LP2M IAIN PONTIANAK
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Jalin Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Sungai Ambangah

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Jalin Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Sungai Ambangah


Sungai Ambangah, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 – Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengadakan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Sungai Ambangah. Kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa di lingkungan pesantren.

Kunjungan yang dilaksanakan pada malam hari ini disambut hangat oleh pengurus pondok dan seluruh santri. Acara diawali dengan perkenalan dari mahasiswa KKL yang menyampaikan nama, asal program studi, serta maksud kedatangan mereka. Antusiasme terlihat jelas dari para santri yang memanfaatkan momen ini untuk bertukar cerita dan pengalaman dengan para mahasiswa.

Kegiatan berlangsung di dalam masjid pondok dengan suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan ukhuwah. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan rasa syukur dapat diterima di lingkungan pesantren yang sarat nilai keilmuan dan akhlak mulia. Mahasiswa berharap kunjungan ini menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi edukatif antara mahasiswa KKL dan santri, baik dalam aspek keagamaan maupun sosial.

Momen mengharukan terjadi saat para santri memanjatkan doa khusus untuk mahasiswa KKL Sungai Ambangah, memohonkan kelancaran studi, keberkahan ilmu, serta kemudahan dalam meraih cita-cita. Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto yang menggambarkan keakraban antara mahasiswa dan santri.

Pengasuh Pondok Pesantren turut memberikan pesan moral dan motivasi, menekankan pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu serta menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap aktivitas, termasuk dalam pengabdian masyarakat melalui KKL.

Kunjungan ini ditutup dengan ramah tamah di kediaman pengasuh pondok, mempererat hubungan antara mahasiswa dan pihak pesantren. Mahasiswa KKL mengungkapkan rasa terhormat atas sambutan hangat yang mereka terima, serta berharap dapat kembali membawa manfaat lebih besar di masa mendatang.

Kegiatan silaturahmi ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga memperkokoh sinergi antara dunia akademik dan pesantren dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Penulis ; Dhea imeldha

Kunjungan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 25 Ke Kelenteng Macou Kumpai Besar Dalam Rangka Moderasi Beragama

Kunjungan Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 25 Ke Kelenteng Macou Kumpai Besar Dalam Rangka Moderasi Beragama

 


Sungai Ambangah, 23 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - Mahasiswa IAIN Pontianak yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Lapangan di Desa Sungai Ambangah, melaksanakan kunjungan dalam rangka kegiatan Moderasi Beragama ke Kelenteng Macou, Dusun Kumpai Besar, pada hari Minggu (23/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan keagamaan serta wujud nyata dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Kunjungan ini disambut hangat oleh pengurus Kelenteng Macou dengan ramah menerima kehadiran para mahasiswa KKL Desa Sunga Ambangah. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kedatangan, mencerminkan semangat keterbukaan dan toleransi yang dijunjung tinggi oleh pihak kelenteng.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak berkeliling kawasan kelenteng dan diperkenalkan dengan sejarah singkat tempat ibadah yang telah menjadi bagian penting dari komunitas Tionghoa di daerah tersebut. Para pengurus menjelaskan fungsi kelenteng dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat sekitar.

Tak hanya sekadar kunjungan, dalam kesempatan itu juga berlangsung diskusi ringan antara mahasiswa dan pengurus kelenteng mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa. Diskusi ini membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana kerukunan antarumat beragama dapat terjalin dengan baik dalam ruang kehidupan yang majemuk.

Pengurus kelenteng menyampaikan bahwa selama ini mereka hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda agama tanpa adanya gesekan. Menurut mereka, sikap saling menghargai, membuka ruang dialog, serta menjalin komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sosial.

Dalam dialog tersebut, pihak kelenteng juga menyampaikan harapan besar agar toleransi dan keberagaman terus dijaga oleh generasi muda, terutama mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Mereka juga menekankan agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap kelompok agama mana pun di masa yang akan datang.

Mahasiswa KKL pun merasa bersyukur atas sambutan hangat dan keterbukaan yang diberikan. Mereka menyadari bahwa kunjungan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat empati, toleransi, serta semangat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dari semangat moderasi beragama yang diusung oleh Kementerian Agama dan menjadi salah satu misi penting dalam program KKL IAIN Pontianak. Mahasiswa berharap kunjungan semacam ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, agar semangat kebangsaan dan kerukunan dapat terus ditanamkan dan disebarkan. 

Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan terima kasih dari mahasiswa kepada pengurus Kelenteng Macou. Semoga semangat kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga perdamaian dalam bingkai kebhinekaan.

Penulis : Dhea Imeldha


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berperan Aktif dalam Penutupan Turnamen Sepak Bola Antar Dusun di Desa Sungai Kakap

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Berperan Aktif dalam Penutupan Turnamen Sepak Bola Antar Dusun di Desa Sungai Kakap


 Sungai Kakap, 25 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 47 IAIN Pontianak yang bertugas di Desa Sungai Kakap turut berkontribusi sebagai panitia dalam kegiatan penutupan turnamen sepak bola antar dusun. Turnamen ini diselenggarakan oleh pemuda desa sebagai ajang mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus meningkatkan semangat olahraga di kalangan masyarakat.

Sejak pagi pukul 07.00 WIB, mahasiswa KKL telah mempersiapkan berbagai keperluan teknis dan logistik. Persiapan meliputi penataan kursi untuk tamu, penyusunan meja, hingga dekorasi lapangan sepak bola. Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan konsumsi yang dikemas rapi untuk para tamu dan penonton.

Usai persiapan selesai, mahasiswa KKL kembali ke posko untuk beristirahat dan melaksanakan salat Jumat. Pada sore harinya, pukul 14.30 WIB, mereka kembali ke lapangan guna membantu jalannya acara penutupan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut membantu panitia dalam pembagian konsumsi serta memastikan kelancaran acara hingga selesai.

Setelah pertandingan final dan prosesi penutupan berakhir, mahasiswa KKL kembali berperan aktif dalam membersihkan area lapangan dengan membereskan kursi, meja, dan perlengkapan lainnya.

Keterlibatan mahasiswa KKL dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari panitia dan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa membuktikan adanya sinergi yang baik dalam mendukung suksesnya kegiatan olahraga di Desa Sungai Kakap.

Penulis : Maritsa

Langkah Lanjut Mahasiswa KKL Untuk Menyukseskan Program Pengajaran Di SDN 08 Desa Sungai Kakap

Langkah Lanjut Mahasiswa KKL Untuk Menyukseskan Program Pengajaran Di SDN 08 Desa Sungai Kakap


Sungai Kakap, 29 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kembali melakukan audiensi di SDN 08 Desa Sungai Kakap untuk memastikan pelaksanaan program pengajaran yang telah direncanakan. Audiensi ini dilakukan sebagai tindak lanjut koordinasi dengan pihak sekolah agar program dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan.

Setibanya di sekolah, mahasiswa KKL berencana menemui Kepala SDN 08, Ibu Zainab, namun karena beliau sedang ada urusan di luar, mahasiswa diarahkan untuk berdiskusi dengan salah satu guru, Ibu Siti Nurvia Yunita (Bu Via).

Bu Via menyambut hangat kedatangan mahasiswa dan memberikan izin pelaksanaan program pengajaran dengan pembagian dalam dua sesi, pagi dan siang, menyesuaikan dengan keterbatasan ruang kelas yang ada. Ia juga memberikan arahan agar sebelum mengajar, mahasiswa mengonfirmasi terlebih dahulu kepada wali kelas yang bersangkutan.

Selain mengajar, Bu Via memberikan saran agar mahasiswa KKL tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengadakan sosialisasi mengenai isu-isu penting yang sedang marak di masyarakat. “Ibu minta kalau bisa jangan hanya fokus mengajar saja, karena guru-guru di sini juga sudah melaksanakan itu. Akan lebih baik jika mahasiswa bisa memberikan sosialisasi tentang narkoba, anti bullying, dan kekerasan seksual. Saat ini, di Desa Sungai Kakap sedang marak kasus narkoba,” ungkap Bu Via.

Saran tersebut disambut positif oleh mahasiswa KKL. Mereka berkomitmen untuk memasukkan kegiatan sosialisasi sebagai bagian dari program kerja di SDN 08. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan pergaulan negatif, serta membangun kesadaran untuk menjaga diri dari perilaku yang merugikan.

Audiensi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara mahasiswa KKL dan pihak sekolah demi tercapainya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran sosial siswa.

Penulis : Maritsa

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Aparatur Desa Sungai Kakap Eksplorasi Potensi Wisata Lokal

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Bersama Aparatur Desa Sungai Kakap Eksplorasi Potensi Wisata Lokal

 


Sungai Kakap, 24 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 47 melaksanakan program kerja bersama aparatur Desa Sungai Kakap dengan agenda eksplorasi potensi wisata lokal sekaligus pengambilan foto dan video untuk kebutuhan promosi lomba desa wisata.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan koordinasi teknis di kantor desa, kemudian dilanjutkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata yang menjadi daya tarik khas Sungai Kakap.

Destinasi yang dieksplorasi antara lain:

  • Kampung Padi, yang menawarkan suasana pedesaan dengan hamparan sawah dan aktivitas petani.

  • Toko Oleh-Oleh Sungai Kakap, pusat oleh-oleh khas daerah seperti kerupuk ikan, terasi, gula merah, dan hasil olahan lokal lainnya.

  • Pasar Tradisional Sungai Kakap, yang menjadi pusat interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.

  • Klenteng Tri Dharma Hiang Tian Siang Tie, simbol keberagaman budaya Tionghoa yang masih terjaga.

  • Susur Sungai, perjalanan menggunakan perahu motor untuk menikmati panorama alami Sungai Kakap.

  • Kelenteng Tengah Laut, ikon unik berupa rumah ibadah yang terletak di tengah laut.

  • Sunset Sungai Kakap, pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik wisata unggulan.

Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 18.00 WIB dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa. Dokumentasi yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan promosi untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya Desa Sungai Kakap.

Melalui program ini, mahasiswa KKL turut berperan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata lokal serta memperkuat citra Desa Sungai Kakap sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai budaya dan keindahan alam.

Penulis: Usnida Mubarokah

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Bersih-Bersih Posko Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan Posko

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Lakukan Bersih-Bersih Posko Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan Posko

 


Sungai Kakap, Sabtu 26 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) - Sebagai wujud tanggung jawab terhadap komunitas lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari IAIN Pontianak mengadakan aktivitas pembersihan posko pada Sabtu pagi, di mulai pada pukul 07.00 – 09.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di posko utama kami di Desa Sungai Kakap, yang merupakan pusat segala kegiatan kami selama program KKL di desa Sungai Kakap. 

Diiringi dengan semangat tinggi dan rasa kebersamaan yang kuat, para mahasiswa KKL Sungai Kakap membersihkan berbagai titik di posko, seperti ruang tengah, dapur, toilet, dan area sekitarnya. Selain melakukan pembersihan, mahasiswa KKL juga merapikan berbagai peralatan yang kerap kali digunakan selama diposko agar terlihat rapi dan teratur.

Koordinator posko yakni Syahrul zaman, menyatakan bahwa “aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan, melainkan juga sebagai langkah dalam mengembangkan karakter tanggung jawab dan kepedulian sosial” ungkapnya.             

Selain itu, Syahrul Zaman juga menambahkan pendapatnya “Sebagai tamu di desa ini, kami merasa penting untuk menjadikan lingkungan bersih dan nyaman, baik untuk diri kami maupun untuk penduduk setempat yang biasanya berinteraksi dengan posko” katanya. 

Setelah selesai, para mahasiswa melanjutkan dengan diskusi santai mengenai program kerja yang akan datang sambil menikmati makanan bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kekeluargaan. 

Kegiatan pembersihan ini diharapkan menjadi program rutin selama mahasiswa menjalani pengabdian di desa, dan menjadi bagian dari kontribusi nyata mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. 

Penulis: Syahrul Zaman


Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 47 Aktif Mengajar di SDN 08 dan SDN 39 Sungai Kakap

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Kelompok 47 Aktif Mengajar di SDN 08 dan SDN 39 Sungai Kakap

 


Sungai Kakap, Senin, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 47 yang ditempatkan di Desa Sungai Kakap aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 08 dan SDN 39 Sungai Kakap. Kegiatan ini berlangsung setiap hari senin-selasa mulai pukul 06.30 - 12.00 WIB. Tidak hanya terlibat dalam pembelajaran di kelas, para mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin di kedua sekolah tersebut.

Di SDN 08 Sungai Kakap, mahasiswa KKL berperan penting dalam membantu pelaksanaan upacara bendera mingguan. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga turut mempersiapkan dan mengatur jalannya upacara. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar di sejumlah kelas. Mahasiswa memberikan pendampingan belajar kepada siswa dengan fokus utama pada penguatan kemampuan dasar seperti calistung (membaca, menulis, dan berhitung).

Kegiatan calistung diberikan kepada siswa kelas 2 dan kelas 4 di SDN 08 Sungai Kakap. Selain itu, mahasiswa juga mengajar mata pelajaran olahraga di kelas 4, serta mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia di kelas 6. Keterlibatan aktif dalam berbagai bidang ini menunjukkan komitmen mahasiswa IAIN Pontianak dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sungai Kakap.

Di SDN 39 Sungai Kakap, mahasiswa KKL juga turut membantu pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin. Mereka diberi kepercayaan oleh pihak sekolah untuk menggantikan peran wali kelas yang berhalangan hadir, serta melanjutkan kegiatan belajar mengajar agar proses pendidikan tetap berjalan dengan lancar. Keberadaan mahasiswa KKL menjadi solusi bagi keterbatasan tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL IAIN Pontianak tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan di tengah masyarakat. Partisipasi mahasiswa KKL IAIN Pontiainak di SDN 08 dan SDN 39 Sungai Kakap menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat serta upaya bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan di desa Sungai Kakap.

Penulis: Usnida Mubarokah 


Merajut Ilmu dalam Nuansa Keakraban: Mahasiswi KKL Ikuti Pengajian Rutin di Jeruju Besar

Merajut Ilmu dalam Nuansa Keakraban: Mahasiswi KKL Ikuti Pengajian Rutin di Jeruju Besar

 


Jeruju Besar, 29 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id)
– Pengajian rutin kitab Ta’limul Muta’allim di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa sore berlangsung penuh kehangatan dengan kehadiran mahasiswi Kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak. Kegiatan yang digelar selepas salat Ashar ini bertempat di salah satu rumah pengurus Pondok Pesantren Mu’inul Islam, yang berada satu kompleks dengan lingkungan pondok.

Pengajian yang menjadi agenda mingguan masyarakat ini dipimpin oleh ustadz pembimbing yang membahas secara mendalam isi kitab Ta’limul Muta’allim. Materi pengajian kali ini menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu serta keikhlasan dalam proses belajar.

Para mahasiswi KKL tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga ikut aktif menyimak kajian, berdiskusi ringan, serta membaur bersama santriwati dan ibu-ibu jamaah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga dan memberikan suasana berbeda dalam majelis ilmu tersebut.

Salah satu santriwati menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan semangat tersendiri. “Rasanya senang ada kakak-kakak mahasiswa yang ikut mengaji bersama kami. Jadi termotivasi untuk lebih giat belajar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL menunjukkan pengabdian yang tidak hanya terfokus pada program kerja formal, tetapi juga pada partisipasi dalam aktivitas keagamaan masyarakat. Kehadiran mereka memperkuat ikatan spiritual sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan komunitas lokal.

Pengajian rutin ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat saling menguatkan, menghadirkan manfaat baik secara ilmu maupun nilai-nilai keislaman.

Penulis : Ahmad Fauzi

Mahasiswa KKL Hadiri Taklim Akhir Bulan di TPA As Syifa Desa Jangkang Satu

Mahasiswa KKL Hadiri Taklim Akhir Bulan di TPA As Syifa Desa Jangkang Satu

 


Jangkang Satu, 29 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Desa Jangkang Satu turut menghadiri kegiatan keagamaan dalam bentuk Taklim Akhir Bulan yang dilaksanakan di TPA As Syifa, Selasa malam (29/7) setelah salat Isya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rutinitas keagamaan yang diadakan setiap akhir bulan oleh TPA setempat. Mahasiswa hadir atas undangan langsung dari ustadzah pengasuh TPA, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus partisipasi dalam kegiatan masyarakat.

Acara diawali dengan zikir bersama dan pembacaan sholawat, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama. Dalam ceramahnya, penceramah menyampaikan materi seputar pentingnya nilai kejujuran dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang tengah menuntut ilmu.

Kehadiran mahasiswa KKL disambut hangat oleh para ustadzah dan santri. Mereka merasa senang karena kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai spiritual selama menjalankan pengabdian di desa.

Ketua KKL Desa Jangkang Satu, Dimas Pandu Andriatma, menyampaikan pandangannya usai kegiatan berlangsung.

“Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bagi kami bahwa pengabdian kepada masyarakat juga perlu dibarengi dengan penguatan spiritual. Kami merasa sangat diterima di lingkungan ini dan berharap bisa terus belajar dari masyarakat, termasuk dari kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Mahasiswa berharap, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan seperti taklim ini bisa terus berjalan selama masa KKL, sebagai wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa secara menyeluruh, baik secara sosial, intelektual, maupun spiritual.

Penulis : IKHSAN GUNAWAN
Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Disambut Hangat oleh Warga Desa Puguk dalam Silaturahmi di Kediaman Bapak Solehuddin

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Disambut Hangat oleh Warga Desa Puguk dalam Silaturahmi di Kediaman Bapak Solehuddin

 


Puguk, 28 Juli 2025 (lp2m.iainptk.ac.id) – Suasana keakraban terasa kental ketika mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak melakukan silaturahmi ke rumah Bapak Solehuddin di Dusun Meranti, Kampung Parit Bakti, Desa Puguk. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat melalui momen kebersamaan yang hangat.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa disambut dengan ramah dan dijamu berbagai hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Sambil menikmati hidangan, mahasiswa dan warga saling berbincang, bertukar cerita, serta mempererat hubungan sosial.

Bapak Solehuddin menyampaikan apresiasinya atas kunjungan mahasiswa. “Acara seperti ini penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan para tokoh lokal,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wujud memperkuat rasa kekeluargaan di Desa Puguk.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut Bapak Solehuddin juga menawarkan rumahnya untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa KKL. “Kalau adik-adik mau mandi atau mencuci di sini, silakan saja. Air kami juga masih cukup banyak,” ungkapnya dengan penuh keramahan.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan dan keharmonisan yang terjalin. Pertemuan sederhana ini menjadi bukti nyata eratnya hubungan antara mahasiswa KKL dan masyarakat setempat selama pelaksanaan program pengabdian.

Penulis : Siti Rahmah

Struktur Organisasi LP2M

Formulir Kontak