IAIN Pontianak Optimis Membangun Kampus Inklusif melalui Pendampingan Relawan PLD bagi Mahasiswa Tuli
Pontianak –10 Juni 2026. Hari ke dua kegiatan Short Course Relawan Pendamping Mahasiswa Disabilitas difokuskan pada pendampingan mahasiswa tuli (tunarungu) sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang inklusif.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ini menghadirkan Fahri sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejumlah hambatan yang masih dihadapi mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Fahri, terdapat tiga hambatan utama yang perlu menjadi perhatian. Pertama, hambatan aksesibilitas fisik, seperti gedung kampus yang belum sepenuhnya dilengkapi jalur landai (ramp), lift, maupun fasilitas toilet yang ramah bagi pengguna kursi roda. Kedua, keterbatasan teknologi bantu dan materi pembelajaran, di mana mahasiswa disabilitas netra maupun tuli sering mengalami kesulitan mengakses materi akademik akibat minimnya buku braille, perangkat lunak pembaca layar, serta penerjemah bahasa isyarat di kelas. Ketiga, hambatan dalam proses akademik, yaitu kesulitan memahami materi perkuliahan karena metode pembelajaran yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas.
Berbeda dengan hari pertama yang lebih menitikberatkan pada penyampaian materi, kegiatan hari kedua menggabungkan sesi materi dan praktik simulasi. Para peserta diajak untuk memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi mahasiswa disabilitas serta mencari solusi yang tepat dalam memberikan pendampingan.
Melalui simulasi tersebut, para relawan PLD dibekali keterampilan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa inklusi sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan akademik secara optimal. Meskipun memiliki fokus yang berbeda, rangkaian kegiatan pada hari pertama dan kedua merupakan satu kesatuan program yang bertujuan meningkatkan kapasitas relawan dalam mendampingi mahasiswa disabilitas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen IAIN Pontianak dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan meraih prestasi.

.jpeg)


.jpg)






.jpeg)



.jpeg)









