunjukkan bahwa keramahan dan kepedulian adalah nilai-nilai yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis : Siti Farida


Kontribusi Positif KKL 49 di SDN 9 Merarai Satu

Kontribusi Positif KKL 49 di SDN 9 Merarai Satu

 


Sintang (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Sabtu, 11 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak kelompok 49 melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SDN 9 Merarai Satu, Desa Merarai Satu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKL yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan serta membantu meningkatkan kualitas belajar siswa-siswi di sekolah tersebut.

Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan kehadiran penuh semangat dari para mahasiswa KKL yang bertindak sebagai pengajar. Dengan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya, mereka membagi diri ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengajar di kelas-kelas yang berbeda, mulai dari kelas satu hingga kelas enam.

Materi yang disampaikan meliputi berbagai mata pelajaran, termasuk Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama Islam. Para mahasiswa KKL menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk menarik minat belajar siswa, seperti permainan edukatif, kuis, serta kegiatan tanya jawab. Pendekatan ini berhasil membuat siswa-siswi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pelajaran.

Kepala SDN 9 Merarai Satu menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKL atas inisiatif mereka dalam berpartisipasi langsung dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Beliau menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa KKL membawa suasana baru di sekolah, dan diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi siswa-siswi untuk lebih giat belajar.

Salah satu mahasiswa KKL, Angga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi mereka sebagai calon pendidik. "Mengajar di SDN 9 Merarai Satu memberikan kami pengalaman berharga. Kami belajar bagaimana berinteraksi dengan siswa-siswi dari berbagai latar belakang, dan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menerapkan ilmu yang telah kami pelajari di bangku kuliah," ujar Angga.

Kegiatan belajar mengajar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi SDN 9 Merarai Satu, baik dari segi peningkatan pengetahuan maupun semangat belajar. Mahasiswa KKL juga berkomitmen untuk terus mendampingi siswa selama masa KKL berlangsung, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan di Desa Merarai Satu.

Penulis : Siti Farida


Kontribusi Mahasiswa KKL di TPQ Taman Pendidikan Qur'an Dusun Merarai Satu

Kontribusi Mahasiswa KKL di TPQ Taman Pendidikan Qur'an Dusun Merarai Satu

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak kelompok 49 melanjutkan pengabdian mereka dengan mengajar di Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Madrasah Diniyah di Dusun Merarai Satu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk membantu memperkuat pendidikan agama di kalangan anak-anak desa.

TPQ Madrasah Diniyah di Dusun Merarai Satu memiliki sekitar 40 santri yang mayoritas adalah anak perempuan. Kegiatan belajar di TPQ ini mencakup pengajaran huruf Hijaiyah, membaca Iqra', hingga Al-Qur'an. Selain itu, pada hari-hari tertentu, santri juga diberikan materi tambahan seperti hafalan doa sehari-hari dan tata cara shalat.

Mahasiswa KKL berperan sebagai asisten pengajar, membantu ustadzah yang biasanya memimpin kegiatan sehari-hari. Mereka mendampingi para santri dalam proses belajar, memberikan bimbingan langsung, serta membangun suasana belajar yang menyenangkan. Kehadiran mahasiswa KKL disambut hangat oleh para santri yang tampak antusias mengikuti pelajaran.

Ustadzah Tika, yang menjadi pengajar utama di TPQ tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran mahasiswa KKL. Ia menyatakan bahwa bantuan mahasiswa sangat berarti, terutama saat dirinya memiliki kesibukan lain, seperti persiapan perayaan 17 Agustus yang akan datang. "Saya sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak. Kehadiran mereka sangat membantu, terutama di saat saya berhalangan hadir. Apalagi sekarang kami sedang sibuk-sibuknya menyiapkan acara 17 Agustus," ujarnya.

Mahasiswa KKL merasakan pengalaman berharga selama mengajar di TPQ ini. Mereka tidak hanya belajar bagaimana menyampaikan materi agama dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak, tetapi juga merasakan kebahagiaan ketika melihat para santri berkembang dalam pemahaman agama mereka.

Kegiatan di TPQ ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para santri, membantu mereka menjadi generasi yang lebih taat dan berpengetahuan dalam ajaran agama Islam. Mahasiswa KKL juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan di TPQ selama masa pengabdian mereka di Dusun Merarai Satu, dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pendidikan agama di desa ini.

Penulis : Siti Farida


Mahasiswa KKL Merarai Satu Bersihkan Masjid Baitussalam: Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Ibadah yang Nyaman

Mahasiswa KKL Merarai Satu Bersihkan Masjid Baitussalam: Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Ibadah yang Nyaman

 


Merarai Satu (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Minggu, 11 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak kelompok 49 melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Masjid Baitussalam, Dusun Taman Harjo, Desa Merarai Satu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah bagi masyarakat setempat.

Kegiatan dimulai sejak pagi, pukul 08.00 WIB, dengan partisipasi penuh dari seluruh anggota kelompok yang berjumlah 27 orang. Dibantu oleh beberapa warga Dusun Taman Harjo, mahasiswa KKL bekerja sama dalam membersihkan setiap sudut masjid. Mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan jendela, hingga merapikan halaman masjid, semua dilakukan dengan semangat gotong royong.

Ketua kelompok KKL, Angga, menyampaikan rasa syukurnya atas lancarnya kegiatan ini. "Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang turut membantu. Gotong royong seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara kami sebagai mahasiswa dan masyarakat setempat," ujar Angga.

Kegiatan bersih-bersih tidak hanya fokus pada area utama masjid, tetapi juga pada tempat wudhu dan toilet, yang sering digunakan oleh jamaah. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas di masjid ini dalam kondisi bersih dan nyaman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk," tambah salah satu mahasiswa.

Warga setempat, Pak Hasan, yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut, merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKL. "Saya merasa senang sekali. Mereka bukan hanya datang belajar, tapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ini contoh yang baik untuk semua," ungkapnya.

Kegiatan bersih-bersih ini juga diikuti dengan diskusi antara mahasiswa dan pengurus masjid mengenai upaya-upaya lain yang bisa dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kebersihan masjid. Pengurus masjid menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala. "Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa ini bisa menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus menjaga masjid kita," ujar salah satu pengurus masjid, Pak Leman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL berharap dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta menambah wawasan dan pengalaman dalam berinteraksi dengan komunitas lokal. Mereka juga berharap agar hubungan baik yang terjalin selama masa KKL dapat terus terpelihara.

Penulis : Siti Farida


Cerdas Kelola Sampah, Mahasiswa KKLSungai Asam IAIN Pontianak Gelar Seminar Edukatif

Cerdas Kelola Sampah, Mahasiswa KKLSungai Asam IAIN Pontianak Gelar Seminar Edukatif

 


Kuburaya (lp2m.iainptk.ac.id) - Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok 03 IAIN Pontianak menggelar seminar edukatif tentang hidup bersih dan sehat dengan cerdas mengelola sampah di SDN 32 Tanjung Kasih Desa Sungai Asam, Kuburaya. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. (10/8/24)

Seminar ini di hadiri para siswa dari kelas 4 hingga kelas 6, dan beberapa guru juga turut hadir dalam kegiatan ini selain itu para mahasiswa yang menjadi pemateri pada kegiatan ini yaitu Nurmala Marssari dan Syafa Safira.

Pada kesempatan ini Nurmala menyampaikan dampak-dampak dari membuang sampah secara sembarangan dan pengenalan jenis jenis sampah yang Organik, Anorganik dan B3.

"Kami memberikan pemahaman kepada siswa SDN 32 ini tentang hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya dan pengenalan dari jenis jenis bentuk sampah" ucapnya.

Selain itu, tak hanya melakukan seminar para siswa SDN 32 di minta untuk praktek secara langsung dari pemaparan meteri yang telah di sampaikan guna memberikan pemahaman yang lebih matang.

Agung selaku ketua dari kelompok KKL 03 menyampaikan harapannya, kepada siswa dan rekan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan 

"Saya berharap dari kegiatan ini para siswa ataupun mahasiswa menjadi lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya dengan tidak membuang sampah secara sembarangan" tutupnya.

Penulis : Najla 


Peningkatan Intelektual Anak-Anak, Mahasiswa KKL Kuala Dua Buka Bimbingan Belajar  Anak Usia TK Hingga SMP

Peningkatan Intelektual Anak-Anak, Mahasiswa KKL Kuala Dua Buka Bimbingan Belajar Anak Usia TK Hingga SMP


Desa Kuala Dua (lp2m.iainptk.ac.id) - Jum’at 9 Agustus 2024. Dalam rangka peningkatan intelektual anak-anak usia TK hingga SMP, Mahasiswa KKL Kuala Dua membuka bimbingan belajar yang merupakan salah satu pelaksanaan program kerja masa pengabdian kepada masyarakat ini. 

Hari ini merupakan pelaksanaan bimbingan belajar (bimbel) hari kedua. Antusias dari warga masyarakat serta anak-anak yang akan mengikuti program ini patut diacungi jempol. Peserta yang mengikuti bimbingan belajar ini pada hari pertama di luar ekspektasi yakni mencapai lebih dari 50 orang.

Kegiatan ini hadir sebagai jembatan bagi mahasiswa KKL Kuala Dua untuk mentransfer atau aplikatif ilmu pengetahuan yang telah diterima di bangku perkuliahan. Selain itu, keberadaan program kerja bimbel ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan intelektual mereka di luar belajar pada bangku sekolah. Khayrul Hamsyah, ketua kelompok KKL Desa Kuala Dua turut mengapresiasi semangat dari para peserta serta usaha-usaha teman kelompok KKL demi terwujudnya kegiatan bermanfaat demikian.

“Empat jam waktu yang dihabiskan mereka belajar di sekolah, terhitung belum cukup dalam memenuhi kebutuhan para peserta didik mendapatkan ilmu. Melalui kegiatan bimbingan belajar ini, anak-anak dapat belajar lebih intens karena sistem belajar dengan kelompok kecil berisi 5 sampai 6 orang dan diarahkan oleh 3 hingga 4 orang kakak abang mahasiswa yang membimbing,” ujar Khayrul. 

Upaya ini diharapkan oleh ketua kelompok menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peserta didik karena mendapatkan perhatian lebih oleh kakak dan abang mahasiswa.

Melalui kegiatan bimbingan belajar ini, turut pula membahagiakan para orang tua. Ibu dari salah satu peserta bimbingan belajar yaitu ibunya dari Ananda Natasya berkomentar, “Bagus adanya kegiatan les ni, biar anak-anak ndak main terus.” Di luar dari manfaat peningkatan intelektual anak-anak, dengan adanya bimbel tersebut juga menjadi solusi bagi para orang tua meminimalisir waktu bermain anak-anak mereka.

Peserta bimbingan belajar ini terdiri dari anak-anak usia TK hingga SMP. Dengan latar belakang kebutuhan keilmuan yang bermacam-macam dan berbeda. Contohnya, anak dengan usia TK cenderung membutuhkan ilmu dasar terkait cara menulis dan mengenali abjad. Anak Sekolah Dasar dengan kebutuhan keilmuan yang lebih luas, begitu pula dengan tingkatan SMP dengan kebutuhan keilmuan setingkat lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi tersebut, pembagian tugas mahasiswa pemandu bimbel juga dibagi sesuai pengalaman dan jurusan masing-masing dalam mengajar. Pembagian ini bertujuan untuk kegiatan pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien.


Penulis : Hafidz Fakhrurrazi, Asih Aryani, Muhammad Soleh


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Adakan Senam Bersama di SDN 09, Siswa-Siswi Antusias dan Senang

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Adakan Senam Bersama di SDN 09, Siswa-Siswi Antusias dan Senang

 


Desa Puguk (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, mahasiswa KKL Institut Agama Islam Negeri Pontianak  melakukan senam bersama di SDN 09 Meranti. Suasana ceria terlihat di halaman SDN 09 Desa Mekar Sari saat mahasiswi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak mengadakan kegiatan senam bersama dengan para siswa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu,10 Agustus tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Dengan semangat, para mahasiswi KKL memimpin senam yang berlangsung selama sekitar satu jam. Mereka memperkenalkan gerakan-gerakan senam yang sederhana namun menyenangkan, sehingga mudah diikuti oleh anak-anak. Kegiatan ini diiringi musik yang ceria, membuat suasana semakin meriah dan penuh keceriaan.

Instruktur senam, Putri Ariani, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik sejak usia dini. "Senam tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Kami ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak-anak sejak dini," ujar Putri.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti gerakan-gerakan senam yang diajarkan. Banyak dari mereka yang tertawa dan tersenyum selama kegiatan berlangsung. "Seru senam sama kakak-kakak, capek si tapi suka," kata Rina, salah satu siswi.

Rianto selaku guru di SDN 09 Desa Puguk, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswi KKL yang telah menyelenggarakan kegiatan positif ini. "Kami juga berterima kasih kepada anak - anak mahasiswa KKL sudah mau menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan senam ini," ucapnya.

Setelah senam selesai, mahasiswi KKL juga melakukan bersih - bersih bersama siswa lainnya serta menyempatkan diri untuk berbincang dengan para siswa, memberikan motivasi, dan mengajak mereka untuk selalu menjaga kesehatan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama yang diikuti dengan riang gembira oleh para siswa dan guru.

Penulis : Rahma safitri


Mahasiswa KKL IAIN Dapat Peran Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desa Puguk

Mahasiswa KKL IAIN Dapat Peran Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desa Puguk

 


Puguk (lp2m.iainptk.ac.id) - Pada Jumat, 9 Agustus 2024, pukul 19.00, mahasiswa KKL Institut Agama Islam Negeri Pontianak melakukan rapat bersama dengan karang taruna di desa puguk. 

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Desa Puguk  mengadakan rapat persiapan upacara 17 Agustus. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta jajarannya, mahasiswa Kuliah Kerja lapangan  (KKL) dari IAIN Pontianak,karang taruna,serta tokoh masyarakat setempat.

Rapat yang berlangsung di salah satu rumah anggota rapat ini dipimpin oleh ketua panitia Bapak Abdul Said. Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai persiapan teknis dan pembagian tugas untuk memastikan upacara berjalan lancar dan khidmat.

Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah penugasan mahasiswa KKL dalam berbagai peran penting pada upacara. Salah satu mahasiswa, Ahmad Fiqri dipercaya untuk membacakan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Ini adalah tanggung jawab besar, namun saya merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam momen bersejarah ini,” kata Fiqri setelah rapat.

Selain itu, seluruh mahasiswi KKL juga diberikan tugas untuk membentuk paduan suara yang akan membawakan lagu-lagu kebangsaan selama upacara. Koordinator mahasiswi, Putri Amelia, menyatakan bahwa mereka siap untuk menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. “Kami akan berlatih bersama di gedung serba Guna nantinya agar paduan suara bisa tampil maksimal dan memberikan suasana khidmat saat upacara,” ungkap Putri.

Dalam rapat tersebut, juga dibahas mengenai persiapan teknis lainnya seperti pengaturan tempat, pengibaran bendera, serta koordinasi dengan pihak keamanan desa. Tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan saran dan dukungan agar upacara berjalan lancar tanpa kendala.

Rapat diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Penulis : Rahma safitri


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak