LP2M IAIN Pontianak Sosialisasikan Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Tahun 2026
Download SK Juknis Penelitian Tahun 2025
Pontianak — Dalam rangka memperingati Hari Pantun Dunia, LP2M bekerja sama dengan Serumpun Berpantun menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi Hari Pantun Dunia pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Theater FTIK Lantai 5, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.
Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Character Building Melalui Pantun”, yang bertujuan untuk memperkuat peran pantun sebagai warisan budaya tak benda dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.
Pemateri pertama, Eka Hendry, menyampaikan bahwa pantun memiliki nilai edukatif yang sangat kuat dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurutnya, pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra tradisional, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai moral, etika, kearifan lokal, serta identitas budaya bangsa. Pantun dapat dijadikan sarana efektif dalam pendidikan karakter karena mengajarkan kesantunan berbahasa, kreativitas berpikir, serta kepekaan sosial.
Sementara itu, pemateri kedua, H. Nur Iskandar, M.Si., menegaskan bahwa pantun memiliki kekuatan untuk menghegemoni dunia melalui filsafat yang dikandungnya. Ia menjelaskan bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan refleksi pemikiran mendalam masyarakat Melayu tentang kehidupan. Di dalam pantun terkandung nilai kebijaksanaan, etika, serta pandangan hidup yang bersifat universal, sehingga pantun mampu menjadi jembatan dialog antarbudaya di tingkat global.
Melalui kegiatan ini, LP2M berharap pantun tidak hanya dilestarikan sebagai tradisi budaya, tetapi juga diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pantun diharapkan dapat menjadi media strategis dalam penguatan karakter, pelestarian nilai-nilai kebudayaan lokal, serta pembangunan identitas nasional di lingkungan akademik.
Acara menghadirkan penulis buku, Maimunah, S.Pd, para pakar pendidikan, pegiat inklusi, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan.
Dalam pemaparannya, Maimunah menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari penelitian skripsinya yang mengulas penerapan pendidikan inklusi di sekolah, khususnya terkait masih adanya kesenjangan pemahaman mengenai inklusivitas baik di tingkat sekolah maupun masyarakat.
“Buku ini hadir sebagai tawaran transformatif dalam diskursus Pendidikan Agama Islam (PAI) yang membuka wacana baru tentang pendidikan agama inklusif dan multikultural. Keberagaman adalah kekayaan yang memperkaya pengalaman belajar setiap individu,” jelasnya.
Salah satu pembicara, Muhardi, S.Pd, Guru Agama SMPN 2 Pontianak Selatan, turut menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Menurutnya, guru yang memiliki sensitivitas budaya dan kompetensi inklusi dapat mencegah diskriminasi sejak dini.
“SMPN 2 Pontianak Selatan telah menjalankan sekolah inklusi selama lima tahun. Pada awalnya, banyak keraguan dalam membangun sekolah inklusi. Namun kehadiran seorang narasumber dalam salah satu kegiatan memberikan wawasan bahwa mendidik anak inklusi adalah bagian dari memanusiakan manusia—bahwa yang membedakan manusia hanyalah ketakwaannya. Dari situlah kami berani membangun sekolah inklusi dengan berbagai program yang kami jalankan. Dengan adanya sekolah inklusi, siswa merasa bahagia bersekolah dan terbangun kedekatan yang baik antara guru dan siswa,” ungkapnya.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara menciptakan ruang dialog yang sehat, mencegah konflik sosial, serta memperkuat solidaritas di lingkungan sekolah inklusi.
[Pontianak, 11 November 2025] — LP2M
IAIN Pontianak menyelenggarakan Kegiatan GEDEBUK (GErakan DEdah BUKu) yang
berlangsung di Ruang Rumah Jurnal. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Ketua
Program Studi dan beberapa Dosen, LP2M juga menghidangkan Kopi Pancong &
Roti Kap sebagai kudapan ditengah-tengah diskusi. Kegiatan GEDEBUK ini akan
dilaksanakan pada 4 sesi dengan pemateri dan judul buku yang berbeda-beda, pada
episode pertama ini, buku yang dibedah berjudul “Politik Jatah Preman” karya Ian
Douglas Wilson, yang secara tajam membongkar praktik relasi kuasa, ekonomi, dan
kekerasan yang melekat dalam struktur sosial politik Indonesia.
Acara GEDEBUK menghadirkan Bapak Eka Hendry, M. Si selaku narasumber dan dipandu oleh Bapak Andry Fitriyanto. M. Ud selaku moderator yang mengulas secara mendalam isi buku serta konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya.
Dalam paparannya, Bapak Eka
Hendry AR, M. Si menyoroti bahwa buku “Politik Jatah Pereman” bukan hanya
mengisahkan praktik premanisme, tetapi juga menggambarkan bagaimana kekuasaan
informal sering kali terjalin erat dengan sistem politik formal.
“Buku ini membuka mata kita
bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk institusional. Ada jaringan
sosial, ekonomi, bahkan budaya yang ikut mengatur arus politik dari balik
layar,” ujar Bapak Eka Hendry AR, M. Si di sela-sela diskusi.
Acara ditutup dengan pesan
dari panitia agar peserta terus terlibat dalam kegiatan literasi dan berpikir
kritis terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Gerakan Dedah Buku diharapkan
menjadi wadah untuk mempertemukan pembaca dan pemikir dalam ruang dialog
terbuka yang produktif.
Dengan semangat “Membaca, Membuka, dan Menggerakkan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga tindakan sosial yang mampu mengubah cara pandang terhadap kekuasaan dan masyarakat.
Pontianak, 22 Oktober 2025 – Workshop Pembaharuan Pedoman Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin produktif dan interaktif. Setelah pada hari pertama peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai konsep dan kebijakan PKM, kegiatan pada hari kedua berfokus pada pendalaman materi dan penyusunan pedoman secara lebih komprehensif.
Workshop ini diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas para Ketua Program Studi, tim LP2M, serta Gugus Kendali Mutu (GKM). Melalui forum ini, para peserta terlibat aktif dalam menyampaikan masukan, saran, dan kritik konstruktif terhadap draf pedoman yang tengah disusun.
Dalam sambutan pembuka, panitia menegaskan bahwa pembaruan pedoman PKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan bobot akademik kampus. Selain menyesuaikan arah kebijakan pengabdian dengan kebutuhan masyarakat, pembaruan ini juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam akreditasi dan standar ISO.
Hari kedua workshop ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menyelesaikan draf final pedoman PKM yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata. Workshop akan berlanjut hingga hari ketiga pada Kamis, 23 Oktober 2025, yang dijadwalkan sebagai tahap finalisasi dan penetapan hasil.
Halal center IAIN Pontianak sukses menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pendamping Produk Halal (P3H) yg diikuti sebanyak 40 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2024 di Aula Senat IAIN Pontianak.
Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan penguatan dan kemanfaatan demi mendukung pengembangan produk halal di kalangan masyarakat dan generasi muda. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan, Bapak Dr. Ismail Ruslan, M.Si, dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan upaya dalam mendukung program pemerintah terkait penerbitan sertifikasi halal dan juga dapat meningkatkan kemampuan tenaga pendamping produk halal di IAIN Pontianak, beliau juga berharap semoga kedepan semakin banyak lagi peserta yang ikut dan berpartisipasi untuk menjadi pendamping produk halal ini, banyak sekali pelaku usaha yang masih memerlukan pendampingan dalam memperoleh sertifikasi halal dan juga sebagai upaya memenuhi persyaratan halal khususnya yang berada di Kota Pontianak.
Bapak Sarfandi selaku narasumber juga lebih menekankan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendamping Produk Halal IAIN Pontianak agar saat turun langsung ke masyarakat bisa dengan mudah menjelaskan pemahaman mulai dari persyaratan administrasi sampai terbitnya sertifikasi halal.
Semoga melalui kegiatan penguatan pendamping produk halal ini bisa meningkatkan kompetensi tenaga pendamping dalam menghasilkan produk-produk halal yg baik, berkualitas dan juga halal.
Struktur Organisasi LP2M