LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Berikan Pelatihan Microsoft Word untuk Siswa SMK Bustanul Ulum

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Berikan Pelatihan Microsoft Word untuk Siswa SMK Bustanul Ulum


 Sungai Enau, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 melaksanakan kegiatan berbagi pengetahuan teknologi kepada siswa-siswi SMK Bustanul Ulum. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan penggunaan Microsoft Word, salah satu keterampilan dasar yang sangat penting di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Pelatihan dilaksanakan di posko KKL Sungai Enau 2. Mahasiswa KKL memulai sesi dengan pengenalan dasar Microsoft Word, seperti memahami fungsi menu dan ikon, membuat serta menyimpan dokumen, hingga teknik pengaturan format teks dan halaman. Selain itu, mahasiswa juga membimbing siswa secara langsung dalam latihan membuat dokumen sederhana, sehingga setiap peserta dapat mempraktikkan materi yang disampaikan.

Siswa-siswi SMK Bustanul Ulum tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif bertanya ketika menemukan kesulitan dan berusaha mempraktikkan arahan dengan baik. Kehadiran mahasiswa KKL memberikan suasana belajar yang lebih santai namun tetap efektif, sehingga materi dapat diserap dengan mudah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keterampilan digital siswa dapat meningkat, khususnya dalam mengoperasikan Microsoft Word yang merupakan salah satu kompetensi penting di era teknologi. Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 pun berharap, ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat untuk mendukung tugas sekolah maupun persiapan mereka memasuki dunia kerja.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hadiri Kegiatan Tahlilan Bersama Warga

Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hadiri Kegiatan Tahlilan Bersama Warga

 

Sungai Enau, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 menghadiri kegiatan tahlilan yang dilaksanakan bersama warga setempat. Acara ini berlangsung di salah satu rumah warga dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda-pemudi desa.

Kehadiran mahasiswa KKL dalam kegiatan tahlilan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan rasa hormat mereka terhadap tradisi serta nilai-nilai kebersamaan yang telah lama terjaga di Desa Sungai Enau. Selain sebagai bentuk silaturahmi, partisipasi mahasiswa juga menjadi momen untuk mempererat hubungan emosional dengan warga, sehingga tercipta ikatan kekeluargaan yang lebih erat.

Dalam suasana yang penuh khidmat, rangkaian doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah prosesi tahlilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah dan jamuan sederhana yang disiapkan oleh tuan rumah. Momen ini dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berbincang hangat dengan warga, mendengarkan cerita sejarah desa, serta mendapatkan wawasan baru tentang adat dan budaya lokal.

Melalui keikutsertaan dalam acara tahlilan ini, mahasiswa KKL Sungai Enau 2 tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial dan budaya. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk lebih menghargai nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan saling menghormati di tengah masyarakat.

Penulis : Nurlita Sari


Penutupan dan Perpisahan KKL IAIN Pontianak di SDN 20 Sungai Raya

Penutupan dan Perpisahan KKL IAIN Pontianak di SDN 20 Sungai Raya


 Kuala Dua, 9 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - bertempat di SD Negeri 20 Sungai Raya, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, telah dilaksanakan penutupan sekaligus perpisahan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) oleh mahasiswa/i IAIN Pontianak Kelompok 2 yang tergabung dalam program KKL di Desa Kuala Dua.

Kegiatan belajar mengajar ini berlangsung selama dua minggu, melibatkan seluruh anggota kelompok. Setiap mahasiswa ditempatkan di beberapa kelas sesuai pembagian yang telah disusun. Materi yang disampaikan mencakup beberapa pelajaran, ditambah kegiatan tambahan seperti motivasi belajar dan pengenalan cita-cita. Semua kegiatan dirancang dengan pendekatan kreatif dan interaktif agar siswa dapat belajar secara menyenangkan dan bermakna.

Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Negeri 20 Sungai Raya, Bapak Dr. Abu Hera, S.Pd., M.M., beserta seluruh dewan guru. Rangkaian kegiatan berlangsung sebagaimana acara penutupan pada umumnya, meliputi pembawa acara, sambutan dari Kepala Sekolah, serta penyampaian pesan dan kesan dari mahasiswa KKL Kelompok 2. Seluruh rangkaian berjalan lancar tanpa hambatan.

Mahasiswa KKL mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan para guru yang telah menerima dan membimbing mereka selama melaksanakan program kerja. Sementara itu, siswa-siswi SD Negeri 20 Sungai Raya pun mengungkapkan rasa kehilangan, seolah enggan berpisah dengan para mahasiswa.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung di dunia pendidikan serta memperkuat keterampilan sosial dan kepemimpinan mereka.

Penulis : Aini

Mahasiswa KKL Desa Punggur Besar Berbagi Ilmu di SDN 35 Sungai Kakap

Mahasiswa KKL Desa Punggur Besar Berbagi Ilmu di SDN 35 Sungai Kakap

 

Punggur Besar, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana pagi di SDN 35 Sungai Kakap terasa lebih semarak dengan kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Desa Punggur Besar yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam membagikan ilmu dan pengalaman kepada para siswa sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Vira, salah satu mahasiswa KKL, memberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode interaktif yang membuat para siswa antusias mengikuti pelajaran. Sementara itu, mahasiswa KKL lainnya turut berperan aktif dengan mengajar mata pelajaran Olahraga, mengajak para siswa bergerak aktif sambil menanamkan nilai sportivitas dan kerja sama.

Kegiatan belajar mengajar ini merupakan bagian dari rangkaian program KKL yang dilaksanakan di SDN 35 Sungai Kakap. Selain menjadi sarana berbagi ilmu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa untuk terus semangat belajar dan mengembangkan potensi diri.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKL, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar semakin erat, sekaligus memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.

Penulis : Raden Muhammad Afiq Dzikrillah,Nurhalida ,Rizki Romadoni & Puan Aisyah Maharani.

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersama Warga untuk Persiapan Lomba 17 Agustus

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersama Warga untuk Persiapan Lomba 17 Agustus


 

Desa Rasau Jaya Tiga, 11 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak bersama warga Desa Rasau Jaya Tiga mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan dan menata lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan berbagai lomba 17 Agustusan.

Kegiatan gotong royong dimulai pada sore hari, diawali dengan membersihkan lapangan, memotong rumput, menata tempat perlombaan, hingga memperbaiki fasilitas yang rusak. Suasana kebersamaan terlihat dari antusiasme warga yang bekerja bahu membahu bersama para mahasiswa KKL.

Reza, selaku Ketua Kelompok KKL, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan mahasiswa terhadap semangat nasionalisme dan kebersamaan di desa. “Kami ingin ikut serta memeriahkan HUT RI dengan membantu persiapan lomba, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Selain membersihkan lokasi, mahasiswa dan warga juga memasang umbul-umbul serta menghias area lomba dengan warna merah putih, sebagai simbol semangat kemerdekaan. Warga berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Dengan kerja sama yang solid antara mahasiswa KKL dan warga, lokasi lomba 17 Agustusan kini siap digunakan untuk memeriahkan peringatan HUT RI, yang diharapkan berjalan meriah dan penuh kegembiraan.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Pengajian Ibu-Ibu Desa Rasau Jaya Tiga Bersama Mahasiswa KKL: Menggali Keutamaan Sholat

Pengajian Ibu-Ibu Desa Rasau Jaya Tiga Bersama Mahasiswa KKL: Menggali Keutamaan Sholat


 Desa Rasau Jaya Tiga, 1 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana hangat dan penuh kekhusyukan mewarnai pengajian yang diadakan bersama ibu-ibu Desa Rasau Jaya Tiga. Kegiatan ini dipimpin oleh Sahrul, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang tengah bertugas di desa tersebut.

Pengajian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat tema keutamaan sholat. Dalam penyampaiannya, Sahrul menegaskan bahwa sholat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. “Jika sholat seseorang baik, maka amal lainnya insyaAllah akan baik pula. Namun jika sholatnya rusak, maka amal lainnya akan ikut rusak,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para jamaah untuk menjaga sholat tepat waktu dan melaksanakannya dengan khusyuk. “Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Di dalamnya terdapat ketenangan, kekuatan, dan keberkahan hidup,” tambahnya.

Para ibu-ibu tampak antusias mendengarkan materi, bahkan beberapa di antaranya turut berbagi pengalaman tentang bagaimana sholat membantu mereka menghadapi masalah sehari-hari. Setelah sesi tausiyah, kegiatan diakhiri dengan doa bersama memohon keberkahan bagi keluarga dan desa.

Kegiatan ini menjadi salah satu program keagamaan mahasiswa KKL yang bertujuan mempererat ukhuwah serta meningkatkan pemahaman agama di kalangan masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dampingi Anak-Anak SD Belajar Setiap Malam di Teras Masjid

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Dampingi Anak-Anak SD Belajar Setiap Malam di Teras Masjid

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 7 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Setiap ba’da Maghrib, teras Masjid Desa Rasau Jaya Tiga berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Di atas tikar yang digelar rapi, anak-anak SD duduk melingkar sambil membuka buku pelajaran, sedangkan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak hadir untuk mendampingi mereka mengerjakan tugas harian. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam, memanfaatkan waktu sebelum salat Isya, sehingga belajar terasa santai namun tetap produktif.

Suara tawa kecil sesekali terdengar di sela-sela diskusi soal matematika, membaca, menulis, hingga bimbingan hafalan pelajaran agama. Angin malam yang berhembus di teras masjid membuat suasana semakin nyaman, sementara lampu-lampu masjid menerangi setiap sudut tempat belajar tersebut.

Reza, selaku Ketua KKL, mengatakan bahwa pendampingan ini tidak hanya membantu anak-anak memahami pelajaran, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar yang baik.

“Kami ingin mereka merasa belajar itu menyenangkan, apalagi dilakukan di masjid yang penuh keberkahan. Harapannya, mereka semakin rajin dan termotivasi untuk terus datang belajar setiap malam,” ujarnya.

Orang tua menyambut baik kegiatan ini, karena anak-anak mereka mendapat bimbingan belajar gratis dan berkualitas, tanpa harus pergi jauh dari rumah. Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar mengerjakan PR, tetapi juga kesempatan berkumpul dengan teman-teman di lingkungan yang aman dan positif.

Program belajar ba’da Maghrib di teras masjid ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang bermanfaat.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Semarak Voli Malam: Mahasiswa KKL dan Warga Rasau Jaya Tiga Bahu- Membahu di Lapangan

Semarak Voli Malam: Mahasiswa KKL dan Warga Rasau Jaya Tiga Bahu- Membahu di Lapangan

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 5 Agustus 2025 — Sorak sorai penonton memecah kesunyian malam di Lapangan Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat turnamen bola voli malam resmi dimulai. Lampu-lampu sorot yang terpasang di sekeliling lapangan memantulkan cahaya terang, menciptakan suasana yang hangat dan semarak. Warga dari berbagai dusun mulai berdatangan sejak sore, membawa keluarga, kursi lipat, bahkan camilan untuk menikmati pertandingan sambil bercengkerama.

Tahun ini, perangkat desa menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai panitia penyelenggara. Turnamen diikuti oleh gabungan mahasiswa KKL dan warga lokal, menjadikannya ajang olahraga yang unik karena memadukan semangat kompetitif mahasiswa dengan kekompakan masyarakat desa. Pertandingan digelar pada malam hari agar lebih banyak warga yang bisa hadir, terutama mereka yang siang harinya bekerja.

Mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak bersama rekan-rekan dari beberapa kampus lain terlihat aktif menjalankan berbagai peran penting. Ada yang bertugas mencatat skor di meja panitia, mengatur jadwal pertandingan agar tidak molor, mendokumentasikan momen-momen seru di lapangan, hingga memastikan perlengkapan permainan lengkap dan aman. Tidak hanya itu, mereka juga menyumbangkan ide kreatif seperti membuat poster jadwal pertandingan, membantu penataan sistem pengeras suara sehingga suara komentator terdengar jelas, dan mempromosikan acara ini melalui media sosial desa agar penonton semakin ramai.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa.

“Kehadiran mahasiswa memberi energi baru pada turnamen ini. Pertandingan jadi lebih tertata, dan warga semakin antusias datang menonton. Semoga kerja sama ini bisa terus terjalin untuk kegiatan desa berikutnya,” ujarnya.

Suasana semakin hidup ketika setiap pukulan smash, blok, atau servis mendapatkan tepuk tangan riuh penonton. Anak-anak kecil berlarian di sekitar lapangan, sementara para orang tua asyik menonton sambil berbincang. Beberapa pedagang kaki lima pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajakan makanan dan minuman, sehingga turnamen bola voli malam ini juga menjadi sumber rezeki tambahan bagi warga.

Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan malam semata, tetapi juga membangkitkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda desa. Sinergi antara mahasiswa KKL dan warga lokal, baik sebagai panitia maupun pemain, menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan kebersamaan dapat melahirkan kegiatan positif yang mempererat hubungan masyarakat sekaligus memajukan kehidupan desa.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa KKL Ikut Sukseskan Turnamen Sepak Bola di Desa Rasau Jaya Tiga

Mahasiswa KKL Ikut Sukseskan Turnamen Sepak Bola di Desa Rasau Jaya Tiga

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 4 Agustus 2025 — Sorak sorai penonton menggema di Lapangan Sepak Bola Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat turnamen sepak bola tahunan resmi dibuka. Tahun ini, perangkat desa berkolaborasi langsung dengan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai panitia penyelenggara, menciptakan suasana pertandingan yang lebih tertata, meriah, dan penuh semangat.

Turnamen yang diikuti oleh tim-tim lokal dari berbagai dusun ini memiliki keunikan tersendiri, karena pesertanya bukan hanya warga desa, tetapi juga gabungan antara mahasiswa KKL dan masyarakat lokal. Selain menjadi ajang unjuk kebolehan di lapangan hijau, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, pengembangan bakat olahraga, dan penguat tali persaudaraan antarwarga.

Mahasiswa KKL dari IAIN Pontianak bersama rekan-rekan dari berbagai kampus lain terlihat sigap menjalankan beragam tugas, mulai dari mencatat skor, mengatur jadwal pertandingan, mendokumentasikan momen-momen penting, hingga memastikan kelancaran teknis di lapangan.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, mengungkapkan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa.

“Kehadiran mahasiswa sebagai panitia membuat turnamen ini lebih tertata dan semarak. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut di masa depan,” ujarnya.

Tak hanya menjadi panitia, mahasiswa juga menyumbangkan ide-ide kreatif, seperti membuat poster jadwal pertandingan, menata sistem pengeras suara agar lebih tertib, serta menyebarkan informasi kegiatan kepada masyarakat. Kreativitas ini terbukti mampu menambah kemeriahan acara sekaligus meningkatkan partisipasi warga.

Turnamen sepak bola ini diharapkan tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu membangkitkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda desa. Partisipasi mahasiswa KKL bersama warga lokal, baik sebagai panitia maupun pemain, menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun kehidupan desa yang aktif, sehat, dan berdaya.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Mahasiswa Enam Perguruan Tinggi Bersama Warga Warnai Gapura Desa Rasau Jaya Tiga Sambut HUT ke-80 RI

Mahasiswa Enam Perguruan Tinggi Bersama Warga Warnai Gapura Desa Rasau Jaya Tiga Sambut HUT ke-80 RI

 


Desa Rasau Jaya Tiga, 29 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana kebersamaan terasa hangat di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat perangkat desa dan mahasiswa dari enam perguruan tinggi bergotong royong mengecat ulang gapura desa.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas PGRI (UPGRI), Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Politeknik Bumi (UPB).

Pengecatan dimulai pada sore hari, diawali dengan persiapan peralatan, pengadukan cat, serta pembersihan permukaan gapura agar hasil pengecatan maksimal. Warna merah putih dipilih untuk melapisi gapura sebagai simbol kebanggaan nasional dan bentuk peringatan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan diperingati pada 17 Agustus mendatang. Pemilihan warna ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat patriotisme bagi warga desa dan para pengunjung.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengecatan semata, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara mahasiswa dari berbagai kampus dengan warga setempat. Sambil bekerja, terdengar canda tawa dan obrolan hangat di antara peserta, menambah suasana guyub dan penuh kekompakan.

Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas kampus ini. “Terima kasih kepada semua mahasiswa dan warga yang terlibat. Gapura merah putih ini bukan hanya memperindah desa, tetapi juga mengingatkan kita semua akan semangat persatuan dan kemerdekaan,” ujarnya.

Sejumlah warga turut mendukung kegiatan ini dengan menyediakan minuman dingin, makanan ringan, bahkan membantu proses pengecatan di beberapa bagian. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi budaya yang kuat di Desa Rasau Jaya Tiga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL berharap dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan manfaat nyata bagi desa. Pengecatan gapura merah putih diharapkan menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat juang yang terus menyala di tengah masyarakat.

Penulis : Cheldi Ibra Pradika

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak