LP2M IAIN PONTIANAK
Asah Nalar, Tingkatkan Daya Pikir: Mahasiswa KKL Latih Siswa MTs Bustanul Ulum Lewat Soal Berbasis Logika

Asah Nalar, Tingkatkan Daya Pikir: Mahasiswa KKL Latih Siswa MTs Bustanul Ulum Lewat Soal Berbasis Logika

 


Sungai Enau, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 mengadakan pembelajaran khusus bagi siswa kelas 9 MTs Bustanul Ulum. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan soal-soal nalar yang dirancang untuk merangsang pola pikir analitis dan logis.

Berbeda dari metode pembelajaran biasanya, mahasiswa menghadirkan soal dengan makna tersembunyi atau dibalik dari catatan pelajaran siswa. Pendekatan ini mendorong siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi memahami materi secara mendalam serta mampu menarik kesimpulan secara mandiri.

“Dengan membalik makna dari catatan mereka, siswa ditantang berpikir lebih dalam dan tidak terpaku pada teks semata. Hal ini membuat mereka semakin aktif dan penasaran untuk mencari jawaban,” ujar Lita, salah satu mahasiswa KKL pengajar kelas 9.

Respon siswa terhadap metode ini sangat positif. Meski awalnya terasa menantang, mereka tetap antusias dan bersemangat menjawab setiap soal. Kegiatan ini tidak hanya melatih logika, tetapi juga membentuk kebiasaan berpikir kritis yang bermanfaat untuk jenjang pendidikan berikutnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKL Sungai Enau 2 berharap siswa MTs Bustanul Ulum semakin percaya diri dalam menghadapi berbagai bentuk soal yang membutuhkan pemahaman dan analisis. Selama masa pengabdian, mahasiswa berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik di bidang pendidikan.

Penulis : Nurlita Sari

Belajar Seru Bahasa Arab: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hadirkan Ice Breaking Interaktif di SMK Bustanul Ulum

Belajar Seru Bahasa Arab: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Hadirkan Ice Breaking Interaktif di SMK Bustanul Ulum

 


Sungai Enau, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sungai Enau 2 kembali berinovasi dalam pengabdian di bidang pendidikan. Kali ini, mereka mengajar Bahasa Arab di SMK Bustanul Ulum dengan metode kreatif, yakni melalui ice breaking berbahasa Arab.

Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan minat dan semangat belajar Bahasa Arab di kalangan siswa. Pembelajaran diawali dengan permainan ringan, nyanyian, dan tanya jawab sederhana menggunakan kosa kata Arab yang mudah dipahami. Metode ini mampu mencairkan suasana kelas sekaligus membangun kedekatan antara mahasiswa dan siswa.

Setelah suasana menjadi lebih hidup, mahasiswa mulai menyampaikan materi dasar seperti mufrodat (kosakata) dan kalimat sederhana. Siswa pun terlihat antusias, aktif menjawab pertanyaan, serta mencoba mengulang kalimat dengan percaya diri.

Penerapan ice breaking menjadi langkah strategis untuk mengubah persepsi bahwa Bahasa Arab sulit dan membosankan. Dengan suasana yang menyenangkan, materi lebih mudah diserap dan siswa merasa nyaman untuk bertanya maupun berdiskusi.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi siswa SMK Bustanul Ulum untuk semakin mendalami Bahasa Arab, baik sebagai ilmu agama maupun keterampilan komunikasi global. Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 berkomitmen terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan inspiratif sepanjang masa pengabdian mereka di desa tersebut.

Penulis : Salsabila Aulia Safitri

Hari ke-11 KKL di Desa Punggur Kecil: Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Kegiatan Sehat, Religius, dan Sosial

Hari ke-11 KKL di Desa Punggur Kecil: Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Kegiatan Sehat, Religius, dan Sosial


 Punggur Kecil, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Hari ke-11 pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Kecil kembali diisi dengan beragam kegiatan bermakna yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Sejak pagi, suasana penuh semangat dan kebersamaan tercipta saat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UPGRI dan Universitas Tanjungpura (UNTAN), mengikuti senam pagi bersama di depan Kantor Desa Punggur Kecil. Kegiatan ini juga diikuti langsung oleh Kepala Desa beserta jajaran aparatur desa, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat. Diiringi lima lagu senam yang penuh semangat, seluruh peserta tampak antusias dan ceria.

Pada siang hari, mahasiswi KKL turut serta dalam pengajian rutin Majelis Taklim Baiturrahman di Parit Deraman Hulu. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung hingga sore. Kehadiran mahasiswa menjadi bentuk nyata keterlibatan dalam kehidupan spiritual dan sosial masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, salah seorang anggota menjelaskan hukum tajwid kepada para ibu pengajian.

Malam harinya, sebagian mahasiswa melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Nurul Yaqin, Jalan Pelita 1. Usai beribadah, mereka bersilaturahmi dengan anak-anak, remaja masjid, serta pengurus masjid. Diskusi hangat pun terjalin membahas rencana program kerja yang akan dilaksanakan, termasuk kegiatan keagamaan dan kepemudaan.

Puncak kegiatan malam ditutup dengan partisipasi mahasiswa dalam acara rutin masyarakat, yaitu sholawatan keliling yang digelar setiap minggu secara bergilir di masjid-masjid desa. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka turut meramaikan kegiatan yang sarat nuansa religius ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan dan budaya lokal.

Hari ke-11 KKL menjadi cerminan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan pengalaman pengabdian yang sehat secara jasmani, bermakna secara spiritual, dan mempererat kebersamaan sosial.

Penulis : Aisah

Mahasiswa KKL Desa Punggur Kecil Pererat Silaturahmi dan Laksanakan Program Kerja

Mahasiswa KKL Desa Punggur Kecil Pererat Silaturahmi dan Laksanakan Program Kerja


 Punggur Kecil, 2 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, mahasiswa semakin aktif menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Sejak subuh, anggota KKL laki-laki mengikuti kegiatan rutin masyarakat setempat, yaitu Subuh Keliling (Suling) yang diadakan seminggu sekali secara bergiliran di masjid-masjid desa. Pagi harinya, mahasiswa membagi diri ke berbagai titik strategis untuk melaksanakan program kerja yang telah direncanakan.

Sebagian mahasiswa mengajar di PAUD KB Nurul Iman dengan memberikan pembelajaran dan hiburan edukatif bagi anak-anak usia dini. Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan para orang tua. Di waktu yang sama, beberapa mahasiswa berpamitan kepada pihak SDN 22 Sungai Kakap setelah menyelesaikan program kerja mereka.

Kelompok lainnya melakukan kunjungan ke RT di Jalan Pelita Satu untuk bersilaturahmi dan meminta izin pelaksanaan program kerja. Momen ini menjadi kesempatan mempererat hubungan dengan warga sekaligus menerima masukan agar program tepat sasaran.

Menjelang sore, kegiatan silaturahmi berlanjut. Sebagian mahasiswa mengunjungi tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama di Parit Deraman Hulu, membahas kondisi sosial keagamaan desa serta harapan warga terhadap kontribusi KKL. Sementara itu, kelompok lain bertemu Ketua Masjid Nurul Yaqin di Jalan Pelita Satu untuk membicarakan rencana program kerja kolaboratif, termasuk kegiatan keagamaan yang akan melibatkan masyarakat dan pengurus masjid.

Dengan kegiatan yang tersebar ini, diharapkan seluruh program kerja mahasiswa dapat berjalan efektif dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Silaturahmi dan komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pengabdian yang berkelanjutan di Desa Punggur Kecil.

Penulis : Aisah

Menanam Harapan Sehat: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Buka Lahan Apotek Hidup

Menanam Harapan Sehat: Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 Buka Lahan Apotek Hidup


 Sungai Enau, 3 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kelompok Sungai Enau 2 kembali berkontribusi bagi masyarakat, kali ini melalui kegiatan pembukaan lahan untuk penanaman apotek hidup. Lahan tersebut berada di samping rumah Kepala Sekolah MTS dan Kasi Pemerintahan Desa, Muhasis.

Sejak pagi, mahasiswa bersama warga membersihkan dan mengolah tanah kosong yang akan dijadikan kebun tanaman obat keluarga (TOGA). Apotek hidup ini rencananya akan ditanami jahe, kunyit, serai, dan berbagai tanaman herbal lain yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan alami sehari-hari.

Selain meningkatkan ketersediaan tanaman herbal bagi warga, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi alam sekitar. Mahasiswa berharap, apotek hidup ini nantinya bisa dikelola bersama agar manfaatnya berkelanjutan.

Warga menyambut positif inisiatif tersebut. Mahasiswa KKL Sungai Enau 2 berharap kebun ini menjadi warisan bermanfaat yang terus dikembangkan setelah program KKL berakhir, sekaligus mendorong munculnya lebih banyak kegiatan berbasis kearifan lokal.

Penulis : Annisya Jasmine Shalma Qanayla

Sungai di Ujung Desa Sungai Enau A, Sumber Kehidupan dan Kebersamaan Warga

Sungai di Ujung Desa Sungai Enau A, Sumber Kehidupan dan Kebersamaan Warga


 Desa Sungai Enau A (lp2m.iainptk.ac.id) — Desa Sungai Enau A, yang berada di Kecamatan Kuala Mandor B, memiliki kekayaan alam yang menjadi penopang kehidupan warganya, salah satunya sungai besar yang terletak di ujung desa. Selain menjadi bagian dari panorama alam yang indah, sungai ini berperan penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sungai yang mengalir tenang ini dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci pakaian, membersihkan peralatan rumah tangga, hingga menunjang kebutuhan pertanian skala kecil. Di tengah keterbatasan akses air bersih yang merata, keberadaan sungai menjadi alternatif utama pemenuhan kebutuhan air harian.

Tak hanya sebagai sumber air, sungai ini juga menjadi pusat interaksi sosial warga. Anak-anak sering bermain air di sore hari, sementara para ibu mencuci sambil bercengkerama. Suasana tersebut mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan di masyarakat.

Sungai ini juga mendukung kelestarian ekosistem lokal. Beragam jenis ikan air tawar masih ditemukan dan kerap dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga atau kegiatan memancing. Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sungai juga mulai tumbuh, terlihat dari upaya warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan bantaran.

Bagi masyarakat Desa Sungai Enau A, sungai besar di ujung desa bukan sekadar sumber air, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya mereka.

Penulis : Nurlita Sari

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikuti Upacara Bendera di SD Negeri 20 Sungai Raya

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Ikuti Upacara Bendera di SD Negeri 20 Sungai Raya


 Sungai Raya, 4 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 2 IAIN Pontianak berpartisipasi dalam Upacara Bendera Hari Senin di SD Negeri 20 Sungai Raya, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan tertib mulai pukul 07.00 WIB, diikuti oleh seluruh komponen sekolah, mulai dari siswa, dewan guru, staf sekolah, hingga mahasiswa KKL.

Kehadiran mahasiswa dalam upacara ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air, sekaligus mempererat hubungan dan koordinasi dengan pihak sekolah. “Partisipasi dalam kegiatan rutin sekolah seperti upacara menjadi bagian dari adaptasi mahasiswa terhadap budaya sekolah,” ujar salah satu mahasiswa KKL.

Usai upacara, mahasiswa melanjutkan program yang telah direncanakan bersama guru pembimbing kelas. Keterlibatan mereka diharapkan memberi dampak positif terhadap suasana belajar, sekaligus memotivasi siswa dalam mengikuti pelajaran.

Penulis : Aini

Mahasiswa Semangat Melakukan Kerja Bakti Membersihkan Sungai, Jalan, dan Musholla Bersama Warga Gang Parit Pangeran

Mahasiswa Semangat Melakukan Kerja Bakti Membersihkan Sungai, Jalan, dan Musholla Bersama Warga Gang Parit Pangeran


 
Desa Durian, 3 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Kebersamaan antara mahasiswa KKL IAIN Pontianak kelompok Durian 1 dan warga Gang Parit Pangeran terlihat begitu kuat saat mereka bersama-sama melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kegiatan ini mencakup pembersihan aliran sungai kecil, jalan gang, serta area musholla yang menjadi pusat ibadah warga setempat.

Dengan peralatan seadanya dan semangat gotong royong, mahasiswa dan warga bahu-membahu mengangkat sampah, membersihkan selokan, memangkas rumput liar, hingga mengepel dan menyapu musholla. Kegiatan ini dilakukan sejak pagi hari dan berlangsung hingga menjelang siang, disertai canda tawa dan rasa kebersamaan yang kuat.

“Sangat menyenangkan bisa turun langsung bersama masyarakat. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih dekat dengan warga dan juga memberi pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar salah satu mahasiswa peserta kerja bakti.

Warga Gang Parit Pangeran menyambut kehadiran mahasiswa dengan tangan terbuka. Bagi mereka, keterlibatan anak-anak muda ini menjadi angin segar dan bukti nyata bahwa generasi muda peduli terhadap lingkungan. Beberapa warga bahkan mengaku termotivasi untuk lebih rutin menjaga kebersihan lingkungan mereka sendiri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKL yang merupakan aksi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mereka berharap, semangat kebersamaan ini terus terjaga meski masa KKL nanti telah usai.

Penulis : Nur'aini

Mahasiswa Semangat Lakukan Senam Bersama Ibu-Ibu dari Laskar Ambawang

Mahasiswa Semangat Lakukan Senam Bersama Ibu-Ibu dari Laskar Ambawang


 
Desa Durian, 2 Agustus 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Suasana cerah sore hari di lapangan SD 6 Desa Durian semakin semarak dengan alunan musik senam dan gelak tawa penuh semangat. Mahasiswa KKL IAIN Pontianak dari kelompok Durian 1 melakukan senam bersama ibu-ibu dari komunitas Laskar Ambawang, sebuah kelompok perempuan aktif yang dikenal dengan gaya hidup sehat.

Kegiatan ini menjadi salah satu momen menyenangkan selama pelaksanaan KKL di desa tersebut. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu oleh instruktur dari Laskar Ambawang. Tidak sedikit dari mereka yang baru pertama kali mengikuti senam yang bisa dibilang berbeda namun tetap semangat mengikuti irama dengan penuh semangat dan keceriaan.

“Awalnya canggung, tapi begitu musik diputar dan lihat ibu-ibu yang semangat banget, jadi ikut terbawa suasana. Seru sekali,” ujar salah satu mahasiswa sambil tersenyum.

Senam pagi ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga, khususnya para perempuan yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. 

Perwakilan Laskar Ambawang mengungkapkan rasa senangnya karena para mahasiswa terlibat langsung dan membaur dengan masyarakat. “Kami senang karena mahasiswa mau mengajak kami dalam kegiatan mereka. Minggu depan harus lebih semangat dan lebih ramai lagi.” Harapannya.

Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa interaksi mahasiswa dengan masyarakat dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk kegiatan santai namun bermakna seperti senam bersama. Lebih dari sekadar olahraga, senam ini menghadirkan semangat kebersamaan dan energi positif di tengah pelaksanaan KKL yang terus berlangsung.

Penulis : Nur'aini

Mahasiswa KKL Kelompok Durian 1 Antusias Ikuti Program Pembagian BANPANG oleh Kantor Desa Durian yang Dilakukan Selama 3 Hari

Mahasiswa KKL Kelompok Durian 1 Antusias Ikuti Program Pembagian BANPANG oleh Kantor Desa Durian yang Dilakukan Selama 3 Hari


 
Desa Durian, 31 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) — Program pembagian Bantuan Pangan (BANPANG) dari pemerintah melalui Kantor Desa Durian berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tak ketinggalan, mahasiswa KKL dari kelompok Durian 1 IAIN Pontianak turut serta mendukung jalannya kegiatan tersebut dengan penuh antusias.

Bertempat di halaman Kantor Desa Durian, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut. Bantuan pangan yang disalurkan meliputi beras yang ditujukan kepada warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat.

Mahasiswa KKL tidak hanya hadir sebagai saksi, tetapi juga aktif membantu proses pendataan, hingga distribusi bantuan kepada warga. Peran aktif mereka mendapat apresiasi dari perangkat desa yang menilai kehadiran mahasiswa telah meringankan beban teknis dan memperlancar jalannya pembagian.

“Kami senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran nyata tentang pentingnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa KKL.

Keterlibatan mahasiswa KKL Durian 1 dalam program pembagian BANPANG ini menunjukkan bentuk kepedulian sosial yang nyata. Mereka tidak hanya fokus pada kegiatan akademik dan penyuluhan, tetapi juga sigap terlibat dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis : Nur'aini

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak