LP2M IAIN PONTIANAK
Sunnatan Massal di Desa Sungai Terus, Upaya Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Masyarakat

Sunnatan Massal di Desa Sungai Terus, Upaya Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bantu Masyarakat


Sungai Terus, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Sebanyak 11 anak di Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, mengikuti kegiatan sunnatan massal yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan warga.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara mahasiswa KKL dan Puskesmas Kubu. Tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat memastikan seluruh prosedur berjalan lancar, aman, dan higienis.

Koordinator mahasiswa KKL, Yudi Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk meringankan beban masyarakat. “Kami melihat adanya kebutuhan di sini, dan sunnatan massal ini adalah salah satu cara kami untuk berkontribusi. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi anak-anak dan keluarga di Desa Sungai Terus,” ujarnya.

Kepala Desa Sungai Terus, Banuri, mengapresiasi langkah mahasiswa dan tenaga medis yang terlibat. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari adik-adik mahasiswa dan Puskesmas Kubu. Acara ini sangat membantu warga kami,” katanya.

Usai pelaksanaan, setiap peserta menerima bingkisan berupa sarung dan uang saku sebagai bentuk apresiasi. Harapannya, pemberian ini menjadi motivasi dan kenangan manis bagi mereka.

Sunnatan massal ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademis dan instansi kesehatan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mahasiswa KKL IAIN Pontianak berhasil menunjukkan peran aktif mereka sebagai agen perubahan yang membawa dampak langsung di tengah warga.

Penulis : Sita Azzurrah Aini

Semarakkan Hari Kemerdekaan, Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Cat Ulang Jembatan Parit Kongsi

Semarakkan Hari Kemerdekaan, Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Cat Ulang Jembatan Parit Kongsi


 Sungai Enau, 5 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 melaksanakan aksi nyata dengan mengecat ulang Jembatan Parit Kongsi. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus kontribusi dalam memperindah lingkungan desa dan memeriahkan momen bersejarah bagi bangsa.

Pengecatan dilakukan pada Selasa pagi dengan melibatkan seluruh anggota KKL secara gotong royong. Sebelum pengecatan, mahasiswa membersihkan permukaan jembatan dari kotoran dan debu agar cat menempel dengan maksimal. Warna yang dipilih adalah merah dan putih—melambangkan semangat kemerdekaan.

Warga sekitar menyambut positif inisiatif ini. Mereka tidak hanya memberikan dukungan berupa air minum dan makanan ringan, tetapi juga ikut turun tangan membantu pengecatan. Kebersamaan dan semangat kekeluargaan terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung.

“Kegiatan ini tidak sekadar mempercantik jembatan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan kepedulian lingkungan, terutama bagi generasi muda,” ujar salah satu anggota KKL.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 berharap semangat kemerdekaan dapat dirayakan tidak hanya lewat seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penulis : Nurlita Sari

“Rumah Ilmu” di Desa Sungai Terus Jadi Wadah Edukasi dan Peningkatan Minat Baca Anak

“Rumah Ilmu” di Desa Sungai Terus Jadi Wadah Edukasi dan Peningkatan Minat Baca Anak


 Sungai Terus, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Balai Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, menjadi pusat kegiatan edukatif melalui program “Rumah Ilmu” yang resmi diselenggarakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat sore. Program yang berlangsung pada pukul 15.30–17.00 WIB ini bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus memberikan akses pengetahuan baru bagi masyarakat.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenjang, mulai dari anak-anak PAUD hingga siswa SD/MI. Suasana belajar berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan merespons positif setiap materi yang disampaikan.

“Dengan adanya Rumah Ilmu ini, anak-anak punya wadah tambahan untuk belajar, dan waktu sore mereka juga menjadi lebih bermanfaat,” ujar salah satu orang tua murid.

Program ini tidak hanya memperkenalkan konsep dasar materi pelajaran, tetapi juga mendorong peserta untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dokumentasi foto dan video turut menjadi bukti keberhasilan pelaksanaan kegiatan.

Dengan capaian positif ini, “Rumah Ilmu” di Desa Sungai Terus diharapkan dapat menjadi fondasi bagi program-program edukasi serupa di masa mendatang, guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Penulis : Sita Azzurrah Aini

Belajar Bahasa Arab dengan Lagu, TPA Desa Sungai Terus Bikin Anak-Anak Semangat Mengaji

Belajar Bahasa Arab dengan Lagu, TPA Desa Sungai Terus Bikin Anak-Anak Semangat Mengaji

 


Sungai Terus, 30 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana ceria memenuhi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Anak-anak dari usia dini hingga remaja tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dibimbing oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak.

Selain belajar tahsin, menghafal ayat, dan mendalami tajwid, anak-anak juga mempelajari Bahasa Arab dengan metode yang unik dan menyenangkan. Salah satu daya tarik utamanya adalah pembelajaran kosakata dan struktur kalimat Bahasa Arab melalui lagu. Dengan melodi riang dan lirik yang mudah diingat, para santri kecil dapat menguasai kosakata dasar dan frasa sederhana dengan cepat.

“Bernianyi sambil menghafal kata-kata Bahasa Arab itu seru dan tidak membosankan,” ujar Naya, salah satu murid TPA.

Metode kreatif ini tidak hanya membuat proses belajar terasa ringan, tetapi juga memperkuat daya ingat anak-anak. Dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat menjadi fondasi penting keberhasilan kegiatan ini.

TPA di Desa Sungai Terus menjadi wadah pendidikan yang tidak hanya membentuk generasi beriman dan cerdas, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan Bahasa Arab yang memudahkan pemahaman terhadap ajaran agama.

Penulis : Sita Azzurrah Aini

Program “Main ke Rumah Warga” Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Eratkan Hubungan dengan Masyarakat Desa Sungai Terus

Program “Main ke Rumah Warga” Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Eratkan Hubungan dengan Masyarakat Desa Sungai Terus


 Sungai Terus, 27 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak di Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Melalui program unik bertajuk “Main ke Rumah Warga”, para mahasiswa berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat sebagai langkah awal kelancaran program kerja mereka.

Berbeda dari pendekatan formal, para mahasiswa memilih menyambangi rumah-rumah penduduk secara langsung. Mereka berbincang santai di teras, berinteraksi sambil membantu ibu-ibu memasak, hingga menemani bapak-bapak bekerja di sawah. Program ini bertujuan membangun jembatan emosional dan rasa saling percaya antara mahasiswa dan warga.

“Kami yakin, tanpa kedekatan, program KKL kami tidak akan berjalan optimal,” ujar Yudi, Koordinator KKL. “Dengan Main ke Rumah Warga, kami bukan hanya memperkenalkan diri, tapi juga belajar langsung tentang kehidupan, kebiasaan, potensi, dan tantangan yang dihadapi warga dari sudut pandang mereka.”

Dari kunjungan ini, mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti masalah akses air bersih, potensi pengembangan UMKM lokal, hingga kendala pendidikan anak-anak. Temuan-temuan tersebut menjadi acuan penyusunan program kerja KKL yang lebih relevan dan tepat sasaran.

Masyarakat menyambut hangat inisiatif ini. Ibu Rumi, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan, “Kami senang sekali anak-anak mahasiswa mau datang ke rumah-rumah. Jadi tidak canggung lagi kalau ada keperluan atau mau minta bantuan. Rasanya seperti anak sendiri.”

Program Main ke Rumah Warga membuktikan bahwa pendekatan humanis dan partisipatif merupakan fondasi penting dalam pengabdian masyarakat. Kedekatan yang terjalin diharapkan mempermudah pelaksanaan program KKL sekaligus meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Sungai Terus.

Penulis : Sita Azzurrah Aini

Mahasiswa KKL dan Warga Jeruju Besar Rapat Perdana Persiapan HUT RI ke-80

Mahasiswa KKL dan Warga Jeruju Besar Rapat Perdana Persiapan HUT RI ke-80

 



Jeruju Besar, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 — Suasana kebersamaan mewarnai rapat perdana persiapan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Desa Jeruju Besar. Bertempat di kediaman Ketua RT 02, mahasiswa KKL Kelompok 42 IAIN Pontianak duduk satu forum bersama para tokoh adat, ketua RT se-lingkungan, dan perwakilan masyarakat membahas teknis serta konsep perlombaan 17 Agustusan.

Rapat yang berlangsung sejak pukul 18.30 hingga 22.00 WIB ini membahas pembagian peran, penyusunan jenis lomba, serta strategi pelibatan masyarakat. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi momen pemersatu yang membuka ruang kolaborasi lintas generasi di desa. Mahasiswa turut mendapat kepercayaan penuh untuk terlibat aktif sebagai bagian dari panitia.

Respons masyarakat sangat positif. Perwakilan lima RT sepakat berkolaborasi langsung dengan mahasiswa KKL dalam pelaksanaan lomba. Ketua Panitia, Kholilurrahman, menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat kebersamaan. “InsyaAllah, lomba tahun ini bukan hanya soal perayaan, tapi juga ajang memperkuat silaturahmi warga dan memperkenalkan peran mahasiswa dalam pembangunan sosial,” ujarnya.

Para tokoh adat mengapresiasi inisiatif ini, menyebutnya sebagai teladan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Musyawarah malam itu menghasilkan kesepakatan mufakat: lima RT akan bersinergi penuh dengan KKL Kelompok 42 dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT RI. Sebuah awal yang menjanjikan semangat Merah Putih makin berkobar di Desa Jeruju Besar.

Penulis: Ahmad Fauzi

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ajar Bahasa Inggris di MTS Al-Muhajirin

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ajar Bahasa Inggris di MTS Al-Muhajirin


 Jeruju Besar, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Suasana kelas VII di MTS Al-Muhajirin pagi itu terasa hidup dan penuh antusias. Muhammad Nawfal Rigawan, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak dari kelompok Jeruju Besar, tampil sebagai pengganti guru Bahasa Inggris yang berhalangan hadir. Dengan percaya diri, ia menyampaikan materi tentang Colors secara interaktif sambil memeriksa tugas-tugas sebelumnya.

Kegiatan mengajar berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.10 WIB di ruang kelas sederhana namun penuh semangat belajar. Para siswa tampak aktif menjawab pertanyaan dan terlibat dalam pembelajaran. “Bukan hanya mengabdi, tapi kami belajar menjadi pendidik yang hadir dan berkontribusi,” ujar Nawfal.

Ayu, Wakil Kepala Kurikulum MTS Al-Muhajirin, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKL dalam membantu proses belajar mengajar. Menurutnya, hal ini sangat membantu sekaligus memberi nilai tambah bagi siswa. Kepala Madrasah, Faisal Amin, S.E., juga menyebut mahasiswa sebagai mitra edukatif selama pelaksanaan KKL.

Syarbani, salah satu siswa kelas VII, mengaku senang belajar bersama mahasiswa. “Pembawaannya santai, tapi mudah dipahami,” tuturnya.

Momen ini menjadi bukti bahwa KKL bukan hanya program pengabdian, tetapi juga ruang kolaborasi yang memperkaya pengalaman belajar, baik bagi mahasiswa maupun siswa.

Penulis : Ahmad Fauzi

Merawat Tradisi Ilmu: Mahasiswa KKL Berbaur dalam Kajian Rutin Masyarakat Jeruju Besar

Merawat Tradisi Ilmu: Mahasiswa KKL Berbaur dalam Kajian Rutin Masyarakat Jeruju Besar


 Jeruju Besar, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 — Malam Selasa di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, terasa hangat dan khidmat saat rumah Murdi menjadi tempat berkumpulnya warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 42. Mereka turut berpartisipasi dalam kajian rutin mingguan yang menjadi ruang pertemuan antara tradisi keilmuan, pengabdian, dan kebersamaan.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga 21.30 WIB ini dipandu oleh Ustadz Syarbani Musa yang membahas Kitab Fathul Qorib dengan fokus pada bab fikih puasa. Suasana pengajian berlangsung santai namun sarat makna, diikuti oleh siswa, mahasiswa, dan warga setempat yang antusias berdiskusi dan menyimak penjelasan.

Murdi, tuan rumah kegiatan, mengaku senang rumahnya menjadi tempat menuntut ilmu. “Rumah ini terasa lebih berkah saat digunakan untuk belajar. Kami senang anak-anak muda ikut hadir,” ujarnya. Muhammad, salah satu jamaah muda, menambahkan, “Biasanya cuma warga yang hadir, tapi dengan mahasiswa datang, semangat jadi nambah.”

Muhammad Hidayat, Wakil Ketua KKL Kelompok 42, menilai kegiatan ini sebagai momen berharga. “Ini bukan sekadar ikut kajian, tapi kami benar-benar merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, Ustadz Syarbani Musa menegaskan, “Pengajian seperti ini adalah benteng moral. Kehadiran mahasiswa membuat kegiatan lebih semarak dan bernilai dakwah.”

Kolaborasi ini membuktikan bahwa mahasiswa KKL tidak hanya hadir sebagai pengabdi, tetapi juga pembelajar yang menyerap nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas dari masyarakat.

Penulis : Ahmad Fauzi

Mahasiswa KKL Jeruju Besar Ikut Bangun Lapangan Voli di MTS Al-Muhajirin

Mahasiswa KKL Jeruju Besar Ikut Bangun Lapangan Voli di MTS Al-Muhajirin


 Jeruju Besar, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
— Semangat gotong royong mewarnai halaman MTS Al-Muhajirin, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin pagi. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok Jeruju Besar IAIN Pontianak terlibat aktif dalam pembangunan lapangan voli baru yang akan menjadi fasilitas olahraga bagi siswa.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 hingga menjelang siang ini meliputi pengukuran area, pembabatan rumput, dan penggalian titik tumpuan bambu sebagai batas lapangan. Selain mengerahkan tenaga, mahasiswa juga memberikan ide dan strategi agar pekerjaan berjalan efektif. Kebersamaan terasa kuat ketika mahasiswa dan warga sekolah bekerja bahu membahu.

Kepala MTS Al-Muhajirin, Faisal Amin, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. “Lapangan ini bukan hanya untuk olahraga, tapi juga ruang tumbuhnya solidaritas antargenerasi. Kami sangat terbantu,” ujarnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh para siswa. “Semoga cepat selesai, biar kami bisa latihan voli sore-sore,” ungkap Silva Apriliani, siswi kelas IX.

Bagi mahasiswa, keterlibatan ini menjadi pengalaman bermakna. “Kami merasa menjadi bagian dari proses tumbuhnya sekolah ini,” kata Umam, anggota KKL. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk membangun fasilitas yang memberi manfaat jangka panjang.

Penulis : Ahmad Fauzi

Kolaborasi KKL dan Sekolah: Mahasiswa Bantu Pembelajaran SKI di MTS Al- Muhajirin

Kolaborasi KKL dan Sekolah: Mahasiswa Bantu Pembelajaran SKI di MTS Al- Muhajirin


 Jeruju Besar, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 — Suasana kelas IX MTS Al-Muhajirin Desa Jeruju Besar pada Senin pagi terasa lebih hidup dari biasanya. Kegiatan belajar mengajar kali ini dipandu oleh Nafsiyah, mahasiswi peserta KKL kelompok 42 IAIN Pontianak, yang menggantikan guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang berhalangan hadir.

Pelajaran berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.10 WIB dengan materi “Masuknya Islam ke Nusantara”. Nafsiyah menerapkan pendekatan komunikatif, menyampaikan materi secara lisan, mengecek tugas sebelumnya, dan mengajak siswa terlibat dalam sesi tanya jawab interaktif. Antusiasme terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya, termasuk Silva Apriliani yang memberikan tanggapan dalam diskusi.

Kepala MTS Al-Muhajirin, Faisal Amin, S.E., melalui Waka Kurikulum Ayu, mengapresiasi peran mahasiswa KKL. “Kami sangat terbantu. Kehadiran mahasiswa memberi warna baru dalam proses belajar siswa,” ujarnya.

Nafsiyah pun mengungkapkan rasa senangnya. “Ini jadi pengalaman berharga, menguji mental sekaligus memperdalam pemahaman saya terhadap materi SKI dari sudut pandang pengajar,” tuturnya.

Penulis : Ahmad Fauzi

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak