LP2M IAIN PONTIANAK: LP2M IAIN Pontianak
GEDEBUK #5 “Reset Indonesia” Dorong Refleksi dan Arah Baru Pembangunan Bangsa

GEDEBUK #5 “Reset Indonesia” Dorong Refleksi dan Arah Baru Pembangunan Bangsa

 

Pontianak, 09 Februari 2026 – LP2M IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang ke-5 di Ruang Rumah Jurnal dengan disuguhkan Roti Kebeng dan Kopi Pancong.  Kesempatan ini membedah buku dengan judul “Reset Indonesia” ditulis oleh tim lintas generasi dari Ekpedisi Indonesia Baru, yaitu Farid Gaban, Dandhy Dwi Laksono, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu kegiatan ini telah sukses diselenggarakan sebagai ruang diskusi intelektual yang membahas arah baru pembangunan bangsa di tengah tantangan global dan dinamika nasional yang terus berkembang. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Ya’kub, S. Kom.I dan dihadiri oleh Dosen lingkungan IAIN Pontianak, mahasiswa, serta staf LP2M juga ikut terlibat.

Bapak Noviansyah, S. Pd. I., M. E selaku pemateri menyampaikan bahwa buku ini disusun dari hasil perjalanan ke berbagai pelosok Indonesia untuk merekam realita yang terabaikan oleh narasi-narasi yang dibagun oleh beberapa pemilik kebijakan, Reset yang dimaksud bukanlah menggantikan negara, melainkan menata ulang aturan main agar Indonesia kembali pada tujuan keadilan sosial. “Sebenarnya Isi dari buku ini bukan hanya sekedar mengkritik ketimpangan, kerusakan serta polemik lainnya, melainkan mengajak bangsa untuk menekan tombol reset bagi yang kebhabisan napas ditengah perlombaan modernitas”.

Dalam kegiatan ini, “Reset Indonesia” dibedah secara komprehensif dengan menyoroti gagasan utama tentang perlunya pembaruan cara berpikir, tata kelola, serta strategi pembangunan nasional agar Indonesia mampu beradaptasi dan bangkit menghadapi perubahan zaman, ditengah-tengah diskusi peserta antusias menyampaikan pendapat bahwa konsep “reset” bukan sekadar perubahan teknis, melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan kritis dan reflektif dari peserta. Isu-isu strategis seperti kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, inovasi, serta peran generasi muda menjadi fokus utama dalam dialog. Peserta juga diajak untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia ke depan, sekaligus merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan dari lingkup individu hingga kebijakan publik.

Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih mendalam serta kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan paradigma demi mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Acara ini menjadi bukti bahwa literasi dan diskusi publik memiliki peran penting dalam membangun optimisme dan arah baru bagi masa depan bangsa.






LP2M IAIN Pontianak Gelar Pra Raker dan Rapat Tinjauan Manajemen 2026

LP2M IAIN Pontianak Gelar Pra Raker dan Rapat Tinjauan Manajemen 2026

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat LP2M. Kegiatan ini diikuti oleh para Koordinator Pusat dan staf di lingkungan LP2M IAIN Pontianak.

Kegiatan Pra Raker dan RTM ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi serta perumusan perencanaan strategis program kerja LP2M dengan mengusung tema besar “Review Program Kerja LP2M Tepat Sasaran Menunjang PERKIN Rektor.” Jalannya kegiatan dipandu oleh Sekretaris LP2M, Andry Fitriyanto, M.Ud, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, LP2M menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Ali Hasmy, M.Si, menyampaikan materi terkait Arah Kebijakan LP2M, yang menjadi dasar dan pedoman dalam penguatan serta pengembangan program kerja LP2M ke depan.

Selanjutnya, Perencana Ahli Madya, Suhaimi, S.Ag., M.Pd, memaparkan materi mengenai Penyusunan Anggaran dan Kegiatan, yang bertujuan untuk memastikan keselarasan antara perencanaan program dengan kebijakan serta alokasi anggaran yang tersedia.

Materi terkait Pelaporan dan Pertanggungjawaban Kegiatan disampaikan oleh Kepala Satuan Pengawas Internal, Dr. Fauziah, S.Pd., MM, yang menekankan pentingnya akuntabilitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan setiap kegiatan LP2M.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LP2M, Omar Mukhtar Al Assad, S.E., M.Ak., Ak, menyampaikan paparan mengenai Pengeluaran Anggaran Kegiatan, khususnya terkait mekanisme pengelolaan dan tata kelola keuangan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Melalui pelaksanaan Pra Raker dan Rapat Tinjauan Manajemen ini, pimpinan LP2M IAIN Pontianak berharap para jajaran LP2M memiliki kesamaan persepsi dan komitmen dalam menyusun serta melaksanakan program kerja yang terarah, efektif, dan tepat sasaran. Dengan sinergi yang kuat antarunit, LP2M diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pencapaian Perjanjian Kinerja (PERKIN) Rektor IAIN Pontianak.

Penulis. Fathaniah






GeDeBuk Episode 4: Bedah Buku “Logika Adalah Senjata” Ajak Peserta Berpikir Kritis dan Berani Berbeda

GeDeBuk Episode 4: Bedah Buku “Logika Adalah Senjata” Ajak Peserta Berpikir Kritis dan Berani Berbeda

 

Pontianak, 15 Januari 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak kembali menggelar kegiatan GeDeBuk (Gerakan Dedah Buku) Episode 4, Kamis (15/1), bertempat di Ruang Rumah Jurnal, Gedung Rektorat lantai dasar. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB ini membedah buku Logika Adalah Senjata karya Soe Tjen Marching.

Kegiatan bedah buku ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur civitas akademika, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa. Keberagaman latar belakang peserta turut memperkaya diskusi dan pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung.

Bedah buku menghadirkan Andry Fitriyanto, M.Ud. sebagai narasumber dengan Adi Santoso, S.Pd.I. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengulas pentingnya kemampuan berpikir logis dan kritis dalam menyikapi informasi di era digital.

Buku Logika Adalah Senjata dipaparkan sebagai panduan praktis untuk melatih cara berpikir rasional melalui pengenalan logika sederhana, pembongkaran trik retorika seperti ethos, pathos, dan logos, serta pengenalan berbagai kesalahan logika (fallacies) yang kerap digunakan dalam politik, media, dan iklan. Buku ini juga menawarkan sudut pandang logika yang beragam dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta diskusi, Eka Hendry, M.Si., menyampaikan pandangannya bahwa keberanian berpikir berbeda merupakan bagian penting dari proses intelektual. “Jangan takut berpikiran aneh, karena kita tidak tahu apakah pikiran aneh itu akan menjadi kebenaran di masa yang akan datang,” ujarnya.

Melalui kegiatan GeDeBuk, LP2M IAIN Pontianak berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, diskusi, dan berpikir kritis di lingkungan kampus, serta mendorong sivitas akademika menjadikan logika sebagai senjata dalam menghadapi kompleksitas informasi di era modern.

Penulis: Fathaniah




LP2M IAIN Pontianak Sosialisasikan Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Tahun 2026

LP2M IAIN Pontianak Sosialisasikan Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Tahun 2026

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas, bobot penelitian, serta transparansi pelaksanaan riset, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar Sosialisasi Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun 2026, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Senat Lantai 4 IAIN Pontianak dan diikuti oleh dosen IAIN Pontianak secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.



Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Sekretaris LP2M IAIN Pontianak, Andry Fitriyanto, M.Ud, yang bertindak sebagai moderator. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua LP2M IAIN Pontianak, Dr. Usman, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah LP2M dalam menyamakan persepsi seluruh dosen peneliti, sekaligus sebagai upaya meningkatkan keterbukaan proses penelitian berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan penelitian pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si, dalam arahannya menekankan sejumlah hal penting dan bersifat urgen yang perlu diperhatikan oleh para peneliti, terutama terkait kebijakan serta ketentuan yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Penelitian Tahun 2026, termasuk peningkatan bobot penelitian yang berorientasi pada luaran dan dampak.

Pemaparan teknis Petunjuk Teknis Penelitian Tahun 2026 disampaikan oleh Koordinator Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Pontianak, Dr. Syarifah Aminah, M.Si. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan penelitian, mulai dari pengajuan proposal, kriteria penilaian, hingga tahapan pelaksanaan dan pelaporan penelitian berbasis SBK.

Selama kegiatan berlangsung, sosialisasi ini mendapat antusiasme dan respon positif dari para dosen di lingkungan IAIN Pontianak. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui Zoom, dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan. Para dosen menyambut baik kebijakan peningkatan bobot penelitian serta komitmen LP2M dalam mewujudkan transparansi proses penelitian.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LP2M IAIN Pontianak berharap terbangun pemahaman yang selaras antara pengelola dan peneliti, sehingga pelaksanaan penelitian ke depan dapat berjalan lebih tertib, transparan, akuntabel, serta menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas dan berdampak bagi pengembangan keilmuan, kelembagaan, dan masyarakat.

Penulis : Fathaniah, M.Pd



Kuliah Umum dan Pantun Hari Dunia:LP2M Dorong Transformasi Pendidikan Nilai Budaya dan Character Building

Kuliah Umum dan Pantun Hari Dunia:LP2M Dorong Transformasi Pendidikan Nilai Budaya dan Character Building

Pontianak — Dalam rangka memperingati Hari Pantun Dunia, LP2M bekerja sama dengan Serumpun Berpantun menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi Hari Pantun Dunia pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Theater FTIK Lantai 5, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Character Building Melalui Pantun”, yang bertujuan untuk memperkuat peran pantun sebagai warisan budaya tak benda dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.

Pemateri pertama, Eka Hendry, menyampaikan bahwa pantun memiliki nilai edukatif yang sangat kuat dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurutnya, pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra tradisional, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai moral, etika, kearifan lokal, serta identitas budaya bangsa. Pantun dapat dijadikan sarana efektif dalam pendidikan karakter karena mengajarkan kesantunan berbahasa, kreativitas berpikir, serta kepekaan sosial.

Sementara itu, pemateri kedua, H. Nur Iskandar, M.Si., menegaskan bahwa pantun memiliki kekuatan untuk menghegemoni dunia melalui filsafat yang dikandungnya. Ia menjelaskan bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan refleksi pemikiran mendalam masyarakat Melayu tentang kehidupan. Di dalam pantun terkandung nilai kebijaksanaan, etika, serta pandangan hidup yang bersifat universal, sehingga pantun mampu menjadi jembatan dialog antarbudaya di tingkat global.

Melalui kegiatan ini, LP2M berharap pantun tidak hanya dilestarikan sebagai tradisi budaya, tetapi juga diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pantun diharapkan dapat menjadi media strategis dalam penguatan karakter, pelestarian nilai-nilai kebudayaan lokal, serta pembangunan identitas nasional di lingkungan akademik.






 

Konsistensi Adalah Kunci; Audit ISO 2025 LP2M IAIN Pontianak Terlaksana

Konsistensi Adalah Kunci; Audit ISO 2025 LP2M IAIN Pontianak Terlaksana

[Pontianak, 26 November 2025] – Surveillance Audit International Organization for Standard (ISO) 9100;2015 terselenggara di LP2M IAIN Pontianak dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola organisasi. Kegiatan yang bertempat di ruang rapat LP2M ini diikuti oleh jajaran pimpinan, koordinator pusat dan staf dilingkungan LP2M, serta perwakilan unit kerja yang terlibat langsung dalam proses manajemen mutu dan kualitas layanan. Bertindak sebagai auditor adalah Mr. Dr. Alfin Mustikawan, M. Pd. Pelaksanaan audit ini untuk memastikan bahwa seluruh proses operasional telah sesuai dengan persyaratan standar internasional ISO.

Acara ini dipandu oleh Sekretaris LP2M Andry Fitriyanto, M. Ud dan dipimpin langsung oleh Ketua LP2M Dr. Usman, M. Pd. I yang menyampaikan pentingnya penerapan standar internasional untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan proses organisasi berjalan secara efektif, efisien, serta akuntabel.

“Audit ini bukan hanya untuk memenuhi standar, tetapi juga untuk memastikan bahwa budaya mutu benar-benar diterapkan dalam setiap proses kerja,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, auditor melakukan peninjauan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan para pemilik proses, seperti beberapa koordinator pusat dilingkungan LP2M. Beberapa rekomendasi perbaikan dicatat untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing unit, guna menyempurnakan penerapan sistem manajemen ISO di lingkungan LP2M IAIN Pontianak.

Auditor, Mr. Dr. Alfin Mustikawan, M. Pd, menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan penerapan standar ISO dalam kegiatan harian organisasi.

“Kami menemukan bahwa sebagian besar prosedur sudah dijalankan dengan baik. Namun, konsistensi masih menjadi kunci. Standar ISO bukan hanya soal dokumen, tapi bagaimana semua proses benar-benar dihidupkan dalam pekerjaan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa audit bukanlah proses mencari kesalahan, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Temuan audit adalah peluang. Setiap rekomendasi yang muncul bertujuan membantu organisasi menjadi lebih efisien dan lebih terukur,” tambahnya.

Pihak LP2M IAIN Pontianak mengapresiasi auditor serta menyatakan siap menindaklanjuti seluruh temuan. Langkah perbaikan dijadwalkan akan diselesaikan dalam waktu dekat, sebelum memasuki tahap audit eksternal berikutnya.




GEDEBUK Episode 2: Seni Mengelola Keberagaman, Tekankan Pentingnya Sekolah Ramah Perbedaan

GEDEBUK Episode 2: Seni Mengelola Keberagaman, Tekankan Pentingnya Sekolah Ramah Perbedaan


Pontianak, 20 November 2025
LP2M IAIN Pontianak kembali menyelenggarakan kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) Episode 2 yang berlangsung di Ruang Rumah Jurnal. Kopi Pancong dan Bakwan Bumbu Kacang turut menjadi sajian kudapan yang menemani jalannya diskusi. Kegiatan ini mengangkat tema “Seni Mengelola Keberagaman: Pendidikan Inklusi Multikultural”, sebagai upaya mendorong lahirnya praktik pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Acara menghadirkan penulis buku, Maimunah, S.Pd, para pakar pendidikan, pegiat inklusi, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan.

Dalam pemaparannya, Maimunah menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari penelitian skripsinya yang mengulas penerapan pendidikan inklusi di sekolah, khususnya terkait masih adanya kesenjangan pemahaman mengenai inklusivitas baik di tingkat sekolah maupun masyarakat.

“Buku ini hadir sebagai tawaran transformatif dalam diskursus Pendidikan Agama Islam (PAI) yang membuka wacana baru tentang pendidikan agama inklusif dan multikultural. Keberagaman adalah kekayaan yang memperkaya pengalaman belajar setiap individu,” jelasnya.

Salah satu pembicara, Muhardi, S.Pd, Guru Agama SMPN 2 Pontianak Selatan, turut menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Menurutnya, guru yang memiliki sensitivitas budaya dan kompetensi inklusi dapat mencegah diskriminasi sejak dini.

“SMPN 2 Pontianak Selatan telah menjalankan sekolah inklusi selama lima tahun. Pada awalnya, banyak keraguan dalam membangun sekolah inklusi. Namun kehadiran seorang narasumber dalam salah satu kegiatan memberikan wawasan bahwa mendidik anak inklusi adalah bagian dari memanusiakan manusia—bahwa yang membedakan manusia hanyalah ketakwaannya. Dari situlah kami berani membangun sekolah inklusi dengan berbagai program yang kami jalankan. Dengan adanya sekolah inklusi, siswa merasa bahagia bersekolah dan terbangun kedekatan yang baik antara guru dan siswa,” ungkapnya.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara menciptakan ruang dialog yang sehat, mencegah konflik sosial, serta memperkuat solidaritas di lingkungan sekolah inklusi.


Acara ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan pendidikan inklusif. Penyelenggara berharap buku ini dapat menjadi rujukan bagi para pendidik dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah.

GEDEBUK! ADA JATAH PREMAN DI LP2M

GEDEBUK! ADA JATAH PREMAN DI LP2M

 

[Pontianak, 11 November 2025] — LP2M IAIN Pontianak menyelenggarakan Kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang berlangsung di Ruang Rumah Jurnal. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Ketua Program Studi dan beberapa Dosen, LP2M juga menghidangkan Kopi Pancong & Roti Kap sebagai kudapan ditengah-tengah diskusi. Kegiatan GEDEBUK ini akan dilaksanakan pada 4 sesi dengan pemateri dan judul buku yang berbeda-beda, pada episode pertama ini, buku yang dibedah berjudul “Politik Jatah Preman” karya Ian Douglas Wilson, yang secara tajam membongkar praktik relasi kuasa, ekonomi, dan kekerasan yang melekat dalam struktur sosial politik Indonesia.

Acara GEDEBUK menghadirkan Bapak Eka Hendry, M. Si selaku narasumber dan dipandu oleh Bapak Andry Fitriyanto. M. Ud selaku moderator yang mengulas secara mendalam isi buku serta konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya.

Dalam paparannya, Bapak Eka Hendry AR, M. Si menyoroti bahwa buku “Politik Jatah Pereman” bukan hanya mengisahkan praktik premanisme, tetapi juga menggambarkan bagaimana kekuasaan informal sering kali terjalin erat dengan sistem politik formal.

“Buku ini membuka mata kita bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk institusional. Ada jaringan sosial, ekonomi, bahkan budaya yang ikut mengatur arus politik dari balik layar,” ujar Bapak Eka Hendry AR, M. Si di sela-sela diskusi.

Acara ditutup dengan pesan dari panitia agar peserta terus terlibat dalam kegiatan literasi dan berpikir kritis terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Gerakan Dedah Buku diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan pembaca dan pemikir dalam ruang dialog terbuka yang produktif.

Dengan semangat “Membaca, Membuka, dan Menggerakkan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga tindakan sosial yang mampu mengubah cara pandang terhadap kekuasaan dan masyarakat.





Hari Pertama KKL 2025 di Desa Punggur Kecil: Pembukaan Penuh Makna dan Pesan Inspiratif

Hari Pertama KKL 2025 di Desa Punggur Kecil: Pembukaan Penuh Makna dan Pesan Inspiratif


Punggur Kecil, 22 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2025 resmi dimulai hari ini di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hari pertama diisi dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa setempat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusumajaya, Dosen Pembimbing Dr. Cucu, M.Ag., Pemilik rumah yang kami jadikan posko Haji Saruki, serta seluruh anggota KKL Desa Punggur Kecil.

Acara dimulai pada pukul 10.00 Wib dan berlangsung hingga selesai. Sebelum pembukaan resmi dimulai, Dr. Cucu memberikan arahan sekaligus pengenalan seluruh anggota KKL, dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan-pesan penting salah satunya adalah makna dari KKL yaitu sebagai bentuk pengabdian dan pembelajaran secara langsung kepada masyarakat.

Pada saat pembukaan berlangsung pun Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusumajaya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada seluruh peserta KKL. Beliau berharap keberadaan mahasiswa IAIN Pontianak ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga desa setempat. "Saya berharap kalian bisa membaur dengan masyarakat, jadilah bagian dari kami, agar nanti ketika perpisahan tiba, masyarakat merasa kehilangan karena kebaikan kalian yang telah membekas," ujarnya.

Kemudian, selaku dosen pembimbing Dr. Cucu, M.Ag., juga memberikan pesan jika, "KKL ini bukan sekadar kuliah biasa, tapi kesempatan untuk belajar dan bekerja langsung di tengah masyarakat. Kalian di sini bukan kebetulan, tapi dipilih oleh Allah artinya belajar di lapangan dan mengabdi sehingga mendapatkan kerjanya dan kuliahnya, kerja di lapangan dan kuliah di lapangan".  Ibu Cucu penuh semangat.

Setelah acara pembukaan kegiatan KKL hari pertama berakhir. Setelah sholat Isya, para peserta KKL melanjutkan agenda yaitu dengan berkunjung ke rumah Ketua RT Parit Deraman Hulu, wilayah tempat posko mereka berada. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus mengenal lebih jauh karakteristik masyarakat serta menggali potensi program kerja yang dapat dilaksanakan ke depannya.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan rapat internal di posko KKL, dalam rapat tersebut seluruh mahasiswa melakukan evaluasi kegiatan pembukaan serta menyusun rencana kegiatan untuk hari berikutnya, dengan semangat pengabdian dan tekad belajar dari masyarakat, hari pertama KKL di Desa Punggur Kecil pun berjalan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian kontribusi positif mahasiswa kepada desa dan masyarakat setempat. 

Penulis : Aisyah


IAIN Pontianak Berikan Pendampingan Bagi Penyandang Disabilitas pada Penerimaan Mahasiswa Baru

IAIN Pontianak Berikan Pendampingan Bagi Penyandang Disabilitas pada Penerimaan Mahasiswa Baru

 

Pontianak, 10 Juli 2025 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menunjukkan komitmennya terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan memberikan pendampingan khusus kepada calon mahasiswa baru penyandang disabilitas dalam pelaksanaan tes mandiri penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung pada Kamis (10/07), pukul 12.30 - 14.00 WIB, di kampus IAIN Pontianak.

Kegiatan ini melibatkan empat calon mahasiswa penyandang disabilitas, terdiri dari tiga penyandang disabilitas tunarungu dan satu penyandang disabilitas daksa. Seluruh proses seleksi berjalan lancar dengan dukungan dari tim pusat layanan disabilitas dan pendidikan inklusi IAIN Pontianak yang turut mendampingi secara langsung.

Nopita Sari, M.Pd., selaku Koordinator Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi IAIN Pontianak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam menjamin hak pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami tidak hanya hadir sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai mitra perjuangan bagi penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan tinggi. Harapan kami ke depan adalah adanya keberlanjutan pendidikan inklusif yang lebih kuat dan menyeluruh,” ungkap Nopita.

Lebih lanjut, Riski Wahyudi, salah satu perwakilan calon mahasiswa disabilitas yang ditemui usai pelaksanaan tes, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya bisa diterima sebagai mahasiswa baru di kampus hijau tersebut.

“Saya ingin kuliah di IAIN Pontianak karena ingin memperdalam ilmu agama, khususnya dalam bidang dakwah. Saya memilih jurusan Manajemen Dakwah agar bisa membekali diri untuk menyampaikan dakwah kepada teman-teman sesama muslim,” ungkap Riski.

Ia juga menyampaikan pesan kepada teman-teman disabilitas di Kota Pontianak agar tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi, karena IAIN Pontianak kini telah menyediakan layanan yang ramah disabilitas.

“Untuk teman-teman disabilitas, sekarang sudah ada tempat kuliah yang inklusif di Pontianak, yaitu di IAIN Pontianak. Saya merasa tenang mengikuti tes hari ini, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang penuh kegelisahan. Saya berdoa dan berharap bisa lulus serta dapat kuliah dengan lancar di sini,” tambahnya.

Kehadiran layanan pendampingan ini menjadi wujud nyata dari komitmen IAIN Pontianak dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pihak kampus berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju lingkungan akademik yang lebih inklusif dan memberdayakan.


Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak